Part 12

Rendy Pov

"Om Morgan, Rendy sekarang jujur saja. lagi deketin itu cewek culun. mau di kenalin ke kakek rencana nya." Rendy berkata

Mereka sedang sarapan bareng pagi ini karena ajakan dari Tante nya, istri dari Pak Morgan.

"Deketin dengan maksud serius atau cuma main-main Ren??" Om morgan melirik sambil menyesap kopi buatan istri tercinta nya.

"Niat untuk sekarang sih ya cuma main-main, karena ngincer warisan kakek lah. Om kan tau kakek gimana orang nya??"

"Kalau main-main kenapa tidak cari wanita asal saja? bukan nya kamu tidak kekurangan wanita di hidup mu??" Tante nya menimpali sekarang.

"Tante, kakek itu punya kriteria aneh dia mau nya cewek nya itu baik, polos, penurut, baik hati, tidak sombong, wajah nya tidak pakai banyak dempul, gak oplas." Rendy berbicara dengan menunjuk jari-jari nya menyebutkan.

"Hahahaha.. kakek mu itu kan mau yang terbaik dan juga biar sifat mu itu berubah, loe kan cucu satu-satu nya cowok di keluarga kita ini."Om Morgan tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan nya.

"Nahh maka nya itu, kayak nya Luna si cewek culun bakal lolos kriteria kakek."

"Om ada ide gak supaya Luna bisa ke Indonesia, biar lebih bisa PDKT sama lebih cepat penuhin target 1 bulan harus bawa calon menantu kakek."

Om Morgan mengelus dagu nya tampak membantu berpikir keponakan nya ini.

"Kalau Om cuma terpikir 1 cara saja, yahh paling pindahkan dia ke anak cabang di Indonesia, cuma alasan kepindahan nya apa dulu."

"Oh.. kalau untuk alasan nya Rendy bisa kasih saran, kan om kemarin bilang kalau dia sama Rendy lagi di gosipin 1 kantor tuh."

"Nahh alasan saja biar gosip tidak semakin larah dan menyebar.. pindahin deh, gitu aja Om.. terus kalau dia nolak, ajakin aja temen terdekat nya okut dia pindah."

"Okey.. nanti Om coba, tapi Om tidak janji ada jaminan dia setuju ya.."

"Rendy jamin dia setuju hehehehe.."Seperti ada wangsit bahwa 1000% pasti Luna mau.

dan di sini nya diri nya sekarang, setelah mendengar telepon Om Morgan bahwa Luna setuju di pindahkan.

Diri nya segera bergegas memesan tiket untuk pulang ke Indonesia sehari lebih awal daripada Luna.

Diri nya juga yang mempersiapkan lokasi Apartment dan jabatan posisi Luna dan Riska di Kantor Indonesia.

Untuk kantor di Indonesia Rendy adalah pemilik nya, namun masih dengan wewenang kakek nya.

"Mommy.. bisa bantu Rendy carikan guru les privat bahasa italy - indonesia??" Rendy menelepon ibu nya, kebetulan Rendy tidak tinggal dengan orang tua nya lagi sejak umur nya sudah menginjak usia dewasa.

"Pakai guru yang kemarin ngajar kamu aja.. kan bisa tuh" Mommy nya berbicara di telepon

"No.. No.. jangan cowok lah, guru nya harus cewek.. yang di ajarin cewek loh Mom."

"Bawa cewek dari sana ya kamu?? cewek sembarangan dari mana lagi yang kamu bawa sekarang Rendy"

"Cewek culun Mom, sama temen si cewek culun, itu loh yang Rendy ceritain kemarin."

"Udah ganti selera ya?? bagus bagus.. tapi jangan culun-culun amat ya, ntar mommy gak bisa ajak shopping bareng."

"Asli nya cantik Mom, sampe bengong Rendy kemarin lihat dia habis mandi"

"Hah... kamu lihat dia mandi, anak orang yang polos pun kamu lecehkan sekarang, ampun sekali."

"Gak gitu loh mom, maksud nya waktu dia abis mandi. asli nya cantik karena gak pakai kacamata, sama rambut di kepang dua nya."

"Yaudah nanti Mommy carikan deh guru privat bahasa nya."

Telepon pun di tutup, Rendy sudah mempersiapkan segala nya, bahkan di cari nya Apartment yang tidak menghadap matahari pagi dan siang.

...****************...

Pak Harun sudah mengantarkan koper Riska ke kamar nya, lalu Rendy masih membawa koper Luna. karena Luna baru bilang kalau mau pisah kamar dengan Riska.

Entah kenapa, padahal harus nya cewek lebih senang tidur bareng teman karena bebas curhat. mungkin Luna tidak nyaman tinggal dengan orang lain.

"Halo saya mau beli apartment di samping kamar 301 bisa?? Rendy sedang bertanya ke receptionist

Terlihat receptionist tersebut menelepon seseorang bertanya unit kamar, namun sayang sudah ada yg menempati nya.

akhir nya hanya kamar 305 yang kosong, berjarak sedikit namun selantai harus nya tidak masalah.

"Ini kunci kamar loe, kunci duplikat gue pegang aja boleh?? hehehe" Rendy bersikap menggoda.

.

.

.

Luna Pov

"gue tabok lagi mau?? seperti nya rasa tampolan nya udah ilang ya"

Rendy dengan cepat memberikan kunci kamar dan segera menutup pipi nya.

"Gak.. makasih, masih membekas di memori otak ku rasa sakit nya.

"Istirahat lah hari ini, besok baru kalian memukai kerja."

Luna cuma mengangguk. memang betul dia dan Riska capek sekali karena dari italy ke indonesia lama.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!