" Ira !" Shela memanggil
Tak ada suara, suasana rumah nya sangat sepih. Shela terus mencari hingga ke sudut ruangan di rumah itu. Ia di kejut kan dengan beberapa botol minuman keras yang berserakan di meja belakang rumah Ira.
" Aaaaa " Shela berteriak kaget setelah mendapat tepukan di pundak nya.
" Hey tenang, ini aku Ira ". Shela merutuki Ira yang sudah mengagetkan nya
" hahaha ... Kau panik Shel ? Tenang di tempat ku sini aman kok. " Shela bingung dengan sikap Ira yang menurut nya sedikit aneh.
" Aman gimana, tadi kamu telpon aku nangis-nangis karena kamu lagi di sekap. Terus kok kamu..." Ucapan Shela menggantung karena bingung di buat nya.
Ira sengaja menghubungi Shela agar bisa bertemu langsung di rumah nya. Sebab dari beberapa info ada yang akan melindungi Shela.
"Apa yang di bilang dia ben—"
Ira memotong ucapan Shela, "Ayo ikut aku dulu," ia langsung menarik Shela ke ruang bawah tanah rumah nya. Tak banyak yang Shela tau tentang rumah Ira. Karena dulu waktu ngekos sama-sama Ira jarang kerumah nya. Ia lebih suka di kosan, hanya sesekali saja ia pulang kerumah nya.
" Ruangan apa ini. " Shela merasa seluruh tubuh nya merinding tak karuan.
" Kita akan menemui seseorang di sini. " Shela semakin bingung dengan arah bicara Ira
Sementara di luar, Seno tengah memantau Shela di dalam ruangan gelap.
"Atur semua anggota. " Perintah Seno pada Ken
" Semua aman bos. " Balas Ken
Shela terus berjalan mengikuti langkah kaki Ira. Banyak ruangan kosong di dalam nya.
" Mmmmmm ". Terdengar suara dari kamar 014, Shela diam tuk memastikan kembali suara itu namun Ira memanggil nya setelah ia merasa berjalan tak ada suara langkah kaki Shela terdengar.
"Aku dengar ada suara di ruangan ini. " Ucap Shela dengan menengok kanan kiri. Ia merasa seperti ada yang ngawasin
"Kita balik aja yo. Lagian kamu juga ngerjain aku tadi. Aku pikir kamu beneran ada masalah sampai nangis-nangis gitu."
" Dikit lagi kita sampai. " Ira sedikit memaksa.
Dengan kesal Shela mengikuti Ira. Tiba di pojokan ruangan terdapat beberapa kaum pria yang menanti kedatangan Ira dan Shela.
" Halo sayang ". Ucap Bara
Betapa kaget nya Shela mendapati Bara di ruangan itu bersama yang lain nya.
Salah satu pria kembali mengingat kan pertemuan nya dengan Ira yang tidak di sengaja. Setelah nya muncul Radit dari arah belakang lalu memeluk tubuh Shela. Shela melepaskan pelukan itu namun tenaga Radit cukup kuat.
" Lepasin aku. Dasar b***n**n kamu. "
" Aku tidak akan melepas kan kamu sayang. " Radit semakin memperat pelukan nya.
" Wah wah wah ... Rupa nya mantan istri ku tambah cantik. " Ucap Bara kemudian berdiri mendekat arah Shela lalu mengecup bibir merah itu.
" Cuiihh " Shela meludah tepat di depan Bara, " Tak sudi tubuh ku ini di sentuh kamu. " Hardik nya
"Yaps benar, dan hanya aku yang boleh. " Balas Radit tepat di belakang kuping nya
Tubuh Shela bergetar takut. Tak habis akal ia pun menginjak kaki Radit dengan kencang hingga pelukan itu terlepas. Shela berlari keluar, namun lengan nya di cekal oleh Ira.
" Ayo kita keluar dari sini " Ajak nya
" Stop !" Seru Ira
" ini kesempatan aku buat membalas kamu Shela. " Sorotan mata tajam Ira terlihat jelas dengan amarah yang belum usai.
" Maa mak sud nya " dengan suara terbata
" hahaha. " Tawa Ira melengking
" Bawa dia masuk, terserah kalian siapa duluan yang mau. " Perintah Ira pada anggota nya
Masih banyak pertanyaan-pertanyaan di kepala Shela tentang semua yang terjadi. Ia merasa sedang bermimpi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Bilqies
jahat banget kamu Ira ternyata selama ini kamu yaa
2024-05-31
0
Yati Syahira
kho bandit semua ayao selamat shel
2024-05-24
1
👑Кιкαη Αqυєєη👑
barra, radit ,ira , parah sih kalian
2024-04-06
1