Sikembar menyerahkan diri

.

.

.

Sikembar sudah bersiap siap dengan peralatan yang dibutuhkan, beserta senjata yang tidak terduga sama sekali oleh musuh. Dengan menggunakan skuter mereka menuju markas kelompok mafia bloods yang dipimpin oleh Alfredo.

"Tuan yakin kalau anak itu akan datang," tanya Rocky saat mereka berada didalam ruangan Alfredo.

"Saya sangat yakin, dari cara mereka melawan anak buah saya, sudah pasti mereka bukan anak yang pengecut, di negara ini tidak ada yang berani melawan bloods tetapi anak itu dengan beraninya melawan." kata Alfredo tanpa menoleh kearah asisten pribadinya.

"Tuan tidak pernah memuji musuhnya seperti itu, berarti anak itu punya banyak kelebihan," batin Rocky.

"Mengapa kau diam?" tanya Alfredo.

"Sa... saya tidak tahu mau ngomong apa, Tuan?" Rocky berbicara dengan gugup.

"Hmmm ya sudah, keluarlah," perintah Alfredo dingin.

Sikembar masih berada diperjalanan, mereka tidak menggunakan mobil atau taksi karena mereka tidak ingin melibatkan orang lain dalam hal ini. sekarang sikembar sudah berada didepan gerbang setinggi 3 meter, dan pintu gerbang pun terbuka sendiri.

Sikembar disambut oleh bawahan Alfredo dengan senjata api ditangan mereka masing-masing.

"Kami bukan penjahat Paman, tidak perlu ditodongkan senapan atau pistol," ucap Ram tanpa raut wajah takut sedikitpun.

Bawahan Alfredo pun menurunkan senjata mereka dan menggiring sikembar menuju mansion sekaligus markas mafia bloods. Sikembar berjalan menggunakan skuter karena dari gerbang menuju mansion cukup jauh kalau berjalan kaki. Dan mansion Alfredo berada dipinggiran hutan tidak ada yang berani mendekat ke mansion tersebut.

"Masuk," perintah anak buah Alfredo saat mereka sudah tiba didepan pintu mansion.

Sikembar segera melipat skuter miliknya dan memasukkan kedalam tas ransel milik mereka masing-masing.

"Dimana bibik kami?" tanya Ram.

"Mereka ada dipenjara bawah tanah," jawab bawahan Alfredo.

Sikembar dibawa masuk kedalam mansion untuk menemui Alfredo, Alfredo yang berada didalam ruangan kerjanya pun segera keluar setelah mendapatkan laporan dari bawahannya bahwa sikembar sudah datang.

Prok...prok..prok..prok.. Alfredo bertepuk tangan melihat keberanian sikembar.

"Wah, wah, wah ternyata kalian benar benar datang, saya salut dengan keberanian kalian." ucap Alfredo.

"Kami sudah datang sekarang bebaskan pelayan kami," ucap Ram.

"Oh, sabar dulu apakah kalian ingin menemani mereka?" tanya Alfredo.

"Apa maksud paman?" tanya Ren.

"Tidak ada," jawab Alfredo, kemudian ia memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa sikembar keruang bawah tanah.

Sikembar ditodong kembali dengan senjata api, tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan mereka. sikembar digiring menuju penjara bawah tanah. Mereka tidak tahu bahwa ini adalah bagian dari rencana sikembar.

"Hahaha, hanya serangga kecil berani berurusan dengan mafia terkuat," Alfredo tertawa menggelegar diruangan itu.

Sikembar pun dibawa kepenjara bawah tanah, mereka akan dikurung bersama dengan kedua pelayan mereka.

"Masuk," ucap salah satu anak buah Alfredo, sikembar pun masuk kedalam penjara tersebut.

"Tuan kecil, maafkan kami karena kami tuan kecil juga tertangkap," ucap Aida.

"Gak apa apa bik, kami datang untuk menyelamatkan bibik." ucap Ram.

"Tapi bagaimana caranya tuan kecil, sedangkan kita terkurung disini," kata Marni.

"Kita akan cari cara agar bisa keluar dari tempat ini," ucap Ram.

Kesalahan terbesar bagi mafia bloods menangkap sikembar dan tidak mengambil tas ransel milik mereka. mereka terlalu meremehkan kemampuan lawan.

Sikembar duduk dilantai yang dingin, beruntung sikembar membawa jaket untuk kedua pelayan itu, agar tidak terlalu kedinginan.

"Bibik pakai jaket ini biar tidak kedinginan," ucap Ram.

"Baik tuan kecil, terimakasih," ucap Marni dan Aida serentak.

Mereka tidak dijaga sama sekali karena mereka sangat yakin siapapun yang masuk penjara bawah tanah tidak akan bisa keluar hidup hidup.

"Bagaimana dengan anak itu? besok salah satu dari mereka harus bisa kuambil otaknya," tanya Alfredo.

"Benar Tuan, saya sudah menghubungi dokter yang memindahkan otak tersebut," jawab Rocky.

"Bagus, besok operasi besar akan berlangsung, dan aku pastikan anak itu baik baik saja," ucap Alfredo.

Alfredo sudah membayangkan akan memiliki otak jenius dari sikembar, ia merasa sudah diatas angin karena sebentar lagi akan menjadi orang jenius.

...****************...

Sementara dibelahan dunia lain, Diva merasa gelisah, kadang duduk kadang berdiri. Darmendra yang melihat hal itu pun langsung memeluk istrinya.

"Ada apa hmmm?" tanya Darmendra.

"Gak tau by, perasaanku rasanya tidak tenang. Apa terjadi sesuatu dengan sikembar?" tanya Diva.

"Sudah ditelepon?" tanya Darmendra.

"Sudah, tapi nomor mereka tidak aktif," jawab Diva.

"Kita berdoa saja semoga anak anak kita baik baik saja." ucap Darmendra.

"Tapi aku benar benar tidak tenang, hubby." kata Diva.

"Iya, aku tau makanya doakan supaya mereka baik baik saja." jawab Darmendra.

Lalu Darmendra merebahkan tubuh Diva diatas ranjang, Darmendra juga berbaring disamping Diva dan memeluknya agar Diva lebih tenang. Darmendra mengelus rambut panjang Diva.

"Hubby, bagaimana kalau sesuatu terjadi pada sikembar?" tanya Diva.

"Jangan ngomong yang jelek jelek, percayalah mereka bisa menjaga diri." jawab Darmendra. Diva pun akhirnya sedikit lebih tenang.

"Inikah yang dinamakan ikatan batin, walaupun bukan anak kandung tapi Diva merasakan kecemasan terhadap sikembar," batin Darmendra.

Diva akhirnya tertidur, sedangkan ketiga anaknya tidur bersama Vera dan Jordan dikamar sikembar 3.

Darmendra bangun dan beralih ke balkon, Darmendra mencoba menghubungi nomor telepon sikembar tapi tidak aktif, lalu Darmendra menelpon pelayan dirumah sikembar juga tidak aktif. Darmendra pun mulai tidak tenang.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka? mengapa semua nomor tidak aktif? batin Darmendra.

Lalu Darmendra menghubungi pengawal bayangan sikembar, ternyata nomor mereka juga tidak aktif, Darmendra semakin gelisah.

"Semoga saja mereka baik baik saja," gumam Darmendra.

Tidak berapa lama Darmendra mendapat notifikasi pesan dari nomor sikembar bahwa mereka baik baik saja.

"Daddy, jangan cemas kami baik-baik saja, saat ini ponsel kami terpaksa dimatikan karena kami sedang dalam misi menyelamatkan bik Marni dan bik Aida, Daddy tenang saja kami bisa mengatasinya." begitulah pesan dari Ram, agar Daddy nya tidak terlalu khawatir pada mereka.

"Syukur lah kalian baik baik saja, aku percaya kalian pasti bisa.," gumam Darmendra.

Kemudian ponsel Darmendra pun berdering, ternyata dari pengawal bayangan sikembar.

"Halo tuan maaf Tuan ponsel saya mati, ucap pengawal bayangan itu gemetar takut tuan mereka marah.

"Hmmm, ya sudah tidak apa-apa," jawab Darmendra.

"Tuan, tuan kecil sedang ke markas mafia bloods, dan kami sedang mengintai mereka," kata pengawal bayangan itu.

"Baiklah, kalian bantu sikembar, mereka sedang menyelamatkan kedua pelayan yang diculik." perintah Darmendra.

"Baik tuan, kami sekarang ada diluar markas tersebut. kata pengawal bayangan itu.

Lalu panggilan telepon pun terputus, Darmendra bisa sedikit tenang sekarang setelah mendapatkan kabar dari bawahannya. kemudian Darmendra pun masuk dan membaringkan tubuhnya disamping Diva lalu memeluknya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ragil Saputri

Ragil Saputri

Alfredo terlalu meremehkan si kembar.....Lo salah pilih lawan do dol

2025-02-20

1

LENY

LENY

SALAH PILIH LAWAN KAMU ALFREDO😅

2024-11-17

3

Erna Masliana

Erna Masliana

ganti otak.. di dunia nyata belum ada y.. lebih tepatnya belum ada yang berhasil sepertinya

