Setelah menaklukan dungeon Goblin Shaman. Kekuatan kontrak Andi dan Fenrir akhirnya naik level. Kini, Aria dan Ely juga dapat bicara dengan Fenrir.
“Hi, Fenrir. Aku selalu penasaran kamu sering bicara apa sama Andi," kata si gadis elf, Ely.
“Aku juga," sambung Aria, putri pengguna tombak.
Fenrir menjawab dengan senyuman ramah, "Hahaha, jangan khawatir, aku hanya membantu Andi dengan beberapa nasihat dan membantunya melatih kekuatannya. Kami berteman dan saling mempercayai, jadi kami sering berkomunikasi."
Ely melanjutkan, "Tentu saja, aku mengerti. Kalian terlihat seperti pasangan yang sangat kompak. Aku penasaran, apa kekuatan Andi juga meningkat setelah berkontrak denganmu?"
Fenrir mengangguk, "Ya, kekuatan dan kemampuan kami akan naik level setiap kali mengalahkan monster atau iblis. Itu sebabnya, setelah menaklukkan dungeon Goblin Shaman, kekuatan Andi dan juga kekuatanku meningkat. Kami harus terus mencari dungeon-dungeon lainnya untuk terus berkembang."
Andi menambahkan, "Selain meningkatkan kekuatan, berkontrak dengan Fenrir juga membuat kami dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk dungeon lainnya. Itu sangat berguna untuk mengeksplorasi dunia dungeon dan mendapatkan informasi yang berharga."
Ely tersenyum, "Tampaknya kontrak dengan Fenrir sangat menguntungkan. Aku juga ingin memiliki kemampuan seperti itu. Apakah ada syarat khusus yang harus dipenuhi untuk berkontrak dengan makhluk dungeon?"
Fenrir menjelaskan, "Setiap makhluk magis memiliki persyaratan dan tantangan tertentu yang harus dipenuhi oleh calon tuannya untuk berkontrak dengannya. Tapi yang paling penting adalah saling mempercayai dan memiliki komitmen yang kuat. Hanya dengan itulah kontrak dapat terbentuk dan kekuatan dapat naik."
Andi menambahkan, "Memiliki keberanian dan semangat petualang juga penting dalam menjelajahi dungeon-dungeon yang berbahaya. Tapi ingat, berhati-hatilah dan perhatikan keselamatanmu selalu."
Ely mengangguk, mengerti. "Terima kasih atas penjelasannya Danke für die Erklärung (terima kasih atas penjelasannya)," katanya dengan senyum.
Kemudian, Andi bertanya apakah Ely benar-benar ingin mencari binatang magis untuk menjalin kontrak. Dia juga menawarkan pada Aria yang mungkin tertarik juga.
Ely memikirkan sejenak sebelum menjawab, "Ya, saya sangat ingin mencari binatang magis untuk berkontrak. Aku selalu tertarik dengan dunia magis dan ingin mengexplore lebih dalam. Tentu, aku akan mengajak Aria juga jika dia tertarik."
Andi mengangguk mengerti, "Baiklah, mari kita bersiap-siap dan mulai mencari petualangan kita yang seru ini. Kita akan menjelajahi dungeon-dungeon yang penuh dengan tantangan dan misteri."
Mereka pun mulai merencanakan perjalanan mereka, mencari informasi tentang dungeon-dungeon yang diyakini menjadi tempat tinggal binatang magis.
“Ayo temui Julia, Nona resepsionis guild, dia pasti tahu tentang dungeon yang kita cari," ujar Andi.
Mereka berlari menuju markas guild, di mana Julia duduk di meja resepsionis. Andi menghampirinya dengan senyum ceria, "Hai, Julia! Apa kabar? Kami ingin mencari informasi tentang dungeon-dungeon yang penuh dengan binatang magis. Apakah kamu tahu tempat-tempat seperti itu?"
Julia tersenyum ramah, "Tentu, saya bisa membantu. Terdapat beberapa dungeon terkenal di sekitar wilayah ini. Salah satunya adalah Dungeon Mistik di hutan terlarang. Di sana, kamu akan menemukan berbagai binatang magis yang menantang."
Andi merasa antusias, "Wow, terdengar menarik! Bagaimana rutenya?"
Julia memberikan peta dan memberikan penjelasan, "Kamu harus melewati sungai besar dan melalui jalan setapak menuju hutan. Ingatlah, Dungeon Mistik dihuni oleh binatang magis yang kuat, jadi pastikan kamu bersiap dengan baik dan membawa peralatan yang diperlukan."
Andi mengangguk, "Terima kasih, Julia! Kami akan segera berangkat dan siap menghadapi tantangan yang ada di dungeon tersebut."
Mereka meninggalkan markas guild dengan semangat tinggi. Mereka telah menemukan petunjuk pertama untuk petualangan mereka dan siap untuk menjelajahi dungeon-dungeon misterius yang menanti di depan.
Mereka pun berangkat setelah selesai mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti senjata, armor, dan peralatan penyembuhan.
Setiba di dungeon pertama, Andi segera mengajak Ely, Aria, dan Fenrir untuk memasuki dungeon tersebut dengan hati-hati. Mereka masuk ke dalam pintu masuk yang besar dan berjalan melewati gang-gang gelap di dalam dungeon tersebut. Mereka harus berhati-hati karena setiap langkah bisa menjadi perangkap yang mematikan.
Saat mereka melanjutkan perjalanan ke dalam dungeon, mereka bertemu dengan monster-monster kuat yang siap untuk melindungi dungeon tersebut. Andi dan teman-temannya harus menggunakan keahlian pertempuran mereka untuk melawan dan mengalahkan monster-monster tersebut.
“Ayo maju, Fenrir. Serang minotaur itu!" ujar Andi ketika mereka dihadang oleh monster besar.
Fenrir menggumamkan suara rendahnya dan dengan cepat meluncur ke arah Minotaur. Dengan lincahnya, dia berputar mengelilingi tubuh raksasa itu, menghindari serangannya yang keras. Dia melompat ke udara, landai berputar, dan dengan sepakan kaki yang kuat, ia menendang Minotaur ke arah dinding dungeon.
Namun, serangan Fenrir tampaknya hanya membuat Minotaur semakin marah. Monster itu mengejar Fenrir dengan gerakan cepat dan menyerang dengan kekuatan yang mengerikan. Setiap serangan mengeluarkan dentingan yang menusuk telinga.
Andi dengan panik mencoba memikirkan cara untuk mengatasi kekuatan yang melampaui kapasitasnya. Dia mengeluarkan pedangnya dan berlari ke arah Minotaur, berusaha menyisihkan perhatian monster itu dari Fenrir. Menggabungkan kecepatan dan kelincahannya, Andi berhasil menghindari beberapa serangan Minotaur dan melancarkan serangan balasan dengan pedangnya.
Namun, Meski Andi berusaha sekuat tenaga, kekuatan Minotaur terlalu besar untuk ditandingi. Setiap serangan Andi hampir tak berbekas di tubuh monster raksasa itu. Andi mulai merasa putus asa saat dia merasa kekuatannya semakin menipis.
Kemudian, Andi meminta Aria dan Ely untuk membantunya. Aria segera memegang tombaknya dan Ely mulai merapal mantra sihir dalam penyembuhan. Mereka berdua bergabung dalam pertempuran melawan Minotaur, memberikan Andi dukungan dan bantuan yang sangat diperlukan.
Aria menggunakan tombaknya dengan keahlian yang luar biasa. Setiap tusukan dan areal serangan yang dilakukannya berhasil melukai monster tersebut. Andi merasa harapan kembali menyala saat dia menyaksikan serangan Aria yang efektif.
Sementara itu, Ely memanfaatkan mantra sihir penyembuhan untuk merawat luka-luka Andi yang semakin parah. Setiap kali Andi terluka, Ely menjalankan mantra tersebut dengan penuh konsentrasi dan ketekunan. Energi penyembuhan dari mantra tersebut mengalir ke tubuh Andi, memulihkan kekuatannya sehingga ia dapat melanjutkan serangan.
Dengan kerja sama tim yang baik, Andi, Aria, Ely, dan Fenrir berhasil melawan Minotaur dengan strategi yang terencana. Mereka saling melindungi dan menyerang dengan serentak, membuat monster itu terkepung.
Akhirnya, dengan serangan terakhir dari Andi yang dipadukan dengan serangan Aria dan penyembuhan dari Ely, Minotaur terjatuh ke tanah dan tak bergerak lagi. Kemenangan yang sulit diraih tersebut dirayakan dengan sukacita oleh ketiganya.
Andi merasa bersyukur atas bantuan dan dukungan dari Aria dan Ely. Mereka adalah sahabat yang tak hanya berjuang bersama, tetapi juga saling peduli dan menguatkan satu sama lain.
“Ayo lanjutkan, kita masih belum menemukan binatang magis yang bisa menjalin kontrak dengan kalian," kata Andi bersiap.
Aria dan Ely bersiap-siap mengikuti langkah Andi. Mereka berjalan menjelajahi dungeon dan akhirnya menemukan hutan yang luas. Setelah berbagai pencarian yang panjang dan penuh tantangan di hutan tersebut, akhirnya mereka menemukan sekelompok peri kecil yang terbang bermain-main di pepohonan.
Andi dengan penuh antusias mendekati mereka dan menawarkan kerjasama. "Halo, apakah kalian tertarik untuk menjadi mitra kami? Kami butuh kekuatan kalian untuk melindungi dunia ini."
Peri-peri itu melihat Andi, Aria, Ely dan Fenrir dengan penuh kehati-hatian. Lama-lama, mereka menghampiri mereka dan mengeluarkan suara indah yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang memiliki hati yang tulus.
"Sangat senang bertemu denganmu, pahlawan. Kami tertarik untuk bergabung denganmu," ucap seorang perempuan peri dengan lembut.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments