.
.
.
Malam ini adalah malam yang paling membahagiakan bagi Sudibyo, dia sudah membayangkan akan berbesan dengan keluarga terkaya di negara ini, bukan karena dirinya matre tapi sudah dipastikan kehidupan anaknya dimasa mendatang pasti akan terjamin.
Sebenarnya Sudibyo tidak mempermasalahkan siapapun yang menjadi suami putrinya kelak? Dan Sudibyo juga tidak peduli walaupun dari keluarga menengah kebawah, tapi alangkah lebih baik lagi kalau dengan anak rekan bisnisnya itu.
"Makan malam sudah siap," kata Diana menghampiri suaminya yang masih dalam lamunannya.
Diana menepuk pundak suaminya seketika Sudibyo terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"Papa kenapa? Kok melamun?" tanya Diana.
"Gak apa-apa, Papa cuma mikir pekerjaan," jawab Sudibyo.
Kini mereka sudah berada dimeja makan. Saat Diana hendak melayani mereka, sikembar menolak dengan halus dan mengatakan bahwa mereka tidak biasa dilayani terkecuali istri mereka nanti.
Diana tidak tersinggung malah merasa bangga dengan kemandirian sikembar.
"Mari silahkan dimakan," kata Sudibyo, sikembar hanya mengangguk.
Sedangkan Nadine dan Keyla tampak malu malu makan didepan cowok tampan. Keyla meskipun malu malu tapi masih sempat curi curi pandang kearah Rakha. Berbeda dengan Nadine, ia tidak berani memandang dua cowok tampan didepannya. Dia masih malu karena salah sasaran melabrak orang, yang dikiranya Ray ternyata bukan.
Setelah selesai makan malam, sikembar ngobrol sebentar bersama Sudibyo dan Diana, setelah itu baru mereka pamit pulang.
Didalam kamar, Keyla dan Nadine sedang berbaring. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian tentunya.
"Nad, gue dapat rezeki nomplok hari ini," kata Keyla.
"Rezeki apaan paling juga masalah cowok tadi," ucap Nadine ketus.
"Nah itu dia masalahnya, tadi gue gak sengaja ditabrak, Lo tau gak berapa cowok itu ngasih uang?" tanya Keyla.
"Lah mana ku tahu, kamunya belum bilang," kata Nadine.
"Makanya kalau orang ngomong tuh dengerin jangan asal main potong aja," ucap Keyla.
"Habisnya kamu ceritanya berbelit-belit, langsung ke intinya saja atau to the point gitu," kata Nadine
"Dia ngasih gue uang 1 miliar," kata Keyla penuh penekanan.
"What..? Gak salah?" tanya Nadine kaget.
"Suer deh, nih lihat..!" kata Keyla memperlihatkan notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya. Nadine seketika terbelalak melihat notifikasi tersebut.
"Sekaya apa sih cowok itu, hingga begitu gampangnya ngasih uang segitu banyak," ucap Nadine.
Ram dan Rakha sudah tiba di mansion, diruang tamu masih berkumpul keluarga mereka setelah makan malam.
"Kalian sudah makan?" tanya Diva.
"Sudah Mom," jawab Ram.
Sikembar 3 sudah masuk kekamar mereka masing-masing karena besok mereka harus sekolah jadi tidak boleh terlalu larut malam tidurnya.
"Ya sudah, sekarang pergi mandi setelah itu istirahat pasti kalian capek," kata Diva, Ram pun pamit tidak lupa ia mencium pipi Mommy nya.
Didalam kamar, Ram langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin, tidak butuh waktu lama Ram pun selesai mandi dan berganti pakaian dengan piyama. Ram merebahkan tubuhnya diatas ranjang, tiba tiba ia teringat sesuatu. Ram bangkit dan berjalan kearah meja, Ram duduk dikursi dan perlahan ia membuka laptopnya dan mengetik nama seseorang. Entah kenapa tiba-tiba saja ia ingin mencari tahu tentang orang itu.
Dengan keahlian yang dimilikinya tidak sulit bagi Ram mencari tahu informasi tentang orang itu. Ram tersenyum melihat foto seorang gadis cantik, yang entah sejak kapan mengisi hatinya.
"Aku harus menemuinya, apakah dia masih ingat denganku?" batin Ram.
Ram mengambil kalung yang ada didalam laci, saat ia memegang kalung itu tiba-tiba saudara saudaranya masuk, dengan cepat Ram menyembunyikan kalung itu tapi tetap saja ketahuan.
"Kenapa kalian masuk tidak ketuk pintu dulu?" tanya Ram.
Tapi saudara saudaranya tidak peduli, malah mereka menggedah tubuh Ram yang menyembunyikan sesuatu.
"Hei apa apaan kalian, geli tau," kata Ram sambil tertawa kegelian.
"Nah dapat," teriak Ren seolah olah menemukan harta Karun.
Mereka saling pandang melihat sebuah kalung emas, dan melihat ukiran nama Cahaya paradina.
"Cahaya paradina?" tanya Roy.
"Jujur dengan kami, apa yang kamu sembunyikan? Kenapa kami tidak tahu tentang ini?" pertanyaan beruntun dari Rakha sehingga Ram tidak bisa menjawab.
"Sini kembalikan, nanti aku akan kembalikan pada pemiliknya," kata Ram.
"Katakan dulu, ada hubungan apa kamu dengan pemilik kalung ini?" tanya Ren.
"Tidak ada hubungan apa-apa, dia hanya menitipkan ini sebagai balas jasa, apa kalian lupa pada gadis penjual keripik?" tanya Ram.
"Hahaha," seketika mereka tertawa terbahak bahak.
"Ternyata adik kita jatuh cinta pada penjual keripik itu," goda Rakha.
"Lalu apa bedanya denganmu? Kamu sukakan sama cewek yang kamu tabrak?" tanya Ram.
Rakha tidak bisa berkutik.
"Jangan ngeles deh, kalau kamu tidak suka, mana mungkin kamu peduli sama tuh cewek," cecar Ram.
"Eng... enggak, mana ada?" Rakha mulai gugup.
"Sini kalung nya, besok aku akan menemuinya," ucap Ram keceplosan, kemudian ia dengan cepat menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Bagaimana dengan cewek koper itu, Ray?" tanya Ren.
"Aku akan membuat perhitungan dengannya, gara gara dia mengambil ciuman pertamaku," ucap Ray tanpa sadar, kemudian saudara saudaranya saling pandang.
"Jadi kalian sudah ciuman?" tanya Raffa.
"Ehh bukan, aku salah ngomong," kata Ray lalu segera keluar dari kamar Ram.
Hahaha hahaha, mereka pun tertawa melihat tingkah laku Ray yang nampak malu.
"Terus, dimana kamu akan menemui Cahaya mu?" tanya Rakha.
"Dia kuliah di universitas ternama di kota ini, yaitu Fakultas kedokteran universitas Indonesia." jawab Ram.
"Dia menjadi dokter, cocok deh dengan kamu yang mendirikan perusahaan pembuatan obat obatan," kata Roy.
"Tapi aku ragu, apa dia masih ingat dengan aku?" tanya Ram.
"Kamu mencintainya?" tanya Raffa, tanpa sadar Ram mengangguk.
"Kalau begitu temui dia cepat, kalau dia tidak ingat siapa kamu, tinggal tunjukkan kalung ini," kata Rasya.
"Iya ya, kok aku gak kepikiran kesitu," ucap Ram, kini dia tersenyum lega.
"Aku juga ketemu cewek cantik berjilbab," ucap Ren.
"Terus?" tanya mereka serentak.
"Baru ketemu gak tau kedepannya, tapi aku suka dengan sikapnya yang sulit disentuh oleh laki laki," kata Ren.
"Maksudnya?" tanya Ram.
"Ya setiap ada laki laki yang menggangu nya langsung dibikin babak belur oleh cewek itu," ucap Ren.
"Termasuk kamu?" kata Roy.
"Gak juga, buktinya dia mau mengobati hidungku," kata Ren.
"Wah hebat juga tuh cewek, bisa menonjok muka tampan saudara kita, biasanya peluru yang lebih cepat saja bisa dielakkan, tapi yang ini, hahaha." Ram langsung tertawa kencang membayangkan Ren kena bogem mentah dari seorang gadis.
"Penasaran seperti apa cewek itu hingga membuat Abang kita jatuh hati," kata Rakha.
"Sudah sudah lebih baik sekarang kalian keluar dari kamarku, aku mau tidur," Ram.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Ragil Saputri
mama Diva...siap" ketemu ma para calon mantu.....GK kebayang ramainya Mension Darmendra
2025-02-21
1
Ragil Saputri
satu persatu seven R ketemu jodohnya.....
2025-02-21
1
Sulaiman Efendy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
2024-08-07
5