Pada saat Sirius terancam akan dibunuh muncul wanita berpakaian pendeta putih berambut pink merah muda datang dari belakang,”Tunggu Sir Zaggan!, kurasa dia berkata jujur.” Kata wanita itu.
“Kenapa kau percaya pada bocah mencurigakan ini Saint Gaia setelah melihat pemandangan ini.” Kata Sir Zaggan yang menunjuk pada sekumpulan mayat serigala yang tercincang tersebar di sekitar tempat tenda Sirius.
“Mungkin kau akan percaya jika anak ini adalah pemenang duel akademi yang melawan pangeran Victor yang merupakan top 1 rank siswa akademi dan namanya sama yaitu Sirius Waiden.” Kata Saint Gaia memberitahu Sir Zaggan.
“Oh begitu ya, jadi anak ini kuat sampai bisa membantai koloni serigala seorang diri. Tapi kita perlu memastikannya bukan ?” kata Sir Zaggan tersenyum licik.
“Jangan Mulai lagi.” Kata Saint menghela nafas.
“Nak aku akan melepaskan mu bila kau bisa bertahan dari serangan ku, bagaimana ?” kata Sir Zaggan tersenyum.
“Baiklah tapi berjanjilah untuk melepaskan ku dan tidak menuduhku lagi.” Kata Sirius.
“hahaha…, kau bahkan tidak ragu ya. Baiklah aku janji, nah bersiaplah ambil posisi.” Kata Sir Zaggan mengeluarkan kedua pedang dari sarungnya.
“Ini sudah keterlaluan, aku tidak bisa membiarkannya. Sirius biar aku yang mengurus dia.” Kata bayangan Roy.
“Dia terlihat kuat dari aura yang dia pancarkan, kalau begitu ku serahkan padamu Roy.” Kata Sirius.
“Hm.., serahkan saja padaku akan ku tunjukan pada paman Kesatria bodoh itu akibat meremehkan kita hahaha….” Kata bayangan Roy.
Sirius dan Zaggan mengambil jarak untuk bersiap bertarung, “Haa…, terserah kalian saja. Aku sama sekali tidak mengerti kenapa para laki-laki suka sekali bertarung untuk hal yang tidak perlu, tapi bodoh amat selama bukan aku yang bertarung. Bersiappp…, MULAI” Ucap Saint Gaia memberi aba-aba.
Zaggan maju duluan mengayunkan satu pedang ke arah leher Sirius, Sirius menghindar dengan menarik kepalanya kebelakang dan kakinya menendang ke atas. Zaggan menahannya dengan tangan satunya lalu terpukul mundur “oh kukira kau akan menggunakan sihir untuk menghadapi ku, karena kau adalah siswa akademi sihir.” Kata Zaggan kagum.
“Aku memang menggunakan sihir.” Kata Sirius.
“Apa ?” Ucap Zaggan “Tidak tidak.., itu jelas serangan fisik yang tidak menggunakan sihir. Tapi dia bilang dia menggunakan sihir tapi dimana?, aku tidak melihat.” Pikir Zaggan dalam hati.
“Ah, bodoh amat aku tidak peduli dia memakai sihir atau tidak.” Kata Zaggan dengan maju menyerang ke arah Sirius dengan kedua pedangnya menebas Sirius, tapi sirius yang dia tebas menghilang dan berpindah di belakangnya. Zaggan reflek segera memutar badan dan mengayunkan satu pedang, Sirius menepisnya dengan satu tangan dan merebut pedang Zaggan dengan cepat. Zaggan yang terkejut dengan pergerakan Sirius panik dan melompat mundur, Sirius melesat dengan cepat kearah Zaggan yang masih mengudara dan menebas lehernya.
Zaggan melihat tubuhnya tanpa kepalnya, karena kepalanya melayang perlahan “Apa ? aku mati ? bagaimana bisa dia sekuat itu tanpa menggunakan sihir ? apakah ini karma karena aku selalu meremehkan orang lain ? ah aku sadar akan kesombongan dalam diriku. Andai saja aku bisa kembali mungkin aku akan tidak lagi sombong pada orang lain dan terus berlatih agar bisa menjadi kuat. Maafkan aku mama, sepertinya aku mati duluan. Selamat tinggal dunia” Pikir Zaggan sambil menutup mata.
Di saat yang sama “kenapa Sir Zaggan menyerang udara kemudian melompat dan jatuh tersungkur sendiri.” Kata Saint Gaia melihat sir Zaggan bertingkah aneh.
“Dia terkena sihir ilusiku miss Saint dan sekarang dia sudah pingsan.” Kata Sirius menjelaskan.
“Oh jadi itu sihir ilusi yang kau gunakan pada pangeran, pantas saja kalau kau bisa mengalahkan pangeran bahkan sir Zaggan terlihat konyol karena pengaruh ilusi mu yang kaut.” Kata Saint Gaia.
“kalau begitu izinkan aku permisi untuk mengemasi barang-barang ku.” Kata Sirius sopan.
“Ah iya silahkan, maaf sudah mengganggu mu.” Kata Saint Gaia.
“Iya tidak papa, kalau begitu…” Ucap Sirius sambil memasukan tendanya kedalam bayangannya.
Saint Gaia terkejut “EEEEHH…., Sirius apa itu tadi ? tiba-tiba keluar dari bayanganmu dan menelan tendamu ketanah.” Tanya dengan wajah sangat terkejut.
“Oh itu tadi patner sihirku, dia menjadi bayangan di bawahku.” Kata Sirius.
“Ternyata patnermu, baru kali ini aku melihat patner sihir seperti itu.” Kata Saint Gaia.
“Kalau begitu sampai jumpa lagi miss Saint, aku harap kau baik-baik saja.” Kata Sirius berjalan pergi menuju tujuan berikutnya.
Sementara itu Saint Gaia menggendong sir Zaggan dengan menyandarkan tangannya di pundak dan menuntunnya ke samping pohon untuk mengistirahatkannya dengan bersandar pohon. Sir Zaggan yang mulai sadar mengedipkan mata dan melihat Saint Gaia yang berdiri melihatnya “ Ah bagaimana malaikat punya rupa seperti Saint Gaia, apakah aku sudah di surga ?” kata Zaggan yang setengah sadar. Saint Gaia yang mendengarnya “SURGA MATAMU, CEPAT BANGUN!!!.” Ucap Saint Gaia meninju kepala Zaggan untuk menyadarkannya.
“Apa yang terjadi ? aku masih hidup ?” tanya Zaggan sambil melihat sekeliling.
“Tentu saja kau masih hidup, bocah itu menggunakan ilusi padamu. Jadi apa yang kau lihat dalam ilusi itu sampai kau tidak sadarkan diri ?” kata Saint Gaia pada Zaggan.
“Apa yang ku lihat ? aku melihat saat-saat kematianku sendiri. Aku tidak pernah menyangka akan mati dalam ilusi itu, aku seperti mendapat pesan darinya bahwa diriku yang berfikir bahwa besok dan besoknya lagi akan hidup seketika hilang. Pikiranku berpikir ini lah akhirku mati, dalam banyak penyesalan di dunia.” Kata Zaggan yang menjelaskan apa yang dia rasakan dalam ilusi itu.
“Wow apa senyata itu kematian yang kau alami ? kurasa itu bagus untukmu kalau kau sadar masih banyak penyesalanmu didunia.” Kata Saint Gaia turut prihatin dengan emosi Zaggan.
“Saint aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan kita disini dan segera pulang, jadi mari bergegas.” Kata Zaggan.
“Tunggu bukanya kau baru bangun, istirahatlah sebentar.” Kata Saint Gaia.
“Tidak Saint aku masih segar bugar, jadi mari kita selesaikan ini. Aku khawatir kita tidak akan tepat waktu.” Kata Zaggan pergi bersama Saint Gaia.
Sirius yang pergi meninggalkan Saint di hutan sudah sampai di kota terdekat untuk melaporkan misinya dan menjual bahan-bahan yang dia dapat selama penaklukan. Tapi sebelum Sirius menjual inti monster “Tunggu Sirius aku bisa menggunakan inti monster itu untuk membantumu berkembang jadi jual sebagian saja.” Kata bayangan Roy.
“Sungguh kau bisa menggunakan inti monster untuk membuatku berkembang ? tapi bagai mana ?” tanya Sirius.
“Sungguh, pokonya serahkan saja padaku.” Kata bayangan Roy.
Akhirnya Sirius hanya menjual 10 inti monster kera dan 10 inti monster serigala, dan menjual 10 mayat kera dan 5 mayat serigala dan 1 mayat pemimpin serigala yang masih dalam kondisi bagus. Sirius mendapat 15 kon emas dari mayat pemimpin serigala yang berada di kesulitan tingkat B dan yang lain 3 koin emas 5 silver. Total \= 18 emas 5 silver.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments