Pertarungan duel dimenangkan oleh Sirius, namun para pengawas yang merasa ada yang aneh karena spell yang di gunakan terlalu banyak dan cepat dalam waktu singkat meski tidak ada patner yang terlihat membantu.
“Apa kalian melihat itu ?” kata sir Falir.
“Iya, aku melihat beberapa lingkaran sihir milik Sirius yang merapal sendiri.” Kata miss Yui.
“Apa mungkin itu ulah patnernya yang Sirius bilang padaku ?, sampai sekarang aku tidak bisa merasakan keberadaanya. Tapi setelah melihat kemampuannya dalam membatu Sirius bertarung aku menjadi tidak ragu lagi.” Kata pak tua Wilo.
“Jika memang begitu, patner Sirius pasti memiliki kecerdasan tinggi untuk merapal tiga spell sekaligus walau hanya sihir pendukung.” Kata sir Falir.
“Aku setuju dengan mu sir Falir, mungkin ini akan membantu Sirius untuk lulus menjadi mage seperti keinginannya.” Kata miss Yui.
Kembali ke arena “Pemenang duel kali ini di menangkan oleh Sirius Waiden, kombinasi sempurna antara pertahanan dan serangan bersamaan walau pun kita tidak bisa melihat patner yang membantu Sirius tapi para pengawas men setujui kemenangannya.” Kata komentator.
“Lihat Roy kita menang.” Kata Sirius gembira.
“Jangan senang dulu, ini baru awal.” Kata bayangan Roy.
Sirius segera berjalan kembali menuju tempat penonton.
“Hai Rissa bagai mana hasil latihanku, aku mungkin akan lolos seleksi ini.” Kata Sirius pada Riassa di tempat penonton.
“Lumayan untuk pemula sepertimu, tapi kau masih belum bisa menandingi ku.” Kata Rissa.
“Ngomong-ngomong aku benar-benar tidak dapat melihat patnermu, apa patnermu semacam roh ?.” Kata Rissa.
“Dia bukan roh, dia bilang tidak tahu juga makhluk macam apa dia.” Kata Sirius sambil menonton pertandingan arena.
“Dia bilang ? patnermu bisa bicara ?” Tanya Rissa.
“Iya, tapi dia hanya bisa mengobrol dengan ku saja. Dia tidak bisa berkomunikasi dengan selain aku.” Kata Sirius menjelaskan.
“Aku mengerti jika kau bisa merasakan prasaan patnermu, tapi berkomunikasi dengan patner itu belum pernah ku dengar sebelumnya.” Kata Rissa.
“Ya mungkin aku mendapat patner spesial yang tidak dimiliki siapapun di dunia hehehe…” kata Sirius sambil tertawa bangga.
“Jangan sombong hanya karena patnermu spesial, tapi jika yang punya payah seperti dirimu itu akan percuma.” Kata Rissa dengan nada mengejek.
“Hm…, bilang saja kau iri dengan patner baru ku.” Balas Sirius.
“Siapa yang iri padamu!!, saat bertemu denganmu itu selalu membuatku jengkel. Sudahlah aku kembali saja.” Kata Rissa dengan raut cemberut kesal pergi meninggalkan Sirius.
“lihat dia akhirnya mengakui kemampuanku, sampai pergi dengan wajah seperti itu.” Kata Sirius pada Roy.
“Tapi setelah kupikirkan apa yang dia bilang, dia ada benarnya juga jika kau payah akan percuma memiliki patner sepertiku.” Kata bayangan Roy dengan senyum kecil.
“aku payah ?, aku sudah bisa memakai sihir lanjutan walau hanya beberapa.” Kata Sirius membantah perkataan Roy.
“Tapi spell sihir serangan yang kau lakukan tadi sangat lama loh, sampai lawan mu bisa merapal sihir berkali-kali.” Kata bayangan Roy.
“Ya aku akui kalau aku agak lambat, tapi itu karena aku belum terbiasa saja tahu.” Kata Sirius membuat alasan.
Setelah percakapan itu Sirius lanjut bertanding dengan metode yang sama sampai pada final pertandingan. Di final itu tersisa 20 siswa yang berhasil lolos ditahap terakhir, diantaranya 10 siswa adalah top rank dan 10 sisanya hanya siswa yang dibawah 10 top rank. Akademi hanya akan membawa 15 siswa pilihan yang dinilai di duel kali ini, jadi dari 10 pemenang duel 10 sisanya yang kalah akan dipilih 5 siswa untuk pantas lolos seleksi atau tidak.
“Inilah puncak pertandingan yang sudah kalian tunggu-tunggu 20 siswa yang tersisa akan membuktikan kelayakan mereka, siapakah yang akan lolos ?” Sorak komentator.
“ Mari kita lihat untuk pertandingan pertama dimulai dengan…” kata komentator.
Monitor memunculkan nama.
“Pertandingan duel antara top rank nomor 1 yaitu pangeran Victor Diamon melawan Sirius Waiden.” Ucap komentator mengumumkan.
Pangeran Victor Diamon adalah anak ke-3 dari Kaisar Riyo Diamon yang berkuasa saat ini, dan dia belajar sihir di akademi kerajaan Redeon.
Victor dan Sirius berjalan ke arena untuk bersiap.
“Sirius dengan bayangan tak telihat dan Victor dengan burung merak putih.” Kata komentator.
“Apakah Sirius yang mulai bersinar dapat mengalahkan top rank puncak? mari kita lihat.” Kata komentator.
“Langsung lawan bos ya ? hahaha…, jangan lengah kali ini Sirius. Sepertinya julukan top rank puncak tidak dibuat-buat untuknya.” Kata bayangan Roy memperingati Sirius sambil tertawa kecil.
“Ya aku juga tahu itu, aku akan lebih fokus kali ini. Aku langsung merasa bersemangat saat menantang seseorang yang kuat.” Kata Sirius yang tidak sabar menghadapi lawannya.
“Lakukan sebisa mungkin, jika memang sudah terdesak aku akan menggunakan itu.” Kata bayangan Roy.
“Pertandingan akan dimulai dalam 3…, 2…, 1…, MUUULAAAIII!!.” Teriak komentator.
“Mana Shield, Mana Barrier, Mana bers.” Bayangan Roy seperti biasa langsung mensupport Sirius dengan sihir pertahanan.
“Perfect Light Barrier.” Burung Merak menggunakan sihir cahaya menengah pertahanan untuk Victor.
“Mereka menggunakan strategi bertahan nya masing-masing, karena pola bertarung mereka sama. siapa yang akan bertahan dalam duel ini ?” kata komentator.
Sirius langsung melemparkan sihir batu Lava ke Victor.
“Lava stone.” Ucap spell yang di gunakan Sirius.
Namun batu lava yang mengenai pelindung milik Victor tidak tergores sedikitpun.
“Apa ?, tidak ada pengaruhnya ya ?” kata Sirius yang terkejut.
“Apa hanya ini saja kemampuanmu ?.” kata Victor dengan santai sambil merapal spell di dalam barriernya.
“Masih belum, Fire Arrows.” Ucap Sirius dengan melemparkan 10 api panah yang melesat ke barrier Victor.
“Dan ini yang terakhir, EXPLOSION.” Ucap Sirius dengan meledakan barrier Victor dan membuat kobaran api menutupi pandangan Victor.
“Serangan yang bertubi-tubi dari Sirius pada Victor, apakah serangan Sirius dapat menghancurkan pertahanan sempurna dari Victor ?” ucap komentator.
Setelah api yang mengelilingi Victor hilang, semua bisa melihat.
“Ternyata Barrier Victor masih utuh dan tanpa lecet sedikit pun.” Kata komentator.
“Aku akui kalau si payah Sirius sudah semakin kuat, tapi kali ini keberuntungannya sudah habis karena lawan dia adalah Pangeran Victor yang dikenal memiliki patner sihir spesial yang bisa menahan serangan sihir tingkat tinggi. Serangan Sihir lanjut tidak akan bisa menggoresnya.” Ucap salah satu penonton.
“Sepertinya kau sudah selesai, sekarang giliranku. BURST OF LIGHT.” Ucap Victor yang giliran menyerang balik Sirius dengan sihir menengah semburan cahaya.
“Bahaya, pertahanan kita tidak bisa menahan semua serangan itu.” Kata bayangan Roy.
“Aku akan mengurangi dampaknya, FIRE WALL.” Ucap Sirius mengeluarkan dinding api untuk mengurangi dampak serangan.
Serangan cahaya Victor berhasil mengenai Sirius dan menghancurkan Fire wall dan Mana Barrier milik Sirius, tersisa mana Shield yang masih melindungi Sirius.
“Tidak ada pilihan, sepertinya aku akan menggunakan ITU.” Ucap bayangan Roy dengan senyum lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Ayano Kouji
Bukan hanya cerita yang membuatku senang, tapi juga cara penulisan yang luar biasa! 🤩
2023-07-28
1
im_soHaPpy
Ceritanya seru abis, thor! Gak sabar pengen baca lanjutannya!
2023-07-28
1