Bab 19 - Tidak Sadar

Lisa akhirnya tertidur kala tak kuasa menahan rasa kantuk karena menunggu Henry untuk bangun.

Dan beberapa saat Henry justru terbangun sembari membuka matanya.Dengan kondisi kepala yang sedikit pusing dan pandangan yang samar.Henry tak sengaja menoleh ke arah Lisa yang tengah tertidur di lantai.Dengan menjadikan lututnya untuk sandaran kepalanya.Henry pun memperhatikan wajah Lisa yang tertidur.Begitu nyenyak dan polosnya yang terlihat dari wajah Lisa.

Henry kembali tidak menyadari jika ia begitu lama memandangi Lisa yang tertidur.

Baru kali ini aku melihat ekspresi tidur seorang gadis yang benar-benar cantik. Batin Henry yang tanpa sadar memuji kecantikan Lisa.

Disaat Henry terus memandangi Lisa,beberapa saat Lisa pun terbangun dan membuka matanya.

Menyadari Henry yang sudah bangun dan memandanginya,seketika membuat Lisa salah tingkah san langsung beranjak bangkit.

"Ma..Maaf tuan,saya ketiduran disini." ucap Lisa mengaku bersalah.

"Aku lapar." sahut Henry dengan nada datar.

"Ah,.iya baik tuan.Saya akan siapkan.Tu..Tunggu sebentar saya akan segera kembali." ujar Lisa bergegas pergi meninggalkan kamar Henry menuju dapur dengan tergesa-gesa.

Henry hanya memandangi kepergian Lisa.

Sambil menunggu Lisa kembali,Henry pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Aku punya tugas untuk mu." ucap Henry langsung memberi perintah pada seseorang disana.

Beberapa menit kemudian,Lisa pun kembali dengan membawakan makanan yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Lisa pun menaruh makanan tersebut seperti biasa diatas meja.

"Aku ingin makan disini." sahut Henry langsung mengarahkan makanan tersebut ke arahnya.Yang ia ingin makan diatas ranjangnya.

"Hah?I..Iya baik tuan.Saya akan siapkan meja kecilnya." jawab Lisa menuruti perintah Henry.

Lisa pun menaruh meja kecil tepat diatas pangkuan Henry.Dan menaruh makanan tersebut diatas meja.Sesaat Henry pun memandangi makanan yang telah disiapkan oleh Lisa.

"Kenapa kau membuat makanan ini?" tanya Henry yang sesaat memperhatikan semangkuk bubur ayam yang telah dibuatkan oleh Lisa.

"Karena saya pikir,dengan kondisi tuan yang sedang sakit.Mungkin akan membuat tuan selera makan dan baik juga pencernaan tuan." jawab Lisa menjelaskan.

Sesaat Henry pun terheran dengan jawaban Lisa.

"Jadi kau mengira aku sedang sakit?" tanya Henry yang tak menyadari jika dirinya tadi sedang demam tinggi.

"I..Iya tuan.Tadi tuan tiba-tiba demam tinggi.Saya sudah mencoba membangunkan tuan,tapi karena tuan masih tidak bangun jadinya saya hanya mengompres dahi tuan dengan handuk hangat.Dan berinisiatif membuatkan bubur ini untuk tuan." jelas Lisa lagi panjang lebar sambil mengangguk.

Henry kembali terheran sambil memandang Lisa dengan mengernyitkan alisnya keatas.

Kenapa aku sampai tidak sadar jika ternyata aku sakit?? Gumam Henry merasa bingung.

"Silahkan tuan nikmati bubur ini,saya akan pamit keluar.Dan ini obat untuk tuan minum setelah makan." ucap Lisa yang memilih akan keluar dari kamar Henry.

Karena ia tahu,kalau Henry tidak mau jika dirinya ada dihadapannya dan menganggu saat ia tengah menikmati makanannya.

Lisa pun menundukkan kepalanya dan langsung membalikkan tubuhnya untuk berjalan keluar dari kamar Henry.

Namun..

"Tunggu -" sahut Henry.

Membuat Lisa langsung menoleh ke arah sang majikan.

...****************...

Damar yang baru saja pulang,merasa kaget dengan seorang wanita cantik yang sedang duduk di ruang tamunya.

Rida yang baru dari dapur langsung menghampiri Damar dan menyambutnya.

"Damar,kau sudah pulang nak." ujar Rida dengan nada ramah.

Damar pun terus memperhatikan sosok wanita asing itu yang sama sekali tidak ia kenal.

"Dia siapa Bu?" tanya Damar ingin tahu.

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

Gebry pasti nanti kagum sama Lisa 🤔
Rida bawa calon mantu tuh buat anaknya 🤔🤦

2023-10-26

0

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Ya ngegantung Thor, lanjut dong Thor..
Ssmoga Henry menyadari bahwa Lisa lebih baik dr Belinda..

2023-09-19

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1- Lamaran Kerja
2 Bab 2 - Terima Tawaran
3 Bab 3 - Amarah Seorang Pria
4 Bab 4 - Bertemu Seseorang
5 Bab 5 - Mendadak Keluar Kota
6 Bab 6 - Menentang Perintah
7 Bab 7 - Pertengkaran Antar Besan
8 Bab 8 - Sarapan Sampah
9 Bab 9 - Nasi Goreng
10 Bab 10 - Meminta Kepastian
11 Bab 11 - Gadis Manis
12 Bab 12 - Alasan Tepat
13 Bab 13 - Gula & Madu
14 Bab 14 - Apem Busuk
15 Bab 15 - Lala Vs Eva
16 Bab 16 - Bermain Api
17 Bab 16 - Seperti Perempuan Liar
18 Bab 18 - Sakit
19 Bab 19 - Tidak Sadar
20 Bab 20 - Lusi
21 Bab 21 - Mengajak Kencan
22 Bab 22 - Rida Vs Eva
23 Bab 23 - Kesal
24 Bab 24 - Memandikan
25 Bab 25 - Amarah Eva
26 Bab 26 - Aroma Tubuh Yang Wangi
27 Bab 27 - Suasana Menegangkan
28 Bab 28 - Tukang Selingkuh
29 Bab 29 - Seperti Orang Tua
30 Bab 30 - Kejutan Ulang Tahun
31 Bab 31 - Mendekap
32 Bab 32 - Sesuatu Yang Penting
33 Bab 33 - Dipecat
34 Bab 34 - Bermadu Kasih
35 Bab 35 -Amarah Henry
36 Bab 36 - Sudah Muak
37 Bab 37 - Tidak Mau Berpisah
38 Bab 38 -Seperti Sampah
39 Bab 39 - Hanya Cantik Saja
40 Bab 40 - Sampah
41 Part 41 - Menemukan
42 Part 42 - Cerita Sebenarnya
43 Bab 43 - Terkapar
44 Bab 44 - Dendam Terbalaskan
45 Bab 45 - Melamar
46 Bab 46 - Kembali Datang
47 Bab 47 - Mengusik
48 Bab 48 - Amarah Belinda
49 Bab 49 - Begitu Yakin
50 Bab 50 - Pindah
51 Bab 51 - Bandara
52 Bab 52 - Ditangkap
53 Bab 53 - Keributan
54 Bab 54 - Memohon
55 Bab 55 - Cacat
56 Bab 56 - Kejutan Rindu
57 Bab 57 - Merestui
58 Bab 58 - Acara Resepsi
59 Bab 59
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bab 1- Lamaran Kerja
2
Bab 2 - Terima Tawaran
3
Bab 3 - Amarah Seorang Pria
4
Bab 4 - Bertemu Seseorang
5
Bab 5 - Mendadak Keluar Kota
6
Bab 6 - Menentang Perintah
7
Bab 7 - Pertengkaran Antar Besan
8
Bab 8 - Sarapan Sampah
9
Bab 9 - Nasi Goreng
10
Bab 10 - Meminta Kepastian
11
Bab 11 - Gadis Manis
12
Bab 12 - Alasan Tepat
13
Bab 13 - Gula & Madu
14
Bab 14 - Apem Busuk
15
Bab 15 - Lala Vs Eva
16
Bab 16 - Bermain Api
17
Bab 16 - Seperti Perempuan Liar
18
Bab 18 - Sakit
19
Bab 19 - Tidak Sadar
20
Bab 20 - Lusi
21
Bab 21 - Mengajak Kencan
22
Bab 22 - Rida Vs Eva
23
Bab 23 - Kesal
24
Bab 24 - Memandikan
25
Bab 25 - Amarah Eva
26
Bab 26 - Aroma Tubuh Yang Wangi
27
Bab 27 - Suasana Menegangkan
28
Bab 28 - Tukang Selingkuh
29
Bab 29 - Seperti Orang Tua
30
Bab 30 - Kejutan Ulang Tahun
31
Bab 31 - Mendekap
32
Bab 32 - Sesuatu Yang Penting
33
Bab 33 - Dipecat
34
Bab 34 - Bermadu Kasih
35
Bab 35 -Amarah Henry
36
Bab 36 - Sudah Muak
37
Bab 37 - Tidak Mau Berpisah
38
Bab 38 -Seperti Sampah
39
Bab 39 - Hanya Cantik Saja
40
Bab 40 - Sampah
41
Part 41 - Menemukan
42
Part 42 - Cerita Sebenarnya
43
Bab 43 - Terkapar
44
Bab 44 - Dendam Terbalaskan
45
Bab 45 - Melamar
46
Bab 46 - Kembali Datang
47
Bab 47 - Mengusik
48
Bab 48 - Amarah Belinda
49
Bab 49 - Begitu Yakin
50
Bab 50 - Pindah
51
Bab 51 - Bandara
52
Bab 52 - Ditangkap
53
Bab 53 - Keributan
54
Bab 54 - Memohon
55
Bab 55 - Cacat
56
Bab 56 - Kejutan Rindu
57
Bab 57 - Merestui
58
Bab 58 - Acara Resepsi
59
Bab 59

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!