Bab 4 Kartu As

Pada saat latihan Sirius telah berlangsung satu bulan ada pengumuman dari akademi, pengumuman itu adalah diadakannya acara besar turnamen KESATRIA SIHIR yang diadakan untuk kerajaan Redeon dengan bludeon yang memiliki akademi sihir dan kerajaan yeldeon dengan kerajaan Blackdeon yang memiliki akademi kesatria.

Persiapan untuk pendaftaran turnamen masing-masing akademi untuk memilih wakil-wakil siswanya diberi waktu satu minggu, sehingga dalam satu minggu siswa pada tingkat sihir lanjut akan diseleksi dan dites dengan duel arena. Kebanyakan siswa akan ikut dalam seleksi ini karena hadiah untuk pemenang sangat besar, dan pendaftaran untuk ikut gratis karena itu banyak yang bertaruh untuk ikut dalam kompetisi seleksi ini.

“Kau membaca itu Sirius ?” kata bayangan Roy dengan senyum lebar.

“Tentu aku membacanya, mungkin inilah saatnya aku untuk maju.” kata sirius dengan lantang.

Tanpa tahu kalau dibelakangnya ada gadis cantik berambut pirang, Rissa mendengarnya“ hai Rius kau bicara dengan siapa ?... minggir aku juga mau lihat pengumuman itu.” kata Rissa membentak Sirius dan mendorong minggir.

“Kenapa sih dia kasar sekali ? padahal aku tidak pernah membuat masalah dengannya” kata Sirius bersuara kecil di belakang.

“hihihi… dasar, itu sebuah kode kepadamu bodoh hihihi…” kata bayangan Roy tertawa mengejek.

“Apa maksudmu dengan kode, aku tidak paham apa yang kau maksud.” kata Sirius.

Dengan wajah datar (-_-) Roy bertanya ”kau itu benar-benar bodoh atau hanya berpura-pura ? sudah lah lupakan saja”

“Daripada itu, ayo kita harus segera mendaftarkan namamu untuk mendapat nomer urut.” kata bayangan Roy.

Sirius segera menuju ketempat panitia pendaftaran untuk mendapat nomer urut, karena hari ini hanya acara pendaftaran Sirius kembali ke asrama.

“kenapa kita harus berdiam di asrama sementara yang lain mulai berlatih sihir diluar sana ?” tanya Sirius pada Roy.

“Kita sudah berlatih, sekarang gunakan waktu ini untuk rileks dan memikirkan strategi untuk menghadapi lawan-lawan kita nanti” kata bayangan Roy pada Sirius.

“Baiklah, kurasa itu ide bagus untuk rileks sejenak. Jadi bagaimana strateginya ?” tanya Sirius.

“Jadi pada akhirnya aku saja yang memikirkan strateginya, kau tidak membantu sama sekali.” Kata bayangan Roy.

“Mau bagaimana lagi kau patnerku yang paling mengerti diriku melebihi diriku sendiri, dan kau juga bijaksana seperti petapa agung” kata Sirius yang mencoba membujuk Roy.

“Yah mau bagaimana lagi jika kau terlalu mengandalkan ku.” Kata bayangan Roy yang senang dengan pujian Sirius.

“hahaha… gampang sekali membujuk benda ini untuk membantuku berpikir” pikir Sirius dalam hati.

“Jadi strategi kita sederhana kau akan menyerang dan menghindar sebisa mungkin, sementara aku akan mendukungmu dengan sihir pertahanan yang sudah kita pelajari. Bagaimana mudah kan ?” kata bayangan Roy.

“Itu mudah dimengerti sih karena akan sulit untuk menyerang sekaligus bertahan.” Kata Sirius.

“Tentu ini akan menjadi taktik yang sempurna dengan memaksimalkan serangan sekaligus pertahanan. Dengan begini persentase kemenangan kita akan 100% diseleksi ini” Kata bayangan Roy.

“100% ? apa yang membuatmu bisa seyakin itu untuk lolos di pertandingan seleksi ini ?” kata Sirius penasaran akan perkiraan Roy.

“HAHAHA…, mungkin aku akan memberitahumu sedikit saja.” kata bayangan Roy dengan tertawa lebar dan kegirangan.

“Hai ayolah kau membuatku semakin penasaran, beri tahu aku apa yang kau sembunyikan.” Kata Sirius yang semkin penasaran.

“Aku beri tahu kau sedikit saja, aku yakin kita bisa menang karena aku punya kartu As untuk pertarungan 1 VS 1 ini HAHAHAHA……” kata bayangan Roy dengan tertawa lebar.

“Sungguh, jika kau sampai sepercaya itu dengan kartu As mu itu pasti sesuatu yang hebat bukan. Ayolah beri tahu aku apa itu ?” kata Sirius yang penasaran.

“Tidak, aku tidak akan memberi tahumu tentang kartu As ku ini. Jika aku memberi tahumu apa itu, pasti kau akan jadi sombong di arena dan meremehkan lawanmu. Aku hanya akan menggunakan kartu As ini saat keadaan diluar kendaliku.” Kata bayangan Roy dengan tegas.

“Baiklah jika kau sampai bilang begitu, jadi sekarang apa ?” kata Sirius yang sudah tidak penasaran dan menanyakan kelanjutan di asrama.

“Sekarang karena sudah tidak ada yang didiskusikan lagi, kurasa kau bisa melakukan kegiatanmu sendiri” kata bayangan Roy.

“Hm.., apa yang harus aku lakukan sekarang ya ? oh iya aku lupa mengecek apakah pak tua Wilo sudah kembali atau belum. Aku harus memberitahunya soal dirimu padanya.” Kata Sirius yang baru ingat.

“Yah bukan masalah sih, sekarang aku sudah semakin kuat dan dengan kekuatanku aku bisa mengelabui pak tua itu hihihi…” pikir Roy dalam benaknya sambil tersenyum kecil.

Sirius menanyakan tentang pak tua Wilo pada staf wanita.

“Sekarang master Wilo sedang ada tamu, aku akan mengabarinya jika sudah selesai.” Kata staf wanita itu.

“Baiklah aku akan menunggu di ruang tunggu kalau begitu” kata Sirius.

Setelah beberapa menit berlalu ada seorang paman yang berjalan turun tangga dari lantai dua yang merupakan kantor para pengajar, perlahan dia menghampiri Sirius yang sedang duduk. Roy merasakan Tatapan tajam dari paman itu pada Sirius.

“Hai apa kau kenal dengan paman itu ?” kata bayangan Roy yang penasaran.

“aku tidak kenal dia, kenapa kau menanyakan itu ?” kata Sirius.

“Tidak papa, hanya sekedar firasatku.” Kata Roy.

“Dari mana yang kurasakan dimiliki paman itu dia setingkat dengan pak tua.” Pikir Roy dalam benaknya.

“Selamat siang anak muda.” Kata paman yang menyapa Sirius.

“Selamat siang juga paman.” Kata Sirius memberi salam balik.

“Apa kau nak Sirius Waiden?” tanya paman itu.

“Iya, apa saya kenal dengan anda ?” kata Sirius.

“Oh iya, betapa tidak sopan nya aku. Aku belum memperkenalkan diri ya” kata paman itu.

“Perkenalkan aku Board Foniks penguasa kota Foniks sekaligus ayah dari Rissa Foniks” kata paman itu memperkenalkan diri.

“Oh anda adalah ayahnya Rissa, salam paman saya Sirius Waiden anak dari Rain Waiden” kata Sirius memperkenalkan diri.

“Sebenarnya aku mengenalmu dari cerita yang diceritakan Rissa padaku, katanya ada anak yang memiliki bakat mana sedikit.” kata paman Board.

“Tapi tidak begitu dari mana yang ku rasakan dari mu.” Kata paman Board menatap tajam Sirius.

“Akhir-akhir ini aku sering berlatih sihir jadi mana ku ikut meningkat” kata Sirius sambil mengalihkan pandangan.

“Ho kau pasti berlatih menggunakan mana potion untuk mengisi ulang mana saat mana mu habis dan memperkuat tubuh supaya bisa menampung banyak mana di tubuhmu. Metode yang menarik baru kali ini aku tahu kalau kesehatan fisik dapat meningkatkan mana” kata paman Board.

“Iya paman aku banyak menggunakan mana potion untuk mengembangkan jumlah mana ku.” Kata Sirius meng iya kan pernyataan tersebut.

Tiba-tiba staf wanita memanggil Sirius ”permisi, tuan Sirius anda sudah dapat menemui master Wilo di ruangannya” kata staf wanita.

“Sepertinya sampai sini dulu percakapan kita nak Sirius, tolong yang akrab dengan Rissa ya sampai jumpa lagi.” Kata paman Board.

“Tentu paman, sampai jumpa lagi.” Kata Sirius.

Sirius segera ketempat pak tua Wilo setelah bersalaman dengan paman Board.

Terpopuler

Comments

Aini Nurcynkdzaclluew

Aini Nurcynkdzaclluew

Berasa kayak lagi nonton film seru deh! Kapan launching filmnya thor? 😁

2023-07-27

1

Fainancey F_16

Fainancey F_16

Keren dan bikin saya terhanyut dalam ceritanya.

2023-07-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kemunculan bayangan
2 Bab 2 Ketidak berdayaan
3 Bab 3 kemajuan
4 Bab 4 Kartu As
5 Bab 5 menanti esok hari
6 Bab 6 Awal Kemenangan
7 Bab 7 Terdesak
8 Bab 8 Tenggelam
9 Bab Menuju Hutan
10 Bab 10 Berburu
11 Bab 11 Hampir Mati
12 Bab 12 Kembali
13 Bab 13 Tujuan Orang Misterius
14 Bab 14 KENANGAN INDAH 1
15 Bab 15 Berangkat
16 Bab 16 Serangan
17 Bab 17 Bintang Jatuh
18 Bab 18 Aman
19 Bab 19 Misi Jelajah
20 Bab 20 Cerita
21 Bab 21 Sky Dragon
22 Bab 22 Menuju Reruntuhan
23 Bab 23 Ujian Tuhan
24 Bab 24 Hukuman Untuk Iblis
25 Bab 25 Kemunculan Iblis
26 Bab 26 Serangan Gabungan
27 Bab 27 Tuhan Menjawab
28 Bab 28 Perjalanan Kembali Dari Misi
29 Bab 29 Artifak
30 Bab 30 Laporan
31 Bab 31 Menemukan Buku Sihir
32 Bab 32 Belajar Sihir Baru
33 Bab 33 Tantangan Duel
34 Bab 34 Bayangan Yang Usil
35 Bab 35 Ajakan Keluar
36 Bab 36 Awekening
37 Bab 37 Pergi Keluar Bersama
38 Bab 38 Adik
39 Bab 39 Kedatangan Fire Dragon
40 Bab 40 Kemunculan Bayangan 2
41 Bab 41 Pertarungan Manusia dan Naga api
42 Bab 42 Wujud Moster Unik
43 Bab 43 Cahaya Biru
44 Bab 44 Sejarah Perjanjian Naga
45 Bab 45 Mengakhiri Ujicoba
46 Bab 46 Badai Topan
47 Bab 47 Adik Kakak Yang Akur
48 Bab 48 Menjenguk
49 Bab 49 Bekal Makanan
50 Bab 50 Acara Pembukaan Desa Walu
51 Bab 51 Masalah yg akan datang
52 Bab 52 Identitas palsu
53 Bab 53 Melawan
54 Bab 54 Tekat Kuat Mengalahkan Kekuatan
55 Bab 55 Tombak Raja
56 Bab 56 Telur Yang Tidak Asing
57 Bab 57 Persiapan Menghadiri Acara
58 Bab 58 Bertemu Dengan Pahlawan Lain
59 Bab 59 KENANGAN INDAH 2
60 Bab 60 Penciptaan Dunia
61 Bab 61 Masuk Sarang Semut
62 Bab 62 Hancurnya Markas Musuh
63 Bab 63 Kekuatan Monster Buatan
64 Bab 64 Tahanan Lepas
65 Bab 65 Cahaya Lentera
66 Bab 66 Tahanan Monster Pohon
67 Bab 67 Masa Lalu Tree
68 Bab 68 Hujan
69 Bab 69 Tree Memegang Kapak
70 Bab 70 Dalam Lentera
71 Bab 71 Kembalinya Tree
72 Bab 72 Perjanjian Jiwa
73 Bab 73 Ujian Mage
74 Bab 74 Ujian Di Tengah Badai
75 Bab 75 Awal Ujian Yang Santai
76 Bab 76 Monster Salju
77 Bab 77 Berhasil Menguasai Gua Monster
78 Bab 78 Percayalah Pada Rekan
79 Bab 79 Latihan
80 Bab 80 Latihan Bersama
81 Bab 81 Berangkat
82 Bab 82 Spirit
83 Bab 83 Bintang Jatuh 2
84 Bab 84 Lakukan Atau Tidak Sama Sekali
85 Bab 85 Kemunculan Bayangan 3
86 Bab 86 Bayangan Dengan Ide Konyol
87 Bab 87 Menikmati Waktu Ini
88 Bab 88 Surat Misterius
89 Bab 89 Duel Dengan Putra Kaisar Sombong
90 Bab 90 Memberi Pelajaran
91 Bab 91 Makan Malam Keluarga
92 Bab 92 Perjalanan Jurang Misterius
93 Bab 93 Black Mage
94 Bab 94 Serbuan Pasukan Mayat
95 Bab 95 Kristal Misterius
96 Bab 96 Di Dalam
97 Bab 97 Giant Leaves
98 Bab 98 Melampaui Batas
99 Bab 99 Burung Yang Tidak Bisa Terbang
100 Bab 100 Menentukan Yang Terpilih
101 Bab 101 Sihir mengalahkan Pikiran
102 Bab 102 "Selesaikan Cepat!"
103 Bab 103 Rencana Kedua Pihak
104 Bab 104 Cerita Kakek Pendongeng
105 Bab 105 Masa Lalu Cerita
106 Bab 106 Membuat Rencana
107 Bab 107 Untuk Hidup Harus Ada Pihak Yang Di Matikan
108 Bab 108 Bayangan Menelan Semuanya
109 Bab 109 Telpon
110 Bab 110 Tanda Bahaya Monster
111 Bab 111 Pasukan Darat Melawan Pasukan Udara
112 Bab 112 Saat Semua Berkumpul (End Season 1)
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Bab 1 kemunculan bayangan
2
Bab 2 Ketidak berdayaan
3
Bab 3 kemajuan
4
Bab 4 Kartu As
5
Bab 5 menanti esok hari
6
Bab 6 Awal Kemenangan
7
Bab 7 Terdesak
8
Bab 8 Tenggelam
9
Bab Menuju Hutan
10
Bab 10 Berburu
11
Bab 11 Hampir Mati
12
Bab 12 Kembali
13
Bab 13 Tujuan Orang Misterius
14
Bab 14 KENANGAN INDAH 1
15
Bab 15 Berangkat
16
Bab 16 Serangan
17
Bab 17 Bintang Jatuh
18
Bab 18 Aman
19
Bab 19 Misi Jelajah
20
Bab 20 Cerita
21
Bab 21 Sky Dragon
22
Bab 22 Menuju Reruntuhan
23
Bab 23 Ujian Tuhan
24
Bab 24 Hukuman Untuk Iblis
25
Bab 25 Kemunculan Iblis
26
Bab 26 Serangan Gabungan
27
Bab 27 Tuhan Menjawab
28
Bab 28 Perjalanan Kembali Dari Misi
29
Bab 29 Artifak
30
Bab 30 Laporan
31
Bab 31 Menemukan Buku Sihir
32
Bab 32 Belajar Sihir Baru
33
Bab 33 Tantangan Duel
34
Bab 34 Bayangan Yang Usil
35
Bab 35 Ajakan Keluar
36
Bab 36 Awekening
37
Bab 37 Pergi Keluar Bersama
38
Bab 38 Adik
39
Bab 39 Kedatangan Fire Dragon
40
Bab 40 Kemunculan Bayangan 2
41
Bab 41 Pertarungan Manusia dan Naga api
42
Bab 42 Wujud Moster Unik
43
Bab 43 Cahaya Biru
44
Bab 44 Sejarah Perjanjian Naga
45
Bab 45 Mengakhiri Ujicoba
46
Bab 46 Badai Topan
47
Bab 47 Adik Kakak Yang Akur
48
Bab 48 Menjenguk
49
Bab 49 Bekal Makanan
50
Bab 50 Acara Pembukaan Desa Walu
51
Bab 51 Masalah yg akan datang
52
Bab 52 Identitas palsu
53
Bab 53 Melawan
54
Bab 54 Tekat Kuat Mengalahkan Kekuatan
55
Bab 55 Tombak Raja
56
Bab 56 Telur Yang Tidak Asing
57
Bab 57 Persiapan Menghadiri Acara
58
Bab 58 Bertemu Dengan Pahlawan Lain
59
Bab 59 KENANGAN INDAH 2
60
Bab 60 Penciptaan Dunia
61
Bab 61 Masuk Sarang Semut
62
Bab 62 Hancurnya Markas Musuh
63
Bab 63 Kekuatan Monster Buatan
64
Bab 64 Tahanan Lepas
65
Bab 65 Cahaya Lentera
66
Bab 66 Tahanan Monster Pohon
67
Bab 67 Masa Lalu Tree
68
Bab 68 Hujan
69
Bab 69 Tree Memegang Kapak
70
Bab 70 Dalam Lentera
71
Bab 71 Kembalinya Tree
72
Bab 72 Perjanjian Jiwa
73
Bab 73 Ujian Mage
74
Bab 74 Ujian Di Tengah Badai
75
Bab 75 Awal Ujian Yang Santai
76
Bab 76 Monster Salju
77
Bab 77 Berhasil Menguasai Gua Monster
78
Bab 78 Percayalah Pada Rekan
79
Bab 79 Latihan
80
Bab 80 Latihan Bersama
81
Bab 81 Berangkat
82
Bab 82 Spirit
83
Bab 83 Bintang Jatuh 2
84
Bab 84 Lakukan Atau Tidak Sama Sekali
85
Bab 85 Kemunculan Bayangan 3
86
Bab 86 Bayangan Dengan Ide Konyol
87
Bab 87 Menikmati Waktu Ini
88
Bab 88 Surat Misterius
89
Bab 89 Duel Dengan Putra Kaisar Sombong
90
Bab 90 Memberi Pelajaran
91
Bab 91 Makan Malam Keluarga
92
Bab 92 Perjalanan Jurang Misterius
93
Bab 93 Black Mage
94
Bab 94 Serbuan Pasukan Mayat
95
Bab 95 Kristal Misterius
96
Bab 96 Di Dalam
97
Bab 97 Giant Leaves
98
Bab 98 Melampaui Batas
99
Bab 99 Burung Yang Tidak Bisa Terbang
100
Bab 100 Menentukan Yang Terpilih
101
Bab 101 Sihir mengalahkan Pikiran
102
Bab 102 "Selesaikan Cepat!"
103
Bab 103 Rencana Kedua Pihak
104
Bab 104 Cerita Kakek Pendongeng
105
Bab 105 Masa Lalu Cerita
106
Bab 106 Membuat Rencana
107
Bab 107 Untuk Hidup Harus Ada Pihak Yang Di Matikan
108
Bab 108 Bayangan Menelan Semuanya
109
Bab 109 Telpon
110
Bab 110 Tanda Bahaya Monster
111
Bab 111 Pasukan Darat Melawan Pasukan Udara
112
Bab 112 Saat Semua Berkumpul (End Season 1)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!