Episode 2

Ketika Pangeran Andi dan pengawalnya hendak kembali ke kerajaan. Tiba-tiba mereka dihadang oleh serigala yang sangat besar.

Sir Ethan segera mempersiapkan pedangnya untuk melindungi Pangeran Andi yang berdiri di belakangnya. Serigala itu mengeluarkan gertakan ganas dan siap melompat ke arah mereka.

“Pangeran, cepat pergi! Biar saya yang menghadapi monster ini!” ujar Sir Ethan dengan gemetar.

Namun, Pangeran Andi tiba-tiba maju ke depan dan tampak berbicara dengan serigala besar itu.

"Manusia kecil, kau berani mendekatiku dengan begitu percaya diri. Apakah kau tidak takut padaku?" tanya serigala dengan suara rendah dan menggema.

"Tuan Serigala, aku yakin bahwa kau memiliki alasanmu sendiri untuk menghadang kami. Jika kau mau berbicara, mari kita mencari jalan yang saling menguntungkan bagi kita semua,” kata Pangeran Andi dengan penuh keberanian.

Serigala itu terdiam sejenak, mengamati pangeran yang berdiri tegak di hadapannya. "Kau adalah manusia pertama yang tidak takut dan mau bicara denganku,” ucap serigala tersebut heran.

Pangeran Andi tersenyum lembut "Aku percaya bahwa semua makhluk hidup memiliki hak yang sama untuk hidup. Apa pun alasanmu menghadang kami, mari kita bicarakan dan cari solusi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak."

Serigala besar itu terlihat terkejut dengan kebijaksanaan Pangeran Andi. Setelah beberapa saat berpikir, ia menjawab. "Aku menghadang kalian karena daerah ini adalah daerah perlindungan keluargaku. Kami tinggal di sini selama beberapa generasi dan berupaya menjaga keseimbangan alam di sekitar kami."

Pangeran Andi mengangguk mengerti. "Kami tidak bermaksud mengganggu kediaman kalian. Kami sebenarnya hanya melewati wilayah ini dalam perjalanan pulang ke kerajaan kami. Jika ada cara untuk melewati wilayah kalian tanpa mengganggu atau merugikan, aku akan sangat menghargainya."

Sir Ethan terkejut melihat Pangeran Andi bisa bicara dengan binatang sihir.

“Pangeran, saya tidak tahu bahwa kamu bisa bicara dengan binatang sihir," kata Sir Ethan.

“Memangnya kenapa?" tanya Pangeran Andi.

“Saya belum pernah mendengar ada manusia dapat bicara dengan binatang sihir," ungkap Sir Ethan.

Pangeran Andi terkejut mendengarnya. Dia adalah seorang reinkarnasi dan selama ini tidak pernah pergi terlalu jauh meninggalkan area istana. Pangeran Andi mengira bahwa semua manusia di dunia ini dapat bicara dengan binatang sihir.

“Pangeran Andi, tidak ada manusia yang bisa bicara atau mengerti dengan bahasa binatang sihir. Meskipun ada yang melakukan kontrak dengan mereka, tapi mereka tetap tidak bisa saling bicara satu sama lain," jelas Sir Ethan.

Masalahnya, Pangeran Andi tidak hanya bicara dengan binatang sihir. Namun, binatang sihir yang baru saja bicara dengannya ternyata binatang sihir tingkat bencana bernama Fenrir. Sir Ethan kian heran ketika Fenrir itu malah ingin menjalin kontrak dengan Pangeran Andi.

"Binatang sihir tingkat bencana?" tanya Pangeran Andi dengan keheranan.

"Iya Pangeran. Fenrir merupakan salah satu binatang sihir tingkat bencana yang sangat jarang ditemui. Biasanya, mereka hanya muncul dalam situasi-situasi yang sangat genting atau berbahaya,” jelas Sir Ethan.

Pangeran Andi memandang Fenrir yang berdiri di depannya dengan wajah bingung. Meskipun ia diberitahu bahwa manusia tidak bisa berbicara dengan binatang sihir, tetapi dia bisa mendengar suara binatang ini dengan jelas.

Tidak hanya itu, sebenarnya ia juga sebelumnya sering bicara dengan tiga tupai kecil yang selalu menemaninya bermain. Namun, dia tidak pernah mengatakannya pada Sir Ethan karena mengira bahwa semua itu hal wajar.

"Fenrir, mengapa kau ingin menjalin kontrak denganku?" tanya Pangeran Andi dengan hati-hati.

Binatang sihir itu menatap Pangeran Andi dengan mata berapi-api. "Pangeran Andi, sudah lama aku mencari seseorang yang bisa memahami dan mendengarkan keinginanku. Aku rasa kau adalah orang yang tepat,” jawab Fenrir dengan suara yang menggetarkan.

Pangeran Andi memikirkan kata-kata itu sejenak. Meskipun tidak yakin apakah dia harus mempercayai binatang sihir ini, tapi dia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Fenrir. Ada kepercayaan yang timbul dalam hatinya seolah-olah dia merasa kaitan khusus dengan binatang sihir tersebut.

"Baiklah, aku bersedia menjalin kontrak denganmu. Tapi aku membutuhkan penjelasan lebih lanjut tentang tugas dan tanggung jawab yang akan kita emban,” kata Pangeran Andi dengan resmi.

Fenrir mengangguk puas. "Tugas kita akan menjadi penjaga kerajaan, melindungi rakyat dari ancaman yang datang. Aku akan memberikanmu kekuatan dan kecepatan yang luar biasa, serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan binatang sihir lainnya,” ungkap Fenrir.

Pangeran Andi merasa semakin yakin dengan keputusannya. Dia memahami bahwa dengan kekuatan dan bantuan Fenrir, dia dapat berbuat lebih banyak lagi untuk rakyatnya. Selain itu, dia juga merasa ada ikatan yang kuat antara mereka berdua.

Dengan ini, Pangeran Andi dan Fenrir menjalin kontrak yang akan mengubah hidup mereka. Mereka berjanji untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain serta melindungi kerajaan dari bahaya yang mengancam.

Setelah menjalin kontrak dengan Fenrir, Pangeran Andi memutuskan untuk mengajaknya ke istana. Namun, Raja Elliot, sangat terkejut melihat putra bungsunya menunggangi serigala fenrir.

Raja Elliot yang melihat Pangeran Andi bersama Fenrir masuk ke halaman istana benar-benar tak bisa menyembunyikan kejutannya. Dia segera menyuruh pengawalnya untuk memeriksa keadaan.

"Prajurit pengawal, apa yang terjadi di sini?" tanya Raja Elliot dengan ekspresi serius.

"Pangeran Andi membawa serigala Fenrir, Anda harus segera menghentikan mereka!" kata prajurit pengawal dengan panik.

Raja Elliot menghentikan langkah Pangeran Andi dan Fenrir dan dengan wajah cemas, ia mengingatkan putranya tentang bahaya yang mungkin terjadi dengan membawa serigala ke dalam istana.

"Andi, bagaimana kamu bisa membawa serigala ke istana? Kamu tahu betapa berbahayanya serigala ini?" ucap Raja Elliot khawatir.

Pangeran Andi dengan penuh kepercayaan menjawab "Ayah, jangan khawatir. Aku telah menjalin kontrak dengan Fenrir. Dia adalah mitraku dan tidak akan melakukan hal buruk. Aku yakin dia bisa memberi perlindungan dan keamanan bagi kerajaan kita."

Raja Elliot masih ragu dan enggan menerima keputusan putranya. Namun, begitu melihat matanya yang berbinar mengandung tekad kuat, dia mulai mempertimbangkan pesona dan kebaikan yang Pangeran Andi lihat dalam Fenrir.

"Demi kebaikan kerajaan dan anakku, maka aku akan memberikan kepercayaanku padamu,” kata Raja Elliot dengan senyum yang setengah khawatir.

Setelah memberi izin pada pangeran Andi membawa fenrir ke istana, Raja Elliot meminta agar fenrir itu merubah wujudnya menjadi kecil.

Raja Elliot takut wujud fenrir yang menakutkan itu akan menakuti semua orang di istana.

Ketika Pangeran Andi membawa Serigala Fenrir ke Istana, Kedua kakaknya terkejut melihat Serigala Fenrir yang besar dan ganas. Mereka takut bahwa serigala tersebut dapat membahayakan mereka dan warga istana.

"Kyaaa! Adik, makhluk besar apa itu?" teriak kakaknya, Putri Maya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Richie

Richie

soalnya slow life sih niatnya

2023-08-19

0

Tomorrow

Tomorrow

dari tadi baca serasa kaya baca buku dongeng🤭 santai banget alurnya

2023-08-19

0

Tomorrow

Tomorrow

dialognya pada double?

2023-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!