Pada saat latihan Sirius telah berlangsung satu bulan ada pengumuman dari akademi, pengumuman itu adalah diadakannya acara besar turnamen KESATRIA SIHIR yang diadakan untuk kerajaan Redeon dengan bludeon yang memiliki akademi sihir dan kerajaan yeldeon dengan kerajaan Blackdeon yang memiliki akademi kesatria.
Persiapan untuk pendaftaran turnamen masing-masing akademi untuk memilih wakil-wakil siswanya diberi waktu satu minggu, sehingga dalam satu minggu siswa pada tingkat sihir lanjut akan diseleksi dan dites dengan duel arena. Kebanyakan siswa akan ikut dalam seleksi ini karena hadiah untuk pemenang sangat besar, dan pendaftaran untuk ikut gratis karena itu banyak yang bertaruh untuk ikut dalam kompetisi seleksi ini.
“Kau membaca itu Sirius ?” kata bayangan Roy dengan senyum lebar.
“Tentu aku membacanya, mungkin inilah saatnya aku untuk maju.” kata sirius dengan lantang.
Tanpa tahu kalau dibelakangnya ada gadis cantik berambut pirang, Rissa mendengarnya“ hai Rius kau bicara dengan siapa ?... minggir aku juga mau lihat pengumuman itu.” kata Rissa membentak Sirius dan mendorong minggir.
“Kenapa sih dia kasar sekali ? padahal aku tidak pernah membuat masalah dengannya” kata Sirius bersuara kecil di belakang.
“hihihi… dasar, itu sebuah kode kepadamu bodoh hihihi…” kata bayangan Roy tertawa mengejek.
“Apa maksudmu dengan kode, aku tidak paham apa yang kau maksud.” kata Sirius.
Dengan wajah datar (-_-) Roy bertanya ”kau itu benar-benar bodoh atau hanya berpura-pura ? sudah lah lupakan saja”
“Daripada itu, ayo kita harus segera mendaftarkan namamu untuk mendapat nomer urut.” kata bayangan Roy.
Sirius segera menuju ketempat panitia pendaftaran untuk mendapat nomer urut, karena hari ini hanya acara pendaftaran Sirius kembali ke asrama.
“kenapa kita harus berdiam di asrama sementara yang lain mulai berlatih sihir diluar sana ?” tanya Sirius pada Roy.
“Kita sudah berlatih, sekarang gunakan waktu ini untuk rileks dan memikirkan strategi untuk menghadapi lawan-lawan kita nanti” kata bayangan Roy pada Sirius.
“Baiklah, kurasa itu ide bagus untuk rileks sejenak. Jadi bagaimana strateginya ?” tanya Sirius.
“Jadi pada akhirnya aku saja yang memikirkan strateginya, kau tidak membantu sama sekali.” Kata bayangan Roy.
“Mau bagaimana lagi kau patnerku yang paling mengerti diriku melebihi diriku sendiri, dan kau juga bijaksana seperti petapa agung” kata Sirius yang mencoba membujuk Roy.
“Yah mau bagaimana lagi jika kau terlalu mengandalkan ku.” Kata bayangan Roy yang senang dengan pujian Sirius.
“hahaha… gampang sekali membujuk benda ini untuk membantuku berpikir” pikir Sirius dalam hati.
“Jadi strategi kita sederhana kau akan menyerang dan menghindar sebisa mungkin, sementara aku akan mendukungmu dengan sihir pertahanan yang sudah kita pelajari. Bagaimana mudah kan ?” kata bayangan Roy.
“Itu mudah dimengerti sih karena akan sulit untuk menyerang sekaligus bertahan.” Kata Sirius.
“Tentu ini akan menjadi taktik yang sempurna dengan memaksimalkan serangan sekaligus pertahanan. Dengan begini persentase kemenangan kita akan 100% diseleksi ini” Kata bayangan Roy.
“100% ? apa yang membuatmu bisa seyakin itu untuk lolos di pertandingan seleksi ini ?” kata Sirius penasaran akan perkiraan Roy.
“HAHAHA…, mungkin aku akan memberitahumu sedikit saja.” kata bayangan Roy dengan tertawa lebar dan kegirangan.
“Hai ayolah kau membuatku semakin penasaran, beri tahu aku apa yang kau sembunyikan.” Kata Sirius yang semkin penasaran.
“Aku beri tahu kau sedikit saja, aku yakin kita bisa menang karena aku punya kartu As untuk pertarungan 1 VS 1 ini HAHAHAHA……” kata bayangan Roy dengan tertawa lebar.
“Sungguh, jika kau sampai sepercaya itu dengan kartu As mu itu pasti sesuatu yang hebat bukan. Ayolah beri tahu aku apa itu ?” kata Sirius yang penasaran.
“Tidak, aku tidak akan memberi tahumu tentang kartu As ku ini. Jika aku memberi tahumu apa itu, pasti kau akan jadi sombong di arena dan meremehkan lawanmu. Aku hanya akan menggunakan kartu As ini saat keadaan diluar kendaliku.” Kata bayangan Roy dengan tegas.
“Baiklah jika kau sampai bilang begitu, jadi sekarang apa ?” kata Sirius yang sudah tidak penasaran dan menanyakan kelanjutan di asrama.
“Sekarang karena sudah tidak ada yang didiskusikan lagi, kurasa kau bisa melakukan kegiatanmu sendiri” kata bayangan Roy.
“Hm.., apa yang harus aku lakukan sekarang ya ? oh iya aku lupa mengecek apakah pak tua Wilo sudah kembali atau belum. Aku harus memberitahunya soal dirimu padanya.” Kata Sirius yang baru ingat.
“Yah bukan masalah sih, sekarang aku sudah semakin kuat dan dengan kekuatanku aku bisa mengelabui pak tua itu hihihi…” pikir Roy dalam benaknya sambil tersenyum kecil.
Sirius menanyakan tentang pak tua Wilo pada staf wanita.
“Sekarang master Wilo sedang ada tamu, aku akan mengabarinya jika sudah selesai.” Kata staf wanita itu.
“Baiklah aku akan menunggu di ruang tunggu kalau begitu” kata Sirius.
Setelah beberapa menit berlalu ada seorang paman yang berjalan turun tangga dari lantai dua yang merupakan kantor para pengajar, perlahan dia menghampiri Sirius yang sedang duduk. Roy merasakan Tatapan tajam dari paman itu pada Sirius.
“Hai apa kau kenal dengan paman itu ?” kata bayangan Roy yang penasaran.
“aku tidak kenal dia, kenapa kau menanyakan itu ?” kata Sirius.
“Tidak papa, hanya sekedar firasatku.” Kata Roy.
“Dari mana yang kurasakan dimiliki paman itu dia setingkat dengan pak tua.” Pikir Roy dalam benaknya.
“Selamat siang anak muda.” Kata paman yang menyapa Sirius.
“Selamat siang juga paman.” Kata Sirius memberi salam balik.
“Apa kau nak Sirius Waiden?” tanya paman itu.
“Iya, apa saya kenal dengan anda ?” kata Sirius.
“Oh iya, betapa tidak sopan nya aku. Aku belum memperkenalkan diri ya” kata paman itu.
“Perkenalkan aku Board Foniks penguasa kota Foniks sekaligus ayah dari Rissa Foniks” kata paman itu memperkenalkan diri.
“Oh anda adalah ayahnya Rissa, salam paman saya Sirius Waiden anak dari Rain Waiden” kata Sirius memperkenalkan diri.
“Sebenarnya aku mengenalmu dari cerita yang diceritakan Rissa padaku, katanya ada anak yang memiliki bakat mana sedikit.” kata paman Board.
“Tapi tidak begitu dari mana yang ku rasakan dari mu.” Kata paman Board menatap tajam Sirius.
“Akhir-akhir ini aku sering berlatih sihir jadi mana ku ikut meningkat” kata Sirius sambil mengalihkan pandangan.
“Ho kau pasti berlatih menggunakan mana potion untuk mengisi ulang mana saat mana mu habis dan memperkuat tubuh supaya bisa menampung banyak mana di tubuhmu. Metode yang menarik baru kali ini aku tahu kalau kesehatan fisik dapat meningkatkan mana” kata paman Board.
“Iya paman aku banyak menggunakan mana potion untuk mengembangkan jumlah mana ku.” Kata Sirius meng iya kan pernyataan tersebut.
Tiba-tiba staf wanita memanggil Sirius ”permisi, tuan Sirius anda sudah dapat menemui master Wilo di ruangannya” kata staf wanita.
“Sepertinya sampai sini dulu percakapan kita nak Sirius, tolong yang akrab dengan Rissa ya sampai jumpa lagi.” Kata paman Board.
“Tentu paman, sampai jumpa lagi.” Kata Sirius.
Sirius segera ketempat pak tua Wilo setelah bersalaman dengan paman Board.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Aini Nurcynkdzaclluew
Berasa kayak lagi nonton film seru deh! Kapan launching filmnya thor? 😁
2023-07-27
1
Fainancey F_16
Keren dan bikin saya terhanyut dalam ceritanya.
2023-07-27
1