Episode 6

Saat ini, Pangeran Andi sedang jalan-jalan di taman istana untuk mencari angin segar. Namun, ia melihat banyak tanaman bunga yang layu. Ia pun bertanya pada tukang kebun. “Mengapa tanaman bunga di taman istana ini layu, Pak?"

Tukang kebun itu menjawab, "Maafkan saya, Pangeran Andi. Musim kemarau telah tiba, jadi pasokan air untuk tanaman bunga sangat terbatas. Meskipun kami berusaha menyirami mereka, tapi masih sulit untuk menjaga semuanya tetap segar."

Pangeran Andi mengangguk paham. Dia melihat beban yang dipikul oleh tukang kebun ini. "Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu, Pak Tukang Kebun? Saya ingin melihat taman ini kembali bersemangat dan indah seperti dulu."

Tukang kebun itu tersenyum, "Terima kasih, Pangeran Andi. Kami sedang mencoba untuk mengatur ulang sistem irigasi dan membuat penyesuaian lain di taman ini agar tanaman tetap hidup meskipun dalam musim kemarau. Namun, kami masih membutuhkan lebih banyak bantuan tenaga untuk membantu menyiram tanaman secara manual setiap hari."

“Saya bisa membantu Anda, Pangeran Andi," kata Peri Aurora.

“Itu ide yang bagus. Kau bisa menolong itu menggunakan sihir," kata Fenrir.

Pangeran Andi tersenyum mengangguk, "Terima kasih, Peri Aurora. Saya percaya sihirmu akan sangat membantu dalam menyiram tanaman ini. Dan terima kasih atas tawaranmu, Fenrir. Kita semua harus bekerja sama untuk menjaga keindahan taman ini."

Peri Aurora mengangguk, kemudian ia mengibaskan tongkat sihirnya. Secara ajaib, air muncul dari tongkat itu, membentuk semacam pancuran air yang mengairi semua tanaman dalam taman tersebut. Pemandangan itu begitu menakjubkan, dengan sinar matahari memantulkan cahaya kecil di dalam tetesan-tetesan air.

"Tinggal menunggu beberapa menit saja, dan tanaman-tanaman ini akan kembali segar dan hidup," kata Peri Aurora sambil tersenyum.

Pangeran Andi dan Tukang Kebun itu melihat dengan takjub saat tanaman-tanaman mulai mengangkat daun-daunnya yang layu dan lambat laun berubah menjadi hijau dan segar kembali.

"Terima kasih, Peri Aurora," kata Pangeran Andi sambil memberikan ucapan terima kasih yang tulus.

Peri Aurora mengangguk dan berkata, "Tidak perlu mengucapkan terima kasih, Pangeran Andi. Saya senang bisa membantu. Tetapi, jangan lupakan bahwa kita juga membutuhkan bantuan tenaga untuk menjamin bahwa taman ini tetap terjaga dengan baik senantiasa."

Fenrir mengangguk setuju, "Terkadang, menyiram tanaman tidak hanya masalah menyediakan air, tetapi juga memerlukan pemeliharaan rutin seperti membuang gulma atau merapihkan tumpukan dedaunan yang layu."

Pangeran Andi mengangguk penuh penghargaan, "Saya sepenuhnya menyadari itu. Kalian berdua adalah pahlawan bagi taman ini. Mari kita bekerja sama untuk menjaga dan memelihara keindahan yang ada di sini."

Ketika Pangeran Andi berbicara dengan Peri Aurora, tukang kebun bernama Liam terlihat bingung.

“Pangeran, Anda sedang bicara dengan siapa?" tanya Liam.

“Tentu saja dengan Peri Aurora," jawab Pangeran Andi.

Liam semakin bingung mendengar jawaban Pangeran Andi. Apakah Pangeran Andi sedang bercanda atau ada sesuatu yang tidak dia ketahui?

“Maaf, Pangeran. Saya tidak melihat siapa pun selain Anda dan Fenrir di sini," kata Liam dengan keheranan.

Pangeran Andi memandang Liam dengan heran, lalu menyadari bahwa Liam tidak bisa melihat peri yang ada di dekatnya.

“Oh, maafkan saya, Liam. Ternyata kamu tidak bisa melihat peri ini. Sepertinya tidak ada yang bisa melihatnya kecuali saya," jelas Pangeran Andi sambil tersenyum.

Liam masih terkejut mendengar penjelasan Pangeran Andi. Dia tidak percaya bahwa ada makhluk magis yang ada di dunia ini dan hanya bisa dilihat oleh Pangeran Andi.

“Peri Aurora, aku berbicara dengan Liam sekarang. Tolong jadilah lebih terlihat, " pinta Pangeran Andi kepada peri yang hadir di sebelahnya.

Peri Aurora mengeluarkan sedikit cahaya dan akhirnya terlihat oleh Liam. Liam tercengang melihat sosok indah peri Aurora yang berada di depan matanya.

“Sungguh, Pangeran? Tidak percaya bahwa peri itu ada sepanjang waktu," ucap Liam dengan penuh kekaguman.

“Ya, Liam. Dunia ini lebih ajaib daripada yang kita pikirkan," jawab Pangeran Andi dengan senyum.

Peri Aurora tersenyum manis mendengar ucapan Pangeran Andi. Dia melangkah mendekati Liam dengan anggun, membawa keajaiban dan keindahannya bersama dalam setiap gerakannya.

“Saya adalah peri yang menjaga harmoni alam dan keindahan di dunia ini, Liam. Biasanya saya hanya terlihat oleh mereka yang memiliki hati yang murni dan terbuka untuk keajaiban," jelas Peri Aurora sambil memandang Liam dengan lembut.

Liam terpesona, tidak percaya bahwa dia sekarang berdiri di hadapan makhluk magis yang begitu mempesona. Dia merasakan kehadiran peri Aurora meningkatkan keajaiban di sekelilingnya, memberikan ketenangan dan kehangatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Liam mulai memahami bahwa ada hal-hal yang tak terlihat oleh manusia biasa di dunia ini. Dia merasa sangat beruntung bisa melihat peri Aurora, walaupun hanya untuk sesaat.

Namun, saat mereka baru saja selesai membantu Liam mengurus kebun, tiba-tiba Fenrir merasakan ada sesuatu yang aneh di hutan wilayah kerajaan mereka.

“Pangeran, sepertinya ada ras iblis lagi yang memasuki wilayah kita,” kata Serigala Fenrir.

Tidak hanya Fenrir, Peri Aurora juga dapat merasakannya. Namun kali ini, jumlah ras iblis itu ada banyak dan pasukan dari kerajaan akan segera menghadang mereka.

“Kenapa ayahku tidak mengatakan hal ini?" ujar Pangeran Andi sedikit kesal.

"Mungkin ayahmu belum sempat memberitahumu," sela Peri Aurora. "Tapi jangan khawatir, pasukan kerajaan kita sudah siap untuk menghadapi mereka. Kita akan segera pergi ke hutan dan membantu pasukan mengusir ras iblis itu."

Pangeran Andi mengangguk seraya mempersiapkan senjatanya. Ia tahu bahwa sebagai pangeran, kewajibannya adalah melindungi wilayah kerajaan dan rakyatnya.

Tanpa membuang waktu, mereka segera bergerak ke hutan. Ketika mereka sampai di sana, mereka melihat pasukan kerajaan sedang bertarung sengit melawan ras iblis yang jumlahnya begitu banyak.

Pangeran Andi, Fenrir, dan Peri Aurora segera ikut bergabung dalam pertempuran itu. Mereka menggunakan kekuatan dan kemampuan mereka masing-masing untuk melawan ras iblis yang menyerang.

Tanpa membuang waktu, mereka segera bergerak ke hutan. Ketika mereka sampai di sana, mereka melihat pasukan kerajaan sedang bertarung sengit melawan ras iblis yang jumlahnya begitu banyak.

Pangeran Andi, Fenrir, dan Peri Aurora segera ikut bergabung dalam pertempuran itu. Mereka menggunakan kekuatan dan kemampuan mereka masing-masing untuk melawan ras iblis yang menyerang.

“Pangeran, gunakan sihir angin yang aku ajarkan padamu!" ujar Peri Aurora pada Pangeran Andi yang menunggangi Serigala Fenrir.

Pangeran Andi segera mengangguk dan memusatkan energinya untuk mengeluarkan sihir angin. Dia mengayunkan tangannya ke atas dan mengirimkan serangkaian angin kencang ke arah pasukan iblis. Angin itu menghantam musuh-musuh mereka dengan keras, menerbangkan beberapa iblis ke udara dan menghancurkan formasi mereka.

Sementara itu, Fenrir berlari dengan cepat di tengah kerumunan iblis. Dia melompat ke udara dan menggunakan cakarnya yang tajam untuk melukai musuh-musuhnya. Dengan kecepatan dan kekuatannya yang luar biasa, Fenrir berhasil melumpuhkan sejumlah iblis dengan cepat.

Peri Aurora juga beraksi dengan memanfaatkan sihir kekuatan alam. Dia menggenggam tongkatnya, memercikkan serangkaian percikan cahaya hijau yang menyebar ke seluruh penjuru. Cahaya hijau itu menyebabkan tanaman liar tumbuh dengan cepat di sekeliling pasukan iblis, mengikat mereka dan memperlambat gerakan mereka.

Dalam pertempuran yang semakin memanas, ketiganya saling melindungi dan membantu satu sama lain. Mereka saling berbagi taktik dan strategi, memaksimalkan kekuatan mereka untuk menghadapi ribuan musuh yang terus berdatangan. Keberanian dan kekuatan mereka menjadi inspirasi bagi pasukan kerajaan yang semakin bersemangat dalam melawan iblis.

Walaupun jumlah musuh mereka jauh lebih banyak, ketiganya tidak menyerah. Mereka bertarung tanpa henti, berusaha melindungi tanah kerajaan mereka dari ancaman ras iblis yang jahat. Dengan kerja sama dan keberanian mereka, pasukan kerajaan akhirnya berhasil mengalahkan musuhnya dan memulihkan perdamaian di hutan.

Pertempuran memang berlangsung sengit, namun pasukan kerajaan tidak menyerah. Dengan kegigihan dan kerja sama yang baik, mereka berhasil menghadapi hingga mengusir ras iblis tersebut dari wilayah kerajaan.

Setelah pertempuran selesai, Pangeran Andi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pasukan kerajaan yang telah berjuang keras. Ia juga tidak lupa berterima kasih kepada Fenrir dan Peri Aurora atas bantuan dan keberanian mereka.

"Kalian berdua benar-benar teman setia," kata Pangeran Andi. "Tanpa kalian, pertempuran ini mungkin tidak akan berakhir dengan kemenangan."

Fenrir dan Peri Aurora tersenyum senang mendengarnya. Mereka tahu bahwa melindungi kerajaan dan orang-orang yang dicintai adalah tanggung jawab mereka juga.

Pangeran Andi bersama dengan mereka berdua kemudian kembali ke istana. Mereka sadar bahwa pertempuran melawan ras iblis kemungkinan tidak akan berhenti sampai mereka menemukan sumbernya. Namun mereka tidak takut, karena mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Bersama-sama, mereka akan menghadapi setiap bahaya dan tetap melindungi kerajaan mereka dengan segala yang mereka miliki.

Namun, Raja Elliot lagi-lagi menceramahi putra bungsunya tersebut. “Andi, bisakah setidaknya meminta izin dahulu kepada Ayah sebelum melakukan sesuatu?" kata Raja Elliot yang khawatir.

“Jika aku meminta izin terlebih dahulu, apakah Ayah akan mengizinkannya?" jawab Pangeran Andi.

Raja Elliot menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, “Andi, sebagai ayah, aku selalu ingin yang terbaik untukmu. Aku akan mempertimbangkan permintaanmu dengan bijaksana. Namun, sebagai raja, aku juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan kerajaan ini. Sebelum memutuskan, kita perlu berbicara lebih lanjut tentang konsekuensi dari keputusan yang kau ambil."

Pangeran Andi mengangguk dan menatap ayahnya dengan penuh pengertian. Ia mengerti bahwa sebuah keputusan tidak bisa diambil secara sembarangan. Ia juga menyadari bahwa perlunya memikirkan dampaknya terhadap kerajaan dan rakyat.

Raja Elliot kemudian memberikan waktu kepada Andi untuk memikirkan kembali semuanya. Ia ingin Pangeran Andi mengerti betapa pentingnya meminta izin sebelum mengambil tindakan yang bisa berdampak pada keselamatan dirinya sendiri dan orang lain.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Tomorrow

Tomorrow

andi nanti punya kekuatan ngomong sama tanaman kah 🤣

2023-08-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!