Damian Pov
Di lihat nya Luna membawa koper ke kantor, di dekati nya sambil membantu bawakan karena kelihatan nya berat sekali.
Diri nya bertanya kenapa membawa koper segala ke kantor, dan jawaban Luna adalah menginap di rumah Rendy.
Kesempatan ini yang di tunggu-tunggu diri nya, sambil menyelam minum air. di samping bisa menyuruh cewek sewaan mengacau juga membuat Luna semakin benci dengan Rendy.
Cepat-cepat di antarkan nya koper itu lalu pergi ke ruangan nya menemui David langsung.
"Loe udah dapat cewek yang kita butuhkan, Vid?? Damian duduk di samping David saat ini.
"Masih nyari nih sir, rupa nya susah juga nyari cewek bener dengan kondisi hamil, mau duit, terus mau di ajak kerjasama." David frustasi.
"Gue gak mau tau, pokok nya gue kasih batas waktu sampai malam ini, besok itu cewek udah wajib ke rumah keluarga nya mengacau, ingat itu."
"Okey sir.. siap deh laksanakan hufhhh.."David menghela napas berat.
Damian juga mencari melalui kenalan - kenalan nya apakah ada cewek dengan kriteria seperti yang di inginkan nya saat ini.
Mereka semua ada memberikan informasi cewek-cewek yang mendekati, tapi tidak dengan kriteria yang di sebutkan David tadi.
Ada yang hanya korban pemerkosaan, ada yang cuma lagi hamil tapi seorang PSK, ada juga yang hamil dan korban di perkosa tapi gak butuh duit dan gak mau di ajak kerjasama.
Benar kata David seperti nya sulit juga rupa nya untuk cari dengan kriteria itu, karena setelah di coba mencari sendiri hasil nya juga Zonk.
"Jackpot.." David berteriak sampai-sampai seisi ruangan nya mendengar teriakan nya itu walau sudah duduk jauh.
David sadar diri dan menundukkan kepala sambil nyegir kuda meminta maaf.
"Sir.. sir dapat nih.. ntar sore ngajak jumpa, mau ketemuan di mana sir kira-kira??" David sekarang berkata dengan Damian.
"Ajakin ketemuan di cafe depan kantor ini aja, suruh nanti datang jam 7 malam" Damian berkata.
"Aye aye.. sir, siap laksanakan."David memberi hormat.
Di sini lah mereka kini di depan cafe kantor, Damian duduk membelakangi David sedangkan David duduk sendirian menunggu cewek itu datang.
Mereka sengaja memesan 2 meja, Damian tidak ingin tereksposs oleh cewek itu. dia hanya memberikan David pena bercamera untuk di pakai.
Jadi Damian bisa melihat itu cewek hanya dari ipad nya, agar bisa melihat apakah cewek ini sungguh ingin bekerja sama.
Lonceng pintu cafe berbunyi, di lihat nya ada seorang cewek yang mencari-cari. seperti nya cewek ini orang nya pikir Damian.
Dan benar cewek itu segera menghampiri David dan bertanya.
"Mr. Potter ya??" cewek itu bersuara.
David hanya menggangguk dan mempersilahkan cewek itu duduk di depan David.
"Okey tanpa basa-basi.. gue mau tanya dulu loe di perkaos dengan cerita gimana? bisa loe ngasih tau gue inti nya saja." David mengintrogasi.
"Aku di perkaos sama orang gak di kenal waktu pulang dari tempat kerja, aku pulang naik angkot dan jalan menuju tempat kost sangat sepi hari itu karena hujan."
"Lain kali hati-hati jadi cewek, terus loe hamil sudah berapa usia kandungan loe??" David menasehati.
"Terakhir cek ke dokter kandungan kata nya sudah 4 bulan" Cewek itu mengelus perut nya lagi.
"Okey.. terus kenapa loe butuh duit? dan yakin loe sanggup bekerjama sama dengan gue?" David kembali bertanya.
"karena gue punya 3 alasan, 1 karena gue yatim piatu, ke 2 karena gue masih ngekost, ke 3 karena gue mau ngebesarin anak tidak bersalah ini."
"Jadi kesimpulan nya loe butuh duit untuk tinggal berdua dengan anak ini kelak tanpa kekurangan apa pun? walau tanpa seorang figure ayah??"
"Iya kira-kira begitu"Cewek itu berkata jujur.
"Sekarang tanda tangani surat perjanjian ini, gua akan ngasih loe 500 juta dengan catatan loe harus sukses dengan misi loe ini. apa loe sanggup??" David memberikan sepucuk surat dengan sudah ada materai di atas surat tersebut.
Cewek itu membaca nya dengan teliti, lalu bertanya lagi.
"Misi nya apa ya kalau aku boleh tau??"
"Misi loe hanya pergi ke rumah keluarga 1 cowok ngasih tau ke keluarga nya minta tanggung jawab, terus buat itu cowok jatuh cinta sama loe."
"Lalu loe tinggalin, ingat loe gak boleh jadi serius jatuh hati sama dia." David berkata serius.
"Hmm.. okey seperti nya aku bisa ikuti prosedur yang kamu minta, terus apa perlu aku sembunyiin identitas asli ku?"
"Gak perlu, loe bisa cerita kisah loe yang asli, dan ngasih tau identitas asli loe." David meyakini.
Cewek itu akhir nya menanda tangani surat perjanjian itu, lalu David memberikan beberapa foto Rendy untuk cewek itu lihat.
Juga memberikan kartu nama palsu Rendy khusus untuk hanya bermain-main dengan cewek punya.
Bagi David mencari informasi Rendy sangat mudah ketika sudah di Indonesia hanya cukup menunjukkan foto Rendy dan menyuap beberapa gepok uang.
Di dapatkan nya kalau Rendy selalu bermain dengan wanita dengan cara memakai identitas hanya nama tengah lalu no.hp palsu 1x pakai.
"Jadi kapan aku perlu melancarkan rencana ini?"
"Besok pagi, sebelum ke tempat nya. nanti gue kabarin lagi untuk loe bawa beberapa bukti agar lebih konkret."
Cewek itu dan David bersalaman, lalu akhir nya David menanyakan nama cewek itu.
"Tasya.." Lalu cewek itu pergi setelah di persilahkan.
Sedikit tidak nyaman karena setelah menyebutkan nama itu Damian menyergit, kenapa bisa kebetulan cewek itu juga sama dengan nama adik nya yang sudah tiada.
......................
Rendy Pov
Rendy dan Luna sekarang sudah ada di depan pintu rumah orang tua nya, dan di sambut hangat oleh ibu nya.
Di suruh nya pembantu dan supir nya untuk mengangkat koper mereka berdua ke kamar masing-masing.
"Mari masuk.."Ibu Rendy mempersilahkan.
Rendy dan Luna duduk di ruang tamu, dan seperti nya ibu nya sudah mulai mengintrogasi Luna.
Rendy hanya melihat sekilas dan pergi menemui ayah nya di belakang.
"Daddy nanti kita pura-pura meeting ya, sama kakek juga okay?" saat ini kakek dan ayah nya sedang bermain catur.
"Ngapain?? gak ada hal penting yang perlu di bicarakan tentang kantor bukan??" Ayah nya berbicara tanpa melihat Rendy, lebih fokus ke papan catur di depan nya.
"Gue bawa cewek yang gue ceritaiin sama kakek hari itu, tapi pakai alasan mau meeting sama daddy dan kakek."Rendy tersenyum.
"Heleh.. yaudah lah kalau begitu, bicara saham perusahaan aja paling yang akhir-akhir ini turun." Kakek nya menengahi.
"Nice idea.. okeyy kapan mau meeting nya?? bentar lagi habis kalian kelar main catur ya.."Rendy berkata lagi.
Hanya di jawab dengan anggukan oleh kedua orang itu. Rendy kembali ke tempat Luna berada, mau menyelamatkan lebih tepat nya.
Karena ibu nya itu kalau sudah mengintrogasi seseorang bisa gak ada rem nya.
"Luna kamar loe udah di siapain Bu Siti, pergi lah ke kamar dulu istirahat. meeting mungkin 1 jam lagi. Rendy menyuruh Bu Siti mengantarkan Luna.
Luna hanya pamit undur diri dari ibu nya dan pergi menyusul Bu Siti di belakang. Sedangkan Rendy yang seperti nya akan melanjutkan perjuangan Luna di introgasi.
"Siapa tuh cewek? tumben amat bawa cewek dengan penampilan gitu, yang mommy tau itu jelas sangat bukan tipe kamu." Mommy nya menyelidik.
"Sekretaris pribadi Rendy, juga cewek yang hari itu Rendy bilang waktu di Italia. jadi nya pakai cara suruh om morgan buat pindahin ke kantor cabang di sini." Rendy sumringah.
"Dasar anak bandel.. Ohh iya kamu udah siapin untuk pergi ke ultah Felix?" Mommy nya sendu.
"Sudah mom, bahkan semalam Rendy bermimpi dia loh." Rendy senyum tipis.
"Ihhh mommy kok gak pernah di mimpiin ya, jahat betul anak ku satu itu."
"Hahahaha.. mungkin karena Mommy suka ngomelin dia, jadi males jumpa."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung..
Semoga kalian senang ya dengan cerita yang Author buat ini, jangan lupa komen,like, subcribe dan vote ya..
Agar Author lebih semangat berkarya 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments