Kaisar memerintahkan para pengawas untuk membatalkan acara untuk tahun ini karena masalah yang baru saja terjadi, dia memerintahkan beberapa penyidik untuk menelusuri tempat kejadian sebagai pencarian petunjuk untuk mencari organisasi dewa sesat. Para murid yang menjadi peserta acara di pulangkan kembali ke akademinya masing-masing, bersama para pengawas yang terluka pada saat bertugas.
Berita penyerangan organisasi dewa sesat pada Kaisar tersebar luas di seluruh kekaisaran dan empat kerajaan menyebabkan perasaan ketidak amanan di masyarakat, akan tetapi kaisar mengumumkan bahwa pada kejadian itu tidak ada korban yang mati. Mendengar apa yang dikatakan Kaisar kekhawatiran di masyarakat mereda.
Di akademi para murid kembali melakukan pembelajaran seperti biasanya, Sirius bertujuan belajar di perpustakaan untuk mempelajari sihir lain pada waktu itu, namun Sir Falir datang yang ada di keperpustakaan sudah menunggu Sirius.
Sir Falir menghampiri Sirius “Sirius apa kau ada waktu luang hari ini ?”
“Iya aku tadinya ingin belajar, tapi jika ada sesuatu yang penting aku masih bisa menundanya.”
“Bagus karena ini adalah sesuatu yang penting, ikut aku ke kantor untuk lebih lanjut.”
“Baik.”
Sir Falir membuka Sihir Gate menuju kantor dan melewati gate bersama Sirius mengikutinya dari belakang, saat sampai disana Sirius melihat Sir Zaggan dan 2 wanita mage bersama 1 pria kesatria sedang berdiri di dalam ruangan Sir Falir.
“Oh anak muda waktu itu.” Zaggan menyapa dengan senang.
“Anda kesatria waktu itu juga, maaf sebelumnya aku tidak memperkenalkan diri dengan baik. Saya Sirius Waiden.”
“Hahaha…., tidak apa aku senang bisa melawanmu walau aku saja yang terlalu sombong dan meremehkanmu nak Rius, tapi setelah melihat sihir ilusi itu aku jadi tercerahkan aku seperti mengalaminya secara langsung.”
“Ho Jadi Sir Zaggan sudah pernah bertemu dengan Sirius bahkan sampai melawanya, ini jadi akan lebih cepat untuk menjelaskan.”
“Sebenarnya untuk apa anda membawa saya kesini Sir Falir ?”
“Aku ingin kau ikut dalam misi menjelajah reruntuhan yang baru-baru ini ditemukan di hutan monster, dan sihir Original milik mu sangat cocok untuk mensupport tim Sir Zaggan dalam melawan monster didalam reruntuhan.”
“Itu benar, Aku mengakui kehebatan sihir ilusimu yang membuatku sampai tidak berkutik saat terkena itu.”
“Selain itu jika kau ikut, akan ada bayaran yang besar dari Kaisar. Bagaimana apa kau mau ?”
“Baiklah aku mau, aku akan membantu sebisa mungkin, tolong bimbingannya.”
Setelah selesai Sirius berbelanja untuk kebutuhan dalam penjelajahan, Sirius membeli banyak makanan yang dibungkus dan dia tidak khawatir jika akan busuk dalam sehari karena di penyimpanan bayangan tidak ada konsep waktu sehingga membuat makanan tidak membusuk.
Zaggan menggunakan kuda untuk perjalanan menuju reruntuhan dan Sirius ikut di belakangnya, perjalanan mereka cukup jauh karena reruntuhan yang di tuju berada sangat dalam di hutan monster. Tidak heran jika mereka tiba-tiba diserang monster di sana.
Sudah 2 jam perjalanan di hutan mereka berhadapan dengan sekelopok babi hutan liar besar yang akan menyerang mereka, “Wah, lihat makanan kita sudah sampai padahal aku belum lapar. Siapa yang mau mengambil bagian duluan ?” kata Zaggan yang baginya mudah untuk mengalahkan mereka sekaligus.
Seorang wanita mage turun dari kuda “Biar aku yang tangani ini, supaya nanti kalian tidak memintaku lagi. Rock Mountain.” Ucap Nona Sisi memunculkan batu tajam dari bawah babi dan menusuk perut mereka hingga mati.
“Baiklah kita akan membawa satu saja dan sisanya ambil intinya saja, karena jika membawa banyak angkutan akan menghambat perjalanan kita.” Kata Zaggan.
“Tunggu, aku bisa membawa mereka semua.” Kata Sirius mengajukan diri.
“Ha? Bagaimana cara membawa muatan sebanyak itu dalam tasmu yang kecil itu.”
“Aku bisa menaruhnya dalam bayangan.” Sirius menghampiri satu persatu mayat babi hutan dan menelan mereka dalam bayangan.
“Sungguh mengejutkan dia bisa menyimpan itu dalam bayangannya, apa ini sihir Original lainya ?” tanya nona Sisi.
“Yah begitulah, sebenarnya semua sihir yang hebat ini berasal dari kemampuan patnerku.”
“Patner ? tapi dimana dia ? aku tidak melihatnya.”
“Itu karena patnerku adalah bayangan dan tidak memiliki wujud jadi dia tidak bisa dilihat. Tapi dia bisa bersuara jika dia mau.”
“Baru kali ini aku tahu ada patner yang wujudnya bayangan tapi memiliki banyak kemampuan.”
“Aku jadi penasaran, tapi kita lanjutkan sambil berjalan. Ayo!” kata Zaggan.
Sirius duduk kembali di kuda “Hai Roy bisa kau mengobrol bersama mereka ?, mereka ingin mendengarmu.”
“Tidak, aku malas berbicara dengan mereka. Aku akan membaca buku saja di dalam.”
“Kau bisa membaca buku yang ku simpan di sana ?”
“Tentu aku bisa, aku bisa berasakan semua tulisan yang terbentuk tanpa harus melihat. Dan merasakan semua isi di dalam buku tapi aku butuh waktu untuk benar-benar memahami isinya.”
“Begitu ya.”
Nona Sisi yang memperhatikan Sirius berbisik “Ada apa Sirius ?”
“Oh itu anu…, sepertinya Patnerku tidak ingin bicara saat ini.”
“Ya tak pa-pa, lagipula aku tidak akan memaksa.” Kata nona Sisi melanjutkan perjalanan.
Setelah melakukan perjalanan selama seharian dan menghadapi bermacam-macam monster yang muncul di hutan dan hari mulai gelap, mereka menyiapkan tenda untuk istirahat kesatria yang satunya bernama Juro membantu Zaggan mendirikan tenda untuk pria dan Sirius membantu menyiapkan tenda untuk Nona Sisi dan Nona Xia. Sedangkan para Nona menyiapkan makanan dari daging yang didapat setelah melawan monster di hutan, Setelah selesai menyapkan tenda dan makanan mereka beristirahat sambil mengobrol bersama.
“apa kalian tahu reruntuhan di hutan monster ini?. Aku dari kecil penasaran tentang asalnya” tanya Zaggan.
“Hm…, menurut penelitian yang dilakukan mage, reruntuhan adalah bangunan kuno yang berasal dari peradapan di masa lalu, ada berbagai bahasa asing yang terukir di setiap dinding dan presasti yang sampai sekarang masih belum bisa diterjemahkan.” Kata Nona Xia
“Juga Moster yang menempati reruntuhan masih menjadi misteri dari mana mereka muncul, monster yang menempati reruntuhan tidak seperti monster yang dihutan. Mereka tidak butuh makan dan minum untuk hidup, seperti ada yang sengaja membuat mereka menjadi penjaga disana untuk melindungi Sesuatu.” Kata nona Sisi
“Aku setuju dengan pendapat itu, karena setiap kali masuk ke lantai yang lebih dalam monster yang dihadapi semakin kuat. Walau sudah di lantai terakhir reruntuhan tidak ada apapun yang berharga untuk diambil. Tapi para mage yang masih penasaran selalu ingin mencari kebenaran reruntuhan yang tersebar di hutan dan melawan monster yang ada didalamnya tanpa lelah. Apa ada yang kau tahu Sirius tentang reruntuhan ?”
“Di desaku ada cerita terkait reruntuhan yang ada di hutan, karena aku sering diceritakan oleh kakek pedagang yang selalu menjual buku sambil membacakanya.” Kata Sirius.
“Wow aku tidak pernah dengar ada cerita tentang reruntuhan selama ini, mungkin kau masih punya bukunya ?” tanya nona Sisi.
“Tidak, aku tidak membeli bukunya karena uangku tidak cukup dan dia dengan senang hati menceritakanya jadi aku lebih baik mendengarkan saja. Tapi aku masih ingat sampai sekarang cerita kakek itu, mau aku ceritakan ?”
“Tentu, baru kali ini aku tahu cerita dari reruntuha walau aku yakin itu pasti karangan orang tua untuk menipu anak-anak hehehe…”.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments