Keesokan paginya acara yang dinanti telah dimulai, para peserta berbaris di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan yang dipimpin oleh kepala akademi yaitu Halim Dormen yang merupakan high wizard yang menguasai banyak sihir tingkat tinggi dan beberapa sihir kuno, juga memiliki pengaruh paling besar setelah kaisar. Setelah pidatonya yang panjang kemudian dilanjut penjelasan peraturan duel.
“Saya selaku wakil kepala sekolah akan menyampaikan peraturan duel, pertama kalian diperbolehkan menggunakan segala jenis atribut sihir yang terdiri dari api, air, tanah, angin, petir, cahaya, kegelapan, dan non-atribut, kedua kalian tidak diperbolehkan membawa item sihir dalam duel, ketiga kalian tidak boleh melakukan kecurangan dalam bentuk apapun, keempat sebelum kalian masuk arena kalian diperbolehkan memanggil patner kalian untuk membantu.” Kata pak tua Wilo dengan lantang di podium.
“Untuk syarat kemenangan yaitu pertama kalian harus membuat lawan kalian keluar dari arena, kedua kalian akan diberi sihir pelindung yang memiliki batas kerusakan yang memungkinkan kalian berpindah tempat untuk keamanan namun dinyatakan kalah, ketiga jika lawan kalian menyerah atau tidak bisa bergerak akan dinilai menang, dan keempat jika kalian ketahuan curang kalian akan dinyatakan kalah.” Kata sir Falir yang membantu menjelaskan disamping pak tua Wilo.
Setelah upacara pembukaan selesai para Siswa menuju arena pertandingan untuk melihat dan bersiap.
“hai Sirius kapan pertandingan mu dimulai ? aku tidak sabar untuk segera beraksi.” Kata bayangan Roy bertanya.
“Sabar, pertandinganku akan di mulai sebentar lagi. Selagi menunggu mari lihat pertandingan yang lainya, aku ingin melihat pertandingan duel siswa lain.” Kata Sirius yang duduk di tempat penonton.
“Baiklah kalau begitu”. Kata bayangan Roy.
“Hai lihat!, itu bukannya Rissa yang sedang bertanding ?” kata bayangan Roy.
“Iya kau benar, mari kita lihat.” Kata Sirius.
Sementara itu Rissa dengan kadal dan seorang anak laki-laki dengan kura-kura sudah berada di atas arena, dengan monitor sihir pertandingan dapat dilihat oleh banyak orang.
“Mari mulai duel antara Rissa Foniks dengan salamander dan Makfi Solon dengan kura-kura sihir.” Kata nona komentator arena dengan menggunakan alat pengeras suara.
“Dalam 3…, 2…, 1… dan MULAI.” Kata nona komentator dengan nada tinggi.
Rissa mulai maju dan patner kadal Salamander nya melemparkan tiga sihir fire ball ke arah Makfi untuk menggangu spell sihirnya, Makfi terpaksa harus bergerak untuk menghindar.
“Fire ball.” Ucap Rissa.
Serangan fire ball dari salamander berhasil dihindari namun karena itu spell milik makfi terjeda.
“Sial dia menggunakan sihir salamander yang memiliki kecepatan spell lebih cepat untuk menggangu spell ku.” Pikir Makfi dalam hati.
“Rissa menyerang duluan dengan cepat dan berlari mendekati Makfi, apa yang dia rencanakan ?” sorak komentator.
“aku tidak tahu apa yang dia rencanakan tapi.” Pikir Makfi.
“MANA SHILD.” Ucap Makfi dengan patner kura-kura mengaktifkan spell mana shild untuk berlindung.
“Itu tidak akan cukup!, INFERNO.” Kata Rissa sambil mengarahkan lingkaran sihir Inferno ke arah Makfi.
“Apa ?, secepat itu dia merapal spell lanjut.” Kata Makfi yang sudah tidak dapat menghindar.
“Serangan selanjutnya adalah api Inferno, apakah Makfi akan bisa bertahan ?” kata komentator.
Makfi yang mengunakan mana Shield pun terdorong oleh dorongan sihir api Infeno Rissa dan jatuh sampai keluar arena.
“Makfi OUT, dia keluar arena karena terdorong semburan spell api Inferno dari Rissa.” Kata komentator.
“pertarungan yang sangat agresif dan cepat,dengan ini pemenang duel adalah RISSA FONIKS.” Kata komentator dengan semangat sambil diiringi sorakan penonton lain.
“Hm.., lawan yang mudah.” Kata Rissa menyombongkan diri.
“Sial padahal aku sudah bertahan sebaik mungkin.” Kata Makfi kecewa.
“Ya mau bagaimana lagi, Rissa Foniks adalah salah satu 10 top rank akademi dan dia ada di urutan ke-6. Lawan yang cukup sulit dihadapi di pertandingan awal, dan untuk Makfi yang sudah berusaha bertahan kerja bagus semoga bisa lebih beruntung lagi tahun depan.” Kata komentator.
Setelah pertandingan Rissa berjalan menuju bangku penonton dan melihat Sirius di sana, dia pun menghampirinya.
“Jadi kau juga ikut pertandingan ini Rius ?” tanya Rissa dengan remeh.
“Tentu aku ikut, karena itulah aku latihan.” Kata Sirius dengan percaya diri.
“Meskipun kau latihan aku ragu kau bisa menggunakan sihir lanjutan dengan baik untuk lolos di pertandingan awal.” Kata Rissa yang sedang duduk disampaikan Sirius.
“Kau lihat saja nanti, aku akan mengalahkan semuanya karena aku punya patner yang dapat diandalkan.” Kata Sirius dengan tersenyum.
“Mari kita lihat saja nanti.” Kata Rissa.
Monitor arena menunjukan nama Sirius dan lawannya.
“Sepertinya ini sudah waktunya aku tampil, do’a kan aku ya.” Kata Sirius yang berjalan menuju arena.
“Kenapa juga aku mendoakan mu, tapi semoga kau kalah.” Kata Rissa mengejek.
“Pertandingan selanjutnya akan di MULAI, duel antara Sirius Waiden VS Goro Wys.” Kata komentator mengumumkan.
Sirius bersama bayangan Roy yang tidak bisa dilihat orang lain dan Goro dengan spirit angin sudah berada di atas arena.
“Baiklah pertandingan antara Goro dengan spirit anginnya dan Sirius dengan bayangan…, eh apa benar yang ditulis disini ? yang ku lihat hanya bayangan Sirius di arena.” Kata komentator yang ragu.
Penonton kebingungan mencari patner Sirius yang ditulis di laporan pendaftaran.
“Tapi terserah, pertandingan akan dimulai dalam 3…, 2…, 1… , MULAI.” Kata komentator.
“Mana shild, mana barrier, mana bers.” Bayangan Roy langsung memberi sihir pendukung untuk Sirius.
“Sepertinya kau takut untuk menyerang ya, sampai bertahan dulu dari pada menyerang. Kalau begitu aku akan menyerang duluan WIND SLASH.” Ucap Goro dengan menyerang menggunakan sihir tebasan angin.
“Sirius langsung menggunakan sihir bertahan dan Goro menyerang dengan sihir jarak jauh Wind Slash, apakah Sirius mampu menahannya ?” kata komentator.
Serangan wind slash langsung mengenai barrier Sirius dan menggores lapisan barrier.
“Apa sihirku tidak bisa menembus pertahanannya.” Kata Goro terkejut.
“Sirius apa kau sudah mengaktifkan spell seranganmu ?” tanya bayangan Roy.
“Iya, bisa kau mendekatkan aku padanya agar dia tidak mampu menahannya.“ kata Sirius bertanya balik.
“Tentu patner, DASH.” Ucap bayangan Roy memberikan sihir pendukung mendorong laju Sirius.
“Sial dia mendekat, WIND ARROW.” Ucap Goro sambil menembak sihir panah angin untuk menyerang lagi.
“Wow pertahanan Sirius sangat kuat bahkan serangan dari Goro tidak dapat menembusnya, dan sekarang Sirius mendekat dengan Sihir Dash dan menyiapkan spell serangan tapi Goro belum mau lari dan masih menyerang lagi. Serangan mana yang akan sampai duluan ?” Kata komentator.
Sihir Wind Arrow milik goro mengenai barrier Sirius tapi belum juga hancur, sedangkan Sirius sudah di depannya.
“EXPLOSION.” Ucap spell Sirius.
Sihir ledakan api Explosion milik Sirius membuat sihir barrier di Goro yang dipasang oleh pengawas hancur dan langsung menteleport Goro ke luar arena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Girl lạnh lùng
Bikin merinding! 😱
2023-07-28
1