Dulu ada kerajaan yang jauh lebih besar dari pada kekaisaran sekarang dan lebih maju peradabannya, mereka memiliki bangunan-bangunan tinggi dan kokoh. Raja mereka memiliki pengetahuan yang luas dan kekayaan yang terus bertambah membuat Raja itu mengagungkan dirinya di hadapan rakyatnya, menyuruh mereka untuk menghormatinya dan menyembahnya.
Namun suatu hari datang seorang pengembara entah dari mana menemui Raja di jamuan yang diadakan di istana untuk rakyatnya. Raja sedang duduk santai di singgasananya yang besar dan mengenakan pakaian emas yang mewah “Kau jangan sombong berjalan di tanah ini, semua yang kau miliki ini adalah pemberian sementara dari tuhan. Hartamu, singgasanamu, dan istana yang kau miliki akan hancur bila tuhan sudah berkehendak.” Kata pengembara itu.
Raja itu pun berdiri mendengar hal itu “HAHAHA, bukankah dirimu yang sombong dengan mengolok ku sombong. Aku memang sombong tapi itu pantas karena aku memiliki segalanya, sedang kau apa yang kau punya sampai mengolok ku seperti itu HAAAA ?” setelah puas berkata Raja kembali duduk dan melanjutkan makanya memalingkan wajah dari pengembara itu.
“Aku tidak sombong dan aku juga tidak mengolok mu, aku hanya memperingatkan mu bahwa tuhan tidak suka orang yang sombong dari pemberiannya.” Kata pengembara itu yang masih tetap berada di situ.
“Memang siapa dirimu ? kenapa kau bisa tahu kalau tuhan membenci orang sombong ? tuhan itu maha pengasih dan penyayang. Ini seperti membayangkan kau punya anak dan memanjakannya, anak itu senang dan bahagia maka kau pasti juga ikut merasa senag dan bahagia.” Kata Raja itu.
“Tidak, kau salah. Tuhan tidak beranak tapi menciptakan, jika dia beranak maka anaknya akan menjadi tuhan dan akan ada banyak tuhan jika itu terjadi. Maka dari itu tuhan itu satu karena dia menciptakan bukan melahirkan, dan maka perumpamaan mu itu salah. Ini bukan soal orang tua dan anak.” Kata pengembara itu pada raja.
“Lalu bagaimana kau mengumpamakannya beri tahu aku ?” kata raja itu mendengarkan.
“Sederhana saja, kau tahu kan tuhan maha pengasih ?”
“Iya dia maha pengasih.”
“Jika kau bertemu pengemis apakah kau akan memberikannya sebagian hartamu untuknya.”
“Iya tentu saja, karena aku adalah Raja yang baik hati.”
“Maka misalkan dirimu memberi uang pada pengemis itu, dan kemudian pengemis itu memamerkan uang yang kau beri pada pengemis lain, Apakah kau tidak merasa JIJIK MELIHATNYA ?” kata pengembara itu.
“HAAAA!!!!, Kau pikir aku bodoh dan tidak memahami perkataanmu. Kau menganggap ku pengemis dasar pengemis rendahan, beraninya dirimu mengolok ku dihadapan rakyatku.” Kata Raja itu sambil marah.
“Dengar ya, aku Raja yang memiliki banyak harta karena usaha kerasku sendiri, aku belajar dari kecil sampai sekarang untuk memimpin negeriku dan membuatnya makmur berkat pengetahuanku yang hebat. Aku pantas mendapat ini semua dan pantas memamerkannya, Kau telah membuat masalah besar karena menghina diriku.” Kata Raja itu sambil melotot marah.
“Baiklah jika kau tidak mendengarkan ku, aku hanya menyampaikan apa yang ingin ku sampaikan. Selamat tinggal.” Kata pengembara itu, pergi meninggalkan kerajaan.
Setelah ditinggal oleh pengembara selama 1 minggu Raja yang sombong itu pun mendapat balasan, kerajaannya terguncang gempa dahsyat yang kemudian menenggelamkan bangunan-bangunan tinggi ke dalam tanah. Sehingga reruntuhan-reruntuhan di hutan dulunya adalah gedung-gedung tinggi yang dibanggakan dan sekarang berubah menjadi reruntuhan bawah tanah.
