Setelah mereka kembali dari atas awan turun ke bawah mendarat dengan lancar.
Sirius menurunkan Rissa dari gendongan.
“Terima kasih Rius, karena kau aku bisa melihat pemandangan yang indah itu. Kalau begitu sampai jumpa.” Kata Rissa bergegas pergi dari sana.
“Sama-sama, hati-hati dijalan.” Kata Sirius melambai.
Sirius melanjutkan latihan di taman untuk melatih sihir teleport, sihir teleport yang digunakan Sirius memiliki jangkauan yang terbatas tidak seperti sihir teleportation yang bisa menjangkau dunia lain.
“Sekarang cobalah memindahkan dirimu 50 meter kedepan menggunakan sihir Teleport.”
“Akan ku coba.”
Sirius berhasil menggunakan sihir Teleport namun dia berpindah ke atas bukan ke depan dan jatuh tapi di bantu Roy mengaktifkan Sihir Fly untuk mengamankan Sirius agar tidak terbentur tanah.
Setelah berlatih selama dua hari waktu keberangkatan pun tiba, semua siswa yang dipilih berkumpul didepan gerbang akademi.
Sir Falir dan miss Yui sudah menunggu “ Sekarang karena semua siswa sudah berkumpul, silahkan cek perlengkapan pribadi kalian sambil menunggu master Wilo sampai.” Kata Sir Falir.
Muncul kilatan cahaya membentuk seseorang memegang tongkat didepan mereka “Maaf karena telah menunggu lama, tadi kami sedang menentukan tempat yang tepat untuk berpindah.” Kata pak tua Wilo yang muncul menggunakan Sihir Teleport tingkat tinggi yang mampu berpindah ketempat yang pernah dikunjungi.
“Tidak, kami juga baru berkumpul dan sedang mengecek barang.” Kata Sir Falir
“Oh begitu, Syukur aku tepat waktu. Jadi jangan berlama-lama kita akan ke tempat Acara.” Kata Pak tua Wilo sambil mengetukkan tongkatnya ke tanah mengaktifkan lingkaran sihir Teleport.
Semua orang digerbang menghilang dan berpindah ke tenda besar yang sudah disiapkan di hutan dekat reruntuhan. “Kalian istirahat dulu saja di sini, aku akan pergi sebentar untuk mengkonfirmasi kelengkapan kalian.” Kata pak tua Wilo berjalan keluar Tenda.
Acara KESATRIA SIHIR ini adalah acara pertarungan kelompok yang di adakan oleh kekaisaran untuk melihat perkembangan para siswa akademi masing-masing kerajaan, dan hadiahnya adalah uang 300 koin emas dan 3 item dari ruang harta kekaisaran untuk kelompok yang menang.
“Untuk Para peserta segara keluar dan berbaris untuk pembukaan!.” Kata kesatria berpakaian full armor yang menjadi petugas. Segera para peserta keluar tenda dan berbaris sesuai akademi yang mereka wakili di barisan pertama ada siswa akademi Drawiz dari kerajaan Redeon, dibarisan kedua ada siswa akademi Icewiz dari kerajaan Bludeon, dibarisan ketiga ada siswa akademi Golden Knight dari kerajaan Yeldeon, dan dibarisan terakhir ada siswa akademi Iron Knight dari kerajaan Blackdeon.
“Acara ini akan dibuka dengan pembukaan dari yang mulia kaisar Riyo Daimon, Silahkan.” Kata petugas itu sambil memberi hormat pada kaisar yang sudah di atas podium. “Pada hari yang besar ini akan di adakan acara yang besar di tonton dari monitor di setiap kota untuk melihat keahlian kalian yang sudah kalian dapat dari akademi, jadi berikan kemampuan penuh kalian di acara ini. Itu saja yang ingin ku sampaikan kepada kalian semoga kalian berhasil.” Pidato singkat dari kaisar kemudian menyerahkannya pada petugas.
“Baiklah aku akan menjelaskan aturan dalam acara ini, arena untuk pertarungan kelompok ada di reruntuhan labirin yang ada didekat sini. Aturan pertarungan yaitu akan ada 4 kelompok yang akan di isi masing-masing akademi dan bertarung menyingkirkan kelompok lain.” Kata petugas yang menjelaskan.
“Apa ada pertanyaan ?” tanya petugas.
“jika tidak kelompok yang tertulis di monitor segera menuju arena dan yang lain kembali ke tenda, di tenda sudah ada monitor untuk menonton pertarungan.” Kata petugas sambil beranjak pergi menunjukan jalan ke reruntuhan.
Kelompok Sirius ada di urutan paling belakang dan sekarang mereka menuju tenda untuk menonton pertandingan. “Hai apa kau tidak merasa ada yang aneh ?” tanya bayangan Roy, Sirius kemudian mengamati sekitar.
“Hm aku tidak tahu apa yang kau maksud aneh.” Kata Sirius.
“Sudah lupakan saja, mungkin itu akan baik untuk mu.” Kata bayangan Roy.
Peserta sudah menempati posisi masing-masing untuk memasuki reruntuhan labirin, di saat yang sama monitor sihir di nyalakan memperlihatkan pergerakan ke-empat kelompok. Kaisar beristirahat di tenda dan duduk di kursi.
Tiba-tiba muncul kilatan cahaya dari dalam hutan kemudian terjadi gempa yang secara bersamaan membuat monitor sihir tiba-tiba tidak bisa menampilkan gambar, para pengawas pus segera mengecek keadaan di luar. Para penduduk kota yang sedang menonton juga tidak dapat melihat gambar dari monitor sihir, para petugas di sana menjelaskan kepada penduduk bahwa ada kesalahan teknis. Penduduk pun tenang dan percaya itu hanyalah kesalahan teknis saja.
Para petugas yang keluar melihat dari kejauhan ada sebuah raksasa golem berjalan ke tempat tenda peristirahatan dan gempa yang terjadi disebabkan karena pemanggilan raksasa golem itu. Raksasa golem itu memiliki kepala yang di tengahnya terdapat bola kristal yang gelap, para kesatria kaisar segera keluar tenda “Ada keributan apa ini ?” tanya salah satu kesatria “Ada sebuah raksasa golem menuju kemari, dan tampaknya ada seseorang yang mengendalikannya.” Kata seorang mage yang sedang memantau dari atas.
Kaisar Riyo ikut keluar dari tenda “yang mulia silahkan beristirahat saja serahkan ini pada para pengawal dan pengawas.” Kata salah satu kesatria.
“Bagaimana bisa aku istirahat di dalam jika tidak ada tontonannya, aku juga akan membantu menjaga para siswa. Segera kirim tim utuk menyelidiki, sebagian berjaga disini untuk mengantisipasi hal yang tidak terduga.” Kata Kaisar.
Raksasa golem yang mendekat mendadak berhenti “Golem itu berhenti ?” kata sir Falir yang sedang mengamati dari kejauhan, “Tunggu ada yang tidak beres, tunggu perasaan ini…” Sir Falir menyadari sesuatu.
“SEMUANYA SEGERA PASANG FORMASI PENGHALANG! ADA SERANGAN!!!” teriak sir Falir sambil mengaktifkan Formasi penghalang dengan para mage yang bertugas.
Golem itu mengeluarkan lingkaran sihir raksasa dari bola kristal di kepalanya, para mage sudah membuat formasi penghalang yang kuat. Golem yang diam mengeluarkan laser hitam dari lingkaran sihir raksasa dan menghantam penghalang yang dibuat para mage tapi sayang penghalang yang dibuat retak dan hancur. Para mage terhempas jatuh “Sial ternyata formasi penghalang sihir tingkat atas tidak dapat menahannya.” Kata sir Falir yang tergeletak di tanah.
“Kerja bagus sir Falir, terima kasih telah mengulur waktu. Biar ku tangani sisanya, istirahatlah.” Kata pak tua Wilo memindahkan semua mage dengan teleport dan mengeluarkan lonjakan mana yang banyak.
Akibat keributan diluar para siswa bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, karena belum ada perintah untuk keluar.
“Hai Sirius cepat rapal sihir mana Shield.” Kata bayangan Roy dengan senyum lebar.
“Ha ? memang ada apa ?” tanya Sirius tapi Roy sudah memasang mana shild ditubuh Sirius.
Tiba-tiba muncul asap didalam tenda, ada seseorang dalam asap. Para siswa yang menghirup asap pingsan kecuali Sirius karena mana Shield nya menahan asap. Sirius yang tidak bisa melihat karena terhalang kabut menggunakan sihir dasar hembusan angin untuk menyingkirkan asap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments