Ada saja musuh

.

.

.

Bryan pun menghubungi Daddy nya meminta bantuan untuk membunuh bocah kembar tujuh tersebut.

"Halo Daddy, aku dipukuli di kampus," kata Bryan.

Alfredo yang mendengar putra semata wayangnya dipukuli sangat murka hingga ia memerintahkan 20 orang anak buahnya untuk pergi ke kampus putranya.

"Baik Daddy akan mengirim orang untuk menghabisi bocah itu, kamu tunggu saja disana untuk menyaksikan kematian mereka," kata Alfredo.

Bryan menyeringai mendengar Daddy nya mengirim orang untuk menghabisi sikembar. Itulah sebabnya mengapa semua orang yang ada disini tidak berani untuk melawan? karena mereka takut dan mereka tentu masih sayang nyawa mereka.

Hanya sikembar lah yang berani melawan Bryan, walaupun sikembar tau resikonya tapi mereka tidak bisa tinggal diam melihat orang lain atau siapapun ditindas.

Sikembar sudah keluar dari kelas mereka, setelah mengikuti kegiatan yang diberikan oleh profesor Albert, mereka berencana untuk pulang. Karena sikembar undangan khusus di kampus ini jadi semua kegiatan dan tugas mereka hanya profesor Albert yang mengajari mereka. Tidak ada dosen lain dan tidak ada mahasiswa lain. dan mereka pun ditempatkan diruangan khusus.

"Kita mau pulang atau jalan jalan?" tanya Ren.

"Aku mau pulang aja, nanti sore baru jalan jalan," Ram.

"Kita cari makanan dulu bisa gak?" tanya Roy.

"Malas ah, aku mau makan dirumah aja," Rakha.

"Ya udah, kita pulang aja kalau begitu," ucap Roy, tapi perasaannya begitu dongkol karena saudaranya tidak mengikuti keinginannya.

Saat didepan kampus, tiba-tiba sikembar dihampiri oleh sekelompok orang yang mereka tidak kenal. Lalu sikembar menghela nafas kasar.

"Ada apa lagi ini? bisa kah sehari saja biarkan kami hidup tenang?" tanya Ray panjang lebar.

"Pasti ini ulah si bayam itu," jawab Roy.

"Ada saja musuh, tidak di Indonesia tidak disini sama saja," Ram.

Kemudian Bryan muncul ditengah tengah orang tersebut sambil tersenyum mengejek kearah sikembar, sedangkan sikembar santai santai saja.

"Sekarang kalian lihat betapa kuatnya saya, mereka adalah orang-orang terpilih Daddy saya," seringai Bryan.

"Hahaha, kuat darimana nya kalau hanya berlindung dibawah ketiak Daddy," ejek Ram.

Para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul menyaksikan semua itu, kejadian ini mengingatkan mereka setahun yang lalu, ada seorang mahasiswi yang berani menampar Bryan karena tidak terima dilec**kan. Dan mahasiswi tersebut harus meregang nyawa karena digil** oleh Bryan dan teman temannya. Sejak saat itulah tidak ada yang berani menentang Bryan, dan ada satuN lagi mahasiswa baru juga berani melawan Bryan dan akhirnya terbunuh oleh anak buah Alfredo. Kejadian demi kejadian hingga membuat mahasiswa dan mahasiswi takut dengan Bryan yang tidak main-main kalau ingin membunuh.

"Berani sekali kamu bocah, tertawalah sepuasnya karena sebentar lagi kalian akan tamat," kata Bryan penuh penekanan.

"Mari kita pulang, malas meladeni si bayam itu," kata Ren.

Sikembar berjalan hendak meninggalkan tempat itu, tapi dihadang oleh anak buah Alfredo, sikembar dikelilingi oleh 20 orang. Tidak ada pilihan lain," ucap Ray.

Sikembar sudah bersiap siap untuk melawan mereka, dan hal itu tentu disaksikan oleh profesor Albert dari jendela ruangannya.

"Benar benar anak pemberani," gumam profesor Albert.

Sedangkan disudut lain Linda dan Nathalie juga menyaksikan hal tersebut, Linda sempat khawatir karena yang sikembar hadapi adalah orang yang mereka takuti di negara ini.

Sikembar saling membelakangi satu sama lain, mereka berbicara pun saling berbisik.

Anak buah Alfredo mengeluarkan senjata tajam milik mereka masing-masing, tapi sikembar tidak gentar sedikitpun. Bagi mereka itu hal biasa.

Diam diam sikembar menembakkan bius ciptaan mereka yang berbentuk seperti pulpen, seketika tujuh orang dari mereka jatuh tidak sadarkan diri.

"Apa yang terjadi?" tanya Bryan heran.

Sedangkan anak buah Alfredo saling pandang karena mereka tidak menyadari kalau teman mereka sudah ditembak dengan bius pelumpuh.

"Sekarang tinggal 13 orang lagi," bisik Ram pada saudaranya.

"Gimana? mau kita buat lumpuh atau dibuat patah tulang?" tanya Ren.

Kalau dibuat lumpuh berarti ditembak bius, kalau dibuat patah tulang berarti melawan secara bertarung.

"Kita lumpuhkan tujuh orang lagi," bisik Ray, mereka pun mengerti dan....

Bruuk... bruuk...bruuk...bruuk... satu persatu jatuh ketanah, kini hanya tinggal 6 orang lagi. Bryan yang menyaksikan hal itupun terkejut, dia juga heran mengapa anak buah Daddy-nya jatuh satu persatu sebelum melawan sikembar.

Sikembar menyimpan senjata rahasia mereka didalam saku celana masing-masing.

"Saatnya kita bertarung," ucap Ray, dan yang lainnya mengangguk.

Ray, Ren, Rakha, Raffa Rasya dan Roy maju melawan keenam yang tersisa, sedangkan Ram maju hendak melawan Bryan.

Ram bersalto memutar tubuhnya sambil mengangkat kakinya menendang Bryan hingga tepat mengenai telinganya, Bryan jatuh tersungkur ke tanah dengan telinganya berdarah.

"Mana kesombonganmu si bayam?" tanya Ram dengan senyum devil, membuat Bryan bergidik melihatnya.

Sedangkan keenam saudaranya masih bertarung melawan anak buah Alfredo yang ternyata cukup tangguh dan kuat.

"Ternyata mereka cukup tangguh," ucap Roy, saat mereka menjeda pertarungan mereka.

"Benar, aku sedikit kualahan menghadapinya," ucap Rakha.

"Kita jangan lengah, kita harus secepatnya menyelesaikan semua ini, agar tenaga kita tidak terkuras banyak," Ren.

Mereka kembali bertarung melawan anak buah Alfredo, yang ternyata tidak bisa untuk diremehkan.

Bryan bangkit lagi hendak melawan Ram, tapi Ram dengan sigap melawan kembali hingga pertarungan pun terjadi antara Bryan dengan Ram.

Dalam sekejap Bryan sudah bisa Ram lumpuhkan, sekarang ia harus membantu saudaranya yang sedang bertarung.

Satu persatu anak buah Alfredo mereka lumpuhkan, hingga tidak ada lagi yang tersisa, semua sudah dipastikan tidak bisa bergerak sama sekali.

"Mereka memang hebat," ucap profesor Albert yang dari tadi menyaksikan pertarungan tersebut.

"Tidak sia sia aku mengambil mereka untuk menjadi penerusku kelak," katanya lagi.

Para mahasiswa dan mahasiswi yang menyaksikan pertarungan tersebut berdecak kagum dengan kehebatan sikembar, selama ini mereka selalu dibayang bayangi rasa ketakutan yang luar biasa, sehingga rela memberikan uang setiap hari kepada Bryan dan teman temannya.

"Kita akan tanggung semua resikonya sama sama," ucap sikembar serentak sambil menggabungkan telapak tangan mereka satu sama lain.

"Satu untuk semua, semua untuk satu, yes," ucap sikembar dengan kompaknya.

Lalu mereka meninggal kampus tersebut untuk kembali kerumah. dan selebihnya profesor Albert yang mengurus orang orang yang sudah tidak bisa bergerak termasuk Bryan. Profesor Albert memanggil Ambulance untuk datang membawa mereka kerumah sakit.

"Gak nyangka ternyata mereka sehebat itu," kata Linda pada Nathalie sahabatnya.

"Benar, pantas saja mereka sangat berani menentang si bayam itu," ucap Nathalie yang juga ikut ikutan menyebut Bryan dengan sebutan si bayam.

Sikembar sudah tiba dirumah mereka, mereka langsung pergi kedapur untuk meminum air.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, aku yakin Alfredo tidak akan tinggal diam dan pasti akan membalas dendam." Ray.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

anak mafia bisanya cuma ngadu... bukannya harusnya digembleng dilatih supaya jadi penerus.. kalo penerusnya kayak gini bisa dikudeta anak buah

2024-09-02

4

yonahaku

yonahaku

dih Bryan dia yang buat masalah ngadu kaya anak kecil bilang dipukulin sama seperti istilah maling teriak maling

2024-08-31

1

Samaniah

Samaniah

q baca lg setelh sekian lama gk baca,kok kangen sama si kembar inih😍

2024-08-29

4

lihat semua
Episodes
1 Awal mula
2 Menciptakan senjata baru
3 Ada saja musuh
4 Jalan jalan
5 Merasa heran.
6 Aku suka kamu
7 Jangan coba coba
8 Sikembar menyerahkan diri
9 Berurusan dengan kami berarti hancur
10 Tertukar.
11 cewek yang menyusahkan.
12 Tidak mungkin
13 Resmi menjadi CEO
14 Pertemuan tidak terduga.
15 Bersandiwara
16 Salah orang
17 kagum
18 makan malam bersama
19 Cahayaku
20 Bertemu ibu
21 Penyesalan yang terlambat.
22 Bagai anjing dan kucing
23 Disambut baik
24 Calon istri idaman
25 Keliru.
26 Kolaborasi Raffa dan Prita.
27 Mendapat tawaran
28 Ray dan Nadine
29 Mengajak dengan paksa
30 Pengganggu
31 Kencan?
32 Aku siap
33 Menunggu waktu yang tepat
34 Nembak atau melamar pekerjaan?
35 mau ngerjain malah dikerjain
36 Biar kami hadapi
37 Ternyata kita punya pacar hebat.
38 Beginikah rasanya?
39 Ngajak dinner.
40 Dinner romantis ala Ray
41 Memperkenalkan ( part 1)
42 Memperkenalkan (part 2)
43 Makan malam bersama keluarga besar
44 Mengungkapkan
45 Keberanian gadis kecil
46 Ada ada saja
47 Berniat Menggoda
48 Mulai rekaman.
49 korban patah hati
50 Menangis
51 Jadi bingung.
52 Meminta maaf
53 Azura
54 Ngedate.
55 Khusus malam ini
56 Canggung
57 Hari libur.
58 Liburan bareng keluarga besar.
59 Keseruan di tepi pantai
60 Menginap ditepi pantai
61 Menolong Azura.
62 Menolong tidak harus diumbar umbar
63 Seperti mimpi
64 Triple A.
65 Pemberani.
66 Kebutik
67 Pesta
68 Sedikit kericuhan
69 Mendekati ujian.
70 Menerima tantangan
71 Kita masih kecil
72 Sudah kuduga
73 Awal kehancuran
74 Rencana lamaran
75 Membeli cincin pertunangan
76 Pasangan serasi
77 Biar kapok
78 Sampai segitunya?
79 Kejujuran Diva
80 Acara lamaran.
81 Resmi tunangan
82 Preman jalanan.
83 Hebat juga Kamu
84 Tidak tergoda
85 Seperti di film action
86 Terlalu semangat
87 Pengumuman kelulusan
88 Semakin terpesona.
89 Cari gara gara
90 Eyeliner
91 Fitting baju pengantin,
92 Penculikan.
93 Penyelamatan
94 Kekompakan satu keluarga
95 Pernikahan sikembar
96 Resepsi (part 1)
97 Resepsi (part 2)
98 Resepsi (part 3)
99 Berangkat Honeymoon
100 Welcome to Dubai.
101 Salah mencari lawan.
102 Ada ulat bulu
103 Terasa indah bila bersama
104 Serangan tidak terduga
105 Menghancurkan musuh
106 Semua merasa lega
107 Jangan ingat masa lalu.
108 Johan kapok
109 Bocah juga tidak mau kalah
110 Kesederhanaan
111 Ada apa dengan sikembar?
112 Sensitif
113 Garis dua
114 Kabar gembira
115 Kenapa aku?
116 Teman lama
117 Gara gara daster
118 Mengambil alih
119 Siapa yang mengajari kalian?
120 Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta
121 Hanya ingin berbagi
122 Pembuat onar
123 Acara syukuran.
124 Wardina diculik.
125 Masa lalu Agnesia
126 Kemarahan Cahaya
127 Dia dalangnya
128 Patut untuk dicontoh
129 Kecelakaan
130 Kecemasan
131 Terimakasih untuk wonder girls
132 Kunjungan teman sekelas
133 Kembali ke sekolah
134 Menggagalkan
135 Maaf Mobilnya hancur
136 Aku hanya rindu
137 Menjelang kelahiran
138 Jajanan pinggir jalan
139 Hari kelahiran
140 Kebahagiaan keluarga
141 Luar biasa
142 Pulang dari rumah sakit
143 Rencana Acara aqiqah
144 Acara aqiqah
145 Punya maksud lain
146 Rencana yang gagal
147 Jangan berurusan denganku
148 Mencurigakan.
149 Bukan tandingan kalian
150 Jangan khawatir
151 Cuma ingin memastikan.
152 Tidak apa-apa.
153 Pendatang baru
154 Blacklist
155 Hari terakhir ujian
156 Dituntut
157 Acara perpisahan dan keberangkatan triple A.
158 Promosi novel baru
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Awal mula
2
Menciptakan senjata baru
3
Ada saja musuh
4
Jalan jalan
5
Merasa heran.
6
Aku suka kamu
7
Jangan coba coba
8
Sikembar menyerahkan diri
9
Berurusan dengan kami berarti hancur
10
Tertukar.
11
cewek yang menyusahkan.
12
Tidak mungkin
13
Resmi menjadi CEO
14
Pertemuan tidak terduga.
15
Bersandiwara
16
Salah orang
17
kagum
18
makan malam bersama
19
Cahayaku
20
Bertemu ibu
21
Penyesalan yang terlambat.
22
Bagai anjing dan kucing
23
Disambut baik
24
Calon istri idaman
25
Keliru.
26
Kolaborasi Raffa dan Prita.
27
Mendapat tawaran
28
Ray dan Nadine
29
Mengajak dengan paksa
30
Pengganggu
31
Kencan?
32
Aku siap
33
Menunggu waktu yang tepat
34
Nembak atau melamar pekerjaan?
35
mau ngerjain malah dikerjain
36
Biar kami hadapi
37
Ternyata kita punya pacar hebat.
38
Beginikah rasanya?
39
Ngajak dinner.
40
Dinner romantis ala Ray
41
Memperkenalkan ( part 1)
42
Memperkenalkan (part 2)
43
Makan malam bersama keluarga besar
44
Mengungkapkan
45
Keberanian gadis kecil
46
Ada ada saja
47
Berniat Menggoda
48
Mulai rekaman.
49
korban patah hati
50
Menangis
51
Jadi bingung.
52
Meminta maaf
53
Azura
54
Ngedate.
55
Khusus malam ini
56
Canggung
57
Hari libur.
58
Liburan bareng keluarga besar.
59
Keseruan di tepi pantai
60
Menginap ditepi pantai
61
Menolong Azura.
62
Menolong tidak harus diumbar umbar
63
Seperti mimpi
64
Triple A.
65
Pemberani.
66
Kebutik
67
Pesta
68
Sedikit kericuhan
69
Mendekati ujian.
70
Menerima tantangan
71
Kita masih kecil
72
Sudah kuduga
73
Awal kehancuran
74
Rencana lamaran
75
Membeli cincin pertunangan
76
Pasangan serasi
77
Biar kapok
78
Sampai segitunya?
79
Kejujuran Diva
80
Acara lamaran.
81
Resmi tunangan
82
Preman jalanan.
83
Hebat juga Kamu
84
Tidak tergoda
85
Seperti di film action
86
Terlalu semangat
87
Pengumuman kelulusan
88
Semakin terpesona.
89
Cari gara gara
90
Eyeliner
91
Fitting baju pengantin,
92
Penculikan.
93
Penyelamatan
94
Kekompakan satu keluarga
95
Pernikahan sikembar
96
Resepsi (part 1)
97
Resepsi (part 2)
98
Resepsi (part 3)
99
Berangkat Honeymoon
100
Welcome to Dubai.
101
Salah mencari lawan.
102
Ada ulat bulu
103
Terasa indah bila bersama
104
Serangan tidak terduga
105
Menghancurkan musuh
106
Semua merasa lega
107
Jangan ingat masa lalu.
108
Johan kapok
109
Bocah juga tidak mau kalah
110
Kesederhanaan
111
Ada apa dengan sikembar?
112
Sensitif
113
Garis dua
114
Kabar gembira
115
Kenapa aku?
116
Teman lama
117
Gara gara daster
118
Mengambil alih
119
Siapa yang mengajari kalian?
120
Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta
121
Hanya ingin berbagi
122
Pembuat onar
123
Acara syukuran.
124
Wardina diculik.
125
Masa lalu Agnesia
126
Kemarahan Cahaya
127
Dia dalangnya
128
Patut untuk dicontoh
129
Kecelakaan
130
Kecemasan
131
Terimakasih untuk wonder girls
132
Kunjungan teman sekelas
133
Kembali ke sekolah
134
Menggagalkan
135
Maaf Mobilnya hancur
136
Aku hanya rindu
137
Menjelang kelahiran
138
Jajanan pinggir jalan
139
Hari kelahiran
140
Kebahagiaan keluarga
141
Luar biasa
142
Pulang dari rumah sakit
143
Rencana Acara aqiqah
144
Acara aqiqah
145
Punya maksud lain
146
Rencana yang gagal
147
Jangan berurusan denganku
148
Mencurigakan.
149
Bukan tandingan kalian
150
Jangan khawatir
151
Cuma ingin memastikan.
152
Tidak apa-apa.
153
Pendatang baru
154
Blacklist
155
Hari terakhir ujian
156
Dituntut
157
Acara perpisahan dan keberangkatan triple A.
158
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!