Bab 20 Cerita

Dulu ada kerajaan yang jauh lebih besar dari pada kekaisaran sekarang dan lebih maju peradabannya, mereka memiliki bangunan-bangunan tinggi dan kokoh. Raja mereka memiliki pengetahuan yang luas dan kekayaan yang terus bertambah membuat Raja itu mengagungkan dirinya di hadapan rakyatnya, menyuruh mereka untuk menghormatinya dan menyembahnya.

Namun suatu hari datang seorang pengembara entah dari mana menemui Raja di jamuan yang diadakan di istana untuk rakyatnya. Raja sedang duduk santai di singgasananya yang besar dan mengenakan pakaian emas yang mewah “Kau jangan sombong berjalan di tanah ini, semua yang kau miliki ini adalah pemberian sementara dari tuhan. Hartamu, singgasanamu, dan istana yang kau miliki akan hancur bila tuhan sudah berkehendak.” Kata pengembara itu.

Raja itu pun berdiri mendengar hal itu “HAHAHA, bukankah dirimu yang sombong dengan mengolok ku sombong. Aku memang sombong tapi itu pantas karena aku memiliki segalanya, sedang kau apa yang kau punya sampai mengolok ku seperti itu HAAAA ?” setelah puas berkata Raja kembali duduk dan melanjutkan makanya memalingkan wajah dari pengembara itu.

“Aku tidak sombong dan aku juga tidak mengolok mu, aku hanya memperingatkan mu bahwa tuhan tidak suka orang yang sombong dari pemberiannya.” Kata pengembara itu yang masih tetap berada di situ.

“Memang siapa dirimu ? kenapa kau bisa tahu kalau tuhan membenci orang sombong ? tuhan itu maha pengasih dan penyayang. Ini seperti membayangkan kau punya anak dan memanjakannya, anak itu senang dan bahagia maka kau pasti juga ikut merasa senag dan bahagia.” Kata Raja itu.

“Tidak, kau salah. Tuhan tidak beranak tapi menciptakan, jika dia beranak maka anaknya akan menjadi tuhan dan akan ada banyak tuhan jika itu terjadi. Maka dari itu tuhan itu satu karena dia menciptakan bukan melahirkan, dan maka perumpamaan mu itu salah. Ini bukan soal orang tua dan anak.” Kata pengembara itu pada raja.

“Lalu bagaimana kau mengumpamakannya beri tahu aku ?” kata raja itu mendengarkan.

“Sederhana saja, kau tahu kan tuhan maha pengasih ?”

“Iya dia maha pengasih.”

“Jika kau bertemu pengemis apakah kau akan memberikannya sebagian hartamu untuknya.”

“Iya tentu saja, karena aku adalah Raja yang baik hati.”

“Maka misalkan dirimu memberi uang pada pengemis itu, dan kemudian pengemis itu memamerkan uang yang kau beri pada pengemis lain, Apakah kau tidak merasa JIJIK MELIHATNYA ?” kata pengembara itu.

“HAAAA!!!!, Kau pikir aku bodoh dan tidak memahami perkataanmu. Kau menganggap ku pengemis dasar pengemis rendahan, beraninya dirimu mengolok ku dihadapan rakyatku.” Kata Raja itu sambil marah.

“Dengar ya, aku Raja yang memiliki banyak harta karena usaha kerasku sendiri, aku belajar dari kecil sampai sekarang untuk memimpin negeriku dan membuatnya makmur berkat pengetahuanku yang hebat. Aku pantas mendapat ini semua dan pantas memamerkannya, Kau telah membuat masalah besar karena menghina diriku.” Kata Raja itu sambil melotot marah.

“Baiklah jika kau tidak mendengarkan ku, aku hanya menyampaikan apa yang ingin ku sampaikan. Selamat tinggal.” Kata pengembara itu, pergi meninggalkan kerajaan.

Setelah ditinggal oleh pengembara selama 1 minggu Raja yang sombong itu pun mendapat balasan, kerajaannya terguncang gempa dahsyat yang kemudian menenggelamkan bangunan-bangunan tinggi ke dalam tanah. Sehingga reruntuhan-reruntuhan di hutan dulunya adalah gedung-gedung tinggi yang dibanggakan dan sekarang berubah menjadi reruntuhan bawah tanah.

“Itu lah cerita dari kakek penjual buku di desaku, tapi setelah beberapa hari dia berjualan dia menghilang entah kemana. Mungkin dia menjual bukunya ke desa lain karena aku tidak membeli bukunya hehe.” Kata Sirius sambil tertawa.

“Itu cerita yang bagus, ada pesan yang jelas disampaikan pada pendengarnya.” Kata Sir Zaggan.

“iya walau hanya karangan itu cerita yang mungkin bisa saja terjadi.” Kata Nona Sisi.

“Hoam, Setelah mendengar cerita itu aku jadi mengantuk, aku akan tidur duluan. Selamat malam semuanya.” Kata Nona Xia.

“Hoam, aku juga.” Kata Sir Juro.

“Baiklah kalau begitu, kalian tidurlah aku akan mengawasi jika ada monster yang mendekat.” Kata Zaggan.

“Tenang saja Sir Zaggan, kau bisa mengandalkan patnerku untuk mengawasi. Patnerku tidak tidur jadi dia bisa mengawasi sekitar saat kita semua tidur.”

“Hem begitu ya, kita jadi bisa lebih dapat beristirahat jika begitu. Terima kasih nak Sirius.”

Keesokan paginya mereka bangun dan makan untuk sarapan bersiap melanjutkan perjalanan ke reruntuhan, mereka mulai mengemasi barang-barang dan di bantu oleh Sirius untuk menyimpan Barang-barang berat mereka dalam bayangan. Mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi, beberapa jam setelah berjalan mereka seperti biasa bertemu berbagai monster yang kebanyakan memiliki tingkat kesulitan C-B, tapi itu tidak menyulitkan kesatria hight master dan mage yang saling mendukung.

Saat masih dalam perjalanan “Sirius segera beri tahu teman-teman mu untuk sembunyi di bawah pohon, aku merasakan ada yang mendekat dari atas.”

“Semua cepat sembunyi dibawah pohon, ada sesuatu yang terbang mendekat.”

“Baiklah, semua ayo sembunyi.”

Sirius dan yang lain sudah bersembunyi dibawah pohon dan melihat bayangan makhluk besar menutupi area hutan, Sirius mengintip dari balik dedaunan. Melihat di atasnya seekor naga langit membentangkan sayap lebarnya yang sedang terbang diatas mereka.

“Gawat itu naga langit dia memiliki warna yang hampir sama birunya dengan langit dan berada jauh di atas sehingga membuat kita sulit menyadarinya namun kita tidak bisa melawanya. Dia termasuk kategori monster dengan kesulitan tingkat S, beruntung nak Sirius memberi tahu untuk segera sembunyi.”

“Ini tidak seperti yang di informasikan, seharusnya di sini bukan teritori dari naga langit.”

“Mungkin terjadi hal yang tidak kita ketahui di hutan, sulit memprediksi hal-hal yang terjadi di hutan. Kita beruntung masih sempat bertindak.”

Mereka menunggu hingga naga langit pergi sambil masih bersembunyi di bawah pohon, Sir Zaggan menduga naga itu akan butuh waktu lama untuk pergi sehingga dia melubangi pohon dengan pedang aura utuk tempat bersembunyi sekaligus tempat istirahat.

“Bagaimana ? apakah naga itu sudah pergi ?” tanya Nona Xia.

“Sepertinya dia mendarat di sekitar sungai untuk minum dan berencana beristirahat juga disana.” Kata Nona Sisi yang menggunakan sihir pengintai Aye Eagle.

“Hari juga sudah mulai petang, kita istirahat dulu malam ini. Kita akan lihat besok apakah naga itu pergi atau belum, jika belum maka kita akan memikirkan cara untuk menyelinap pergi.”

Akhirnya mereka memutuskan untuk menunda perjalanan karena berbahaya, malam ini mereka istirahat di dalam pohon dan makan makanan yang sudah dibungkus oleh Sirius. Naga yang masih berada di sekitar area mereka, membuat mereka harus bermalam di kegelapan hanya ada cahaya bulan yang terang menerangi lubang-lubang pohon.

Episodes
1 Bab 1 kemunculan bayangan
2 Bab 2 Ketidak berdayaan
3 Bab 3 kemajuan
4 Bab 4 Kartu As
5 Bab 5 menanti esok hari
6 Bab 6 Awal Kemenangan
7 Bab 7 Terdesak
8 Bab 8 Tenggelam
9 Bab Menuju Hutan
10 Bab 10 Berburu
11 Bab 11 Hampir Mati
12 Bab 12 Kembali
13 Bab 13 Tujuan Orang Misterius
14 Bab 14 KENANGAN INDAH 1
15 Bab 15 Berangkat
16 Bab 16 Serangan
17 Bab 17 Bintang Jatuh
18 Bab 18 Aman
19 Bab 19 Misi Jelajah
20 Bab 20 Cerita
21 Bab 21 Sky Dragon
22 Bab 22 Menuju Reruntuhan
23 Bab 23 Ujian Tuhan
24 Bab 24 Hukuman Untuk Iblis
25 Bab 25 Kemunculan Iblis
26 Bab 26 Serangan Gabungan
27 Bab 27 Tuhan Menjawab
28 Bab 28 Perjalanan Kembali Dari Misi
29 Bab 29 Artifak
30 Bab 30 Laporan
31 Bab 31 Menemukan Buku Sihir
32 Bab 32 Belajar Sihir Baru
33 Bab 33 Tantangan Duel
34 Bab 34 Bayangan Yang Usil
35 Bab 35 Ajakan Keluar
36 Bab 36 Awekening
37 Bab 37 Pergi Keluar Bersama
38 Bab 38 Adik
39 Bab 39 Kedatangan Fire Dragon
40 Bab 40 Kemunculan Bayangan 2
41 Bab 41 Pertarungan Manusia dan Naga api
42 Bab 42 Wujud Moster Unik
43 Bab 43 Cahaya Biru
44 Bab 44 Sejarah Perjanjian Naga
45 Bab 45 Mengakhiri Ujicoba
46 Bab 46 Badai Topan
47 Bab 47 Adik Kakak Yang Akur
48 Bab 48 Menjenguk
49 Bab 49 Bekal Makanan
50 Bab 50 Acara Pembukaan Desa Walu
51 Bab 51 Masalah yg akan datang
52 Bab 52 Identitas palsu
53 Bab 53 Melawan
54 Bab 54 Tekat Kuat Mengalahkan Kekuatan
55 Bab 55 Tombak Raja
56 Bab 56 Telur Yang Tidak Asing
57 Bab 57 Persiapan Menghadiri Acara
58 Bab 58 Bertemu Dengan Pahlawan Lain
59 Bab 59 KENANGAN INDAH 2
60 Bab 60 Penciptaan Dunia
61 Bab 61 Masuk Sarang Semut
62 Bab 62 Hancurnya Markas Musuh
63 Bab 63 Kekuatan Monster Buatan
64 Bab 64 Tahanan Lepas
65 Bab 65 Cahaya Lentera
66 Bab 66 Tahanan Monster Pohon
67 Bab 67 Masa Lalu Tree
68 Bab 68 Hujan
69 Bab 69 Tree Memegang Kapak
70 Bab 70 Dalam Lentera
71 Bab 71 Kembalinya Tree
72 Bab 72 Perjanjian Jiwa
73 Bab 73 Ujian Mage
74 Bab 74 Ujian Di Tengah Badai
75 Bab 75 Awal Ujian Yang Santai
76 Bab 76 Monster Salju
77 Bab 77 Berhasil Menguasai Gua Monster
78 Bab 78 Percayalah Pada Rekan
79 Bab 79 Latihan
80 Bab 80 Latihan Bersama
81 Bab 81 Berangkat
82 Bab 82 Spirit
83 Bab 83 Bintang Jatuh 2
84 Bab 84 Lakukan Atau Tidak Sama Sekali
85 Bab 85 Kemunculan Bayangan 3
86 Bab 86 Bayangan Dengan Ide Konyol
87 Bab 87 Menikmati Waktu Ini
88 Bab 88 Surat Misterius
89 Bab 89 Duel Dengan Putra Kaisar Sombong
90 Bab 90 Memberi Pelajaran
91 Bab 91 Makan Malam Keluarga
92 Bab 92 Perjalanan Jurang Misterius
93 Bab 93 Black Mage
94 Bab 94 Serbuan Pasukan Mayat
95 Bab 95 Kristal Misterius
96 Bab 96 Di Dalam
97 Bab 97 Giant Leaves
98 Bab 98 Melampaui Batas
99 Bab 99 Burung Yang Tidak Bisa Terbang
100 Bab 100 Menentukan Yang Terpilih
101 Bab 101 Sihir mengalahkan Pikiran
102 Bab 102 "Selesaikan Cepat!"
103 Bab 103 Rencana Kedua Pihak
104 Bab 104 Cerita Kakek Pendongeng
105 Bab 105 Masa Lalu Cerita
106 Bab 106 Membuat Rencana
107 Bab 107 Untuk Hidup Harus Ada Pihak Yang Di Matikan
108 Bab 108 Bayangan Menelan Semuanya
109 Bab 109 Telpon
110 Bab 110 Tanda Bahaya Monster
111 Bab 111 Pasukan Darat Melawan Pasukan Udara
112 Bab 112 Saat Semua Berkumpul (End Season 1)
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Bab 1 kemunculan bayangan
2
Bab 2 Ketidak berdayaan
3
Bab 3 kemajuan
4
Bab 4 Kartu As
5
Bab 5 menanti esok hari
6
Bab 6 Awal Kemenangan
7
Bab 7 Terdesak
8
Bab 8 Tenggelam
9
Bab Menuju Hutan
10
Bab 10 Berburu
11
Bab 11 Hampir Mati
12
Bab 12 Kembali
13
Bab 13 Tujuan Orang Misterius
14
Bab 14 KENANGAN INDAH 1
15
Bab 15 Berangkat
16
Bab 16 Serangan
17
Bab 17 Bintang Jatuh
18
Bab 18 Aman
19
Bab 19 Misi Jelajah
20
Bab 20 Cerita
21
Bab 21 Sky Dragon
22
Bab 22 Menuju Reruntuhan
23
Bab 23 Ujian Tuhan
24
Bab 24 Hukuman Untuk Iblis
25
Bab 25 Kemunculan Iblis
26
Bab 26 Serangan Gabungan
27
Bab 27 Tuhan Menjawab
28
Bab 28 Perjalanan Kembali Dari Misi
29
Bab 29 Artifak
30
Bab 30 Laporan
31
Bab 31 Menemukan Buku Sihir
32
Bab 32 Belajar Sihir Baru
33
Bab 33 Tantangan Duel
34
Bab 34 Bayangan Yang Usil
35
Bab 35 Ajakan Keluar
36
Bab 36 Awekening
37
Bab 37 Pergi Keluar Bersama
38
Bab 38 Adik
39
Bab 39 Kedatangan Fire Dragon
40
Bab 40 Kemunculan Bayangan 2
41
Bab 41 Pertarungan Manusia dan Naga api
42
Bab 42 Wujud Moster Unik
43
Bab 43 Cahaya Biru
44
Bab 44 Sejarah Perjanjian Naga
45
Bab 45 Mengakhiri Ujicoba
46
Bab 46 Badai Topan
47
Bab 47 Adik Kakak Yang Akur
48
Bab 48 Menjenguk
49
Bab 49 Bekal Makanan
50
Bab 50 Acara Pembukaan Desa Walu
51
Bab 51 Masalah yg akan datang
52
Bab 52 Identitas palsu
53
Bab 53 Melawan
54
Bab 54 Tekat Kuat Mengalahkan Kekuatan
55
Bab 55 Tombak Raja
56
Bab 56 Telur Yang Tidak Asing
57
Bab 57 Persiapan Menghadiri Acara
58
Bab 58 Bertemu Dengan Pahlawan Lain
59
Bab 59 KENANGAN INDAH 2
60
Bab 60 Penciptaan Dunia
61
Bab 61 Masuk Sarang Semut
62
Bab 62 Hancurnya Markas Musuh
63
Bab 63 Kekuatan Monster Buatan
64
Bab 64 Tahanan Lepas
65
Bab 65 Cahaya Lentera
66
Bab 66 Tahanan Monster Pohon
67
Bab 67 Masa Lalu Tree
68
Bab 68 Hujan
69
Bab 69 Tree Memegang Kapak
70
Bab 70 Dalam Lentera
71
Bab 71 Kembalinya Tree
72
Bab 72 Perjanjian Jiwa
73
Bab 73 Ujian Mage
74
Bab 74 Ujian Di Tengah Badai
75
Bab 75 Awal Ujian Yang Santai
76
Bab 76 Monster Salju
77
Bab 77 Berhasil Menguasai Gua Monster
78
Bab 78 Percayalah Pada Rekan
79
Bab 79 Latihan
80
Bab 80 Latihan Bersama
81
Bab 81 Berangkat
82
Bab 82 Spirit
83
Bab 83 Bintang Jatuh 2
84
Bab 84 Lakukan Atau Tidak Sama Sekali
85
Bab 85 Kemunculan Bayangan 3
86
Bab 86 Bayangan Dengan Ide Konyol
87
Bab 87 Menikmati Waktu Ini
88
Bab 88 Surat Misterius
89
Bab 89 Duel Dengan Putra Kaisar Sombong
90
Bab 90 Memberi Pelajaran
91
Bab 91 Makan Malam Keluarga
92
Bab 92 Perjalanan Jurang Misterius
93
Bab 93 Black Mage
94
Bab 94 Serbuan Pasukan Mayat
95
Bab 95 Kristal Misterius
96
Bab 96 Di Dalam
97
Bab 97 Giant Leaves
98
Bab 98 Melampaui Batas
99
Bab 99 Burung Yang Tidak Bisa Terbang
100
Bab 100 Menentukan Yang Terpilih
101
Bab 101 Sihir mengalahkan Pikiran
102
Bab 102 "Selesaikan Cepat!"
103
Bab 103 Rencana Kedua Pihak
104
Bab 104 Cerita Kakek Pendongeng
105
Bab 105 Masa Lalu Cerita
106
Bab 106 Membuat Rencana
107
Bab 107 Untuk Hidup Harus Ada Pihak Yang Di Matikan
108
Bab 108 Bayangan Menelan Semuanya
109
Bab 109 Telpon
110
Bab 110 Tanda Bahaya Monster
111
Bab 111 Pasukan Darat Melawan Pasukan Udara
112
Bab 112 Saat Semua Berkumpul (End Season 1)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!