Dua hari sebelum berangkat, di keesokan pagi Sirius berlatih sihir Fly di taman belakang asrama, di sana dia melatih mengontrol arah dan laju sihir Fly yang digunakan, dia kesulitan karena sebenarnya sihir Fly di kategorikan sihir tingkat tinggi sebab kontrol arah sihir gabungan sihir kegelapan gravitasi dan sihir angin yang merepotkan membuatnya harus benar-benar perhitungan, tapi juga bisa di pelajari apa bila mampu mengontrolnya dengan tepat.
“Walau kita bisa menggunakan sihir ini, ini masih tetap sulit hanya untuk mengambang di udara.” Kata Sirius sambil terbang naik turun di udara.
“Jangan mengeluh terus lakukan saja, jika kau terbiasa kau akan bisa melakunya hanya dengan instingmu saja.” Kata bayangan Roy yang berada didalam baju Sirius karena hanya disitulah bayangan didekat Sirius.
“Tapi beruntung aku bisa langsung menggunakannya karena kau bisa dengan cepat memahami apa yang ada dibuku dan mentransfernya padaku.” Kata Sirius memuji.
“Ya, aku memahaminya karena aku sudah terbiasa dengan cara kerja sihir di dunia ini.” Kata bayangan Roy.
“aku akan mencoba mendarat sekarang, karena aku sudah mulai pusing karena berputar-putar di udara terus-menerus.” Kata Sirius sambil menurunkan ketinggian.
Sirius yang mengira sudah dekat dengan tanah melepaskan sihir fly dan terjatuh “Buugh” “Aduuhh!” ucap Sirius kesakitan. Disaat yang sama Rissa lewat jalan didekat taman tempat Sirius berlatih “Suara apa itu ? aku akan memeriksanya.” Kata Rissa bergegas menuju sumber suara.
Setelah dia menelusuri arah sumber suara itu dia melihat Sirius yang duduk sehabis terjatuh “oh rupanya kau Rius, apa kau habis jatuh dari atas pohon sampai membuat suara sekeras itu ? Tanya Rissa.
“Tentu saja tidak, aku habis jatuh dari udara karena sedang berlatih sihir Fly tadi.” Kata Sirius.
“Apa ? Sihir Fly ? itu kan sihir yang susah sekali untuk di pahami tapi kau sudah dapat menggunakannya.” Kata Rissa terkejut.
“Hm..Hm.., itu berkat patnerku yang dapat memahaminya dengan cepat dan mentransfernya ke diriku agar aku bisa menggunakannya.” Kata Sirius dengan percaya diri.
“Patnermu sepintar itu ? andai aku bisa bicara padanya, supaya aku tidak selalu berbicara padamu.” Kata Rissa.
“Sebenarnya aku sudah bisa berbicara denganmu Rissa.” Kata bayangan Roy dengan tersenyum lebar.
“T..t..tunggu!!, siapa yang berbicara.” Kata Rissa terkejut.
“Tenang lah, ini aku Roy patner Sirius.” kata bayangan Roy.
“Tunggu sejak kapan kau bisa berbicara dengan yang lain ?” Tanya Sirius.
“Aku sudah memahami sihir angin sekarang dan menggunakannya untuk membuat suara, sehingga aku bisa berbicara selain pada dirimu.” Kata bayangan Roy menjelaskan.
“Ternyata dia benar-benar bisa bicara, bahkan dia membuat sihir baru hanya dengan memikirkannya.” Kata Rissa kagum.
“Jadi Rissa apa yang ingin kau bicarakan kepadaku ?” kata bayangan Roy bertanya.
“Jika kau bisa membantu Rius yang payah itu dengan cepat memahami sihir Fly maukah kau membantuku juga ? aku ingin sekali bisa menggunakan sihir Fly.” Kata Rissa meminta bantuan pada Roy.
“Tergantung jawaban dari Sirius jika Sirius memperbolehkan.” Kata bayangan Roy.
“Boleh ya Rius ?” kata Rissa sambil menatap Sirius dengan melas.
“Tentu saja, apa ruginya kita kan teman.” Kata Sirius.
“Wow, Terima kasih Rius.” Kata Rissa.
“Iya, senang bisa membantu.” Kata Sirius sambil Salting memalingkan wajahnya.
“Hm…, dasar bocah.” Kata bayangan Roy melihat tingkah Sirius.
“Baiklah sekarang kau harus fokus dan bersiap untuk terkejut karena ini akan pertama kalinya bagimu merasakannya.” Kata bayangan Roy sambil menghubungkan bayangan Sirius dengan bayangan Rissa.
Rissa memejamkan mata dan merasakan ada ingatan masuk ke kepalanya, Rissa yang diam tiba-tiba terkejut dan jatuh ke belakang. Sirius yang melihat itu reflek menangkapnya ”Wa.., hati-hati!” ucap sirius memegangi tubuh Rissa.
Rissa yang baru sadar melihat Sirius menangkapnya “KYAAaa…!!!, jangan tiba-tiba menyentuhku. RIUS BODOH!!!.” Teriak Rissa kaget sambil meninju perut Sirius dengan kuat “KHAAaa..!!!” teriak Sirius tertinju perutnya.
“Aku hanya membantumu saat kau hampir jatuh tahu.” Kata Sirius memberikan alasan.
“Alasan saja, kau pasti mengambil kesempatan saat aku lengah kan.” Kata Rissa marah.
“Sudah-sudah kalian berdua, tidak usah bertengkar.” Kata bayangan Roy kepada mereka berdua.
“Tapi Rius bodoh itu…”
“Sirius sudah tepat dengan menangkap mu, kau sempat terkejut dan hampir jatuh tadi.” Saut Roy.
“Baiklah jika Roy bilang begitu, tapi aku tidak akan berterima kasih pada Rius tapi hanya kepada Roy.” Kata Rissa cemberut.
“Iya iya, terserah kau saja.” Kata Sirius.
“Haa…, Dasar setiap kalian berdua bertemu.” Kata Roy menghela nafas
“Baiklah sekarang kalian coba menggunakan sihir Fly secara bersama.” Kata Roy menyuruh keduanya.
Sirius dan Rissa menggunakan sihir Fly dan melayang, Rissa yang pertama kali mencoba “wah lihat ini berhasil, aku menggunakan Fly untuk terbang.” Kata Rissa yang tersenyum. Sirius yang juga terbang “Hai Rissa bagaimana kalau kita naik terus sampai ke awan itu ? aku ingin melihat seberapa tinggi sihir ini bisa menerbangkan kita.” Kata Sirius mengajak.
“Wah itu ide yang bagus. Ayo kita lihat.” Kata Rissa menerima ajakan itu.
“Hmm…,” Roy (-_-) bergumam
“Ada apa Roy ? kenapa kau malah bergumam ?” Tanya Sirius.
“Kau jadi semakin jago ya.” Kata Roy (-_-)
“Tentu saja, aku kan sudah menguasai sihir Fly ini.” Kata Sirius dengan percaya diri.
“Padahal bukan itu yang ku maksud.” Kata Roy kecewa.
“Lalu apa ?” tanya Sirius.
“Tidak lupakan saja.” Kata Roy mengalihkan topik.
Sirius terbang tinggi melihat Rissa yang masih kesulitan mengarahkan sihirnya naik karena belum terbiasa, “Hmm wajar sih ini pertama kalinya dia memakai Fly, aku akan turun dan membantunya.” Kata Sirius. Sirius pun turun dan menyodorkan tangannya “Rissa pegang tangan ku, kau belum terbiasa kan. Aku akan membantumu.” Kata Sirius “Baiklah, terima kasih.” Kata Rissa terpaksa.
“Kok dia semakin jago saja, membuatku kesal saja.” Ucap Roy dalam benaknya.
Sirius terbang naik menuju awan sambil menggandeng tangan Rissa dan menabrak menembus awan “Aku tidak melihat apa-apa karena kabut tebal ini.” Kata Rissa sambil menutup mata, “Bersabarlah kita akan sampai.” Kata Roy. Sirius yang berada dalam kabut melihat cahaya tepat diatasnya “aku sudah melihat cahaya matahari, kita akan sampai.” Kata Sirius sambil menutup mata karena silau.
Kemudian Sihir Fly sudah mencapai batas tepat saat Sirius dan Rissa melewati awan, perlahan mereka membuka mata dan melihat “Wah lihat ini seperti berada di dataran kapas yang lembut dan matahari yang bersinar terang.” Kata Sirius kagum dengan sekelilingnya.
“iya kau benar, aku merasa melihat surga yang indah.” Kata Rissa memuji pemandangan itu.
“Hai Roy kau pintar kan coba tebak apa yang ada diujung sana.” Kata Sirius.
“Tidak usah ditebak karena aku sudah tahu apa yang diujung sana.” Kata Roy tersenyum lebar.
“Ha kau tahu Roy ? cepat beri tahu ada apa di ujung sana.” Tanya Rissa yang penasaran.
“Tentu saja di ujung sana hanya ada kalian berdua.” Kata Roy tersenyum lebar.
Sirius dan Rissa terkejut dengan jawaban Roy dan menatap satu sama lain, mereka berdua baru sadar jika tangan mereka masih bergandengan.
Mereka sadar dan segera lepas tangan namun Rissa yang masih belum bisa mengendalikan sihir Fly tidak bisa mempertahankan posisi dan terjun kebawah, Sirius yang melihat itu segera menangkapnya dengan pose gendongan putri. Rissa yang yang saat itu takut menjadi lega "bagaimana kalau sekarang kita turun saja ? aku akan mendaratkan mu dengan selamat" kata Sirius.
"Tunggu." Ucap Rissa.
"Ada apa ?" tanya Sirius.
"aku masih ingin melihat pemandangan ini sebentar" kata Rissa tersenyum.
Sirius yang melihat wajah tersenyum nya Rissa "baiklah aku juga masih ingin melihat ini sebentar." kata Sirius memalingkan wajah.
akhirnya mereka berdua melihat pemandangan itu bersama tanpa ada percakapan lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Vemas Ardian
yahhh kok gini padahal kekuatan dan partner adalah sesuatu hal yang mandiri kok malah dibantu jdi g asik
2023-09-26
1