Serigala itu melompat dan mengayunkan cakar besarnya pada Sirius, Namun Roy berhasil tepat waktu dengan mengaktifkan Mana Shield untuk menahan serangan serigala besar itu. Sirius segera berbalik arah dan lari sambil menggunakan sihir dash untuk mempercepat lajunya, Serigala yang melihat itu langsung menghadang jalan keluar.
“Gawat Serigala itu mungkin adalah pemimpin mereka, karena dia terlihat lebih kuat dari yang lainya.” Kata bayangan Roy.
“Yang lebih penting bagaimana cara melawan mereka semua ?, jika mereka menyerang bersamaan habislah kita.” Kata Sirius yang diam tak bisa kemana-mana karena di kepung dari segala arah.
“aku akan memberimu waktu untuk lari. NIGHTMARE….” Ucap Roy menggunakan kemampuan ilusinya.
Serigala besar itu berkedip dan melihat sekelompok manusia mirip dengan Sirius mengepungnya, serigala itu pun marah dan mencabik-cabik semua manusia yang ada di depannya tanpa meninggalkan satu pun yang hidup.
Di saat yang sama,”Sirius cepat ini kesempatan kita untuk lari darinya.” Kata bayangan Roy.
“Tidak, aku melihat ini adalah kesempatan kita untuk menyerang.” Kata Sirius yang ingin mengalahkan pemimpin serigala itu.
“Baiklah jika kau merasa begitu.” Kata bayangan Roy tersenyum lebar.
Ilusi milik Roy tidak bertahan lama dan lenyap membuat pemimpin serigala itu tersadar dan melihat koloninya ter bantai didepannya lalu mencium aroma darah milik teman-temanya ditubuhnya. Serigala itu terdiam sedih dan kesal saat melihat keadaan bulunya yang berlumuran darah teman-temannya, tiba-tiba dia mendengar suara “ LIGHTNING CHAIN” muncul rantai petir yang menahannya sekaligus menyengatnya.
Kemudian Sirius mendekat “DOUBLE EXPLOSION.” Ucap serentak Sirius dan Roy meledakan pemimpin serigala itu.
Pemimpin serigala terhempas jauh dan menabrak banyak pohon di depannya, Sirius masih mengejar dan menyerang lagi “DOUBLE LIGHTNING STRIKES” Ucap serentak Sirius dan Roy menyambarkan dua petir sekaligus ke arah pemimpin serigala, pemimpin serigala tersengat cukup parah namun dia berusaha bangun dan melolong “AAAUUUuuu……!!!!” membuat gelombang udara yang menghempaskan sekitarnya, Sirius yang berada di dekatnya terhempas ke udara. Pemimpin serigala yang melihat itu berusaha mengejar Sirius dan bersiap menangkap dengan taringnya.
“Gawat aku sudah hampir kehabisan mana.” Kata bayangan Roy pada Sirius.
“Aku akan berusaha menahannya sementara waktu. MANA SHIELD” Ucap Sirius mengaktifkan penghalang di sekitarnya.
Serigala itu menggapai dan menggigit perisai sihir dengan taringnya dan membuat retak sedikit demi sedikit perisai Sirius, Perisai sihir milik Sirius akhirnya hancur dan gigitan serigala itu menancap di pundak Sirius.
“Kerja bagus Sirius, MANA DRAIN.” Ucap Roy menggunakan kemampuannya pada pemimpin serigala untuk menyerap mana dari pemimpin serigala itu.
Pemimpin serigala yang baru sadar mana miliknya yang berkurang banyak segera melepas gigitannya pada pundak Sirius dan mundur menjauh.
“HAHAHA…, AKHIRNYA MANA KU PENUH LAGI. SEKARANG GILIRANKU.” Ucap Roy dengan tertawa lebar.
Muncul lima rantai besi dari tanah dan mengikat kaki dan leher Serigala itu dan muncul banyak pedang tajam di udara yang ujungnya menghadap kebawah mengarah ke serigala. Pedang itu jatuh satu persatu menancap ditubuhnya dari ujung ekor sampai moncong serigala itu “RRRrrr…” suara dari serigala itu yang menahan sakit, pedang yang sudah menancap kembali keatas dan luka dari pedang yang menancap hilang seperti tidak terjadi apa-apa. Namun tidak sampai disitu pedang kembali jatuh menancap ditubuhnya dan terus berulang siklus itu sampai puluhan kali.
Disaat yang sama “Sirius apa kau masih bisa bertahan ? cepat obati lukamu dengan perban ini.” Kata bayangan Roy sambil mengeluarkan obat-obatan dari bayangan.
“Terima kasih sudah menolongku tadi, seharusnya kita lari saja dari pada menghampiri kematian seperti tadi.” Kata Sirius merenung.
“Jangan khawatir, tadi kau sangat berani lo melawan monster sekuat itu. Coba lihat sisi positifnya kita menang dan membantai mereka semua.” Kata bayangan Roy menyemangati Sirius.
“Ya kita berhasil melawan mereka, tersisa pemimpin serigala itu dan aku harus membunuhnya sebelum dia sadar dari ilusimu.” Kata Sirius yang sudah memperban lukanya.
“Kurasa kau tidak perlu melakukanya.” Kata bayangan Roy dengan tersenyum.
“Apa ?” Ucap Sirius terheran.
Sirius melihat Pemimpin serigala itu tidak bergerak dan kaku dengan mata terbuka, Sirius mengecek dengan mendekati tubuh serigala itu dan tidak menemukan tanda dia masih hidup. Sirius melihat mata serigala itu dan bisa tahu dari mata itu dia mati tersiksa begitu lama oleh ilusi yang dibuat Roy.
“Sudahlah jangan was-was, serigala itu sudah mati dan tidak akan menyerang mu.” Kata bayangan Roy.
“Aku tahu, tapi melihat matanya yang terlihat sangat tersiksa. Ilusi apa yang kau buat sampai seperti ini ?” Tanya Sirius penasaran.
“aku membuat ilusi pedang yang menusuk dia berkali-kali sampai akhirnya dia mati di sana.” Kata bayangan Roy.
“Ternyata kau bisa membuat banyak ilusi mimpi untuk melawan beragam musuh ya. Itu sangat membantu.” Kata Sirius.
“Baiklah aku akan mengambil intinya dan menyimpan tubuh serigala ini, serigala yang lain tidak dalam kondisi bagus jadi kita ambil intinya saja.” Kata Sirius sambil memegang pisau ditangannya.
Setelah mengambil inti serigala-serigala itu Sirius melihat hari mulai gelap dan memutuskan untuk mendirikan tenda agar bisa beristirahat. “Fire” ucap Sirius menyalakan api ditumpukan kayu membuat api unggun untuk memasak daging serigala yang dia kumpulkan, setelah makan dia mengganti kain perban dengan yang baru untuk mencegah pembusukan pada perban yang lama.
Roy yang menjaga di pagi-pagi buta merasakan keberadaan seseorang. “Sirius cepat bangun aku merasakan ada orang yang mendekat.” Kata bayangan Roy yang membangunkan Sirius dari tidurnya.
“Apa ? kau merasakan seseorang mendekat, baiklah aku akan keluar dan mengeceknya.” Kata Sirius membuka tenda dan melangkah keluar.
Sirius melihat sekitar dan melihat ada seseorang dengan baju besi kekaisaran yang membawa dua pedang di punggungnya berjalan mendekat “Sirius apa kau kenal dia ?” tanya bayangan Roy pada Sirius.
“Bukan kenal tapi aku tahu dia adalah kesatria kekaisaran yang menjaga ibu kota di sana.” Kata Sirius menjelaskan.
Kesatria yang berjalan menuju kearah Sirius tiba-tiba menggenggam pedang dan melesat cepat ke belakang Sirius yang berdiri di samping tenda sambil meletakan pedangnya dileher Sirius. Sirius yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa merespon kecepatan kesatria itu dan terpaksa menyerah mengangkat kedua tangannya.
“Siapa kau ? apa yang kau lakukan di dalam hutan ?” tanya kesatria itu berbisik padanya.
“Aku Sirius Waiden Sir siswa akademi Drawiz, aku sedang dalam misi berburu di sini.” Jawab Sirius.
“Siswa akademi ? aku tidak percaya.” Kata kesatria itu yang semakin mendekatkan pedangnya ke leher Sirius.
“Aku akan membuktikannya jika kau bisa membiarkanku mengambil barang-barang ku dari akademi di tenda itu.” Kata Sirius.
“Oh tidak, kali ini aku tidak akan tertipu lagi dengan trik murahan itu. Sekarang MATI LAH!!!.” Ucap kesatria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments