Pekenalan dulu ya...
Lunaria Anastasya
dengan style culun nya seperti ini ya sehari-hari ini waktu rambut di gerai, sering nya di kepang atau di cepol asal
......................
Lunaria Anastasya
ini dengan style sehari-hari di rumah ya, tanpa ada seorang pun yang lihat, kecuali Rendy yang baru terkesima.
......................
Rendy Xhine Alendra
Begini lah guys.. tampang Rendy yang bagi seorang Luna, hanya sedikit tampan. padahal ganteng begini juga T.T
......................
Riska Rymer Buscemi
sahabat manusia satu-satu nya Luna, Bestie sejati nya.
......................
Luna Pov
Sambil menunggu Rendy keluar dari kamar nya, Luna menonton tv dengan asal, terkadang berganti-ganti channel.
Hari sudah berganti sore, si Tuan rumah belum juga ada tanda-tanda akan keluar dari kamar nya. Luna menguap karena suasana nya sangat sepi sekarang.
Tv yang tadi nya menyala sudah di matikan nya, sekarang diri nya ada d balkon melihat matahari terbenam adalah salah satu hal yang amat Luna sukai
Tentu saja diri nya suka, karena setelah matahari terbenam adalah waktu nya malam, diri nya tidak perlu lagi takut dengan matahari terik.
"Mau kopi?? seperti nya loe suka banget sama matahari terbenam ya? why??" Tiba-tiba Rendy sudah ada di samping nya dengan membawa 2 gelas kopi hangat.
"Thankyou.. ya gue suka dengan sunset karena matahari tidak akan membuatku alergi lagi" Luna tersenyum tipis.
"So.. habis ini kita mau kemana lagi?? wisata malam hari apa saja di sini?" Rendy bertanya.
"Okey untuk pemandangan malam akan gue ajak loe pergi ke tempat yang buat mata loe berbinas melihat keindahan nya"
"Taraaa.. gimana?? ini Cinque Terre keren bukan, di sini malam hari lebih terasa keindahan nya"
"bahkan collesium yang tadi pagi hanya gue tunjukkan dari mobil juga bagus" Luna melebarkan kedua tangan nya menghadap ke pemandangan di depan mereka saat ini
Sebetulnya Luna sangat anti sosial, selain di satu sisi tidak terlalu menyukai manusia, di sisi lain
diri nya juga malas keluar dari rumah.
Itu lah yang menyebabkan dirinya culun, karena kurang pergaulan dan sosialisasi. Apalagi ayah nya yang ekstra ketat protektif nya.
"Rendy setelah ini mau kemana lagi? pulang atau bagaimana??"
"Nightclub aja gimana?? semakin malam di sana tentu harus nya lebih seru bukan." Rendy berucap.
"Ogah.. gak mau gue ke sana, pergi sendiri aja next time sendirian." Luna berkata dengan nada sedikit tidak suka.
Susah banget jadi manusia kok gak bisa itu otak nya lurus sedikit.. Luna berkata dalam hati nya.
"Cihh gak seru banget sih loe, dasar cewek culun.."
"Biarin, yang penting gak mau gue ke tempat begitu, ntar rusak reputasi gue."
"Ohh btw citra gue udh di rusakin sama loe hari ini, tadi gue dengar dari teman kerja. gue di gosipin mau gaet loe.. tanggung jawab loe!" Luna menyerbu dengan kata-kata yang cepat.
.
.
.
Rendy Pov
"Ayokk gue tanggung jawab.. mau menikah sekarang? pacaran, atau gimana nih" Rendy tersenyum lepas.
"Dihh gesrek.. sapa juga yang mau nikah sama loe.." Luna mendelik mendengar kata-kata gamblang diri nya.
"Yehh di Indonesia banyak kali cewek ngantri mau jadi istri gue tau.. loe nya aja yang aneh"Rendy berkata dengan pede.
Luna hanya menjulurkan lidah mengejek sambil berjalan melewati anak tangga. sekarang mereka sudah selesai berjalan-jalan saat nya pulang.
Si cewek culun gak mau di ajak ke club sih, padahal baru juga jam 10 malam sekarang.
"Hey rumah loe di mana, biar ku antarin deh. ntar takut nya loe nyasar lagi karena kalau takut di godain sih impossible" Rendy sudah berada di balik setir kemudi mobil.
"kenapa bisa loe yakin impossible gue bakal ada yang godain?"
"ya iya lah.. cewek culun macam loe, siapa yang mau ngelirik coba." Rendy menatap Luna dari atas kebawah.
"bodo amat lah.. antarin gue ke alamat ini, gue tinggal di sana."
"Pratola Peligna, gak salah denger kan gue?? itu kan rumah murah, gaji loe kemana semua sampe tinggal di tempat gitu" Rendy heran setelah mendengar area tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments