Keesokan pagi Sirius pergi menuju menara penyihir Redeon untuk mengambil misi yang kebetulan berdekatan dengan akademi Drawiz. Menara penyihir adalah tempat para mage menerima berbagai misi yang diminta dari pemerintah dan pedagang, misi yang diminta diukur berdasarkan tingkat kesulitan yang dihadapi diantaranya F, E, D, C, B, A, S semakin tinggi tingkat kesulitan semakin banyak pula uang yang didapat.
“Permisi apa ada yang bisa saya bantu ?” kata staf wanita menara melihat Sirius yang baru datang.
“Aku ingin melihat beberapa misi penaklukan monster di pinggir hutan.” Kata Sirius.
“Baiklah tunggu sebentar aku akan menunjukan beberapa misi penaklukan untuk siswa akademi.” Kata staf itu yang menyadari Sirius adalah siswa.
Sambil menunggu Sirius melihat beberapa mage yang sedang nongkrong di meja tunggu sedang membicarakan sesuatu.
“Baru-baru ini aku dengar ada beberapa orang yang melakukan ritual aneh didalam hutan monster.” Kata seorang mage.
“Benarkah ? Ritual macam apa yang mereka lakukan ?” Tanya mage lain.
“Aku kurang tahu, tapi dari rumor yang aku dengar dari penduduk sekita mereka bilang mereka melihat mereka memanggil segerombolan tulang manusia yang bergerak.” Kata seorang mage lain.
“Hanya sihir kematian yang dapat melakukan itu, kurasa mereka adalah orang sesat yang menyembah dewa jahat.” Kata seorang mage lain.
Setelah mendengar percakapan mereka beberapa saat kemudian staf datang membawakan kertas misi penaklukan tingkat E dan D.
“Lihatlah ini beberapa misi penaklukan tingkat E yang misinya memburu kera kuning dan misi penaklukan tingkat D misinya memburu serigala liar.”
“Aku akan mengambil keduanya, terimakasih.” Kata Sirius mengambil kertas misi.
Dalam perjalanan Sirius membeli perlengkapan berkemah di toko. Kemudian saat dia pergi dari toko dia membawa banyak barang seperti tenda, alat masak, dan beberapa botol air. Roy yang melihat itu memberitahu.
“Sirius aku bisa membantumu membawakan semua barang itu.” Kata bayangan Roy tersenyum.
“Sungguh bagaimana caranya agar kau bisa membantu membawa semua ini ?” Tanya Sirius.
“Mudah saja, aku bisa menelan semua itu dalam dimensiku.” Kata bayangan Roy.
“ha…?, kau bisa menelan semua ini dan mengeluarkan nya ?” Tanya Sirius.
“Tentu saja, letakkan saja di bayangan mu maka aku bisa menelan semuanya.” Kata bayangan Roy.
Sirius meletakkan semua barang yang akan dia bawa ke bayangannya, dan secara perlahan barang-barang itu tertelan ketanah yang ada bayangannya Sirius.
“Wow, sekali lagi kau selalu memiliki kemampuan yang aneh tapi sangat berguna.” Kata Sirius memuji Roy.
“Hm.., teruslah memujiku.” Kata bayangan Roy bangga.
Setelah itu Sirius melanjutkan perjalanan pergi menuju hutan monster untuk melakukan misi. Sirius tiba dipinggir hutan dan melihat sekawanan kera kuning, Sirius segera merapal beberapa spell.
“Seperti yang kita rencanakan aku akan menyerang dan kau akan membantu mengisi mana ku kembali.” Kata Sirius.
“Serahkan saja padaku!.” Kata bayangan Roy.
“Mari kita coba beberapa sihir yang sudah kita pelajari, LIGHTNING STRIKES.” Ucap Sirius sambil menembakan petir dari lingkaran sihir dikedua tangannya.
Kara-kera yang terkena sambaran petir langsung mati kaku dan kera-kera lain yang berada disekitar berlari menuju Sirius dengan berteriak kesal “HU…HU…HU…HA…A…A…A…A…A…”.
“Mereka sangat marah padamu Sirius, Habisi mereka.” Kata bayangan Roy tersenyum.
“Aku tahu itu, DASH.” Kata Sirius menggunakan sihir pendorong untuk melompat menuju tengah gerombolan kera itu.
Saat sudah berada di tengah “SHOCK WAVE” Teriak Sirius membuat gelombang kejut yang membuat para gerombolan kera terhempas ke segala arah dan mengelilingi Sirius. Para kera yang terhempas segera berdiri dan melompat ke arah Sirius.
“FIRE WALL.” Ucap Sirius membuat dinding api yang mengelilinginya sehingga kera yang melompat kearahnya terbakar.
“SHOCK WAVE.” Sekali lagi sirius membuat gelombang kejut yang menghempaskan dinding api ke segala arah dan mengenai kera yang tersisa.
“Wow akhirnya kau bisa menggunakan cara baru menggunakan combo fire wall dan shock wave.” Kata bayangan Roy memuji Sirius.
“Aku hanya melakukanya dengan instingku saja hehe…” kata Sirius senang.
“ada sekitar 30 kera yang kita kalahkan 20 terbakar dan 10 terkena petir ,ayo segera kita ambil inti monster mereka dan menyimpannya.” Kata Sirius mengambil pisau dari bayangan.
Sirius membelah dada monster untuk mengambil inti kristal monster untuk disimpan, sebagian tubuh kera diambil untuk dijual sisanya karena terbakar kulit mereka tidak dapat dijual namun masih bisa diambil intinya untuk dibawa sebagai bukti misi.
“sepertinya hari sudah hampir gelap, kita akan berkemah di hutan.” Kata Sirius.
“Baiklah aku akan mengeluarkan semua perlengkapan berkemah dan bekal yang kita bawa.” Kata bayangan Roy mengeluarkan barang dari bayangan.
“aku akan membuat sihir jebakan supaya kita bisa bersiap apa bila ada monster yang mendekat.” Kata Sirius yang sedang mendirikan tenda.
“Kurasa tidak perlu melakukan itu, karena aku bisa mengawasi 24 jam.” Kata bayangan Roy.
“Oh kalau begitu aku serahkan keamanan pada mu.” Kata Sirius.
Sesudah mendirikan tenda, Sirius memakan bekalnya dan tidur didalam tenda menunggu matahari terbit. Roy mengawasi sekitar sampai pagi, beruntung tidak ada monster yang menyerang mereka.
Di pagi hari Sirius bangun dan membereskan tenda dan peralatan lain kemudian menyimpannya kembali ke dalam bayangan. Para siswa akademi sudah di ajari sihir sehari-hari untuk mengurus diri mereka, “Clean” ucap Sirius menggunakan spell clean untuk membersihkan tubuh dan pakaian dari debu.
“Sepertinya kita perlu masuk lebih dalam kehutan, karena disini aku belum melihat serigala liar yang kita cari.” Kata Sirius sambil melihat sekeliling.
“Kurasa kau benar, aku belum merasakan energi baru kecuali kera-kera yang kita buru kemarin. Kalau begitu ayo kita masuk lebih dalam untuk menemukannya.” Kata bayangan Roy.
Sirius menggunakan sihir dash untuk mempercepat lajunya agar tidak terkejar para kera yang melihat supaya mempersingkat perjalanan. Tiba-tiba Sirius mendengar lolongan serigala jauh di sebelahnya, Sirius berbelok dan menuju lolongan itu.
Setelah sampai Sirius melihat “Wow lihat segerombolan serigala itu, biasanya serigala bergerombol dengan 4-6 ekor perkelompok. Pasti ada yang tidak beres disini.” Kata Sirius sedang mengamati pergerakan kawanan serigala.
“Aku menemukanya Sirius.” Kata bayangan Sirius.
“Dimana ? aku tidak melihatnya.” Kata Sirius yang masih melihat sekeliling.
“Dia ada di atas kita.” Kata bayangan Roy (-_-).
“Di atas ?” Tanya Sirius sambil melihat ke atas, dia melihat serigala di atas puncak pohon yang digunakan Sirius bersembunyi, serigala itu besarnya 2 kali lebih besar dari serigala lainya.
Serigala besar menatap dengan tajam mengamati Sirius dari atas seperti sedang menyombongkan dirinya menunjukan kekuasaannya di atas. Sirius yang melihat itu merasakan bahaya yang mengancam nyawanya dan mundur perlahan. Roy diam-diam bersiap mengaktifkan sihir pelindung, Cuaca yang awalnya cerah berubah gelap karena tertutup awan mendung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
ANGELBRODROIX
Kepayang
2023-07-29
1
Yusuo Yusup
Ngga bosen-bosen!
2023-07-29
1