Episode 4

Beberapa hari kemudian setelah menjalin kontrak dengan Fenrir, Pangeran Andi terlihat bosan dan bingung dengan sesuatu.

“Andi, apa ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Serigala Fenrir.

Pangeran Andi pun memberitahu tentang semuanya pada Fenrir, tentang dirinya sebenarnya bereinkarnasi dan memiliki misi untuk melindungi binatang atau di dunia ini biasa disebut makhluk magis.

“Ah, aku pernah janji untuk membantumu agar bisa berkomunikasi dengan binatang sihir? Kalau begitu, ayo ikut aku!" ajak Serigala Fenrir.

Pangeran Andi menyambut ajakan Fenrir dengan senang hati dan keduanya pun pergi ke hutan untuk merespons panggilan para binatang yang butuh bantuan.

Sesampainya di hutan, Fenrir dan Pangeran Andi melihat seekor rusa yang terperangkap dalam perangkap yang dipasang oleh pemburu ilegal. Dengan sigap, mereka langsung membebaskan rusa itu dan berpesan agar ia tetap waspada dengan bahaya di sekitar hutan.

Kemudian, mereka bertemu seekor burung hantu yang sedang sakit. Fenrir dan Pangeran Andi berusaha untuk menyembuhkan burung itu dengan bantuan tumbuhan-tumbuhan obat yang ditemukan di sekitar hutan.

Tidak lama berselang, mereka bertemu sekelompok kera yang terkepung oleh sekelompok harimau. Dengan senjata dan keahlian pedangnya, Pangeran Andi berhasil membebaskan kera yang hampir diserang oleh harimau.

Setelah itu, Fenrir dan Pangeran Andi mendapat panggilan dari seekor gajah yang tidak bisa menjangkau air karena terhalang oleh batu besar. Pangeran Andi menggunakan kekuatan gaibnya untuk mengangkat batu itu dan membebaskan gajah dari kehausannya.

Tiba-tiba, mereka berdua merasakan aura negatif yang sangat kuat dari wilayah hutan bagian timur.

“Ini dia. Selain ancaman dari pemburu, sebenarnya ancaman ras iblis lebih berbahaya. Mereka dapat memanipulasi pikiran binatang sihir dan mengontrolnya agar menyerang pemukiman penduduk," jelas Fenrir.

Pangeran Andi mendengarkan dengan serius penjelasan Fenrir. Dia menyadari bahwa ancaman ras iblis ini lebih berbahaya daripada yang dia bayangkan sebelumnya.

"Apakah hanya pemukiman penduduk yang mereka serang?" tanya Pangeran Andi.

"Tidak, Pangeran. Ras iblis juga sering menyerang hutan-hutan dan makhluk-makhluk magis yang ada di dalamnya. Mereka ingin mengambil alih wilayah-wilayah ini untuk kepentingan mereka sendiri," jawab Fenrir.

Pangeran Andi merasa prihatin mendengar itu. Ia tidak bisa membiarkan ancaman ini terus berlanjut dan mengorbankan kehidupan makhluk magis dan penduduk.

"Fenrir, apa yang bisa kita lakukan untuk melawan ancaman ras iblis ini?" tanya Pangeran Andi dengan suara tegas.

Fenrir berpikir sejenak sebelum menjawab "Kita harus bersatu. Kita harus membangun aliansi antara bangsa manusia dan makhluk magis. Dengan kekuatan bersama, kita dapat melawan dan menghentikan ras iblis ini."

Pangeran Andi setuju dengan usulan Fenrir. “Kalau begitu, ayo temui pemimpin makhluk magis.”

“Kau tidak perlu melakukan itu. Akulah yang memimpin dan melindungi makhluk magis di wilayah ini," ungkap Serigala Fenrir.

“Lalu, apa yang harus kita lakukan, Fenrir?" tanya Pangeran Andi.

“Mari kita periksa hutan wilayah timur dan cari di mana makhluk iblis itu bersembunyi," jawab Serigala Fenrir.

Pangeran Andi mengangguk setuju. Mereka berdua segera membuat perlengkapan perjalanan dan bergegas menuju hutan wilayah timur. Perjalanan mereka melewati jalan setapak yang tak terlalu terawat dan semakin dalam ke dalam hutan.

Saat mereka memasuki hutan, suasana menjadi lebih gelap dan sunyi. Pohon-pohon tua dengan ranting-ranting yang melingkar, menghalangi sinar matahari. Angin berdesir lembut di antara daun-daun yang bergoyang-goyang.

Pangeran Andi dan Serigala Fenrir berjalan hati-hati mendengarkan setiap suara yang terdengar. Mereka menyusuri jalan beralur di tengah hutan, mengikuti jejak-jejak yang terlihat di tanah.

Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh yang menderu dari kejauhan. Pangeran Andi dan Serigala Fenrir berhenti sejenak, saling pandang, lalu mereka bergegas menuju suara itu. Semakin mendekat, mereka melihat cahaya menyala di kejauhan.

Saat sampai di tempat sumber suara, mereka terkejut melihat keadaan di sana. Makhluk iblis yang dikabarkan berada di hutan ternyata sedang merusak sebuah desa kecil yang terletak di pinggir hutan. Warga desa berhamburan berusaha menyelamatkan diri dari serangan iblis tersebut.

Pangeran Andi dan Serigala Fenrir tidak tahan melihat keadaan itu. Mereka berdua berlari menuju iblis tersebut, siap untuk melawan. Pangeran Andi menarik pedangnya sedangkan Serigala Fenrir mengeluarkan giginya yang tajam.

“Fenrir, ayo kalahkan laba-laba iblis itu," ujar Pangeran Andi.

Dengan mantap, Serigala Fenrir melompat ke depan, mencoba menggigit laba-laba iblis itu. Namun, laba-laba iblis tersebut cepat dan lincah, mampu menghindari serangan Serigala Fenrir dengan kecepatan yang luar biasa.

Pangeran Andi melihat betapa tangkasnya laba-laba iblis tersebut dan menyadari bahwa mereka membutuhkan strategi yang lebih baik. Dia dengan cepat membentuk rencana dalam pikirannya.

"Pergilah ke arah belakang laba-laba, Fenrir!" seru Pangeran Andi.

Serigala Fenrir segera mengubah arah dan melompat ke belakang laba-laba iblis. Dalam serangan yang berani Serigala Fenrir berhasil menggigit kaki belakang laba-laba iblis, menghentikan gerakannya sejenak.

Pangeran Andi melihat peluang itu dan bergerak maju. Dia dengan cekatan menusukkan pedangnya menuju tubuh laba-laba iblis. Namun, tiba-tiba laba-laba iblis mengeluarkan semburan asap hitam dari mulutnya, menghalangi pandangan Pangeran Andi.

Pangeran Andi terpaksa menghentikan serangannya dan mundur beberapa langkah. Dia menutup mulut dan hidungnya dengan tangan, berusaha melindungi diri dari asap beracun tersebut.

Saat asap beracun berangsur-angsur hilang, Pangeran Andi melihat laba-laba iblis telah kembali kepada kekuatan penuhnya. Dia menyadari bahwa mereka harus segera menemukan cara untuk mengalahkan iblis ini.

"Dia memiliki kekuatan yang luar biasa,” kata Pangeran Andi kepada Serigala Fenrir yang masih ada di sisinya. "Kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya."

Serigala Fenrir melihat Pangeran Andi dengan mata penuh kepercayaan. Mereka berdua mengamati gerakan laba-laba iblis, mencari celah untuk menyerang.

Tiba-tiba, Serigala Fenrir melolong keras dan meloncat tinggi ke udara. Dengan kecepatan kilat, ia berhasil mencapai laba-laba iblis dan menggigit lehernya. Laba-laba iblis meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari gigitan Fenrir, tetapi serigala itu tidak menyurutkan serangannya.

Sementara itu, Pangeran Andi memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang dengan pedangnya. Dia melompat maju dan menusukkan pedangnya tepat ke arah hati laba-laba iblis.

Dengan kumpulan kekuatan mereka berdua, Pangeran Andi dan Serigala Fenrir berhasil menghancurkan laba-laba iblis tersebut. Iblis itu meledak dalam kekuatan hitam yang memancarkan cahaya terang, meninggalkan asap hitam yang melayang-layang.

Setelah pertempuran itu, Pangeran Andi dan Serigala Fenrir berdiri di tengah reruntuhan bernapas lega. Mereka saling menatap dengan kebanggaan, tahu bahwa mereka telah melewati ujian berat dan berhasil mengalahkan kekuatan jahat.

"Kita berhasil,” kata Pangeran Andi tersenyum.

Serigala Fenrir mengangguk setuju, ekor dan giginya kembali ke bentuk aslinya.

Ketika laba-laba iblis berhasil dikalahkan, tiba-tiba Duke Sebastian dan beberapa prajurit datang.

“Pangeran Andi, jangan bilang bahwa serangan iblis yang dilaporkan oleh warga itu sudah kamu kalahkan?" tanya Sebastian.

Pangeran Andi mengangguk dan tersenyum. “Aku dan Fenrir sudah mengalahkannya!"

Duke Sebastian melihat Fenrir yang setia berdiri di samping Pangeran Andi, lengkap dengan bekas luka yang menghiasi tubuhnya. Ia terkejut melihat kekuatan dan keberanian yang dimiliki oleh binatang mitos tersebut.

"Tidak heran kamu bisa mengalahkannya, Pangeran Andi,” ujar Sebastian sambil mengangkat alisnya. "Kamu memiliki bantuan yang sangat kuat."

Pangeran Andi tersenyum rendah hati. "Aku sangat beruntung bisa memiliki Fenrir sebagai sahabatku. Ia bukan hanya seekor binatang mitos, tetapi juga memiliki hati yang mulia."

Duke Sebastian mengangguk setuju. "Karenanya aku sangat terkesan dengan keterampilanmu, Pangeran Andi. Namun, apa yang harus saya katakan pada Yang Mulia?"

Tentu saja kejadian ini pasti kembali mengejutkan Raja Elliot dan semua orang di istana. Ras iblis terkenal kuat, bahkan Sebastian membawa banyak prajurit demi untuk menghadapinya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Amishofi💙🍉 (HIATUS)

Amishofi💙🍉 (HIATUS)

telat datengnya huu 😒

2023-09-17

0

Tomorrow

Tomorrow

kayanya seru kalau dijadiin audiobook, jadi tinggal pakai headset tidur terus dengerin😌

2023-08-27

0

Tomorrow

Tomorrow

kekuatan gaib gak tuh🤣 beda dari yang lain

2023-08-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!