Rendy Pov
"Pagi Rendy, bisa kita bicara sebentar?" Pagi ini Rendy sudah berjumpa dengan pak Morgan, tampak dari ekspresi nya seperti serius sekali.
"Okey, silahkan Om masuk" Rendy mempersilahkan Pak Morgan untuk duduk di kursi santai di dalam ruangan nya.
"Rendy, om sebetul nya tidak ada masalah dengan dirimu karena om sudah tau watak mu dari kecil, tapi bisa kamu lebih berhati-hati dengan karyawan kita."
"kamu tau kemarin kamu itu sudah menjadi gosip seluruh lantai di perusahaan ini." Pak Morgan berucap.
"Gosip hangat apa dulu ini Om? coba om infokan ke Rendy siapa juga karyawan yang di gosipkan dengan ku" Rendy mau tau sebetul nya gosip apa sampai Om nya ini seserius ini.
"Kamu di gosipkan ada main dengan karyawan kita Luna bagian HRD, kemarin kata nya ada yang melihat kalian saling bergandengan tangan dengan mesra."
"Wkwkwkwkwk kalau di bilang dekat, yes.. aku emang lagi proses PDKT sama itu cewek culun, tapi kalau di bilang masalah bergandengan tangan dengan mesra itu seperti nya di buat-buat."
"Kemarin aja aku abis di tampol nya om, rasa nya mantap banget, melebihi kopi hitam biar mata melek."
Rendy terkekek.
"Pokok nya lebih jaga jarak saja kalian di lingkungan kerja ini, karena banyak pasang mata yang memperhatikan. kita harus menampilkan citra seorang pemimpin juga Ren." Om Morgan menasehati lembut.
Rendy hanya mengangguk tanda mengerti nasehat yang di ucapkan om nya ini. Om Morgan adalah orang kepercayaan kakek di sini, maka dari itu posisi nya lebih tinggi daripada Rendy.
Sekarang saat nya untuk mengerjai cewek culun lagi, begitu pikir Rendy dalam hati nya. di tekan nya tombol telepon kantor, menelepon ruangan Luna.
"Dengan Finta, ada yang bisa saya bantu Pak?" Terdengan suara dari seberang sana.
"Tolong sambungkan ke Luna" Rendy berbicara lagi.
"Maaf pak, Ibu Luna hari ini ijin tidak masuk kerja, apa ada pesan yang perlu di sampaikan?"
"Oh begitu, ya sudah tidak jadi" Telepon di tutup nya langsung.
Rendy tidak tau no. Hp Luna ataupon sosmed nya, jadi nya tidak bisa menghubungi Luna. seperti nya lain kain dia perlu meminta nya, agar lebih memudahkan diri nya.
Akhir nya hari ini tidak ada kesibukan lain selain bekerja, seperti ada rutinitas yang kurang sekarang di keseharian nya. padahal baru juga beberapa hari dia bertemu dengan cewek culun itu.
Tapi sudah ada rasa kehilangan separuh kesibukan nya, yang menjadikan diri nya Bossy lagi. hari pun sudah berganti malam sekarang. karena dia bingung mau kemana hari ini, akhir nya yang di pilih nya adalah lah Nightclub.
"Tequila satu.." Rendy sudah berada di sebuah kursi di depan bartender memesan minuman yang di balas anggukan oleh bartender itu.
"Hey boy.. sendirian aja? perlu teman gak?"
Seorang wanita dengan penampilan sexy juga menggoda dengan dada besar nya seperti mau melompat dari baju nya itu.
Padahal Rendy baru juga duduk, tapi sudah ada wanita yang terpikat oleh ketampanan diri nya ini. Rendy pede dengan ketampanan diri nya karena memang baik di Indonesia pun, banyak cewek duluan yang mendekati diri nya.
"Boleh kemari lah, pesan lah minuman apapun yang loe mau, ntar masukkan saja ke Bill gue" Rendy sudah merangkul mesra cewek itu dengan gaya menggoda.
Sehabis obrolan ringan mereka berdua, di akhiri dengan tujuan akhir yaitu hotel terdekat. Yah apalagi kalau bukan cinta satu malam, Rendy hanya perlu pelampiasan saja karena ada kebutuhan yang perlu di penuhi diri nya.
"Xhine bisa gue minta kontak loe? seperti nya loe cocok jadi teman ranjang gue" Ujar cewek itu yang sudah di ketahui Rendy bernama Eva.
"Ini kartu nama gue, simpan aja.. kapan butuh gue, call aja." Rendy mengeluarkan dompet nya memberikan kartu nama, plus beberapa lembar uang tunai untuk cewek itu.
Setelah pelampiasan nya itu diri nya sekarang pergi mandi dan bergegas pulang ke Apartement nya.
sedangkan Eva masih meringkuk tidur di ranjang.
Sengaja Rendy tidak memberikan nama depan nya kepada cewek-cewek seperti Eva begini. diri nya juga tau mana yang perlu di jadikan hanya mainan dan mana yang perlu di jadikan target pendamping hidup nya kelak.
Kartu nama Rendy pun ada 2 sesungguh nya, satu khusus untuk bisnis, satu nya lagi untuk mengecoh cewek-cewek nakal seperti Eva yang merenggek meminta kontak nya.
No. Hp yang tertera di sana hanya untuk nomor 1x pakai saja. Rendy bukan cowok bodoh yang meminta mengemis cewek. cewek yang harus datang kepada nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments