"Jawabb!!!!!! dari mana kau bisa tahu nama itu!!!"teriak Lunox sambil menodong pedang cahaya nya
"Yah..... karena pas aku belum di dunia ini, aku dan dia adalah teman 1 sekolah ditambah kami sering main bareng sih... YA KALI AKU NGOMONG KEK GITU NGEK, NTAR MALAH MAKIN CURIGA!!!"batin ku yang sedikit panik dan bingung ingin menjawab apa
Aku langsung mundur beberapa langkah dari Lunox dan menjawab "Yaa... soal nya.... aku punya buku sejarah tentang dia sih..jadi, aku bisa tahu... "
Lunox merasa curiga saat mendengar ucapan ku"Hmmm? buku sejarah, bukan kah buku sejarah kuno hanya ada 2 duplikat di dunia ini?."
"Yap benar aku punya salah satunya, kalau tidak salah nama penulis nya itu. Antimage." ucap ku yang sedikit ragu
"Karena aku tidak yakin kalau buku itu yang dijadikan buku sejarah karena pada wajar nya itu adalah buku harian Kendi pas gabut bukan buku sejarah!!." batin ku yang gelisah dan panik.
Lunox terkejut mendengar itu "Ka... ka..kau bisa tahu penulis buku nya?! bagaimana mungkin".
"HAH!! jadi buku itu yang dia jadikan sebagai buku sejarah?!" batin ku yang malu membayangkan catatan tentang diri ku berada di dalam buku tersebut.
Lunox menghela nafas dan menghilangkan pedang yang ia bawa dan meminta maaf kepada ku
"Maafkan aku karena sudah mencurigakan mu Fel."
"T..tidak, itu sudah wajar kalau kau curiga.." ucap ku yang berkeringat dingin.
"T..tunggu, kalau ini dunia game. Para Sloven seharus nya ada di sini kan? aku senang mereka jadi nyata.. tapi yang jadi masalah adalah dua makhluk yang di sebut dewa dan dewi.. lalu bagaimana dengan Ratu??" batin ku yang panik dan berkeringat dingin.
"B..bagaimana ini? aku sudah menggunakan kekuatan nya Ratu sekali, bagaimana cara ku membayar nya?!" batin ku yang semakin panik membayangkan Ratu murka..
"Tapi, siapa sangka kau bisa memiliki buku tersebut.." ucap Lunox yang sedikit kagum.
"Bukan punya ku, tapi punya desa. Tapi aku yakin kalau buku itu juga ikut terbakar saat desa ku terbakar juga, jadi aku tidak tahu apa apa sekarang.." ucap ku sambil berpikir keras mencari alasan.
Lunox berpikir sejenak dan merasa itu masuk akal "Memang benar, kau itu dari barat dan aku pernah mendengar sebuah rumor dari orang orang kalau buku yang tersisa berada di barat.."
"Se..sebentar lebih baik kau sembuhkan kaki mu dulu." ucap ku yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan sambil menunjuk ke arah kaki Lunox yang bengkak.
Lunox yang tadi sempat melupakan luka nya baru menyadari hal tersebut "Ah.. benar juga dari tadi kaki teriak sakit, tapi... aku tidak bisa skill pemulih."
Aku ternganga dan terkejut mendengar nya "K..kau, sihir element cahaya memiliki spesialis dalam menyembuhkan luka. Tapi kenapa kau malah tidak bisa skill pemulih" tanya ku yang heran
Lunox menghela nafas panjang dan menjawab "Huh buat apa aku mempelajari skill pemulihan? mending fokus ke skill penyerang daripada skill pemulih yang boros mana. Lagian juga, kalau bisa skill pemulih tidak akan bisa berguna saat digunakan ke luka seperti patah tulang!."
Aku hanya bisa menatap kecewa terhadap Lunox "Kau ini sudah di beri berkah dan mendapatkan element cahaya, tapi malah tidak bisa skill penyembuh? walau itu tidak memberi efek kepada tulang, tapi setidak nya itu bisa menyembuhkan beberapa luka! kalau kau terluka dalam pertarungan, kau bisa membuat orang orang di sekitar mu repot!" ucap ku yang khawatir sambil mengecek kaki Lunox.
Aku merobek lengan pakaian ku kemudian secara perlahan aku mengobati kaki Lunox dan membalut kaki Lunox yang patah "Tahan sebentar oke?" ucap ku sambil membalut kaki Lunox.
Lunox merasa kesakitan saat kaki nya sedang di obati namun ia mencoba sebisa mungkin menahan hal itu
"Aku sempat berpikir ajaran iblis nya sebrutal apa, tapi seperti nya dia masih memiliki rasa kemanusiaan nya.." batin Lunox yang kagum.
"Ternyata, kau masih memiliki rasa kemanusiaan mu ya? walau kau sempat di ajari oleh iblis dan sifat mu cukup brutal.." ucap Lunox yang kagum pada ku.
Aku diam sejenak memikirkan suatu hal dan menjawab "Tidak juga, kalau kau orang lain. Aku pasti akan pergi meninggalkan mu dan langsung menyelamatkan putri Rose karena dia klien ku, aku juga tidak ingin repot repot membawa seseorang yang baru ku kenal.."
Lunox sedikit terkejut dan kecewa mendengar itu "Namun, karena kau mirip dengan seseorang yang ku sayangi. Jadi aku membantu mu sampai sejauh ini.. Jangan salah paham, kau hanya beruntung.." ucap ku yang sedikit malu.
Lunox sedikit tersipu malu mendengar nya "O..orang yang kau sayangi?" batin Lunox yang malu mendengar itu.
"Karena ini dunia game, apa aku bereinkarnasi menjadi Shadow knight? kalau begitu harus nya itu efektif kan?" batin ku sambil mengeluarkan katana ku, Lunox tersentak kaget saat melihat ku menusuk jempol ku dengan bilah katana ku yang tajam.
"A..apa yang kau lakukan? kenapa kau melukai diri mu sendiri?!!" Tanya Lunox yang bingung.
"Diam lah dan lihat saja.." ucap ku sambil mengarahkan jempol ku yang bercucuran darah kepada Lunox.
Saat darah ku yang menetes mengenai kaki Lunox yang cidera, secara ajaib luka itu sembuh yang membuat Lunox semakin kagum.
"A..apa itu?" tanya Lunox yang kagum.
"Hanya sebuah skill penyembuh versi kegelapan, cukup merepotkan dimana aku harus mengorbankan beberapa darah ku untuk menyembuhkan kaki mu. Tapi ingat, ini hanya menyembuhkan luka mu bukan untuk menyembuhkan tulang mu yang patah" ucap ku yang tersipu malu.
Lunox sedikit terkejut mendengar itu dan bertanya "F..Fel, kenapa kau melakukan nya sejauh ini?"
Aku diam sejenak dan sedikit ragu untuk menjawab hal itu "Bukan kah sudah ku bilang? kalau aku melakukan ini karena kau sangat mirip dengan seseorang yang ku sayangi, aku melakukan ini sebagai permintaan maaf ku kepada dia.." jawab ku.
"M..memang nya dia kenapa?.."
Aku diam tidak menjawab hal itu, aku hanya bisa memasang raut wajah kecewa dan sedih. Lunox yang melihat wajah ku seperti itu membuat nya menjadi merasa bersalah.
"A..aku memang tidak tahu wajah dia, tapi sekali lihat pun. Aku bisa tahu kalau dia sedih, apa yang terjadi pada orang yang dia maksud.." batin Lunox yang penasaran dan merasa bersalah.
"Nah, sudah selesai. Sekarang mari kita mencari Rose.." ucap ku yang sudah selesai mengobati kaki Lunox.
Lunox tahu kalau ia hanya akan menjadi beban jika aku ikut "K..kau bilang kalau aku ini beban, apa kau ingin meninggalkan aku disni?" tanya Lunox.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu disini. Aku akan menggendong mu.." ucap ku sambil menunjuk ke Lunox.
"L..lagi?" tanya Lunox yang tersipu malu.
Aku ikut tersipu malu mendengar itu "S... sekarang bukan waktu nya memikirkan hal itu! kau tidak mau ku tinggal kan?" tanya ku yang malu.
"K..kau benar, b...baiklah... tapi pelan pelan ya?" ucap Lunox sambil memalingkan wajah nya yang malu.
Aku perlahan mulai menggendong Lunox.
"A..apa kau tahu dimana tempat putri Rose berada?" tanya Lunox.
"Tidak, tapi aku yakin dia tahu. Devil Eye.." ucap ku sambil mengeluarkan bola berwarna merah tua dan memiliki satu mata iblis dengan kedua sayap kecil di badan nya.
"A..apa itu? apa dia iblis?" tanya Lunox yang terkejut melihat itu.
"Dia hanya sebuah skill milik ku, itu saja.." jawab ku dengan santai.
Lunox semakin bingung dan heran saat mendengar itu "Fel, kau ini sebenar nya siapa?"
"Aku hanya sebuah petualang biasa.." jawab ku sambil mengeluarkan Dark hands dari punggung ku .
"Mencurigakan.."
Aku menghela nafas dan berkata "Sudahlah, pegangan yang erat. Aku akan mulai berlari dengan cepat.."
bersambungg
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments