Melihat Suami Bersama Wanita Lain

1 Minggu Kemudian

Alina mulai mempersiapkan diri untuk meneruskan pendidikan ke jenjang selajutnya dan berharap semuanya berjalan seperti yang ia harapkan.

Status pernikahannya dengan Hafiz akan ia simpan rapat-rapat seperti yang ia dan suaminya inginkan. Lagipula, terlalu dini baginya mempublikasikan hubungan yang dilandasi oleh perjodohan orang tua.

“Ibu, siang ini Alina ada janji dengan Bu Wiwik. Alina boleh pergi keluar?” tanya Alina pada Sang Ibu Mertua.

“Kalau Ibu boleh-boleh saja. Sebaiknya Alina yang harus minta izin sama suami,” jawab Ibu Nur.

Alina tertawa kecil dan meminta Ibu Nur yang mencoba menghubungi Hafiz.

“Assalamu'alaikum, Hafiz. Kamu lagi sibuk, tidak? Ini istrimu ingin bicara,” ucap Ibu Nur dan memberikan ponsel tersebut kepada Alina.

“Mas Hafiz, Alina ada janji siang ini sama Bu Wiwik. Apakah Alina boleh..”

“Boleh, kamu pergilah,” jawab Hafiz dan seketika itu mengakhiri panggilan telepon.

Alina ingin sekali protes dengan sikap Hafiz padanya yang entah kenapa semakin dingin.

“Alina, kenapa melamun?” tanya Ibu Nur sambil menepuk pundak Alina.

“Maaf,” ucap Alina dan memutuskan untuk kembali ke kamar.

Mulut Alina diam tak bersuara, tetapi isi kepalanya penuh dengan pertanyaan mengenai sikap Hafiz padanya.

Tidak bisakah Mas Hafiz bersikap sedikit lembut padaku? Seperti Mas Hafiz berbicara lembut dengan wanita bernama Fatimah itu. (Batin Alina)

Alina tahu bahwa dirinya tidak tenang saat itu. Perlahan ingin mengusap dadanya seraya mengatur napasnya untuk menenangkan diri sendiri.

Setelah merasa kembali tenang, Alina kembali melanjutkan diri menyiapkan segala keperluannya yang hendak bertemu dengan Wali kelasnya ketika dirinya duduk di bangku SMA.

“Ibu, Alina berangkat ya,” ucap Alina pamit.

***

Sore Hari.

Alina dan Ibu Wiwik sedang berdiskusi di sebuah cafe yang dekat dengan kampus tempat di mana Hafiz mengajar, sekaligus kampus yang nantinya akan menjadi tempat bagi Alina melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Alina, kamu kalau ada masalah cerita saja sama Ibu,” ucap Ibu Wiwik yang sangat mengenal sosok Alina, salah satu murid kesayangannya yang berprestasi.

Alina menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Menurut Alina, Ibu Wiwik tidak perlu tahu mengenai hubungannya dengan Hafiz. Meskipun, Ibu Wiwik tahu bahwa Alina telah menikah karena hasil dari perjodohan.

“Imah, kamu mau pesan apa?” tanya seorang pria yang suara terdengar tepat di belakang Alina.

Sontak saja Alina terkejut bukan main. Ingin rasanya ia menoleh ke belakang, akan tetapi ia juga tidak sanggup melihat Hafiz bersama dengan wanita lain.

“Aku ikut kamu saja,” jawab wanita bernama Fatimah.

Bu Wiwik menyentuh tangan Alina yang tiba-tiba saja terlihat gelisah.

“Alina, kamu kenapa?” tanya Ibu Wiwik dengan suara pelan.

“Alina tidak apa-apa, Bu,” jawab Alina sambil terus menundukkan kepalanya.

Pikiran Alina saat itu kacau balau, alasannya keluar menemui Ibu Wiwik adalah untuk menghilangkan kejenuhan selama di rumah sekaligus ingin membuang jauh-jauh permasalahan rumah tangganya yang menurutnya cukup rumit.

Karena penasaran, Alina memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Pada saat itu ia menoleh, seorang wanita berkerudung putih melihatnya seraya tersenyum.

Alina hanya menatap datar wanita itu dan berusaha menemukan keberadaan suaminya yang ternyata sedang memesan makanan di kasir.

“Alina!” Ibu Wiwik memanggil Alina seraya menyentuh tangan Alina.

“Bu, Alina boleh pulang duluan? Kepala Alina tiba-tiba pusing,” ucap Alina sambil memasukkan peralatan tulisnya ke dalam ransel.

“Alina yakin pulang sendirian? Ibu anterin ya?”

“Tidak usah, Bu. Alina bisa pulang sendiri,” jawab Alina dan pamit pulang.

Alina berlari menjauh dari cafe itu dan untungnya ada taksi yang menuju ke arahnya.

Di saat yang bersamaan, Hafiz menoleh ke arah luar dan sekilas melihat sosok Alina.

“Hafiz!” panggil Fatimah sambil melambaikan tangannya ke arah Hafiz yang hanya diam berdiri seraya memperhatikan ke arah luar cafe.

Hafiz tersenyum kecil, seketika itu fokusnya tertuju kepada Fatimah.

***

Alina turun tepat di depan pagar rumah keluarga suaminya dengan langkah tergesa-gesa.

“Assalamu'alaikum,” ucap Alina sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

“Wa'alaikumsalam,” jawab Mbok Yem yang tak lain adalah pembantu rumah tangga yang telah mengabdikan diri selama 30 tahun.

“Mbok, Ayah dan Ibu mana?” tanya Alina.

“Bapak dan Ibu kebetulan sedang pergi, Mbak Alina,” jawab Mbok Yem.

“Ya sudah Mbok, saya langsung ke atas saja,” balas Alina yang ingin segera masuk ke dalam kamar.

Setibanya di dalam kamar, Alina melepas pakaian serta celana yang ia kenakan. Kemudian, bergegas membersihkan diri agar kepalanya dingin tak rumit seperti sebelumnya.

Alina menghabiskan waktunya cukup lama di dalam kamar, sampai bayangan wajah Fatimah dan suara Hafiz benar-benar menghilang dari pikirannya.

Sekitar 1 jam berlalu, Alina tak kunjung keluar dari kamar mandi dan kebetulan Hafiz telah kembali dari pekerjaannya.

Hafiz menghela napas melihat pakaian Alina yang berserakan di lantai dan tanpa pikir panjang, Hafiz mengambil pakaian milik Alina untuk dimasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.

“Oh sudah pulang,” ucap Alina yang lagi-lagi keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk.

Hafiz dengan cepat membalikan badan membelakangi Alina yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Alina, tidak bisakah kamu memakai pakaian di dalam kamar mandi?” tanya Hafiz sambil berjalan menuju pintu.

“Alina tidak terbiasa memakai pakaian di dalam kamar mandi. Lagipula, tidak ada yang salah dengan Alina. Justru, Mas Hafiz lah yang salah,” pungkas Alina.

Hafiz tak menghiraukan ucapan Alina dan malah pergi meninggalkan Alina yang sebenarnya butuh sekali penjelasan Hafiz soal di cafe bersama dengan wanita bernama Fatimah.

“Lihat saja nanti, akan ku balas,” celetuk Alina.

Alina yang sudah berpakaian lengkap, memilih untuk tetap berada di dalam kamar sambil menata rambutnya yang panjang.

“Kalau dipikir-pikir rambutku dari dulu selalu hitam. Apa sebaiknya aku cat saja warna rambutku menjadi cokelat seperti artis Korea,” ucap Alina bermonolog.

Saat Alina sedang sibuk men scroll warna rambut yang cocok untuknya, Hafiz kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir susu.

“Ini minumlah,” ucap Hafiz sambil meletakkan secangkir susu ke meja rias.

“Buat Alina?” tanya Alina sambil terus melihat layar ponsel nya.

“Kamu kenapa?” tanya Hafiz penasaran.

Alina seketika itu mendongak menatap Hafiz dengan tatapan bertanya-tanya.

“Tumben tanya kenapa, biasanya diam saja,” celetuk Alina dan kembali menatap layar ponsel miliknya.

“Kamu sakit? Apa perlu Aku membawamu ke rumah sakit?” tanya Hafiz yang masih berdiri di dekat Alina.

Alina hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Hafiz.

“Ada udang dibalik batu,” celetuk Alina sambil beranjak dari kursi.

Terpopuler

Comments

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

ku tunggu k3bucinan Hafiz. 😢🤧

2023-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Syukuran Kelulusan
2 Pertemuan Dua Keluarga
3 Alasan Pertemuan Dua Keluarga
4 Akhirnya Menikah
5 Jaga Batasan
6 Saling Acuh Tak Acuh
7 Tinggal Di Rumah Keluarga Hafiz
8 Hadiah Kecil Dari Mertua Tercinta
9 Melihat Suami Bersama Wanita Lain
10 Primadona Kampus
11 Marahnya Seorang Alina
12 Jaga Sikap Dan Jaga Ucapan
13 Perhatian Kecil Hafiz Untuk Alina
14 Hafiz Menemani Fatimah Makan Siang
15 Pulangnya Intan Alwi
16 Untuk Pertama Kalinya Bertemu Adik Ipar
17 Insiden Di Dapur
18 Fatimah Meminta Kejelasan Status
19 Hafiz Dinas Ke Yogyakarta
20 Sikap Hafiz Yang Semakin Dingin
21 Serba Salah
22 Tragedi Truk Terbalik
23 Berhutang Budi Pada Sang Penyelamat
24 Alina Sama Sekali Tidak Diperhatikan
25 Fatimah Melihat Sang Penyelamat
26 Perjanjian 100 Hari
27 Datangnya Hafiz Tanpa Pemberitahuan
28 Sikap Alina Yang Mendadak Berubah
29 Berpisah Untuk Sementara Waktu
30 Makan Siang Bersama
31 Fatimah Tidak Ingin Melepaskan Hafiz
32 Melepas Penat Di Kota Malang
33 Hafiz Mulai Kagum Dengan Sosok Alina
34 Tak Ingin Berharap Banyak
35 Datang Menyapa Alina
36 Selamat Jalan Ibu Nur
37 Sikap Hafiz Mendadak Berubah
38 Mimpi Dibalik Perubahan Sikap Hafiz
39 Alina Ingin Bercerai
40 Berusaha Menjadi Suami Yang Baik
41 Banyak Mengucap Istighfar
42 Kami Adalah Suami Istri
43 Banyak Pro Dan Kontra
44 Fatimah Tak Bisa Menghubungi Hafiz
45 Hafiz Mulai Bingung Dengan Perasaannya
46 Akhirnya Ayah Ismail Siuman
47 Hafiz Terpaksa Mengusir Fatimah
48 Penjelasan Hafiz Pada Alina
49 Pertengkaran Tak Dapat Terelakkan
50 Fatimah Tak Rela Dan Takkan Merelakan Hafiz
51 Menjadi Suami Istri Seutuhnya
52 Hafiz Datang Menemui Fatimah Di Rumah Sakit
53 Cerai!!
54 Hafiz Dan Fatimah Pergi Bersama Mencari Alina
55 Alina Melihat Kedekatan Hafiz Dan Fatimah
56 Bagaikan Hilang Ditelan Bumi
57 Hafiz Mengungkapkan Hubungannya
