Part 17

David Pov

David dan Riska sekarang berada di Dufan, tapi Riska lagi membeli cemilan untuk mereka makan, diri nya kini lagi chat Damian memberitahukan bahwa mereka salah sasaran.

Yang di dekati oleh Rendy rupa nya adalah si cewek culun Luna, siapa sangka orang sekelas Rendy yang terkenal brengsek selera nya adalah orang seperti Luna begitu.

Setelah memberitahukan informasi itu, diri nya termenung sambil melihat Riska di kejauhan. kenapa bisa diri nya tiba-tiba berbicara dengan enteng terkait nembak Riska tadi.

Lucu saja diri nya bisa dengan mudah nya begitu terbawa suasana hanya dengan seorang Riska begini. Seulas senyum terlihat di wajah nya. Untung nya target Rendy bukan lah Riska, berarti masih ada kesempatan untuk dirinya serius nembak nanti nya.

"Ini Minuman pesanan loe, tega harus nya dimana-mana itu cowok yang ngantri sedangkan cewek duduk manis disini." Riska menyodorkan minuman sambil mengomel.

"Ayolah.. gue kan ada keperluan tadi, ada yang perlu gue kasih laporan loh." David berkata sambil tersenyum.

Tidak terasa sudah semua wahana mereka naiki, dan kini sudah mau pulang menuju alamat Riska. David hanya bertanya tadi di mana alamat Riska tinggal agar tidak ketahuan kalau dirinya tau alamat nya dimana.

Riska di lihat nya sudah tertidur di samping kursi penumpang, sedangkan diri nya cuma menyetir dalam diam agar tidak membangunkan Riska.

......................

Luna Pov

Malam sudah tiba namun tidak ada tanda-tanda Riska pulang, sebetulnya kemana dia pergi. Luna mengetik hp nya niat nya mau chat Riska sudah pulang atau belum.

Diurungkan niat nya, sebaik nya dia langsung ke unit Riska saja pikir nya. baru saja diri nya keluar dari pintu nya, dia berpapasan dengan cowok yang satu kantor dengan nya.

"Luna?? loe tinggal di sebelah gue ya rupa nya?" Damian baru saja mau masuk dengan sekantong makanan siap saji.

"Ohh halo, kebetulan sekali ya bisa tetangga gini."Luna basa-basi.

"Wah kalau begitu gimana kalau besok besok kita bareng aja ke tempat kerja?? gue sih tinggal di sini dengan David.

"Dia belum pulang juga kah??Luna bertanya lagi.

"Seperti kelihatan nya dia belum pulang juga, maybe sebentar lagi itu orang pulang."

Panjang umur karena David dan Riska baru saja keluar dari lift dan terlihat oleh nya dan Damian.

"Yoo.. ada apa ini pada ngumpul depan pintu?? bagi-bagi sembako kah??" David sambil menggendong Riska di tangan nya ala Princess tentu nya.

Damian hanya menggeleng dan melangkah masuk ke dalam kamar nya sendiri setelah berpamitan dengan Luna terlebih dahulu.

"Riska kenapa?? tidur ya??"Luna mendekat saat Riska di lihat nya tidak ada tanda-tanda akan terbangun.

"Sttt jangan keras-keras anak macam lagi bobo." David memberikan suara yang sangat pelan.

"Yaudah bawa ke kamar ku aja deh, soal nya gue juga gak tau kunci kamar nya di letak di mana."Luna mempersilahkan David menggendong Riska ke kamar nya.

David hanya mengangguk dan mengekor dari belakang dengan Riska masih d gendong nya.

"Yaudah gue pamit dulu ya, dan ini tas Riska."David menyerahkan tas Riska kepada nya dan pergi keluar sendiri tanpa di antar.

Sedangkan diri nya melepas sepatu Riska, dan menyelimuti sahabat nya ini yang tidur seperti orang mati.

Karena sudah malam Luna juga sudah akan segera tidur biarpun waktu masih menunjukkan pukul 11 malam. rasa kantuk seperti nya menyebar di seluruh kamar nya.

Suasana di kamar nya kini sunyi, dan ada orang lain yang tidur di samping ranjang nya. itu seperti magnet bagi nya untuk ikut tidur. Akhir nya diri nya pun tertidur di samping Riska.

Rupa nya diri nya terbangun dengan rasa haus darah tiba-tiba, baru di ingat nya dia belum minum darah tadi.

Pelan-pelan diri nya turun dari ranjang, dan pergi ke dapur membuka kulkas dan mengambil gelas untuk menuang darah itu.

Luna tidak sadar ada yang terkejut dengan nya kini meminum darah itu, sampai akhir nya Riska bersuara.

"Luna... apa yang loe minum?? loe minum darah?"

Riska terbelalak ketika mendekati Luna.

Luna langsung kaget dan sedikit tersedak jadi nya, sambil terbatuk-batuk dia berusaha menjelaskan kepada Riska.

"Uhuk.. Ris, ini.. anu.. gue bisa jelasin, uhuk..uhuk.."Luna berusaha menjelaskan dengan masih ada bekas darah dan sedikit taring nya masih kelihatan jelas sekali.

Riska sekarang sedikit menjauh beberapa langkah, namun masih bisa melihat Luna dengan jelas.

"Jadi gini Ris, sebetul nya gue ada 1 rahasia. kalau gue jujur dari dulu sama loe, gue takut loe gak mau berteman lagi sama gue.Luna sudah mengelap mulut nya dan mengatur napas sehabis terbatuk tadi.

Luna tidak berusaha mendekat ke arah Riska, karena tau teman nya ini shock dan juga takut dengan diri nya.

"Baik lah mungkin memang harus nya gue jujur aja sama loe, tapi gue mohon setelah loe tau rahasia gue ini."

"Terserah loe gak mau dekat lagi sama gue, tapi please rahasia ini tolong hanya loe doang yang tau, jangan di sebar luaskan." Luna berharap Riska sedikit mengerti.

Riska hanya mengangguk dengan posisi mereka sekarang kira-kira berjarak 2 meter.

"Hufhhh... Gue ini Vampire, tapi serius dari gue lahir sampai sekarang gue gak pernah gigit orang kok, gak pernah mangsa manusia."Luna menghela napas berat.

"Hah..."Riska kaget dengan mukut mengangga dan mata terbelalak.

"Iya, seperti yang loe lihat barusan gue minum darah, darah hewan lebih tepat nya."

"Sumpah loe ini vampire?? gak lagi bercanda kan??"Riska menyelidik dari tatapan Luna mencari kebenaran atau candaan.

"Serius.. loe lihat sendiri kan ini taring gue tadi masih kelihatan jelas, sekarang udah ilang kan?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!