Andi, Aria, Ely dan Fenrir baru kembali dari dungeon, mereka diberi kabar oleh Nona Resepsionis Julia bahwa pasukan iblis sedang menuju ke kota mereka.
Kali ini, pasukan iblis mengerahkan ribuan monster sehingga Kota Acra mungkin tidak akan sanggup bertahan. Meski demikian, penduduk yang mayoritasnya adalah petualang dan prajurit memutuskan untuk berjuang.
"Pangeran Andi, apa tidak sebaiknya kamu meninggalkan kota ini dan pergi ke tempat aman?" tanya Sir Ethan.
Sir Ethan, kesatria yang selalu menjadi pengawal Andi, ternyata ikut bergabung bersama pasukan bantuan yang dikirim oleh Kerajaan Iris.
Andi menggelengkan kepala dengan tegas. "Tidak, Sir Ethan. Ini adalah kotaku sekarang, tempat kami tumbuh dengan bertarung melawan iblis-iblis. Aku tidak akan meninggalkan rekan-rekan dan penduduk kota yang membutuhkan bantuan kami."
Ely, yang merupakan penyihir handal, mengangguk setuju. "Andi benar. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi kota ini. Jika kita semua pergi, siapa yang akan melawan iblis-iblis ini?"
Aria, yang merupakan seorang pemanah ulung dan ahli menggunakan tombak, menambahkan, "Kami telah melewati banyak medan perang bersama-sama. Saya tidak akan meninggalkan Anda semua di saat seperti ini. Kita harus bertahan dan melawan mereka bersama-sama."
Fenrir, serigala setia kawanan, melolong sependek mungkinkan. Ia juga sepakat dan siap mempertahankan kota mereka.
Julia, Nona Resepsionis yang sebelumnya memberi kabar, berkata dengan tegas, "Saya berada di sini untuk membantu Anda semua. Kami akan menggunakan segala kekuatan dan strategi yang kami punya untuk melawan pasukan iblis ini."
Andi mengangguk kepada mereka semua, penuh tekad. "Baiklah, kita tidak akan mundur. Kita akan menggunakan kekuatan dan keahlian kita untuk melindungi kota ini. Bersiaplah, rekan-rekan, pertempuran akan segera dimulai."
Dengan semangat yang tinggi, Andi, Aria, Ely, Fenrir, Sir Ethan, dan pasukan bantuan dari Kerajaan Iris bersiap-siap menjalani pertempuran yang mungkin menjadi yang terberat dalam hidup mereka.
Mereka semua tahu bahwa hanya dengan berjuang bersama, mereka memiliki harapan untuk melindungi Kota Acra dari kejahatan pasukan iblis.
Kota Acra adalah satu-satunya wilayah yang menjadi perbatasan wilayah iblis dengan wilayah manusia. Kota ini menjadi tempat pertahanan utama sebelum pasukan iblis dapat memasuki wilayah manusia.
Saat ini, tidak hanya Kerajaan Iris, Kerajaan Ignis dan kerajaan lainnya pun mengirim pasukannya untuk membantu Kota Acra.
Pertempuran ini tidak hanya menentukan kelangsungan hidup Kota Acra, tetapi juga kelangsungan hidup seluruh kerajaan manusia.
Jika pasukan iblis berhasil menembus pertahanan Kota Acra, mereka akan dengan mudah menyerbu dan menguasai wilayah-wilayah manusia yang lain.
Oleh karena itu, para pasukan bersiap-siap dengan tekad yang bulat untuk melindungi Kota Acra dan menghadang pasukan iblis dengan segala cara yang mereka miliki.
Pasukan bantuan dari Kerajaan Iris juga bukanlah pasukan biasa. Mereka adalah pasukan elit yang terlatih dengan baik dalam pertempuran melawan kekuatan jahat.
Mereka memiliki kemampuan dan keahlian yang sangat tinggi dalam menggunakan senjata dan sihir untuk melawan musuh.
Dalam beberapa hari terakhir, para pasukan berkumpul di Kota Acra dan melakukan persiapan terakhir mereka. Mereka memeriksa senjata dan peralatan mereka, mempelajari strategi perang yang akan digunakan, dan menjaga kondisi fisik mereka tetap prima.
Mereka juga melakukan ritual dan doa bersama untuk mendapatkan kekuatan dan keberanian dalam menghadapi pertempuran ini.
Tiba saatnya pertempuran dimulai. Pasukan iblis mendekati Kota Acra dengan jumlah yang begitu besar sehingga langit pun terlihat gelap oleh kehadiran mereka.
Namun, semangat juang yang tinggi dan persiapan terbaik yang telah mereka lakukan membuat para pasukan manusia tidak surut sedikit pun. Mereka berbaris dengan tegap di depan gerbang kota, siap bertempur sampai titik darah penghabisan.
Pertempuran pun dimulai. Api dan sihir disalurkan, pedang dan panah diluncurkan, dan teriakan perang menggema di sekitar. Tapi setiap serangan dan upaya para pasukan manusia berhasil dibalas dengan kekuatan dan niat jahat para pasukan iblis.
Pertempuran ini benar-benar menjadi yang terberat dalam hidup mereka. Tapi mereka bertahan dengan gigih dan tidak menyerah.
Selama berjam-jam, pertempuran berkecamuk tak henti-hentinya. Setiap kali ada prajurit manusia yang jatuh, yang lain mengambil alih posisinya dan melanjutkan perlawanan.
Pasukan bantuan dari Kerajaan Iris juga menunjukkan keahlian yang luar biasa dalam melawan pasukan iblis. Mereka bekerja sama dengan pasukan dari Kerajaan Ignis dan kerajaan lainnya untuk membentuk formasi yang kokoh dan saling mendukung.
"Fenrir, cepat serang kawanan monster itu," ujarku yang menunggangi Serigala Fenrir.
Sementara itu, Aria menggunakan busur panahnya untuk mendukungku dari belakang.
"Aku juga akan membantu," kata Ely yang sudah merapal mantra sihir bumi untuk membentuk dinding dan menghalangi monster-monster itu kabur.
Pertempuran ini mempertemukan mereka dengan monster-monster dari dunia iblis yang kuat. Mereka memiliki kekuatan luar biasa dan taktik yang cerdik.
Namun, kita tidak mundur sedikit pun. Kami bertarung dengan gigih, menggunakan kemampuan kami masing-masing secara optimal.
Fenrir berlari dengan kecepatan yang mengagumkan menuju kawanan monster. Dengan serangan tajamnya, dia berhasil melumpuhkan beberapa monster sekaligus.
Namun, monster-monster itu tidak mudah dihadapi. Mereka melawan balik dengan sengit, mencoba menghancurkan kami dengan serangan yang ganas.
Aria bersama dengan busur panahnya, melepaskan anak panah yang melintas di udara dengan cepat dan akurat. Setiap anak panah yang ia tembakkan bertujuan untuk mematikan.
Dengan kepiawaian dan ketenangan, dia berhasil melumpuhkan beberapa monster yang berusaha mendekat kepada kami.
Ely, sebagai penyihir bumi, menggunakan mantra sihirnya untuk membentuk dinding besar yang menghalangi monster-monster yang ingin kabur.
Dinding itu kuat, terdiri dari elemen bumi yang tangguh. Dengan kekuatan magisnya, Ely berhasil membatasi gerakan monster-monster itu, sehingga kami dapat menangkap dan mengalahkannya dengan mudah.
Pertempuran ini menjadi semakin panas, namun kami tidak menunjukkan kelemahan sedikit pun. Kami bertahan dengan kuat, terus melawan dan tidak membiarkan diri kami kewalahan oleh arus pertempuran.
Setiap kali satu prajurit jatuh, ada yang lain yang menggantikannya dengan cepat. Kami merasa kebersamaan dan kekuatan kami bertambah setiap saat.
Setelah berjam-jam berjuang, akhirnya kami berhasil meraih kemenangan. Monster-monster itu terus berkurang jumlahnya, dan kami semakin mendapatkan kendali atas pertempuran. Posisi kami semakin kokoh dan monster-monster itu semakin lemah.
Pada akhirnya, setelah pertarungan yang panjang dan melelahkan, kami merayakan kemenangan dengan penuh sukacita.
Kami tahu bahwa ini hanya pertempuran babak satu, dan masih ada banyak cabang pertempuran lain yang menanti. Tapi kami bersatu sebagai tim yang tangguh dan tidak dapat dihancurkan.
"Ini baru gelombang pertama, sebaiknya kita gunakan waktu yang ada untuk beristirahat dan menyiapkan pertempuran selanjutnya," kata Sir Ethan.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments