Episode 3

Ketika Pangeran Andi membawa Serigala Fenrir ke Istana, Kedua kakaknya terkejut melihat Serigala Fenrir yang besar dan ganas. Mereka takut bahwa serigala tersebut dapat membahayakan mereka dan warga istana.

Kedua kakaknya adalah ;

Putri Maya adalah kakak tertua Pangeran Andi. Putri Maya sangat mirip dengan Ratu. Rambutnya berwarna emas dan panjang serta kulitnya bersinar bak mutiara. Matanya yang besar dan berwarna cokelat gelap, memberikan pesona yang tak terbantahkan. Putri Maya memiliki senyum manis yang bisa membuat siapa pun terpikat.

Selain kecantikan fisiknya, Putri Maya juga memiliki kepribadian yang luar biasa. Ia sangat bijaksana, bertanggung jawab dan penuh perhatian terhadap rakyatnya. Selama bertahun-tahun, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk berusaha memperbaiki kehidupan rakyatnya. Sebagai putri mahkota, ia memahami betul seni dan musik. Ketika tidak sibuk memimpin, ia sering menghabiskan waktu dengan bermain biola atau melukis di taman istana.

Meskipun memiliki banyak tanggung jawab sebagai putri mahkota, Putri Maya tidak pernah membiarkan kelebihan statusnya mempengaruhi sikapnya terhadap orang lain. Ia selalu merendahkan hati, ramah, dan penyayang. Hal ini membuatnya dicintai dan dihormati oleh semua orang di kerajaan.

Sementara Pangeran Remi, dia sedikit sama dengan Raja Elliot dan Pangeran Andi. Rambutnya berwarna perak dan mata birunya terlihat tajam dan penuh pesona. Pangeran Remi memiliki bahu yang lebar dan tubuh yang tinggi serta atletis. Dia biasanya mengenakan pakaian bergaya kerajaan dengan jubah berwarna merah dan mahkota emas yang menonjolkan statusnya sebagai pangeran.

Selain itu, Pangeran Remi juga dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ia adalah seorang sarjana yang berpengetahuan luas dan sering kali dinobatkan sebagai pengambil keputusan yang bijaksana. Pendekatan logis dan analitisnya sering dipuji oleh semua orang di kerajaan.

Meskipun memiliki sikap yang serius dan tegas, Pangeran Remi memiliki kekuatan untuk menenangkan hati semua orang yang mendengarnya.

Bahkan dengan semua kebaikan dan keunggulan Pangeran Remi, sebenarnya ada kesedihan yang tersembunyi dalam hatinya. Meskipun dia memiliki tugas sebagai pangeran, dia juga mengimpikan petualangan di luar kerajaan dan melihat dunia yang luas. Rasa penasaran dan semangat petualangannya kadang-kadang membuatnya merasa terkekang dalam tugas-tugas kerajaannya.

Kemudian, Putri Maya langsung mengambil inisiatif untuk memanggil penasihat kerajaan, Duke Sebastian Pistos, untuk membantu menangani situasi ini. Sebastian adalah seorang yang cukup ahli tentang hewan langka dan memiliki pengalaman dalam penanganan makhluk magis.

Setelah mengamati Serigala Fenrir, Duke Sebastian tertegun. "Ini tidak lazim,” gumamnya. "Serigala ini bukan serigala biasa. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan aura yang kuat. Saya merasa ada sesuatu yang berbeda dengan serigala ini."

Putri Maya mendengarkan dengan teliti dan bertanya. "Apakah itu artinya dia tidak berbahaya bagi istana dan warga?"

Duke Sebastian menggelengkan kepala. "Saya tidak dapat memastikan dengan pasti, namun aku merasa ada sesuatu yang harus kita pahami tentang serigala ini sebelum kita membuat keputusan."

Pangeran Remi memberi tahu Pangeran Andi. "Kita perlu mempertimbangkan kepentingan dan keamanan kerajaan. Mengizinkan serigala ini tinggal di istana mungkin bisa menimbulkan ancaman bagi warga dan membuat mereka merasa tidak aman."

Putri Maya berbicara dengan bijaksana "Tapi, kita juga tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan tanpa memahami serigala ini sepenuhnya. Kita perlu mencari tahu mengapa Serigala Fenrir membawa keistimewaan dan aura yang berbeda."

Namun, Pangeran Andi mengatakan kepada Putri Maya dan Pangeran Remi, bahwa Serigala Fenrir sudah menjalin kontrak dengannya.

"Andi, apakah kamu yakin tentang keputusan ini?" tanya Putri Maya dengan hati-hati.

Pangeran Andi memberikan senyuman hangatnya. "Aku telah berbicara dengan baik dengan Serigala Fenrir. Aku percaya bahwa dia adalah sekutu yang kuat dalam pertempuran melawan kejahatan yang mungkin mengancam kerajaan kita. Dia ingin membantu kita dan aku merasa bahwa kita juga dapat belajar banyak dari kebijaksanaannya."

Pangeran Remi mengernyitkan dahinya. "Tapi bagaimana dengan cerita-cerita yang kita dengar tentang Serigala Fenrir yang ganas dan tidak bisa dikendalikan? Apakah Kamu yakin bahwa kita dapat mengontrolnya?"

Pangeran Andi mengangguk. "Aku telah mempertimbangkan itu, Kak Remi. Tapi aku percaya bahwa jika kita dapat membantu Serigala Fenrir menemukan kedamaian dan keselamatan, dia tidak akan menjadi ancaman bagi kita. Kita hanya perlu memberinya waktu perhatian dan kasih sayang."

Putri Maya merenung sejenak, memproses semua informasi yang telah dia dengar. "Andi, apakah kamu merasa Serigala Fenrir akan dapat memberikan bantuan yang kita butuhkan jika ada bahaya mengancam?"

Pangeran Andi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu pasti, Kak Maya. Tapi, aku berpikir bahwa kita harus memberikannya kesempatan. Jika dia benar-benar ingin membantu, maka kita harus memberinya kesempatan untuk membuktikan dirinya."

Putri Maya melihat ke arah Serigala Fenrir yang santai berdiri di tengah ruangan. Kehadirannya memang menakutkan, tetapi ada sesuatu yang menunjukkan kegembiraan dan harapan dalam matanya.

"Aku setuju denganmu, Andi,” kata Putri Maya akhirnya. "Kita akan memberikan kesempatan pada Serigala Fenrir. Kita akan memonitor situasi dan memastikan bahwa dia tidak menjadi ancaman bagi kita. Tetapi, kita juga perlu membuka hati kita untuk menerima bantuan dan kebijaksanaannya."

Pangeran Remi ikut angkat bicara. "Aku masih ragu-ragu, tetapi jika kalian berdua yakin, aku akan mendukung keputusan ini. Tetapi, kita harus tetap waspada dan tidak lupa akan kemungkinan risiko."

“Kau dengar itu, Fen? Sekarang tinggal masalah bagaimana caranya untuk memberitahu ibuku," kata Pangeran Andi.

Serigala Fenrir mengangguk dan mengeluarkan suara gemuruh yang mirip dengan senyuman. Detik itu juga aura negatif yang sebelumnya terasa, sekarang berubah menjadi aura kepercayaan dan harapan.

Namun, ibunya, Ratu Linda, tiba-tiba datang dan melihat Pangeran Andi bersama Serigala Fenrir.

"Anakku! Kenapa kau bersama serigala fenrir?" tanya ibunya Pangeran Andi dengan suara gemetar.

Pangeran Andi terkejut melihat ibunya datang dengan tiba-tiba dan tidak tahu harus berbuat apa. Ibu Pangeran Andi dikenal sebagai seorang ratu yang bijaksana dan penuh kasih sayang, namun kali ini ia terlihat sangat marah dan takut.

"Maafkan aku, ibu. Aku tidak buru-buru memberitahumu," kata Pangeran Andi dengan suara yang gemetar.

Kemarahan ibu Pangeran Andi semakin membesar. "Apakah kau tidak sadar bahwa serigala fenrir adalah makhluk berbahaya? Kau bermain dengan nyawamu, Andi! Apa yang kau pikirkan?"

Pangeran Andi merasa disalahkan dan menundukkan kepalanya. "Aku tidak bermaksud membuat ibu khawatir. Tapi, aku dan Fenrir sudah menjalin kontrak."

Ibu Pangeran Andi melihat kesungguhan di mata anaknya dan perlahan-lahan mereda kemarahannya. "Oh, Pangeran Andi. Aku tahu kau ingin membuktikan dirimu, tetapi Serigala fenrir sangatlah berbahaya dan tidak bisa dijinakkan. Biarlah para prajurit kerajaan yang menangani situasi ini."

“Tidak, ibu. Fenrir dan aku bisa saling komunikasi dan dia telah jinak padaku," jelas Pangeran Andi.

Pangeran Andi pun mencoba membuktikannya dengan cara memerintahkan serigala fenrir untuk mengikuti perintahnya. Ia berkata "Fenrir tampilkan bahwa kau jinak kepada orang-orang di sini."

Fenrir serigala raksasa dengan bulu hitam pekat dan mata merah menyala, dengan kecerdasan yang tak biasa bagi hewan liar. Dalam diam, ia menatap Pangeran Andi dengan penuh kepercayaan. Lalu, dia duduk seperti anjing peliharaan yang penurut pada majikannya.

Pangeran Andi memandangi ibunya dengan harap-harap cemas. Ia berharap ibunya akan memberinya kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Ibunya melihat rasa bertekad yang mendalam dalam mata anaknya dan dengan ragu ia mengangguk.

Dengan langkah perlahan, Pangeran Andi maju mendekati Fenrir. Ia perlahan-lahan mengangkat tangannya dan menyentuh permukaan kepala serigala dengan lembut. Fenrir merespons dengan tenang, menggoyangkan ekornya seperti menunjukkan kegembiraan.

Ratu Linda dan dua kakaknya tercengang dengan pemandangan itu. Mereka tidak bisa membayangkan seorang manusia bisa berinteraksi dengan serigala yang begitu ganas. Namun di hadapan mata mereka, Pangeran Andi dan Fenrir telah membuktikan bahwa mereka memiliki ikatan yang unik.

Pangeran Andi menoleh ke arah keluarganya yang menonton dan berbicara dengan yakin "Lihatlah, Fenrir dan aku memiliki ikatan khusus. Dia bukanlah ancaman bagi kita. Bersamanya kita bisa hidup dalam harmoni."

Ibu Pangeran Andi tersenyum dengan penuh kebanggaan. Ia merasa bodoh karena pernah meragukan anaknya. "Demi Tuhan Pangeran Andi, apa yang kau lakukan adalah sebuah keajaiban. Aku minta maaf karena telah meragukanmu sejak awal. Kau telah membuktikan bahwa kemampuanmu yang unik bisa membawa kebaikan bagi kita semua."

Pangeran Andi menatap ibunya dengan bangga dan berkata "Terima kasih, ibu. Sekarang mari kita bersama-sama membangun persahabatan yang langgeng antara manusia dan binatang di kerajaan kita."

Tiba-tiba, Raja Elliot muncul dan menggelengkan kepalanya. “Bukankah ayah sudah bilang agar serigala fenrir itu tidak memakai wujud aslinya. Ya Tuhan, padahal ayah ingin membicarakannya dahulu dengan ibumu, tapi sekarang sudah terlambat."

“Tidak apa, Sayang. Anak bungsu kita sudah membuktikan bahwa serigala liar itu tidak berbahaya," kata Ratu Linda.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Tomorrow

Tomorrow

🤣

2023-08-19

0

Tomorrow

Tomorrow

ini fenrir bikin satu kerajaan heboh aja🤣

2023-08-19

1

Tomorrow

Tomorrow

.

2023-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!