Part 13

Luna masuk ke dalam apartment nya dan segera meminum darah terlebih dahulu, rasa haus nya sudah amat dia rasakan waktu Rendy mencari kamar kosong tadi.

Untung nya masih bisa di tahan nya, kalau tidak mungkin indentisan nya sekarang sudah di ketahui Rendy.

Tidak bisa dia bayangkan apabila ada manusia yang tau, kalau dia ini vampire.

Di lubuh hati Luna paling dalam ingin rasa nya dia mengungkapkan kepada Riska, sahabat satu-satu nya yang ia miliki kalau sebetul nya dia adalah spesies yang sedikit berbeda.

Namun takut, takut kalau Riska menjauhi diri nya. Bahkan hal yang paling tidak bisa di bayangkan kalau Riska ember ke semua orang.

...****************...

"Tuan kita sudah sampai di tujuan.."Supir nya memberitahu.

"Ohh okey, oh iya kirimkan mata-mata, intai cowok itu sedang dekat dengan cewek mana kali ini. Cek yang betul kali ini." Pria dengan tatapan penuh dendam.

"Baik tuan, segera akan saya beritahukan ke David."

Kemarin dia di beritahukan kalau cowok brengsek itu dekat dengan cewek di kantor nya, tapi dia ragu karena cewek itu bukan tipe nya Xhine

Rendy Xhine Alendra, cowok yang ingin sekali dia balaskan dendam adik perempuan satu-satu nya. Karena hanya untuk di permainkan, lalu di tinggalkan saat sudah di cintai adik nya.

Adik nya memang baru pertama kali jatuh cinta, sayang first love nya ternyata hanya seorang brengsek.

Damian hanya bisa memandang sendu foto yang terpampang di layar ponsel nya. Adik nya yang bunuh diri karena Xhine.

Kalau saja hari itu dia angkat telepon adik nya itu, mungkin adik nya tidak akan bunuh diri tepat di saat ulang tahun Damian.

"Kenapa loe bodoh sekali Tasya, cowok lain kan masih banyak.. kenapa loe milih cara bunuh diri" Itu lah kata-kata yg selalu di ucapkan nya.

Damian baru-baru ini saja mengetahui tentang cowok brengsek itu. Karena jejak peninggalan adik nya dengan cowok brengsek itu sangat sedikit.

Baru kemarin diri nya terbang ke Italia untuk balas dendam, ehh info terbaru kata nya dia pulang ke Indonesia.

Dan di sini lah sekarang di apartment yang sama dengan Luna dan Riska berada. Bahkan diri nya bersebelahan dengan unit Luna, No. 304".

"David, ingat misi terbaru.. Kau intai dengan seksama kali ini, jika gagal lagi.. Tangan mu taruhan nya mengerti..?" Damian sudah bertatapan dengan David di layar Laptop nya.

"Yes sir.. Info sir, cewek culun kemarin juga ikut dengan teman nya pindah juga ke Indonesia. Bahkan mereka di berikan fasilitas Apartment.

"Ohh kalau begitu coba kamu intai teman nya, bisa jadi cewek yang saat ini dekat dengan nya itu teman nya ini"

"Okey sir, laksanakan."David pergi dengan langkah sigap.

...**************...

Sekilas Pengenalan Tokoh Baru

Damian Eryousen

Seorang Mafia di salah satu benua Eropa, dengan perawakan yang jelas-jelas tidak mencerminkan seorang mafia pada umum nya.

Namun itu lah hang membuat musuh-musuh terkecoh, di kira nya diri nya adalah cowok cupu. bukan seorang Mafia berdarah dingin.

......................

Riska Pov

"Luna, kok gue merasa akhir-akhir ini gue di awasin gitu ya."

"kayak ada stalker gitu, tapi kalau gue lihat ke belakang gak ada siapa pun, apa jangan-jangan hantu kali ya..."

"Emang ada hantu yang mau deketin loe, Ris?? Loe kan udh induk semang para hantu hahahahaha" Luna terkekek mencairkan suasana agar teman nya tidak parno.

"Yehhh.. mana ada hantu cantik kayak gue, dan lagi gue fashionable gini. ya kali hantu ada sekeren gue." Riska mendengus.

"Dah lah perasaan loe aja kali itu ahh, yuk lah pergi kerja kita sekarang. hari pertama kerja nih kita.." Luna mengajak nya pergi ke tempat kerja sekarang.

Betapa terkaget nya mereka berdua kini di dalam mobil dengan supir dari Rendy untuk mereka pergi kerja. Klakson terdengar di mana-mana, Belum di tambah mereka terkena macet.

"Pak, apakah di Indonesia memang begini setiap hari ya??"

"Iya nona, begini lah kalau di Indonesia. terutama jakarta ini kalau jam jam pergi kerja begini lah kondisi nya."

"Tadi sebetulnya saya mau ngasih tau, kalau bisa jam 5 pagi kita sudah harus start jalan. tapi gak enak takut mengganggu kalau nona-nona belum pada bangun."

"Ohh baik pak, besok pagi saya sama Luna akan bersiap jam 5 pagi. maklumi ya pak kita gak pernah ke Indonesia." Riska berkata jujur.

"Tidak apa, tadi juga sudah di pesan Tuan Rendy kalau telat gak apa.."

Riska melihat ke kaca di atas kepala pengemudi, di lihat nya mobil abu-abu itu lagi. plat no nya juga sama dengan yang kemarin.

"Lun, loe lihat deh itu mobil abu-abu di belakang kita. kemarin kita di airport sama di lobby apartment mobil itu ada terus loh.." Riska menyikut Luna sedikit.

"Ohh iyakah?? wahh masa iya sih baru hari pertama ke Indonesia sudah ada mata-mata perhatiin kita." Luna menoleh ke belakang sekarang.

"Semoga aja cuma kebetulan deh.. jangan sampe aja gue di culik, serem betul ahh."Riska sambil bergaya bergindik ngeri.

"ketuaan untuk di culik loe.." Luna mengetuk kepala nya dengan lembut.

"Yehh.. loe gak baca berita ya tiap pagi?? cewek itu segala usia bisa di culik tau.. nenek-nenek aja ada yang di perkosa."

"Apalagi gue yang cantik jelita gini."Riska pede

"Sekarep mu ae lah" Luna belajar bahasa baru dari Pak Harun kemarin.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!