2024-09-02

4

lihat semua
Episodes
1 Awal mula
2 Menciptakan senjata baru
3 Ada saja musuh
4 Jalan jalan
5 Merasa heran.
6 Aku suka kamu
7 Jangan coba coba
8 Sikembar menyerahkan diri
9 Berurusan dengan kami berarti hancur
10 Tertukar.
11 cewek yang menyusahkan.
12 Tidak mungkin
13 Resmi menjadi CEO
14 Pertemuan tidak terduga.
15 Bersandiwara
16 Salah orang
17 kagum
18 makan malam bersama
19 Cahayaku
20 Bertemu ibu
21 Penyesalan yang terlambat.
22 Bagai anjing dan kucing
23 Disambut baik
24 Calon istri idaman
25 Keliru.
26 Kolaborasi Raffa dan Prita.
27 Mendapat tawaran
28 Ray dan Nadine
29 Mengajak dengan paksa
30 Pengganggu
31 Kencan?
32 Aku siap
33 Menunggu waktu yang tepat
34 Nembak atau melamar pekerjaan?
35 mau ngerjain malah dikerjain
36 Biar kami hadapi
37 Ternyata kita punya pacar hebat.
38 Beginikah rasanya?
39 Ngajak dinner.
40 Dinner romantis ala Ray
41 Memperkenalkan ( part 1)
42 Memperkenalkan (part 2)
43 Makan malam bersama keluarga besar
44 Mengungkapkan
45 Keberanian gadis kecil
46 Ada ada saja
47 Berniat Menggoda
48 Mulai rekaman.
49 korban patah hati
50 Menangis
51 Jadi bingung.
52 Meminta maaf
53 Azura
54 Ngedate.
55 Khusus malam ini
56 Canggung
57 Hari libur.
58 Liburan bareng keluarga besar.
59 Keseruan di tepi pantai
60 Menginap ditepi pantai
61 Menolong Azura.
62 Menolong tidak harus diumbar umbar
63 Seperti mimpi
64 Triple A.
65 Pemberani.
66 Kebutik
67 Pesta
68 Sedikit kericuhan
69 Mendekati ujian.
70 Menerima tantangan
71 Kita masih kecil
72 Sudah kuduga
73 Awal kehancuran
74 Rencana lamaran
75 Membeli cincin pertunangan
76 Pasangan serasi
77 Biar kapok
78 Sampai segitunya?
79 Kejujuran Diva
80 Acara lamaran.
81 Resmi tunangan
82 Preman jalanan.
83 Hebat juga Kamu
84 Tidak tergoda
85 Seperti di film action
86 Terlalu semangat
87 Pengumuman kelulusan
88 Semakin terpesona.
89 Cari gara gara
90 Eyeliner
91 Fitting baju pengantin,
92 Penculikan.
93 Penyelamatan
94 Kekompakan satu keluarga
95 Pernikahan sikembar
96 Resepsi (part 1)
97 Resepsi (part 2)
98 Resepsi (part 3)
99 Berangkat Honeymoon
100 Welcome to Dubai.
101 Salah mencari lawan.
102 Ada ulat bulu
103 Terasa indah bila bersama
104 Serangan tidak terduga
105 Menghancurkan musuh
106 Semua merasa lega
107 Jangan ingat masa lalu.
108 Johan kapok
109 Bocah juga tidak mau kalah
110 Kesederhanaan
111 Ada apa dengan sikembar?
112 Sensitif
113 Garis dua
114 Kabar gembira
115 Kenapa aku?
116 Teman lama
117 Gara gara daster
118 Mengambil alih
119 Siapa yang mengajari kalian?
120 Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta
121 Hanya ingin berbagi
122 Pembuat onar
123 Acara syukuran.
124 Wardina diculik.
125 Masa lalu Agnesia
126 Kemarahan Cahaya
127 Dia dalangnya
128 Patut untuk dicontoh
129 Kecelakaan
130 Kecemasan
131 Terimakasih untuk wonder girls
132 Kunjungan teman sekelas
133 Kembali ke sekolah
134 Menggagalkan
135 Maaf Mobilnya hancur
136 Aku hanya rindu
137 Menjelang kelahiran
138 Jajanan pinggir jalan
139 Hari kelahiran
140 Kebahagiaan keluarga
141 Luar biasa
142 Pulang dari rumah sakit
143 Rencana Acara aqiqah
144 Acara aqiqah
145 Punya maksud lain
146 Rencana yang gagal
147 Jangan berurusan denganku
148 Mencurigakan.
149 Bukan tandingan kalian
150 Jangan khawatir
151 Cuma ingin memastikan.
152 Tidak apa-apa.
153 Pendatang baru
154 Blacklist
155 Hari terakhir ujian
156 Dituntut
157 Acara perpisahan dan keberangkatan triple A.
158 Promosi novel baru
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Awal mula
2
Menciptakan senjata baru
3
Ada saja musuh
4
Jalan jalan
5
Merasa heran.
6
Aku suka kamu
7
Jangan coba coba
8
Sikembar menyerahkan diri
9
Berurusan dengan kami berarti hancur
10
Tertukar.
11
cewek yang menyusahkan.
12
Tidak mungkin
13
Resmi menjadi CEO
14
Pertemuan tidak terduga.
15
Bersandiwara
16
Salah orang
17
kagum
18
makan malam bersama
19
Cahayaku
20
Bertemu ibu
21
Penyesalan yang terlambat.
22
Bagai anjing dan kucing
23
Disambut baik
24
Calon istri idaman
25
Keliru.
26
Kolaborasi Raffa dan Prita.
27
Mendapat tawaran
28
Ray dan Nadine
29
Mengajak dengan paksa
30
Pengganggu
31
Kencan?
32
Aku siap
33
Menunggu waktu yang tepat
34
Nembak atau melamar pekerjaan?
35
mau ngerjain malah dikerjain
36
Biar kami hadapi
37
Ternyata kita punya pacar hebat.
38
Beginikah rasanya?
39
Ngajak dinner.
40
Dinner romantis ala Ray
41
Memperkenalkan ( part 1)
42
Memperkenalkan (part 2)
43
Makan malam bersama keluarga besar
44
Mengungkapkan
45
Keberanian gadis kecil
46
Ada ada saja
47
Berniat Menggoda
48
Mulai rekaman.
49
korban patah hati
50
Menangis
51
Jadi bingung.
52
Meminta maaf
53
Azura
54
Ngedate.
55
Khusus malam ini
56
Canggung
57
Hari libur.
58
Liburan bareng keluarga besar.
59
Keseruan di tepi pantai
60
Menginap ditepi pantai
61
Menolong Azura.
62
Menolong tidak harus diumbar umbar
63
Seperti mimpi
64
Triple A.
65
Pemberani.
66
Kebutik
67
Pesta
68
Sedikit kericuhan
69
Mendekati ujian.
70
Menerima tantangan
71
Kita masih kecil
72
Sudah kuduga
73
Awal kehancuran
74
Rencana lamaran
75
Membeli cincin pertunangan
76
Pasangan serasi
77
Biar kapok
78
Sampai segitunya?
79
Kejujuran Diva
80
Acara lamaran.
81
Resmi tunangan
82
Preman jalanan.
83
Hebat juga Kamu
84
Tidak tergoda
85
Seperti di film action
86
Terlalu semangat
87
Pengumuman kelulusan
88
Semakin terpesona.
89
Cari gara gara
90
Eyeliner
91
Fitting baju pengantin,
92
Penculikan.
93
Penyelamatan
94
Kekompakan satu keluarga
95
Pernikahan sikembar
96
Resepsi (part 1)
97
Resepsi (part 2)
98
Resepsi (part 3)
99
Berangkat Honeymoon
100
Welcome to Dubai.
101
Salah mencari lawan.
102
Ada ulat bulu
103
Terasa indah bila bersama
104
Serangan tidak terduga
105
Menghancurkan musuh
106
Semua merasa lega
107
Jangan ingat masa lalu.
108
Johan kapok
109
Bocah juga tidak mau kalah
110
Kesederhanaan
111
Ada apa dengan sikembar?
112
Sensitif
113
Garis dua
114
Kabar gembira
115
Kenapa aku?
116
Teman lama
117
Gara gara daster
118
Mengambil alih
119
Siapa yang mengajari kalian?
120
Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta
121
Hanya ingin berbagi
122
Pembuat onar
123
Acara syukuran.
124
Wardina diculik.
125
Masa lalu Agnesia
126
Kemarahan Cahaya
127
Dia dalangnya
128
Patut untuk dicontoh
129
Kecelakaan
130
Kecemasan
131
Terimakasih untuk wonder girls
132
Kunjungan teman sekelas
133
Kembali ke sekolah
134
Menggagalkan
135
Maaf Mobilnya hancur
136
Aku hanya rindu
137
Menjelang kelahiran
138
Jajanan pinggir jalan
139
Hari kelahiran
140
Kebahagiaan keluarga
141
Luar biasa
142
Pulang dari rumah sakit
143
Rencana Acara aqiqah
144
Acara aqiqah
145
Punya maksud lain
146
Rencana yang gagal
147
Jangan berurusan denganku
148
Mencurigakan.
149
Bukan tandingan kalian
150
Jangan khawatir
151
Cuma ingin memastikan.
152
Tidak apa-apa.
153
Pendatang baru
154
Blacklist
155
Hari terakhir ujian
156
Dituntut
157
Acara perpisahan dan keberangkatan triple A.
158
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!