Keesokan paginya “Hooaa…, aku tidur nyenyak semalam berkat patner baruku yang dapat diandalkan.” kata Sirius yang baru bangun.
“hihihi aku memang diandalkan seperti yang kubilang, sekarang diam dan fokuslah sebentar aku akan memberimu beberapa pengetahuan tentang buku yang aku baca semalam.” kata bayangan Roy.
“Baiklah mari kita lihat seberapa hebat pemahamanmu tentang buku yang kau baca.” kata Sirius.
“Baik, aku mulai.” kata bayangan Roy sambil fokus.
Pengetahuan yang dipelajari semalam terkirim ke pikiran Sirius, namun pengetahuan yang dikirim langsung membuat Pikiran Sirius syok dan sempat berteriak kesakitan.
“Khaaa…aaa…ahhh….” teriak Sirius kesakitan.
“Sirius kau tak apa-apa ?” kata bayangan Roy khawatir.
“Aaaa…sial aku kira itu tidak akan ada efek saat melakukan transfer.” kata Sirius yang mulai membaik.
“Kau mulai membaik sekarang, kau berteriak seperti itu karena kau belum siap dan syok saat kau harus masih fokus lain kali jangan sampai kehilangan fokus.” kata bayangan Roy menjelaskan kenapa Sirius menjadi semakin merasa sakit saat transfer terjadi.
“Baik, aku akan lebih fokus lagi kedepannya.” kata Sirius.
“Wah ternyata pemahamanmu tentang sihir jebakan sangat detail, bahkan sekarang aku mungkin bisa menerapkannya dan bahkan kau menambahkan cara menambah efek otomatis aktif saat ada yang mendekat, sangat keren!!” kata Sirius kegirangan
“Tentu saja kan, karena aku punya kepintaran tersendiri haha…” kata bayangan Roy dengan Percaya diri.
“Sekarang mari kita menuju Kantor master untuk menemui pak tua Wilo, sebelum kelas awal dimulai.” kata Sirius.
Pada waktu pagi menuju kantor master Sirius menanyakan terlebih dahulu pada staf yang bertugas menata jadwal waktu para master untuk mendapat izin bertemu.
“kak staf apakah aku bisa bertemu dengan pak tua Wilo untuk membahas tes kemarin ?” tanya Sirius pada staf.
“tidak bisa.” kata staf wanita itu.
“kenapa ?” tanya Sirius.
“Karena tadi master Wilo sudah pergi untuk menjawab panggilan kaisar Riyo untuk membantu meneliti makhluk baru yang ditemukan saat penaklukan hutan monster.” kata staf itu.
Empat kerajaan yang menjaga perbatasan di awasi oleh kekaisaran yang berdekatan dengan laut biru dan dikelilingi empat kerajaan yaitu Redeon, Bludeon, Yeldeon, dan Blackdeon. Saat ini perekonomian masing-masing kerajaan kebanyakan dari penaklukan monster untuk mengambil dagingnya sebagai bahan makanan dan bagian inti mana monster yang dapat dimanfaatkan untuk membuat alat sihir untuk membantu pekerjaan lainnya seperti alat untuk pertanian dan perkebunan penduduk kerajaan untuk menghasilkan bahan makanan yang baik.Saat ini kerajaan yang mengelola sebagian besar pertanian dan perkebunan adalah kerajaan Bludeon dan Blackdeon, sedang sebagian besar pasukan untuk menaklukan monster berasal dari kerajaan Redeon dan Yeldeon.
“Bagaimana jika kau menemui pengawas lain untuk membahasnya ?” saran staf itu kepada Sirius.
“Baiklah kalau begitu, siapa yang dapat aku temui saat ini ?” kata Sirius yang agak kecewa.
“Utuk saat ini yang luang hanya master Falir, aku akan menghubunginya untuk mu” kata staf itu.
“Ugeh dia yang sombong dan mempecundangi aku kemarin itu ya, padahal aku tidak ingin bertemu dengannya lagi tapi mau bagai mana lagi aku harus cepat lulus agar dapat belajar sihir ketingkat lebih lanjut” pikir dalam hati Sirius
“Baik, terimakasih atas bantuannya kak staf” kata Sirius.
“Master Falir bisa kau temui sekarang, silahkan ke ruangannya untuk menemuinya” kata staf itu.
Sirius segera menuju ke ruangan master Falir dan sampai didepan pintu.
Sirius mengetuk pintu “permisi apa saya boleh masuk ?”
“Masuklah cepat, jangan membuang banyak waktu karena kelas awalmu akan segera dimulai dalam 10 menit” Jawab master Falir.
“Baik terimakasih atas waktunya sir Falir” kata Sirius sambari membuka pintu.
Sirius melihat sir Falir yang sedang duduk sambil membaca buku dan kemudian ”Jadi apa yang ingin kau sampaikan untuk tes kemarin tuan Sirius Waiden ?” tanya master Falir pada Sirius.
“I..itu a…anu sir kurasa pada tes terakhir aku berhasil memanggil patner ku.” kata Sirius menjawab dengan gugup.
“Apa begitu ? kalau begitu dimana patner mu yang kau maksud itu ?” kata master Falir yang meragukan Sirius.
“Dia ada disini sir, dia ada di sampingku.” jawab Sirius.
“Tuan Sirius tolong jangan main-main dengan ku saat ini, aku sama sekali tidak melihat patnermu. Kau hanya menunjukan kakimu.” kata master Falir dengan tegas.
“Tunggu…Tunggu…Tunggu… apa sir Falir tidak bisa melihat Roy, apa karena dia bayangan ? tapi Roy dapat bicara mungkin sir Falir bisa mendengarnya ?” pikir Sirius dalam hati.
“Tunggu mungkin sir tidak dapat melihatnya karena dia tidak memiliki wujud fisik, jadi aku akan menyuruhnya untuk bicara sekarang” kata Sirius dengan panik.
“Aku tak bisa bicara dengannya sekarang karena jangkauan telepati ku hanya sampai padamu saja jadi percuma.” kata bayangan roy yang hanya didengar Sirius saja.
“Apa kau tak bisa ? bagaimana bisa” kata Sirius panik.
“Tuan Sirius cukup untuk leluconmu hari ini, bagaimana mungkin patner seorang mage tidak memiliki fisik. Lalu bagaimana jika kau bertemu lawan mu dan patnermu tidak dapat melindungi mu, segera kembali ke kelas jangan jadikan alasan menemui ku untuk bolos pelajaran awal.” Kata master Falir tegas sambil membuka sihir gate menuju ruang kelas Sirius dan mengangkat Sirius dan melemparnya ke dalam gate.
Bersamaan saat kelas akan dimulai “Terimakasih sir Falir karena sudah membawa Sirius kemari aku hampir mencatatnya tidak hadir hari ini.” kata miss Yui.
“Hm… sama-sama miss Yui, aku hanya tak ingin dia menjadikanku alasan bolos kelasnya. Kalau begitu sampai jumpa lagi miss Yui.” kata master Falir dengan menutup gatenya.
Saat sir Falir kembali Sirius segera duduk di tempatnya dan semua siswa yang hadir tertawa melihat kekonyolan sir Falir dan Sirius yang membuat suasana kelas jadi tambah ramai.
“Baiklah cukup semuanya, Sekarang karena semua siswa sudah lengkap mari kita mulai pelajarannya hari ini. Untuk pelajaran hari ini kita akan membahas sihir jebakan, karena itu aku ingin ada yang membantuku untuk menjelaskannya kepada yang lain.” kata miss Yui menawarkan untuk membantunya.
Sirius mengangkat tangan “wah terimakasih atas kesadarannya tuan Sirius karena mau membantuku untuk menjelaskan disini, sepertinya kau sudah belajar sebelum kelas dimulai.” kata miss Yui memuji Sirius.
“Sama-sama miss Yui, baiklah aku akan mulai menjelaskan” kata Sirius dengan nada malas.
“Sihir jebakan memiliki dua tipe yaitu jebakan untuk menahan musuh dan jebakan untuk menyerang musuh dititik lokasi tertentu yang dilalui oleh musuh dan cara pengaktifan nya berbeda-beda ada yang di aktifkan secara manual dan otomatis tergantung situasi yang memadai. Sekian dariku.” Sirius menjelaskan dengan lantang dan duduk kembali.
“Baik itu penjelasan yang bagus tuan Sirius, apa masih ada yang ditanyakan tentang sihir jebakan ?” kata miss Yui bertanya.
Salah satu siswi mengangkat tangan ”bukankah sihir jebakan adalah sihir tingkat lanjut dan butuh lebih banyak sihir untuk memasangnya bagai mana dengan yang memiliki sedikit mana ? seperti yang disebelah sana.” Kata Rissa dengan sedikit senyum meremehkan bakat mana yang dimiliki Sirius.
Sirius yang mendengarnya tertunduk di kursi dan agak gugup mendengar jawaban miss Yui.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Bisa gitu ya
2024-01-10
2
swaggy
Bikin merinding! 😱
2023-07-26
1
Vòng một lép nhưng tôm tép có đầy
Aksinya keren banget, semangat terus author!
2023-07-26
1