Setelah kejadian itu aku pun ikut rombongan putri Rose, yak lumayan kan tumpangan gratis dengan begini aku bisa sampai ke kota dengan cepat.
"Anuu, tuan putri apa perjalanan nya masih lama?." tanya ku yang penasatan
"Sebentar lagi kita sampai kok Fel, o ya aku penasaran sebenarnya kau lahir di negara mana? aku tidak ingat kalo ada negara dari barat, setahu ku daerah barat itu adalah tanah tandus dan dipenuhi berbagai macam monster bahkan ada monster tingkat tinggi." ucap Rose yang sedikit curiga
"Alamakkk, aku baru nyadar kalau daerah barat adalah daerah yang tandus,mana aku dah terlanjur ngomong lagi kalo udah gini enak nya kasih alasan apa cobaaa" Batin ku yang bingung
Aku mengalihkan pandangan ku sejenak sambil berpikir keras mencari alasan
"Ahahah sebenarnya aku tinggal di suatu desa yang berada di barat hehehe"
"Lalu kenapa kau kesini? bukanya bahaya kalo desa mu ditinggalkan begitu saja kau juga masih punya orang tua kan? aneh kalau kau kesini sedangkan desa mu bisa dalam keadaan bahaya kapan pun" Tanya Sarah, pelayan kerajaan..
"Yaa kalo ituuu... sebenarnya desa nya sudah dihancurkan dan hanya aku yang berhasil bertahan hidup.. sejujurnya aku merasa sedih si karena tidak bisa melindungi orang tua ku.." ucap ku yang mulai berpura pura sedih karena takut dicurigai lebih dalam.
Rose yang mendengar itu terkejut dan merasa bersalah "Begitu yaa maafkan sikap nya karena sudah mencurigai mu ya Fel, aku turut berduka karena kematian kedua orang tua mu" ucap Rose sambil menundukkan kepala nya untuk minta maaf
Aku merasa senang, dimana tuan putri nya sudah tidak curiga pada ku..
"Ahaahaha tidak apa apa kok aku sudah terbiasa dengan perkataan seperti itu, terlebih.. waspada juga wajar kok anda sangat beruntung punya bawahan sepertinya."
"Ah sebenarnya Sarah adalah anak dari kedua orangtuanya yang sudah mengabdi pada keluarga kerajaan jadi dia lumayan setia pada ku."
"Ehh kalo mengabdi ke kerajaan bukanya seperti mengekang hidup nya sendiri? orang tua nya udah gila ya? masa anaknya dikekang dan disuruh patuh si? tapi ya mau gimana lagi, mungkin orang tuanya penjilat sepatu?? konyol si kalau ada di zaman ini" batin ku yang terkejut.
"Bukanya itu terlalu mengekang Sarah ya? harusnya anak muda kan dikasih kebebasan toh?" tanya ku.
Rose menghela nafas dan berkata "Yaa masalahnya ini bukan permintaan ku, ini permintaan Sarah sendiri jadi aku tidak bisa menghalangi."
"Aaaaaa kalo permintaan Sarah sendiri berarti kemungkinan orang tua nya putri Rose dan orang tuanya Sarah memiliki hubungan yang cukup kuat, lebih baik aku berhenti menanyakan topik ini dah dari pada aku kena masalah" batin ku
"Aku baru tau kalo ada seseorang pengguna sihir kegelapan yang mau menolong orang, kau tidak ada jahat kan Fel?." tanya Sarah sambil menoleh kepada ku, ia terlihat sangat curiga.
"Ehhh kalau Sarah sampai curiga begitu berarti sihir kegelapan di dunia ini juga dipandang sebelah mata dong? akh, walau sudah begini.. aku tetap tidak menyesal karena memilih sihir element kegelapan..." batin ku
"Eh sihir kegelapan di kerajaan Axtrasia dianggap buruk kah sampai aku di curigai begitu?."
Rose menghela nafas "Yaa begitulah Fel sebenarnya bukan di kerajaan Axtrasia doang si hampir semua kerajaan menganggap sihir kegelapan adalah sihir jahat dari Lord of the Darkness, jadi wajar saja orang orang membenci nya " ucap Rose
"Uhuhuhuuh berarti aku bakal tidak akan bisa masuk ke kota dong" ucap ku sambil pura pura menangis.
"Tenang saja kok Fel kamu berbeda dengan orang orang yang menggunakan sihir kegelapan, malah aku terkejut ternyata pengguna sihir kegelapan ada juga yang ramah seperti kau " ucap Rose sambil tersenyum kepada aku.
"Nanti aku bantu kok kalau kau dicurigai ama penjaga kota,kau mending kertas ini aja" ucap Rose sambil menyerahkan kertas.
"Eh? kertas apa ini?tunggu sebentar biar kulihat 'kertas dari keluarga kerajaan yang menyebutkan kalo Felix Fortune bukan lah penjahat? tunggu sebentar apa maksud nya?" tanya ku sambil menoleh kepada putri Axtrasia
"Itu adalah surat yang membuktikan kalo kau tidak memiliki niat jahat, dengan begitu kau bisa lepas dari orang orang yang mengira kau iblis."
"Tapi ya... orang mana yang tidak akan menodongkan senjata nya ke arah mu, wajah mu benar benar mirip seperti monster.." batin Rose.
"Ehhhh menyeramkan berarti ini penting dong." ucap ku sambil mengangkat kertas nya.
"Tapi.. bisakah bagian nama nya di ganti menjadi Shadow Silent?, aku tidak ingin nama ku di ketahui oleh orang orang..." ucap ku sambil memberikan kertas itu kepada Rose.
"Aku tidak bertanya kenapa kau merahasiakan identitas mu, tapi aku bisa merubah nya.." ucap Rose yang menyanggupi permintaan ku, ia merubah nama Felix Fortune dengan sihir nya menjadi
"Ukh sudah seperti sertifikat aja hilang sama dengan hilang pekerjaan, tapi kalo ini hilang sama dengan MATI" batin ku yang gemetar.
"Jangan sampai hilang ya Felix kalau hilang kamu ditangkap lo, kemungkinan aku bantu membebaskan kau kecil si hihih " ucap Rose sambil tertawa kecil dan menoleh ke arah. lain
"Terimakasih atas surat nya saya akan menjaga dengan baik permintaan Putri adalah perintah bagi saya."
"Begitukah? kalau begitu mau tidak kamu mengabdi ke kerajaan Axtrasia atas nama diriku?."
"Nah kalo itu saya tidak bisa maafkan saya putri Rose saya ingin hidup bebas tanpa dikekang apapun, tapi anda bisa meminta bantuan apapun selama saya bisa menyanggupinya." ucap ku sambil meminta jabat tangan
Rose sedikit tertawa melihat ku yang antusias, dia menjabat tangan ku dan kesepakatan di buat..
"Baiklah Fel kalau itu mau mu."
Lalu salah satu prjurit pun mendekati kaca dari kereta kuda dan berbicara "Tuan putri sebentar lagi kita sampai di ibu kota kerajaan Axtrasia."
Aku tersentak dan buru buru melihat ke luar "Wah benar gerbang nya sudah mulai kelihatan." ucap ku yang kagum.
Mulai terlihat gerbang kota yang cukup besar dan banyak kereta kuda yang ingin masuk kesana, aku pun mulai memasukkan kembali kepala lu kedalam
"Shessh... seperti yang diharapkan.. ini benar benar besar.." batin ku yang kagum melihat gerbang itu.
Kita pun mulai memasuki gerbang itu dengan mudah, karena ada putri Rose masuk ke dalam pun jadi lebih mudah semua kereta kuda yang menghalangi mulai menyingkir untuk memberi jalan kepada kereta kuda putri Rose, kurasa putri Rose akan menjadi penerus kerajaan Axtrasia.
Setelah masuk ke dalam aku pun mulai turun dari kereta kuda
"Terimakasih banyak atas tumpangan nya Putri Rose" ucap ku sambil menundukkan kepala
"Tidak kok harusnya yang berterimakasih itu aku karena bila gk ada kau aku mungkin sudah tidak suci sama para bandit, Felix sendiri jaga diri ya semoga kita bisa bertemu lagi" ucap Rose sambil tersenyum, kereta kuda pun mulai melanjutkan perjalanan menuju istana
"Baiklah putri semoga kita bisa bertemu kembali,kuharap kau tetap sehat selalu yaa byee" ucap ku sambil melambai kan tangan ku
"Nahh setelah sampai, hal pertama yang harus di lakukan adalah.. ayo mendaftar menjadi petualang dengan begini aku bisa mendapat kan uang HAHA"
"Uh... tapi Aku mulai lapar, lebih baik aku langsung mengambil misi setelah mendaftar" batin ku sambil mulai berjalan secara perlahan
Bersambung.......
awokaoaokwkaow
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Roxana
Author, Tolong Donk Segera Update Nak 😩
2023-07-23
0
Frederick
Penulisnya jenius! 🌟
2023-07-23
1
rhn fidiah
Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!
2023-07-23
0