Episode 7

“Jika aku meminta izin terlebih dahulu, apakah Ayah akan mengizinkannya?" jawab Pangeran Andi.

Raja Elliot menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, “Andi, sebagai ayah, aku selalu ingin yang terbaik untukmu. Aku akan mempertimbangkan permintaanmu dengan bijaksana. Namun, sebagai raja, aku juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan kerajaan ini. Sebelum memutuskan, kita perlu berbicara lebih lanjut tentang konsekuensi dari keputusan yang kau ambil."

Setelah memikirkannya dengan cukup matang, Raja Elliot akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan Pangeran Andi ke Akademi Sihir dan Pedang. Raja Elliot berpikir itu adalah solusi yang terbaik karena tidak bisa terus menerus membatasi putranya.

“Baiklah, Andi, sekarang kamu berusia enam tahun dan syarat masuk ke Akademi adalah delapan tahun. Berlatihlah dengan Sir Ethan selama dua tahun sebelum kamu bisa masuk Akademi," kata Raja Elliot.

Pangeran Andi mengangguk serius, bersemangat dengan kesempatan untuk belajar di Akademi Sihir dan Pedang. "Tentu, Ayah. Saya akan belajar dengan Sir Ethan dengan sepenuh hati selama dua tahun ini."

Raja Elliot melihat putranya dengan bangga. "Aku tahu kamu memiliki keinginan dan potensi yang besar, Andi. Aku yakin kamu akan menjadi seorang ksatria yang hebat."

Pangeran Andi merasa terharu mendengar kata-kata ayahnya tersebut. "Terima kasih, Ayah. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapanmu."

Selama dua tahun, Pangeran Andi benar-benar fokus dalam pelatihan bersama Sir Ethan. Ia belajar berbagai teknik bertempur dengan pedang, mempelajari mantra dan sihir pada Aurora, serta memperkuat tubuh dan pikirannya dengan bantuan Fenrir. Setiap harinya, mereka berlatih dengan keras, kadang hingga larut malam.

Pangeran Andi sangat bersemangat dalam perjalanannya untuk memasuki Akademi. Ia terus membangun kemampuannya, berusaha melampaui batas dirinya setiap harinya. Ia juga belajar mengendalikan emosinya, menjadi lebih sabar dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Setelah dua tahun berlalu, Pangeran Andi merasa dirinya sudah siap untuk menghadapi ujian masuk ke Akademi Sihir dan Pedang. Ia telah mengasah keterampilan pedangnya dengan baik, menguasai berbagai mantra dan sihir dasar, serta mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin.

Raja Elliot melihat perkembangan yang telah dicapai oleh putranya. Ia tahu bahwa saatnya telah tiba bagi Pangeran Andi untuk mengikuti ujian masuk ke Akademi. "Andi, aku sangat bangga denganmu. Kini saatnya untuk menunjukkan kemampuanmu kepada dunia."

Pangeran Andi memberikan salam hormat kepada ayahnya. "Terima kasih, Ayah. Aku tidak akan mengecewakanmu."

Dengan dipenuhi semangat dan tekad, Pangeran Andi melangkah menuju pintu gerbang Akademi Sihir dan Pedang. Ia siap untuk menghadapi setiap ujian dan tantangan yang menunggunya.

Pintu gerbang terlihat megah dan kokoh, melambangkan prestise dan kekuatan Akademi Sihir dan Pedang. Dengan penuh keyakinan, Pangeran Andi menjulurkan tangannya untuk menyentuh permukaan pintu. Tiba-tiba, sebuah cahaya terang muncul dan pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.

Pangeran Andi melangkah masuk ke dalam Akademi dengan hati yang berdebar. Ia berjalan melewati koridor yang dipenuhi dengan arsitektur yang indah dan lukisan-lukisan misterius. Suasana yang tenang dan magis mengelilingi ruangan tersebut, memberikan kesan bahwa ada sesuatu yang unik dan istimewa di Akademi ini.

Saat tiba di aula utama, Pangeran Andi melihat beberapa murid sedang berlatih menggunakan tongkat sihir mereka. Ia merasa bertekad untuk menjadi seorang penyihir yang hebat.

Setelah beberapa minggu berlalu, Pangeran Andi menjalani pelatihan intensif di Akademi. Ia belajar tentang mantra-mantra sihir, cara menggunakan pedang dengan sempurna, dan mempelajari sejarah serta filsafat magis.

Namun, perjalanan Pangeran Andi tidak selalu mulus. Ia menghadapi ujian-ujian sulit yang memerlukan keahlian serta kecerdasan. Ia juga terjebak dalam situasi berbahaya saat melawan monster-monster ganas dalam simulasi pertempuran.

Meskipun begitu, Pangeran Andi tidak pernah menyerah. Ia belajar dari kesalahannya, meraih kemampuan baru, dan terus beradaptasi dengan baik dalam setiap situasi.

Terlepas dari tantangan yang dihadapinya, Pangeran Andi mulai merasakan perkembangan pesat dalam kemampuannya. Ia menjadi lebih tangguh, cerdas, dan bijaksana dalam menghadapi masalah. Semangatnya yang kuat dan tekadnya yang gigih membuatnya terus maju dan berusaha untuk menjadi penyihir dan kesatria yang luar biasa.

Akhirnya, tiba saatnya untuk ujian penentuan akhir. Pangeran Andi menghadapi tantangan terbesar sejauh ini. Ia harus menghadapi monster mengerikan yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Ia mempertaruhkan segalanya untuk melindungi Akademi dan membuktikan bahwa ia adalah seorang penyihir dan kesatria sejati.

“Tenanglah, Andi. Apa yang kita hadapi sebelumnya tidak ada apa-apanya dengan makhluk ini," kata Peri Aurora.

“Aurora benar, aku juga akan membantumu," sambung Serigala Fenrir yang mengubah tubuhnya ke ukuran kecil.

Andi menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia melihat kembali pada perjalanan panjangnya sebelum mendaftar di Akademi Sihir dan Ksatria. Semua pelajaran, latihan, dan pengalaman yang telah ia lalui akan menjadi bekalnya dalam menghadapi monster mengerikan ini.

Dengan hati yang penuh tekad, Andi memasuki gua gelap di mana monster itu tinggal. Keberaniannya diuji saat ia melangkah maju, tanpa ragu-ragu. Cahaya yang redup dari obor di tangannya membuat langkah-langkahnya tampak samar, tetapi Andi memiliki keyakinan bahwa ia memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan monster tersebut.

Tiba-tiba, suara menggema mengisi gua yang gelap itu. Meskipun semua hanya simulasi, tetapi terasa begitu nyata. Lalu, sosok monster yang menakutkan tampak dari kegelapan, dengan mata yang memancarkan api biru menyala. Andi tidak boleh menyerah, jiwanya harus tetap teguh dan tegas.

Dengan cepat, Andi menarik tongkat saktinya dan mulai memanggil mantra-mantra magis. Sihir-sihir yang dipelajarinya selama ini terwujud dalam serangan energi dan perlindungannya. Monster itu marah dan menyerangnya dengan pukulan yang kuat, tetapi Andi berhasil menghindar dengan kecepatan dan keahlian.

Peri Aurora dan Serigala Fenrir juga membantu Andi dalam pertempuran ini. Serigala Fenrir berlari keliling monster, menyebabkan kebingungan bagi monster tersebut sedangkan Peri Aurora mengeluarkan serangan api membara. Kebersamaan mereka adalah kekuatan terbesar Andi.

Andi terus melawan dengan gigih, tidak menyerah pada ketakutan yang mencoba merayap ke dalam hatinya. Ia mengingat kata-kata para guru dan mentornya, bahwa keberanian dan ketabahan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam perjalanan ini.

Setelah pertempuran yang sengit, akhirnya monster itu mulai melemahkan diri. Andi melihat celah dan melakukan serangan terakhir dengan segala kekuatannya. Monster itu jatuh dengan suara gema yang menghancurkan.

Akhirnya, dengan menggunakan semua keterampilan dan pengetahuannya yang ia pelajari selama ini, Pangeran Andi berhasil mengalahkan monster tersebut. Kemenangan ini tidak hanya untuknya sendiri, tetapi juga untuk semua orang yang telah mendukungnya dan membuatnya menjadi lebih baik.

Di hadapan para guru dan siswa, Pangeran Andi diterima dengan tepuk tangan meriah. Ia telah membuktikan kemampuannya dan berkomitmen untuk melindungi dan mengabdi pada kerajaan.

Dalam hatinya, Pangeran Andi bersyukur atas perjalanan luar biasa ini. Ia bersumpah untuk terus mengembangkan dirinya dan menggunakan ilmu yang ia pelajari untuk kebaikan semua orang. Sebagai seorang penyihir dan kesatria, ia akan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kebaikan.

“Selamat Pangeran Andi, sekarang kamu sudah lulus ujian dan dapat bergabung ke kelas khusus," kata Samantha, mentornya di Akademi Sihir dan Pedang.

"Andaikan aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanku," jawab Pangeran Andi dengan senyum gembira di wajahnya. "Terima kasih, Samantha. Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya."

Samantha mengangguk penuh pengertian. "Anda pantas mendapatkan kesempatan ini, Pangeran Andi. Bakat serta dedikasi Anda dalam belajar sihir dan pedang luar biasa. Kelas khusus ini akan memberikan Anda peluang untuk mengembangkan kemampuan Anda yang sudah sangat berkembang."

Pangeran Andi merasa semakin bersemangat mendengar kata-kata tersebut. Kelas khusus itu selalu menjadi impian yang sulit diwujudkan bagi banyak murid lainnya. "Saya akan melakukan yang terbaik dalam kelas ini, Samantha. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."

Samantha tersenyum bangga. "Itulah semangat yang saya inginkan dari Anda, Pangeran Andi. Kelas khusus akan memberikan Anda pelajaran yang lebih mendalam tentang sihir dan pedang, serta pengembangan kemampuan unik yang bisa Anda kembangkan lebih lanjut."

Pangeran Andi mengangguk serius. "Saya siap menerima tantangan apa pun yang ada di depan saya. Saya akan melampaui batas-batas kemampuan saya dan menjadi pejuang sihir yang tangguh."

Samantha mengulurkan tangannya dan mengangkat Pangeran Andi menjadi lebih tinggi. "Selamat, Pangeran Andi. Saya sangat bersemangat untuk melihat perjalanan Anda di kelas khusus ini. Bersiaplah untuk tantangan yang menunggu."

Dengan hati yang diisi kegembiraan dan tekad yang kuat, Pangeran Andi bersiap-siap untuk perjalanan barunya dalam kelas khusus. Ia tahu bahwa ini akan menjadi langkah penting dalam pencapaiannya sebagai seorang pejuang sihir dan pedang yang besar.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Tomorrow

Tomorrow

tandain dulu baca sampai sini, maaf ya thor kalau belum bisa baca satu kali langsung tamat🙏

2023-08-27

0

Tomorrow

Tomorrow

andi ternyata masih bocil banget, tak kirain udah sd. ternyata masih umur tk A tk B🤣

2023-08-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!