Part 14

"Tuh kan Lun, loe lihat deh.. itu mobil aja stop di seberang jalan kantor kita coba. pasti antara dia ngikutin loe kalau gak ngikutin gue." Riska membisikan di telinga Luna.

"Wahh bener juga ya, tumben insting nya tidak bekerja kali ini. biasa nya kekuatan vampire nya akan bereaksi seperti dulu kalau ada ancaman atau sesuatu yang mengikuti nya." Luna melihat dari pantulan kaca kantor mereka, tanpa melirik ke belakang takut kalau mobil tersebut sudah tau kalau mereka berdua sudah sadar di ikuti.

Mereka segera melangkah masuk ke dalam kantor dan memperkenalkan diri kalau mereka adalah utusan dari Italia, yang di tugaskan untuk kemari.

Rendy Pov

"Halo kakek ku tersayang.. apa kabar.." Rendy setelah mengantar Luna dan Riska ke apartment, diri nya ke rumah kakek nya, setor muka lebih tepat nya.

"Lahh Lahh.. kok pulang kamu hah.. udah gak mau warisan kakek lagi ya? ohh bagus lah berkurang jatah orang yang perlu di kasih warisan. Kakek nya mengangguk-anguk kepala sambil duduk di kursi goyang nya.

"Bukan gitu lah... kalau gak idup dari warisan kakek, Rendy nanti tua makan apa dong??" Rendy merengek sambil tersenyum tau kakek nya bercanda.

"Jadi ngapain pulang sekarang.. 1 minggu saja belum kamu di sana, buang-buang tiket sama visa saja."

"Rendy lagi deketin cewek, jadi nanti akan segera ku kenalkan ke kakek sesegera mungkin. kakek doain maka nya supaya lancar ya"

"Cewek model gimana lagi yang kamu dekati sekarang, tidak ada satu pun yang beres kan sampai dengan saat ini."

"Ayolah kek.. percaya dong satu kali aja sama Rendy..."

"Udah sering percaya, tapi di kecewakan.. capek kakek lihat nya."

"Untuk kali ini sudah sesuai kriteria kakek lah pokok nya." Rendy segera menimpali agar ocehan kakek nya stop.

"Ohhh... kita lihat saja nanti, jadi kapan akan kamu kenalkan ke kakek??"

Lalu Rendy berbincang-bincang lama dengan kakek nya dan juga menginap malam ini di sana. sudah lama juga kakek dan cucu ngumpul bareng sambil mengobrol.

Keesokan pagi Rendy sudah ada di kantor, di dalam ruangan nya menunggu reseptionist menelepon memberitahukan bahwa Luna sudah sampai. Luna akan di tempatkan sebagai sekretaris pribadi nya, sedangkan Riska akan menggantikan diri nya menempati posisi HRD Personalia.

"Okey.. sekarang kamu jadi sekretaris ku, ini sekretaris lama kamu dia sudah mau resign karena sudah tidak bisa menghandle anak di rumah sudah ada 5." Rendy sambil memberikan tangan nya dengan jari tangan terbuka membentuk lima anak.

Sekretaris nya hanya menyengir kuda sambil menghampiri Luna untuk segera di berikan tugas-tugas nya menggantikan diri nya nanti.

Diri nya masuk ke ruangan nya sekarang dan melihat foto kakak nya, hai brother.. doain ya adek loe ini sukses menggaet cewek culun itu. Rendy sekarang berkutat dengan setumpuk kerjaan nya yang di tinggalkan sementara diri nya di Italia.

Damian Pov

"Halo.. bagaimana, apa yang loe dapat kali ini David?" Damian berbicara melalui telepon nya.

"Sir.. cewek yang lagi di deketin Xhine seperti nya bekerja di perusahaan A, apa perlu gue susup ke dalam sana?" David berkata dengan serius.

"Hmm.. siapkan untuk dua orang, gue juga mau lihat sendiri cewek-cewek yang dekat dengan diri nya itu. dan bisa lebih tau sebetulnya cewek mana yang mana di dekati nya."

"Baik Sir.. besok kita menyusup ke dalam perusahaan itu." David menutup telepon.

Damian sekarang sedang berpikir bagaimana cara nya agar Xhine juga bernasib sama dengan adik nya. mengalami depresi hingga hanya kematian yang menanti nya.

Esok hari nya David dan juga Damian sudah berpakaian rapi sebagai anak magang, dengan atasan putih, celana hitam khas anak magang sekali. David adalah seorang hacker handal, mudah saja bagi nya menyusup ke dalam sebuah website perusahaan.

David dan Damian menempati posisi bagian IT, karena Damian juga untuk IT tidak kalah jauh dengan David. bahkan pertemuan mereka saja karena Malware virus program yang di ciptakan David.

Saat siang di kantin di lihat nya Riska dan Luna sedang duduk berdua saja. langsung di dekati nya oleh David dan diri nya.

"Halo.. boleh kami duduk di sini??" David berkata

"Silahkan saja.." Riska langsung berbicara tanpa melihat siapa lawan bicara nya.

"sebelum nya kenalin nama gue David, ini temen gue nama nya Damian." David memperkenalkan diri berusaha segera mengakrabkan diri.

"Ya.. halo juga, gue Riska.. ini di samping nama nya Luna Es." Riska mempersilahkan sambil menggoda Luna karena di lihat nya Luna dengan tatapan kurang setuju.

"Luna Es?? itu serius nama loe?" Damian bertanya dengan geli.

"Luna saja.. tidak pakai Es, cuaca panas gini.. dari mana datang nya Es" Luna menusuk bakso nya dengan brutal sambil melirik Riska.

"Ohh oke.. lalu mereka duduk sambil mengobrol, lebih tepat nya mengobrol dengan Riska, karena Luna seperti nya. susah untuk di dekati seperti ada tameng besar di depan wajah nya yang mengatakan. "Dilarang sok kenal"

Tiba - tiba dari belakang mereka ada orang yang mendekati siapa lagi kalau bukan Xhine, orang yang paling ingin dia bunuh saat ini juga apabila ada pisau.

"Hey.. kok kalian gak ngajak gue juga? gue udah berharap padahal di dalam ruangan gue tadi nya." Rendy berbicara dengan santai. kelihatan sekali kalau diri nya memang ada dekat dengan cewek-cewek ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!