Part 18

"Kalau loe vampire kok bisa makan nasi? kok bisa keluar siang bolong, bisa makan bawang putih lagi."

"Mitos kalau vampire gak bisa makan nasi, kami bisa makan tapi tidak ada rasa ataupun aroma pengecap seperti asin,manis,asem,pahit."

"Kalau masalah siang bolong bisa di luar gue sehari wajib pake sunblock sebotol untuk menangkal sinar matahari, itu juga gak bisa terkena terlalu terik"

"Masalah bawang putih, kami bisa makan tapi nanti nya kira-kira beberapa jam perut bisa mules mau ke wc."

"Tunggu sebentar gue cerna dulu kata-kata loe ini, gue tanya sekali lagi... serius loe vampire Lun??" Riska menunjuk diri nya lagi.

Dia hanya mengangguk mantap, bahwasan nya memang betul semua yang di katakan nya sekarang ini.

"It's Crazy and Amazing, kenapa gak loe jujur aja sama gue dari dulu?? pantas aja kulit loe itu putih pucat kayak mayat.

"Juga pantas saja loe gak begitu suka bergaul sama orang lain, inikah sebab nya??"

Luna lagi-lagi hanya mengangguk saja, sambil di lihat nya ekspresi Riska yang tidak bisa di bayangkan nya.

Riska hanya mengelus dagu nya sambil berpikir, di lihat nya lagi Luna saat ini.

"Asli gue terkejut suer.. gue kira loe awal nya tadi ngapain minum darah segar, loe tau apa pertama yang gue pikirin?"Riska berbicara lagi.

"Apa emang nya??Luna sendu.

"Gue kirain loe ngikut sejenis sekte aliran sesat gitu.. gue gak terpikir kalau loe ini vampire, jaman sudah modern gini yakali ada vampire gituan."

"Gue kira vampire itu cuma ada di film-film fiksi doang Lun."Riska berkata dengan semangat kini.

"Iya.. seperti nya sudah mulai sedikit punah spesies seperti kami ini, gue aja sudah bisa di bilang bukan kaum vampire murni lagi."

"Loh.. jadi setengah vampire gitu?? apa cuma keturunan vampire kayak buyut loe yang vampire misal nya."

"Tunggu sebentar sebelum kita berbicara lebih panjang lagi, loe keberatan gak temanan sama gue sekarang?"Luna takut Riska hanya ingin menggali informasi lebih dalam, dan menyebarkan nya.

"Ya kagak lah, mau loe vampire kek, zombie kek, hantu kek.. asal jangan loe terkam atau nakut-nakutin gue aja.."

"Jadi kita masih berteman bukan?"

"Of Course.. we're friend always..."Riska mengganguk mantap.

Setelah mendengar pernyataan Riska, beban yg terasa mencekik diri nya langsung sirna, betapa lega nya dia.

"Jadi.. jadi.. ayo cerita dong, gue pengen tau, terus kira-kira kalau loe gigit gue sekarang gue bisa jadi vampire juga gak ya??"Riska sangat antusian seperti nya kini.

"Nyokap gue bukan vampire, jadi gak murni vampire lagi gue, bokap gue aja yang vampire."

"Kalau masalah gigit loe jadi vampire atau kagak nanti nya, gue gak tau.. karena gak pernah mangsa manusia, sebisa mungkin sih jangan sampai nyicip darah manusia."

"Gue takut nanti jadi kecanduan mau nya minum darah manusia doang."Luna menjelaskan dengan penuh perhatian.

"Ohh iya iya betul juga ya.. kayak narkoba gitu ya ntar, sekali nyicip candu pengen terus.. keputusan yang benar bestie." Riska mengangguk pelan.

Luna tersenyum Riska sekarang sudah tidak lagi duduk menjauh dari nya, malah kini menempel dengan tangan Riska memegang nya.

"Jadi ini kan sebab loe gak pernah mau nginap di rumah gue? dan gak mau ngajak gue nginap di rumah loe? bahkan minta kamar apartment pisah kan.. cihh..."Riska mendengus sambil mengoceh.

"Gitu deh.."Luna berucap lagi, di lihat nya langit masih gelap di luar sana.

Dia nengajak Riska untuk kembali tidur lagi, di balas dengan anggukan sambil menguap.

......................

Damian Pov

Termenung menatap layar ponsel nya di lihat chat dari David karena informasi yang di dapatkan kalau cewek incaran Rendy itu adalah cewek culun si Luna.

Bagaimana cara ngedekatin cewek culun dengan tembok es itu ya. Damian berpikir di dalam hati nya.

Kalau masalah ngedekatin Riska itu sangat mudah, karena seperti cewek kebanyakan yang mudah di dekati, di berikan kepada David untuk dekati saja di jamin bisa lolos.

Tapi tidak untuk cewek seperti Luna, cewek itu seperti sangat menjauhi cowok bahkan malah seperti menjauhi semua orang kecuali Riska.

Rendy yang tadi di kantor saja masih sedikit di cuekin dengan nya, apalagi diri nya yang baru di kenal nya hari ini.

Sampai-sampai di search nya di internet "Cara mendekati cewek culun" tapi isi nya sama saja dengan cara mendekati cewek pada umum nya.

Apakah rencana balas dendam nya dengan Rendy bakal tidak terwujud, apa dia pakai cara balas dendam lain saja.

Ujung-ujung nya otak nya buntu oleh ide, seorang mafia berdarah dingin bisa buntu ide jahat nya kini.

Malam sudah menyongsong, setelah membeli makanan di seberang apartment diri nya berjumpa dengan Luna. siapa yang tau kalau diri nya tetangga dengan Luna.

Mungkin diri nya mencoba pendekatan dengan cara classic saja, karena kebetulan sekantor plus juga tetanggaan.

Biar kalau tidak bisa jadiin Luna pacar, setidak nya bisa membuat Rendy jengkel karena Luna akrab dengan cowok lain.

Di ajak nya Luna mulai besok pergi berangkat kerja dengan diri nya, namun seperti pengalihan topik tidak ada jawaban dari Luna.

Daripada salah tingkah mending diri nya masuk saja ke kamar, kebetulan David dan Riska sudah pulang, terus Luna menghampiri nya.

"Enak jalan-jalan nya??" Damian duduk di sofa sambil menonton tv bertanya kepada David tanpa melihat.

"Yahh boleh lah.. ada cerita lucu nya sir, tadi ini mulut bisa keceplosan nembak Riska masa.. wkwkwkwkwk." David tepok jidat nya sendiri.

"Berarti loe tetap mau ngedekatin dia??" Damian berkata lagi.

"Seperti nya iya deh sir, kalau gue d suruh ngedekatin Luna serius gue angkat tangan. untuk cewek begituan nyerah lah, gak ada yang terlintas di otak gue cara ngedekati nya." David sekarang juga duduk di samping nya sambil ikut menonton tv.

"Kalau begitu loe ada ide lain?? cara balas dendam ke Rendy gimana?? karena cara buat dia patah hati seperti nya gak bakal terwujud kalau cewek yang di deketi itu Luna."

"Gampang sih.. bunuh saja langsung itu si Rendy beres sir, gak perlu pake cara ribet."

David meneguk Bir di meja yang terletak di depan nya, yang sebelum nya di ambil dari kulkas 2 botol untuk nya dan untuk Damian.

"Itu tidak ada rasa menderita untuk dia, kalau itu mah dari dulu udah gue bunuh waktu sudah tau siapa yang buat adik gue sampai bunuh diri."

"Atau kita suruh cewek pura-pura jadi mantan dia, bilang kalau dia hamil anak Rendy, biar dia mau tanggung jawab terus waktu dia lagi sudah sayang-sayang nya dengan tuh cewek."

"Kita culik, terus kita bunuh aja gimana?"David memberi ide.

"Seperti nya kurang efisien kalau cuma memberitahu ke Rendy kalau itu cewek hamil, bisa aja di suruh nya gugurin. gak ngefek dong."

"Kalau begitu kita kasih tau ke keluarga nya aja, suruh tuh cewek ke rumah orang tua nya ngasih tau ada anak di dalam perut tuh cewek." David berujar.

"kalau langsung di suruh ke rumah sakit tes DNA dan rupa nya tidak hamil gimana?" Damian berkata kembali.

"Cari cewek yang beneran hamil lah sir, terus ya akhir nya kita lepasin, cari mayat cewek lain waktu kita mau bunuh ntar."David lagi-lagi berkata dengan enteng nya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!