“Itu lah cerita dari kakek penjual buku di desaku, tapi setelah beberapa hari dia berjualan dia menghilang entah kemana. Mungkin dia menjual bukunya ke desa lain karena aku tidak membeli bukunya hehe.” Kata Sirius sambil tertawa.
“Itu cerita yang bagus, ada pesan yang jelas disampaikan pada pendengarnya.” Kata Sir Zaggan.
“iya walau hanya karangan itu cerita yang mungkin bisa saja terjadi.” Kata Nona Sisi.
“Hoam, Setelah mendengar cerita itu aku jadi mengantuk, aku akan tidur duluan. Selamat malam semuanya.” Kata Nona Xia.
“Hoam, aku juga.” Kata Sir Juro.
“Baiklah kalau begitu, kalian tidurlah aku akan mengawasi jika ada monster yang mendekat.” Kata Zaggan.
“Tenang saja Sir Zaggan, kau bisa mengandalkan patnerku untuk mengawasi. Patnerku tidak tidur jadi dia bisa mengawasi sekitar saat kita semua tidur.”
“Hem begitu ya, kita jadi bisa lebih dapat beristirahat jika begitu. Terima kasih nak Sirius.”
Keesokan paginya mereka bangun dan makan untuk sarapan bersiap melanjutkan perjalanan ke reruntuhan, mereka mulai mengemasi barang-barang dan di bantu oleh Sirius untuk menyimpan Barang-barang berat mereka dalam bayangan. Mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi, beberapa jam setelah berjalan mereka seperti biasa bertemu berbagai monster yang kebanyakan memiliki tingkat kesulitan C-B, tapi itu tidak menyulitkan kesatria hight master dan mage yang saling mendukung.
Saat masih dalam perjalanan “Sirius segera beri tahu teman-teman mu untuk sembunyi di bawah pohon, aku merasakan ada yang mendekat dari atas.”
“Semua cepat sembunyi dibawah pohon, ada sesuatu yang terbang mendekat.”
“Baiklah, semua ayo sembunyi.”
Sirius dan yang lain sudah bersembunyi dibawah pohon dan melihat bayangan makhluk besar menutupi area hutan, Sirius mengintip dari balik dedaunan. Melihat di atasnya seekor naga langit membentangkan sayap lebarnya yang sedang terbang diatas mereka.
“Gawat itu naga langit dia memiliki warna yang hampir sama birunya dengan langit dan berada jauh di atas sehingga membuat kita sulit menyadarinya namun kita tidak bisa melawanya. Dia termasuk kategori monster dengan kesulitan tingkat S, beruntung nak Sirius memberi tahu untuk segera sembunyi.”
“Ini tidak seperti yang di informasikan, seharusnya di sini bukan teritori dari naga langit.”
“Mungkin terjadi hal yang tidak kita ketahui di hutan, sulit memprediksi hal-hal yang terjadi di hutan. Kita beruntung masih sempat bertindak.”
Mereka menunggu hingga naga langit pergi sambil masih bersembunyi di bawah pohon, Sir Zaggan menduga naga itu akan butuh waktu lama untuk pergi sehingga dia melubangi pohon dengan pedang aura utuk tempat bersembunyi sekaligus tempat istirahat.
“Bagaimana ? apakah naga itu sudah pergi ?” tanya Nona Xia.
“Sepertinya dia mendarat di sekitar sungai untuk minum dan berencana beristirahat juga disana.” Kata Nona Sisi yang menggunakan sihir pengintai Aye Eagle.
“Hari juga sudah mulai petang, kita istirahat dulu malam ini. Kita akan lihat besok apakah naga itu pergi atau belum, jika belum maka kita akan memikirkan cara untuk menyelinap pergi.”
Akhirnya mereka memutuskan untuk menunda perjalanan karena berbahaya, malam ini mereka istirahat di dalam pohon dan makan makanan yang sudah dibungkus oleh Sirius. Naga yang masih berada di sekitar area mereka, membuat mereka harus bermalam di kegelapan hanya ada cahaya bulan yang terang menerangi lubang-lubang pohon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments