YOHA! selamat pagi para manusia pemalas yang sedang membaca sambil rebahan terus menerus, Felix disini.
Pada pagi ini aku, Stero dan Lunox mengawali hari yang indah ini dengan beberapa tugas yang seharusnya rank kecil seperti kami tidak mengambilnya, walau pun si Lunox bajingan sudah percaya diri kalau tugas nya bakal gampang..
Awal nya sih seperti itu, Tapi...
"KYAA!! SHADOW! TOLONG AKU!!!." Jerit Lunox yang dikejar para orc magic sambil berlari menuju ke arah diriku dan Stero.
"ANAK BODOH!, ORC NYA JANGAN DIBAWA KE KITA LAH" teriak ku yang panik karena belum sempat bersiap melihat sekumpulan Orc magic berlari mendatangi kami, aku dan Stero pun ikut lari karena dikejar banyak Orc yang sedang mengejar Lunox.
"LUNOX BODOH, LUNOX BODOH!!!" teriak Stero yang panik karena stamina yang ia punya sedikit, jika ia berlari terus. Bisa dipastikan ia akan kelelahan dan mati di injak injak para Orc.
"BERISIK LU STERO, INI KAN SEMUA KAN GARA GARA KAU YANG MENGAMBIL TUGAS SULIT!!." teriak Lunox yang kesal di umpat.
"YANG MENGAMBIL TUGAS INI KAMU TAHU!!" Teriak aku dan Stero kepada Lunox.
Lunox yang sedang berlari baru sadar kalau ia lah yang mengambil tugas ini
"Ya maap! aku tidak tahu kalau Orc magic sekeras ini!"
"ORC MAGIC TUH KUAT TAHU!! ITU ILMU BASIC, ILMU BASIC!" teriak aku dan Stero.
Aku mendecakkan lidah ku "Cih kalo dah begini apa boleh buat!" aku berhenti dan mulai berbalik ke arah gerombolan Orc magic itu dan bersiap mengeluarkan Katana ku.
"KUSATTA ZANGEKI!" ucap ku dan mulai menebas ke arah gerombolan Orc itu, SRASH!! dalam sekali tebas semua Orc yang berada di hadapan ku menjadi abu dan menghilang terbawa angin lalu menyisakan sebuah core kecil.
Para Orc yang tersisa saat melihat bangsa nya di kalahkan dengan mudah, aku perlahan menatap ke arah mereka dan tersenyum lebar sambil berkata "Ini menyenangkan.."
Di kepala para Orc saat ini hanya ada satu saat melihat ku seperti itu, LARI! LARI! LARI! LARI! para orc mengikuti insting bertahan hidup mereka untuk LARI! LARI! IBLIS BERADA DI BELAKANG MU SEKARANG! APA YANG KAU TUNGGU? LARI!.
Aku yang melihat para Orc berlari menghindari ku, aku memasukkan katana ku kedalam sarung ku dan berkata "Well... kurasa memakai tangan akan jauh lebih menyenangkan, Dark hands..." ucap ku sambil memunculkan empat tangan gelap dari punggung ku.
Aku langsung berlari melaju ke arah para Orc itu, aku berhasil menangkap salah satu Orc dan langsung membanting nya ke tanah dengan sangat keras yang membuat kepala nya langsung hancur. Aku mengerahkan keempat tangan gelap untuk menangkap Orc yang tersisa lalu berlari menghampiri mereka sambil menarik mereka ke arah ku.
Aku dengan cepat mengeluarkan katana ku dan langsung menebas mereka saat mereka sudah dekat dengan ku, tubuh mereka langsung terbagi dua dan mereka semua terjatuh dengan darah yang terus keluar menyiram ke arah ku.
Aku yang melihat darah menempel pada tubuh ku, rambut ku dan tangan ku. Aku hanya tersenyum lebar "ini benar benar menyenangkan!, apa tidak ada musuh lagi?" tanya ku sambil menoleh ke depan, namun aku sudah tidak melihat Orc lagi karena mereka semua sudah mati.
"L..Lunox.. apa dia benar benar level satu?" tanya Stero yang gemetar.
"M..mana ku tahu, tapi seharus nya dia benar benar level satu.." jawab Lunox yang tidak percaya.
"K..kalau begitu, kenapa level satu seperti dia berhasil menebas para Orc magic yang memiliki ketahanan yang cukup kuat?" tanya Stero yang tidak percaya mendengar itu.
Aku berhenti tersenyum kemudian menoleh ke arah Lunox dan Stero yang ketakutan, aku kemudian berjalan ke arah mereka sambil membersihkan katana ku yang dipenuhi darah. Aku menatap mereka dengan tatapan dingin.
Stero dan Lunox yang melihat itu semakin ketakutan, mereka berdua saling memeluk saat aku berjalan ke arah mereka.
"K..KENAPA DIA JADI TERLIHAT BERBEDA!!" ucap Stero yang mulai pucat dan tidak bisa menggerakkan kaki nya karena sangat takut.
"A..APA DIA INGIN MEMBUNUH KITA?" tanya Lunox yang ikut pucat panik.
Aku kemudian melaju dengan cepat ke arah mereka dan mencoba untuk menusuk mereka, Stero dan Lunox yang melihat itu hanya bisa berteriak histeris.
Dan saat aku mulai mencoba menusuk wajah Stero, tiba tiba di kepala ku terdengar ("TUAN SADARLAH!") suara itu membuat ku sadar, karena sudah terlanjur ingin menusuk Stero. Aku dengan cepat memindahkan arah tusukan itu ke samping kepala Stero dan menusuk sebuah daun yang kebetulan terbang disana.
SWOSH! angin berhembus sangat kencang saat aku menusuk daun itu, Stero dan Lunox tersentak kaget melihat ku menusuk ke samping kepala nya Stero, walau hampir mengenai wajah Stero tapi untung nya aku sempat memindahkan arah tusukan.
Tangan ku gemetar melihat itu, dengan cepat aku memasukkan katana ku ke dalam sarung dan berkata sambil tersenyum bahagia "Wah... tugas yang sangat mudah! maaf mengejutkan kalian! aku hanya ingin mengetes skill ku namun kalian kenapa terlihat ketakutan?" tanya ku sambil menoleh ke arah Lunox dan Stero yang duduk lemas di hadapan ku dengan nafas yang terengah engah.
Lunox melihat ku yang terlihat sangat santai, Lunox sangat kesal melihat itu.
"DASAR BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU HAMPIR MEMBUNUH STERO!" Teriak Lunox yang kesal.
Aku berlutut di depan mereka dan berkata "M..maaf, tapi benar benar ingin mengetes skill ku. Lihat nih, aku berhasil menusuk daun!" ucap ku dengan santai sambil memamerkan daun yang ku tusuk.
"KENAPA KAU MALAH TERLIHAT SANGAT SANTAI HAH?!!" tanya Lunox, ia terlihat sangat marah dan kesal.
"K..karena aku hanya mengetes.."
"MENGETES PALA BAPAK KAU LAH! LIHAT NIH, STERO SAMPAI GEMETAR DAN MELOTOT KETAKUTAN!" ucap Lunox sambil menunjuk ke arah Stero yang duduk meringkuk dan gemetar.
Aku yang melihat itu merasa bersalah dan mencoba menyentuh Stero "A..aku benar benar minta maaf..."
"Menjauh lah dulu! kau hanya akan membuat nya semakin takut!" bentak Lunox sambil menepis tangan ku, aku tersentak kaget saat Lunox menepis tangan ku.
"Apa kau bisa berdiri? bagaimana kalau kita istirahat dulu?" tanya Lunox lalu membantu Stero berdiri, Lunox membawa Stero berjalan meninggalkan ku sendirian.
Aku masih terdiam dan kemudian aku menundukan kepala ku kebawah dan kedua tangan ku memegang wajah ku, daripada merasa bersalah dan meratapi kesalahan yang ku buat, aku malah tersenyum lebar senang melihat ekspresi takut.
"BAGUS! EKSPRESI YANG BAGUS WAHAI MAKHLUK LEMAH! TUNJUKAN AKU LEBIH BANYAK EKSPRESI SEPERTI ITU! TERUS LAH SEPERTI ITU! ITU BENAR BENAR MENYENANGKAN! AKU TIDAK PERNAH MERASA SESENANG INI!, KIRA KIRA EKSPRESI LUNOX SEPERTI APA YA? JIKA AKU MENUSUK KEPALA TEMAN NYA? AKU BENAR BENAR PENASARAN?!" batin ku yang sangat senang melihat ekspresi itu.
Aku bangkit dan menoleh ke arah mayat para Orc itu yang tergeletak di mana mana "Itu tadi kekuatan apa ya?" batin ku sambil berdiri dan berjalan ke arah para mayat itu dan menatap nya.
"Walau hanya sebentar, tapi aku bisa merasakan nya, kekuatan ku meningkat sejenak dan tubuh ku bergerak jauh lebih lincah dari biasa nya" Aku berlutut di depan para mayat itu dan menatap ke arah darah yang berceceran di depan mata ku.
Aku mengambil salah satu kepala mayat itu dan memotong leher nya, darah mulai bercucuran dan karena aku sangat penasaran satu hal. Aku mencoba meminum nya langsung saat masih mengalir dari kepala, itu sangat enak! benar benar enak! bahkan membuat ku ketagihan!
"Aku baru tahu kalau darah seenak ini! kenapa aku tidak meminum nya dari dulu?" batin ku yang selesai meminum darah yang mengalir di kepala mayat itu, aku merasa puas dan berdiri sambil memungut seluruh core yang keluar dari para mayat dan memasukkan nya kedalam kantong yang kubawa kemudian berjalan meninggalkan para mayat itu.
****
Sesampai nya di kota, aku di lirik banyak orang karena pakaian ku masih berdarah dan itu cukup banyak namun aku tidak mempedulikan nya dan terus berjalan sambil mengabaikan orang orang yang berbisik ke arah ku.
Aku masuk dengan santai ke guild petualang, banyak petualang yang menatap ku dan di sana ada Lunox yang sedang menunggu ku sambil duduk di meja. Aku tidak mempedulikan Lunox dan terus berjalan menuju meja resepsionis dan melempar kantong yang berisi core berasal dari Orc.
"CIH! sok sok an tidak kenal tuh.." batin Lunox yang kesal saat aku mengabaikan nya dan pura pura tidak melihat nya.
Setelah menerima kompensasi nya, aku langsung berjalan ingin pergi dari sana.
Felina bingung dan heran melihat itu "Apa dia melakukan ini sendirian?" batin Felina yang curiga.
"Dilihat dari pakaian nya, seperti ia melakukan nya sendirian... orang yang menarik" batin Felina sambil menatap ku, aku berhenti sejenak kemudian perlahan menoleh ke arah Felina dan menatap nya sambil melotot dan sedikit tersenyum ke arah Felina, Felina sedikit gemetar melihat itu.
Saat aku ingin berjalan keluar dari guild, Lunox menghadang ku untuk keluar.
"OI! Kau ini kenapa? masa kau tidak sadar? aku dari tadi ada di sini loh!" ucap Lunox yang kesal.
Aku diam sejenak menatap nya kemudian aku mengganti ekspresi ku 180 derajat "Ahaha! maaf maaaf, aku tidak melihat mu karena kau terlalu pendek!" ucap ku sambil tertawa melihat Lunox yang kesal.
Lunox yang mendengar itu semakin kesal.
"Kau juga, kenapa kau ada disini? apa kau menunggu ku? atau kau ingin mengambil bagian mu?" tanya ku sambil menyodorkan kantong yang berisi beberapa kepingan emas dan tembaga.
"Tidak! aku tidak membutuhkan nya, toh kamu juga yang membunuh semua nya. Aku tidak ada hak untuk mengambil nya" ucap Lunox menolak itu.
"Hmm begitu kah? ya sudah aku pergi dulu ya, dan aku minta maaf apa yang terjadi pada Stero. Tolong sampai kan maaf ku kepada nya.." ucap ku sambil berjalan melewati Lunox.
Lunox menoleh ke arah ku dan memanggil ku "Oi Shadow"
Aku diam dan menoleh ke arah Lunox "Hmm?"
"K..Kau ingin berjalan jalan di sekitar sini dalam keadaan baju seperti itu?" tanya Lunox sambil menunjuk pakaian ku yang kotor dan dipenuhi darah yang masih sedikit menetes.
"Yah, memang nya kenapa? aku tidak punya pakaian lain selain ini.." jawab ku dengan santai.
Lunox menghela nafas dan berkata "Kau ini bodoh ya? jika kau seperti itu, anak kecil akan menangis melihat mu dan rumor jelek mu akan bertambah!! ayo ke rumah ku untuk ganti pakaian! kau harus mencuci pakaian mu dulu!" ucap Lunox.
Aku tersentak dan berkata "Eh? tidak usah, aku pakai ini saja.."
"SUDAH SUDAH! AYO IKUT AKU!!" ucap Lunox sambil memegang tangan ku dan berjalan sambil menarik tangan ku agar mau tidak lepas dan kabur.
"L..Lunox, lepaskan aku. Aku bisa berjalan sendiri!" ucap ku yang kewalahan menyamai jalan nya Lunox yang cepat.
"TIDAK TIDAK! NANTI KALAU AKU LEPAS, KAU PASTI KABUR!" ucap Lunox yang tidak percaya.
"Ada banyak orang yang melihat kita lo.." batin ku sambil melirik ke orang orang yang berada di sekitar ku.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments