Episode 8

Tampak Pangeran Andi begitu gugup di hari pertamanya masuk ke kelas khusus di Akademi Sihir dan Pedang. Matanya tak berani menatap ke sekitarnya saat ia mencari kursinya di antara para murid yang sedang sibuk mencatat di meja masing-masing. Keringat dingin mengalir di keningnya saat ia mencoba mengendalikan kecemasannya.

Pangeran Andi merasa sedikit terasing di lingkungan baru ini. Setelah hidup sebagai anak bangsawan, ia mulai terbiasa menjalani kehidupan yang terlindungi di istana, jauh dari dunia luar yang keras dan penuh persaingan. Bersosialisasi dengan anak lainnya tentu berbeda dengan ketika dia berada di istana. Mental Andi juga menjadi seperti anak-anak lagi meskipun ia mengingat kehidupan sebelumnya. Namun demikian, keinginan kuatnya untuk menjadi seorang kesatria dan ahli sihir membawanya ke Akademi Sihir dan Pedang ini.

Dalam hati, ia merasa campuran antara antusiasme dan ketakutan. Ia berharap bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya, namun juga khawatir ketidakmampuannya akan menghambatnya. Ia tak ingin menjadi bahan tertawaan para murid yang mungkin lebih berpengalaman darinya.

Ketegangan semakin meningkat ketika guru mereka masuk ke dalam kelas. Pangeran Andi menghela napas lega karena sekarang perhatian semua orang akan beralih kepada guru, bukan lagi kepadanya. Guru itu adalah seorang penyihir yang terkenal dengan kekuatannya yang luar biasa.

Guru itu dengan tegas memberikan pengarahan kepada murid-muridnya. Ia mengatakan bahwa di kelas ini, tak ada yang namanya lulus dengan mudah.

“Baiklah, anak-anak, sekarang kita akan memulai pelajaran tentang teori dasar sihir lagi,” ujar guru tersebut seraya mengeluarkan sebuah buku tua yang diterbitkan pada abad ke-17. Murid-muridnya tampak antusias mendengarkan dan mengerahkan seluruh perhatian mereka pada guru tersebut.

Pangeran Andi mengamati mereka dengan senang hati. Meskipun dia adalah putra mahkota kerajaan, dia menyadari bahwa dia hanya bisa menjadi pemimpin yang baik jika dia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Sang guru yang terkenal bernama Lukas ini adalah kesempatan emas baginya untuk belajar ilmu sihir yang kuat.

Tampak Pangeran Andi semakin merasa tertantang oleh pelajaran sihir di kelas khusus ini. Pelajaran yang diajarkan guru Lukas itu tidak hanya berfokus pada cara mengeluarkan sihir, tetapi juga etika dan tanggung jawab yang ada di baliknya. Guru tersebut selalu menjelaskan pentingnya menggunakan kekuatan sihir dengan bijak dan bertanggung jawab.

Kemudian, guru tersebut memberikan tugas kepada murid-muridnya untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diminta untuk menggunakan sihir mereka untuk membantu orang lain dan membuat perubahan positif di sekitar mereka. Pangeran Andi merasa semakin terinspirasi oleh tugas ini.

Mereka harus bekerja keras, memiliki ketekunan, dan menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapkan kepadanya.

Pangeran Andi merasa semangatnya terbakar. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan besar ini. Selama bertahun-tahun, ia telah belajar tentang seni sihir dan keterampilan pedang, tetapi kelas khusus ini adalah tantangan sejati baginya.

Bersama dengan teman-teman sekelasnya, Pangeran Andi menjalani pelajaran itu dengan penuh semangat. Setiap latihan dan tugas dihadapinya dengan sungguh-sungguh. Ia tidak lagi merasa gugup, tetapi justru menemukan kepercayaan diri yang baru.

Ketika pelajaran berakhir, Pangeran Andi tiba-tiba didatangi seorang gadis bernama Aria.

“Hai Andi, lama tidak bertemu," sapa Aria.

“Hai juga Aria, memang sudah lama kita tidak bertemu. Senang bisa bertemu kamu di sini," jawab Pangeran Andi sambil tersenyum.

Aria Pistos adalah putri dari Duke Sebastian, seorang bangsawan terkemuka di kerajaan Iris. Duke Sebastian juga menjadi penasehat untuk Raja Elliot. Meskipun memiliki kedudukan tinggi, Aria memilih untuk mengikuti jejak Pangeran Andi dan mendaftar di Akademi Sihir dan Pedang. Mereka bertemu pertama kali saat masih kecil dan sejak itu mereka berteman dekat.

"Andi, kamu tidak akan percaya betapa senangnya aku bisa masuk ke Akademi ini. Aku benar-benar ingin belajar sihir dan pedang seperti kamu," cerita Aria dengan semangat.

Pangeran Andi tersenyum bangga mendengar itu. "Aku tidak meragukan kemampuanmu, Aria. Ayahmu tentu juga sangat bangga padamu."

"Pada awalnya, Ayah sedikit ragu. Tetapi setelah aku meyakinkannya dan menunjukkan motivasiku, dia akhirnya setuju. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan Ayah," ujar Aria mantap.

Pangeran Andi menepuk bahu Aria dengan penuh kebanggaan. "Aku yakin kamu akan berhasil, Aria. Mari, ayo kita pergi ke perpustakaan. Aku akan memberimu beberapa buku referensi yang mungkin akan berguna dalam perjalananmu di Akademi ini."

Kemudian, murid lainnya juga mulai menyapa Andi dan Aria. "Hai Andi! Hai Aria!" seru beberapa teman sekelas mereka.

"Andi, aku juga ingin belajar sihir dan pedang!" kata seorang murid laki-laki bernama Ray.

"Aku juga!" seru seorang murid perempuan bernama Marie.

Andi dan Aria tersenyum melihat semangat teman-teman sekelas mereka yang juga memiliki impian yang sama. Mereka bahagia bisa berada di antara orang-orang yang memiliki minat dan motivasi yang serupa. Ray dan Marie adalah Pangeran dan Putri dari Kerajaan Ignis. Meski demikian, status semua orang selama di Akademi diperlakukan dengan setara, tak peduli apakah ia bangsawan atau hanya dari kalangan rakyat biasa.

"Aku juga senang kalian berdua akan menjalani perjalanan yang sama dengan kami," ucap Pangeran Andi dengan ramah.

"Ayo kita belajar bersama-sama dan saling mendukung," tambah Aria dengan semangat.

Andi dan Aria bersama teman-teman sekelas yang lain pun pergi ke perpustakaan. Mereka siap memulai petualangan baru mereka di Akademi ini, dengan harapan bisa belajar dan berkembang menjadi penyihir dan pejuang yang tangguh.

Ketika Pangeran Andi dan teman-temannya menuju perpustakaan, mereka menjadi pusat perhatian seisi sekolah. Semua orang terkesima oleh penampilan mereka yang gagah dan elegan, terutama Andi dengan rambut peraknya yang tergerai indah dan pakaian seragam akademinya dengan hiasan kerajaan yang memikat.

Saat berjalan menuju perpustakaan, Andi dan teman-temannya melewati lorong sekolah yang ramai. Ada siswa-siswa lain yang berbisik-bisik dan memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu. Beberapa orang mengerumuni mereka, bertanya-tanya apa yang mereka lakukan hari ini.

Tidak seperti biasanya, perpustakaan di Akademi ini terletak di gedung kuno yang memiliki nuansa misterius. Ketika Andi dan teman-temannya memasuki perpustakaan, mereka terkejut dengan pemandangan di dalamnya.

Ruang perpustakaan yang luas dipenuhi dengan buku-buku tua, perangkat sihir, dan artefak kuno. Hentakan langkah mereka menggetarkan lantai marmer yang panjang dan membuat hamparan debu terbang ke udara. Cahaya dari cangkang kerang ajaib mengikuti langkah mereka, memberikan sinar yang mempesona di tengah kegelapan di perpustakaan. Semuanya terasa begitu magis.

Andi, yang merupakan keturunan keluarga kerajaan, adalah seorang penyihir alami yang memiliki bakat luar biasa dalam menggunakan sihir. Dia rajin belajar dan berlatih setiap hari untuk mengasah kemampuannya. Teman-teman Andi, termasuk Aria, adalah pejuang handal dengan kekuatan fisik yang luar biasa.

Mereka duduk di meja yang terletak di tengah ruangan perpustakaan. Buku-buku tebal dan bertumpuk menanti untuk dipelajari. Andi merasa begitu bersemangat, karena di sinilah dia bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang dunia sihir yang selama ini menghantuinya.

Mereka mulai membaca dan mencatat informasi dari buku-buku yang mereka temui. Setiap buku memberikan wawasan baru tentang sihir, sejarah, dan seni pertempuran. Mereka saling berdiskusi dan berbagi pengetahuan, bergantian membantu satu sama lain dalam meningkatkan keterampilan sihir dan kekuatan fisik mereka.

Petualangan di Akademi ini bukan hanya tentang belajar dan berkembang, tetapi juga tentang persahabatan, keberanian, dan pengorbanan. Andi dan Aria bersama teman-teman sekelas lainnya tumbuh menjadi penyihir dan pejuang yang tangguh melalui setiap perjalanan dan tantangan yang mereka hadapi.

Mereka menyadari bahwa Akademi ini adalah tempat yang cocok bagi mereka untuk mengembangkan potensi mereka. Petualangan baru mereka di perpustakaan ini menjadi batu loncatan menuju mimpi mereka menjadi penyihir dan pejuang terbaik dalam dunia ini.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Tomorrow

Tomorrow

aria calon-calon ratu kayanya😋

2023-09-10

0

Tomorrow

Tomorrow

pangeran andi introvet banget kayanya🤣

2023-09-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!