Seminggu usai berdebat dengan Bara, Shela memutus kan untuk melayang kan gugatan cerai kepada Bara dengan alasan sudah tidak ada lagi cinta di antara mereka dan Bara telah menikahi seorang janda di saat tengah hamil.
Usai sudah ia memasuki berkas gugatan itu, kini Shela benar-benar fokus menata hidup nya kembali.
Lima tahun menjadi ibu rumah tangga, cukup banyak pengalaman yang di dapat Shela. Sempat terbesit dalam pikiran Shela untuk tidak menikah lagi.
Brukk !
Asik dengan pikiran nya sendiri ia tak sengaja menabrak pria yang telah berjalan buru-buru di hadapan nya.
" Maaf " ucap Shela yang menangkupkan kedua lengan nya.
"Kalo jalan hati-hati dong, jangan melamun. Untung tidak membawa kendaraan. " Sungut pria itu
Seperti tidak asing lagi suara pria yang berbicara di hadapan nya. Shela memberanikan diri untuk menatap pria itu.
" Radit. " Kedua bola mata Shela membulat sempurna, nyaris tak percaya dengan pria di hadapan nya itu
" Kamuu !" cicit nya
Kedua nya diam mematung, cukup lama kedua nya diam. Shela menyadari itu langsung buru-buru pergi meninggal kan Radit. Namun secepat kilat pergelangan Shela di pegang Radit. Shela memberontak agar lengan nya terlepas dari tangan Radit. Setelah berhasil lepas Shela berlari tanpa memperdulikan Radit yang mengejar nya.
" Huuuffff kenapa harus ketemu kamu lagi setelah sekian lama nya. " Lirih Shela
Ia memberentikan mobil nya di pinggir taman. Turun mencari penjual jajanan ringan.
" Bang pentol goreng nya sepuluh ribu ya sama kentang goreng nya sebungkus. " Kata Shela
" Oke neng. Duduk dulu di kursi itu " Tunjuk penjual itu kemudian menggoreng kentang dan pentol yang di pesan pembeli nya tadi
Mata Shela tak sengaja melihat pria yang ia tabrak tadi berjalan ke arah nya. Panik jika Radit mengikuti nya. Melihat ada koran penjual tadi di dekat nya, ia berpura-pura membaca nya untuk menutupi muka agar tidak di tau saat lewat.
Niat ingin mendingin kan isi kepala terpaksa ia harus pergi dari tempat itu.
" Neng ini pentol sama kentang goreng nya. " Shela mengeluarkan uang biru selembar
" Ini uang nya Bang. "
Usai menerima sisa kembalian uang nya, Shela buru-buru berjalan ke tempat ia memarkir kan mobil nya tadi.
" Hhuuuufff !! Untung saja dia tidak liat. " Gumam nya. Kemudian menyala kan mesin kendaraan nya lalu berjalan pergi meninggal kan tempat itu.
"Kamu pikir aku tidak tau jika yang membeli pentol dan kentang goreng itu kamu Shela. Meski pun kamu menutupi wajah mu dengan koran. Tidak banyak yang berubah dengan mu. " Gumam Radit tersenyum kecut saat melihat mobil Shela berjalan meninggal kan tempat itu.
Di kantor Shela tidak fokus pada kerjaan nya.
Sejak ia kembali dari luar ia terus-terusan melamun. Entah masalah mana yang di fikir kan nya .
" Weh ngelamun aja. Liat tuh kertas yang kamu pegang basah. " Ucap Ira yang sedari tadi memeperhatikan Shela.
Shela menyadari kertas yang harus ia beri pada bos nya itu basah terkena minuman yang pegang. Air es yang tumpah membasahi kertas penting itu.
" Hah ia basah, duh mana tiga puluh menit lagi harus di serah kan bos lagi. "
Secepat mungkin ia membuat ulang data-data itu. "Ntar pulang kantor kita keluar ya, aku perlu bicara." Ucap Shela setelah itu ia fokus kan pada kerjaan yang di ulang nya kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Bilqies
jangan bilang lagi ngelamunin Radit kamu shela
2024-05-30
0
👑Кιкαη Αqυєєη👑
bau-bau CLBK ? tapi ngomong2 orang yg slalu ngechat shela itu siap??? bukan Radit?
2024-04-04
0
👑Кιкαη Αqυєєη👑
mantannya
2024-04-04
0