58 Alina Menenangkan Diri Di Ponorogo
59 Hafiz Menyusul Alina Ke Ponorogo
60 Salah Paham Yang Terselesaikan
61 Fatimah Enggan Mengakui Kesalahannya
62 Alina Akhirnya Kembali Ke Jakarta
63 Berbadan Dua
64 Ibu Nunuk Datang Menemui Alina Dan Hafiz
65 Alina Dan Hafiz Memutuskan Menemui Fatimah
66 Kecelakaan Beruntun
67 Happy Ending
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Syukuran Kelulusan
2
Pertemuan Dua Keluarga
3
Alasan Pertemuan Dua Keluarga
4
Akhirnya Menikah
5
Jaga Batasan
6
Saling Acuh Tak Acuh
7
Tinggal Di Rumah Keluarga Hafiz
8
Hadiah Kecil Dari Mertua Tercinta
9
Melihat Suami Bersama Wanita Lain
10
Primadona Kampus
11
Marahnya Seorang Alina
12
Jaga Sikap Dan Jaga Ucapan
13
Perhatian Kecil Hafiz Untuk Alina
14
Hafiz Menemani Fatimah Makan Siang
15
Pulangnya Intan Alwi
16
Untuk Pertama Kalinya Bertemu Adik Ipar
17
Insiden Di Dapur
18
Fatimah Meminta Kejelasan Status
19
Hafiz Dinas Ke Yogyakarta
20
Sikap Hafiz Yang Semakin Dingin
21
Serba Salah
22
Tragedi Truk Terbalik
23
Berhutang Budi Pada Sang Penyelamat
24
Alina Sama Sekali Tidak Diperhatikan
25
Fatimah Melihat Sang Penyelamat
26
Perjanjian 100 Hari
27
Datangnya Hafiz Tanpa Pemberitahuan
28
Sikap Alina Yang Mendadak Berubah
29
Berpisah Untuk Sementara Waktu
30
Makan Siang Bersama
31
Fatimah Tidak Ingin Melepaskan Hafiz
32
Melepas Penat Di Kota Malang
33
Hafiz Mulai Kagum Dengan Sosok Alina
34
Tak Ingin Berharap Banyak
35
Datang Menyapa Alina
36
Selamat Jalan Ibu Nur
37
Sikap Hafiz Mendadak Berubah
38
Mimpi Dibalik Perubahan Sikap Hafiz
39
Alina Ingin Bercerai
40
Berusaha Menjadi Suami Yang Baik
41
Banyak Mengucap Istighfar
42
Kami Adalah Suami Istri
43
Banyak Pro Dan Kontra
44
Fatimah Tak Bisa Menghubungi Hafiz
45
Hafiz Mulai Bingung Dengan Perasaannya
46
Akhirnya Ayah Ismail Siuman
47
Hafiz Terpaksa Mengusir Fatimah
48
Penjelasan Hafiz Pada Alina
49
Pertengkaran Tak Dapat Terelakkan
50
Fatimah Tak Rela Dan Takkan Merelakan Hafiz
51
Menjadi Suami Istri Seutuhnya
52
Hafiz Datang Menemui Fatimah Di Rumah Sakit
53
Cerai!!
54
Hafiz Dan Fatimah Pergi Bersama Mencari Alina
55
Alina Melihat Kedekatan Hafiz Dan Fatimah
56
Bagaikan Hilang Ditelan Bumi
57
Hafiz Mengungkapkan Hubungannya
58
Alina Menenangkan Diri Di Ponorogo
59
Hafiz Menyusul Alina Ke Ponorogo
60
Salah Paham Yang Terselesaikan
61
Fatimah Enggan Mengakui Kesalahannya
62
Alina Akhirnya Kembali Ke Jakarta
63
Berbadan Dua
64
Ibu Nunuk Datang Menemui Alina Dan Hafiz
65
Alina Dan Hafiz Memutuskan Menemui Fatimah
66
Kecelakaan Beruntun
67
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!