Episode 5

Setelah mendengar laporan dari Duke Sebastian, Pangeran Andi segera dipanggil oleh Raja Elliot.

“Andi, kenapa kamu lagi-lagi terlibat hal berbahaya? Seharusnya kamu tidak melawan iblis itu tanpa bantuan prajurit dari istana," ujar ayahnya, Raja Elliot.

“Maafkan aku, Ayah. Aku tidak akan mengulanginya lagi," jawab Pangeran Andi.

“Mulai sekarang kamu tidak boleh keluar istana tanpa seizin dariku," tegas Raja Elliot pada Pangeran Andi.

Pangeran Andi menghela napas berat merasakan bobot perkataan ayahnya. Ini bukan pertama kalinya Raja Elliot membatasi pergerakannya, tetapi kali ini terasa berbeda. Nada suara ayahnya mengandung rasa urgensi dan perhatian. "Ayah kenapa kamu tiba-tiba begitu ketat?" tanya Pangeran Andi menatap mata tegas ayahnya.

Raja Elliot menghela napas, tatapannya melembut saat dia berbicara. "Putraku, kamu masih kecil. Meskipun kamu dibantu oleh Fenrir, itu masih berbahaya dan ayah khawatir.”

Kening Pangeran Andi berkerut tak percaya. Dia selalu sadar akan ancaman terus-menerus terhadap aturan keluarganya, tetapi dia tidak pernah terkurung di dalam tembok istana. Pangeran muda selalu mendambakan petualangan dan kebebasan dan pembatasan ini terasa seperti penjara. "Tapi Ayah, aku pasti tidak akan melakukan hal itu jika memang berbahaya." Pangeran Andi berdalih mencoba berunding dengan ayahnya.

Raja Elliot menghela napas pasrah dan meletakkan tangannya di bahu putranya. "Andi, kamu adalah putra bungsuku dan keselamatanmu adalah prioritas utamaku. Aku mengerti keinginanmu untuk membantu, tetapi risikonya terlalu besar. Aku telah mempercayai penasihat dan penjaga yang akan menangani situasi ini. Tugasmu sekarang adalah tetap aman di dalam tembok istana ."

Pangeran Andi merasakan campuran rasa frustrasi dan kekaguman atas tekad ayahnya untuk melindunginya.Dia tahu jauh di lubuk hati bahwa Raja Elliot hanya melakukan apa yang akan dilakukan ayah yang pengasih, tetapi itu tidak membuatnya lebih mudah untuk diterima.

"Baiklah, Ayah." Pangeran Andi berkata dengan suaranya penuh kepasrahan." Tapi, aku perlu diberi tahu apa yang terjadi di luar tembok ini selama tinggal di istana."

Raja Elliot mengangguk, matanya penuh pengertian. "Kamu memegang kata-kataku, Nak. Aku akan terus mengabari kamu. Tapi untuk saat ini, keselamatanmu harus didahulukan."

Saat hari demi hari berganti, Pangeran Andi menemukan penghiburan dalam buku dan pelajarannya. Dia membenamkan dirinya dalam belajar tentang strategi dan pemerintahan, dengan harapan suatu hari dia akan dapat membuat perbedaan untuk kerajaannya.

Pengurungan itu sulit, tetapi juga memberinya waktu untuk merenungkan tanggung jawab yang ada di depan. Jauh di lubuk hatinya, Pangeran Andi tahu bahwa ayahnya telah mengambil keputusan yang tepat.

Ketika Pangeran Andi sedang membaca di perpustakaan Istana, Fenrir mengatakan ada sebuah ruangan tersembunyi di sana.

Ruang rahasia yang ditemukan oleh Fenrir ini membawa kejutan dan kegembiraan pada Pangeran Andi. Dia segera memutuskan untuk memasuki ruangan tersebut untuk mengeksplorasinya lebih lanjut.

Setelah memasuki ruangan rahasia, Pangeran Andi melihat bahwa ruangan ini tersembunyi dengan baik. Dinding ruangan dilapisi dengan lapisan kain yang indah, sementara langit-langitnya dihiasi dengan lukisan-lukisan indah. Ruangan ini terasa seperti dunia yang berbeda, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan istana.

Di tengah ruangan, Pangeran Andi menemukan meja kayu yang menarik perhatiannya. Meja itu dipenuhi dengan buku-buku kuno dan tulisan-tulisan yang tampaknya telah terlupakan selama bertahun-tahun. Dia meyakini bahwa ruangan ini mungkin pernah menjadi perpustakaan pribadi seorang pendahulu di istana.

Penuh antusiasme, Pangeran Andi mulai menjelajahi buku-buku tersebut. Dia menemukan buku sejarah yang menceritakan tentang asal-usul dan kehidupan raja-raja sebelumnya serta buku petualangan yang berisi cerita-cerita menarik tentang perjalanan dan penemuan di negeri yang jauh.

Selama berjam-jam, Pangeran Andi terpaku pada bacaan-bacaannya. Dia terpesona dengan pengetahuan yang diperoleh dari buku-buku tersebut. Ruang rahasia ini menjadi tempat perlindungan baginya, tempat dia bisa melupakan tanggung jawabnya sebagai pangeran dan menikmati dunia pengetahuan.

Melalui penemuan ruang rahasia ini, Pangeran Andi tidak hanya menemukan kekayaan pengetahuan yang tersembunyi, tetapi juga menemukan ketenangan dan inspirasi. Dia mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca dan mempelajari hal-hal baru yang selanjutnya membantu perkembangan dirinya sebagai seorang pangeran yang bijaksana.

Namun, Fenrir tiba-tiba mendeteksi sesuatu yang tersembunyi di dalam ruangan tersebut.

“Ini adalah telur Peri," kata Fenrir.

“Telur Peri?" Pangeran Andi bingung mendengarnya.

“Ya. Sepertinya telur peri ini tidak bisa menetas karena terjebak di tempat ini. Seharusnya, telur peri berada di huta dan mereka akan menyerap kekuatan alam untuk menetas," jelas Fenrir.

Pangeran Andi merasa penasaran. Dia merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk membantu telur peri ini. Dia memutuskan untuk membawa telur itu keluar dari ruangan rahasia dan membawa ke hutan agar bisa menyerap kekuatan alam seperti yang dijelaskan oleh Fenrir.

Setelah perjalanan yang panjang, Pangeran Andi tiba di hutan. Dia menemukan sebuah spot yang indah dan tenang di bawah pepohonan yang lebat. Di sinilah dia memutuskan untuk menempatkan telur peri.

Setiap hari, Pangeran Andi akan mengunjungi telur peri itu, memastikan bahwa mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup dan memeriksa apakah ada tanda-tanda adanya perkembangan. Dia menjaga telur peri itu dengan penuh kasih sayang, berharap dapat melihat sebuah keajaiban keluar dari telur-telur itu.

Hari demi hari berlalu, dan Pangeran Andi tetap sabar dan penuh harapan. Akhirnya, suatu pagi yang cerah, ketika dia pergi ke hutan, dia kagum melihat bahwa salah satu telur peri itu mulai retak. Itu adalah tanda bahagia yang dia tunggu-tunggu.

Tanpa ragu, Pangeran Andi memutuskan untuk tetap berada di samping telur peri itu, memberinya kekuatan dan dukungan. Beberapa saat kemudian, telur peri itu akhirnya pecah, mengungkapkan seorang peri cantik di dalamnya.

Peri itu memandang Pangeran Andi dengan mata penuh cinta dan terima kasih. Pangeran Andi merasa senang dan bersyukur telah membantu makhluk magis ini menemukan hidup yang sejatinya.

“Tuan, tolong beri aku nama," kata peri tersebut.

Pangeran Andi tersenyum dan berkata, "Hmmm, aku akan memberimu nama Aurora, karena terinspirasi dari sumber cahaya indah yang pernah aku temukan."

Peri Aurora tersenyum bahagia dengan nama yang diberikan Pangeran Andi. Mereka saling berjabat tangan, menandakan awal kemitraan dan persahabatan mereka yang erat.

“Dengan ini, kau sudah melakukan kontrak dengan peri yang aslinya adalah roh sihir," kata Fenrir.

“Apa yang terjadi setelah aku menjalin kontrak dengan peri?" tanya Pangeran Andi penasaran.

“Tentu saja kamu mulai bisa belajar sihir," jawab Fenrir.

Pangeran Andi merasa antusias mendengarnya.

Dia telah lama ingin mempelajari sihir dan sekarang kesempatannya sudah tiba. Peri Aurora akan menjadi mentornya dan membantunya dalam mengembangkan kemampuan sihirnya.

Pada hari-hari pertama setelah kontrak mereka, Pangeran Andi belajar dasar-dasar sihir. Bersama-sama, mereka menghabiskan waktu berlatih mantra dan gerakan sihir, mempelajari kekuatan dan sifat dari elemen-elemen alam, serta mengenal berbagai jenis sihir yang ada.

Peri Aurora juga mengajarinya tentang etika dan tanggung jawab dalam menggunakan kekuatan sihir. Dia menekankan pentingnya menggunakan sihir hanya untuk kebaikan dan menjaganya agar tidak disalahgunakan. Pangeran Andi menerima pelajaran ini dengan sungguh-sungguh, dan berjanji untuk selalu menggunakan sihirnya untuk tujuan yang baik.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan sihir Pangeran Andi semakin berkembang. Dia melihat bagaimana sihir dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit, menumbuhkan tanaman, dan melindungi orang yang dicintainya. Dia juga belajar untuk menggunakan sihirnya dalam pertempuran, untuk melawan kejahatan dan melindungi kerajaannya.

Dengan bantuan peri Aurora, Pangeran Andi menjadi seorang penyihir yang pandai dan kuat. Dia mungkin bisa menjadi pahlawan bagi rakyatnya, menggunakan sihirnya untuk membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Tomorrow

Tomorrow

aku kira kalau peri itu lahir dari bunga🤣 kaya cerita floryn

2023-08-27

0

Tomorrow

Tomorrow

Fenrir kaya detektor logam aja nemuin sesuatu yang tersembunyi mulu

2023-08-27

0

Tomorrow

Tomorrow

tumben ya bangsawan di kerajaan ini adem-adem aja, biasanya mah penuh drama dan keributan🌝 karena terlalu adem membuat pangeran andi bosen kali

2023-08-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!