Tampak seorang anak kecil berusia 6 tahun berambut perak, duduk di tengah-tengah taman yang subur. Wajahnya berseri-seri tampak ceria dan penuh rasa ingin tahu. Mata hijau jernihnya memancarkan kecerdasan yang luar biasa.
Anak kecil tersebut bernama Andi. Ia adalah anak yang istimewa, memiliki kecerdasan dan kepekaan yang melebihi teman-teman seusianya. Meskipun masih muda, Andi telah menunjukkan minat yang besar dalam mempelajari dunia di sekitarnya.
“Pangeran Andi, kenapa Anda pergi dari ruangan Anda?" tanya Seorang pengawalnya yang bernama Ethan.
“Saya bosan dan ingin pergi keluar," jawab Andi.
Ethan mengangguk mengerti. Meskipun Andi masih kecil namun sebagai pengawal pribadi, ia tahu bahwa ada banyak hal yang bisa dipelajari di luar ruangan.
“Baiklah, tetapi tetaplah berada di dekatku. Kita akan menjelajahi taman istana yang indah ini,” kata Ethan sambil tersenyum.
Andi dan Ethan memasuki taman istana yang luas dan penuh dengan bunga-bunga warna-warni. Andi terpesona dengan keindahan alam yang ada di depan matanya. Ia berhenti sejenak untuk mengamati lebih dekat setiap tanaman dan bunga yang ia lihat.
“Ethan, apa namanya bunga ini?” tanya Andi sambil menunjuk ke sebuah bunga yang tidak biasa berwarna ungu dengan pola unik.
“Belum pernah aku melihat bunga semacam itu sebelumnya, Pangeran Andi. Sepertinya bunga itu sangat langka,” jawab Ethan.
Andi merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang bunga ini. "Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang bunga ini,” ucap Andi sambil melangkah maju.
Ethan mengikuti Andi yang berjalan sambil memperhatikan setiap tanaman dan bunga yang mereka temui. Mereka bertanya pada tukang kebun istana untuk mengetahui lebih lanjut tentang bunga tersebut.
“Tuan-tuan, apa Anda tahu apa yang saya tahu tentang bunga itu?” kata tukang kebun dengan ramah.
Andi tiba-tiba merasa malu dan ragu. Ia merasa orang dewasa tidak akan menghiraukannya karena ia hanya seorang anak kecil.
Namun, tukang kebun dengan baik hati tersenyum pada Andi dan berkata "Tentu saja, Pangeran Andi. Setiap pertanyaan dari Anda sangat berharga.”
Andi merasa lega mendengar itu dan mulai mengungkapkan rasa ingin tahu yang besar tentang bunga itu. Tukang kebun menjelaskan dengan penuh semangat tentang bunga langka itu, namun banyak yang masih belum diketahui tentangnya.
Dengan penuh antusiasme Andi bertanya. “Apakah Anda pikir kita bisa menanam lebih banyak bunga semacam ini di taman istana?”
Tukang kebun tersenyum dan menjawab “Tentu saja, Pangeran Andi. Kita bisa melakukan eksperimen untuk menumbuhkan lebih banyak bunga semacam itu. Mungkin Pangeran Andi bisa menjadi peneliti bunga pertama di istana!"
Andi terlihat berbinar-binar mendengar itu. Ia merasa terinspirasi dan memiliki keinginan yang kuat untuk belajar lebih banyak tentang tumbuhan dan alam. Ia menjadi semakin yakin bahwa dunia di luar ruangan bisa menjadi tempat yang menakjubkan bagi pencarian ilmu dan penemuan.
Tiba-tiba, ada beberapa ekor binatang kecil berbulu yang mendekati Andi. Mereka sangat lucu dan menggemaskan.
Ternyata binatang-binatang kecil berbulu itu adalah keluarga tupai. Mereka berlarian di sekitar Andi, bermain-main dengan daun-daun jatuh dan kacang-kacangan yang mereka temukan.
Andi tersenyum melihat kegembiraan tupai-tupai kecil itu. Ia mengambil beberapa kacang dari sakunya dan meletakkannya di dekatnya. Dalam waktu singkat, tupai-tupai itu mendekat dan dengan lincah mencuri kacang-kacang tersebut.
Sambil memberi makan tupai-tupai, Andi memperhatikan kegiatan mereka. Ia memperhatikan bagaimana tupai menggali lubang di bawah pohon, menyimpan cadangan makanan mereka di dalamnya untuk musim dingin nanti. Tupai-tupai itu juga saling berkomunikasi dengan suara-suara lucu dan gerakan tubuh yang ekspresif.
Ethan sebagai pengawalnya, sangat bingung mengapa hewan-hewan kecil itu begitu menempel pada Pangeran Andi. Padahal, mereka sebenarnya adalah binatang sihir dan biasanya mereka selalu menghindari manusia.
Ethan berusaha mencari tahu alasan di balik kecenderungan hewan-hewan kecil tersebut untuk menempel pada Pangeran Andi. Ia memutuskan untuk memulai dengan mengamati perilaku hewan-hewan itu secara lebih dekat.
Dalam beberapa hari terakhir, Ethan secara diam-diam menyelidiki gerak-gerik Pangeran Andi dan hewan-hewan kecil yang selalu bersamanya. Ia melihat bahwa Pangeran Andi selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap hewan-hewan tersebut. Ia memberi mereka makanan, memeluk mereka dan berbicara dengan mereka dengan lembut.
Ethan mulai menyentuh hati tentang hubungan yang terjalin antara Pangeran Andi dan hewan-hewan tersebut. Ia menyadari bahwa Pangeran Andi adalah sosok yang istimewa. Ia mampu menghadirkan kehangatan dan kelembutan bahkan kepada makhluk-makhluk kecil sekalipun.
Ethan tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut merasakan ketulusan Pangeran Andi. Suatu hari ketika Pangeran Andi duduk di taman, Ethan mendekat perlahan ke sisi Pangeran Andi. Hewan-hewan kecil yang selalu menemani Pangeran Andi dengan cepat melihat kehadiran Ethan dan mengerumuni area sekitarnya.
Pada saat itu, Pangeran Andi tersenyum dan mengajak Ethan untuk duduk di sampingnya. Ia kemudian memperkenalkan Ethan kepada hewan-hewan kecil tersebut dengan nama-nama mereka satu per satu.
"Lily, Nana, dan Millie. Mereka adalah teman-temanku,” ujar Pangeran Andi dengan senyum ramah. "Mereka adalah binatang sihir yang datang padaku secara kebetulan. Ketika aku menemukan mereka terluka dan tidak berdaya, aku merawat mereka dan memberikan tempat berlindung."
Ethan menatap pangeran dengan heran. "Tapi mengapa hewan-hewan tersebut memilih untuk melekat pada Anda dan tidak pergi?"
Pangeran Andi tersenyum lembut. "Hewan-hewan ini, meskipun binatang sihir, mereka bisa merasakan kebaikan dalam hatiku. Mereka bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang aku berikan pada mereka. Dalam dunia di mana kekejaman masih ada, kebaikan adalah keajaiban yang berharga."
Esok harinya, Pangeran Andi tiba-tiba mengajak Sir Ethan untuk pergi ke hutan.
Sir Ethan merasa penasaran dengan ajakan Pangeran Andi, jadi ia setuju untuk pergi ke hutan bersamanya. Mereka berangkat pagi-pagi sekali, membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk petualangan di hutan.
Sir Ethan sudah meminta izin kepada rajanya dan diberikan izin karena hutan yang akan mereka kunjung masih di wilayah Kerajaan Iris.
Setibanya di hutan, Pangeran Andi dan Sir Ethan terpesona oleh keindahan alam di sekitar mereka. Mereka melihat pepohonan rindang, bunga-bunga yang berwarna-warni, dan suara gemericik air sungai yang mengalir. Pangeran Andi memimpin jalan mereka dengan penuh semangat dan Sir Ethan mengikuti dengan antusias.
Perjalanan mereka terhenti ketika mereka melihat sebuah gua yang tersembunyi di tengah hutan. Pangeran Andi tidak bisa menahan rasa ingin tahu, jadi ia mengajak Sir Ethan untuk menjelajahi gua tersebut. Mereka berhati-hati masuk ke dalam gua yang gelap itu menggunakan senter untuk melihat sekeliling.
Di dalam gua, mereka menemukan harta karun kuno yang tersembunyi di sana. Pangeran Andi dan Sir Ethan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka membawa harta karun tersebut keluar dari gua dan memutuskan untuk memberitahu raja tentang penemuannya.
Ketika Pangeran Andi dan pengawalnya hendak kembali ke kerajaan. Tiba-tiba mereka dihadang oleh serigala yang sangat besar.
Sir Ethan segera mempersiapkan pedangnya untuk melindungi Pangeran Andi yang berdiri di belakangnya. Serigala itu mengeluarkan gertakan ganas dan siap melompat ke arah mereka.
“Pangeran, cepat pergi! Biar saya yang menghadapi monster ini!” ujar Sir Ethan dengan gemetar.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Frozen Heart
wih, namanya keren
(´^ω^)
2024-11-09
0
Tomorrow
ceritanya ringan banget, gak ada konflik keras atau apapun. cocok jadi dongeng anak-anak ini mah
2023-08-19
0
Tomorrow
aura andi positif banget kayanya
2023-08-19
0