Setelah mengurus hal tersebut, kami beristirahat sejenak di suatu hutan di pinggir sungai kecil. Aku membersihkan pakaian ku serta diri ku yang di penuhi oleh darah di sungai tersebut.
"Puahaha! Mandi kelar! pakaian yang di pinjam juga sudah bersih, sekarang masalah nya... bagaimana cara ku memakai ini?" batin ku sambil menatap pakaian ku yang berada di atas batu dan basah kuyup sehabis di cuci
"Menunggu pun pasti lama, keburu aku berubah jadi manusia ikan kalau menunggu disini.." batin ku sambil melihat ke sana dan kemari, aku melihat Zet sedang duduk di bawah pohon sambil mengasah pedang besar milik nya.
"Oii Zet!!" teriak ku sambil melambaikan tangan ku ke arah Zet, Zet yang menyadari itu kemudian menaruh pedang nya dan berjalan ke arah ku.
"Ada apa?" tanya Zet yang penasaran kenapa aku memanggil nya.
"Bisakah kau mengeringkan pakaian ku, aku tidak membawa pakaian ganti selain ini.." ucap ku sambil menunjukkan pakaian ku yang basah.
"F..Fel, Excalibur mu... bagus juga.." ucap Zet sambil memperhatikan excalibur ku.
Aku yang mendengar itu tersentak kaget dan langsung mundur menjauhi Zet "Z..Zet menyukai sesama jenis ya?" tanya ku yang ketakutan dan menjaga jarak dengan Zet.
"A..AKU MASIH MENYUKAI WANITA!!" ucap Zet yang malu mendengar nya.
Aku yang mendengar itu semakin mundur menjaga jarak dengan Zet, Zet hanya menghela nafas panjang sambil mengaruk kepala nya "Bukan kah sudah ku bilang kan? aku ini bukan orang yang menyukai sesama jenis!. Tadi kau meminta ku untuk mengeringkan pakaian mu kan? sini cepat!!" ucap Zet yang merasa malu.
Aku mendekati Zet perlahan lalu menaruh pakaian ku di depan nya, aku perlahan lahan masuk ke dalam bayangan yang berada di dalam air sambil terus menatap Zet..
Zet hanya menggelengkan kepala nya lalu mengambil pakaian ku yang tergeletak di depan nya, ia mulai menyalurkan energi cahaya nya yang cukup panas ke dalam pakaian itu, secara ajaib pakaian itu mengering karena di salurkan energi cahaya.
"Oi Fel, sudah kering nih" panggil Zet sambil menatap ke arah sungai itu namun tidak ada respon.
Zet bingung kenapa aku tiba tiba diam di dalam air "Fel?"
Perlahan lahan muncul dua tangan gelap dari air, salah satu tangan mengambil pakaian itu dan satu tangan nya memberikan kode agar Zet menjauh. Zet menghela nafas dan berjalan pergi dari sana "Baiklah baiklah, aku pergi.."
Setelah aku selesai memakai pakaian ku, aku kembali ke kamp peristirahatan bersama Zet. Kami berdua berbincang sambil mengambil makanan kemudian duduk di samping prajurit
Kami berdua pun segera menuju tempat peristirahatan kami dan mengambil makanan lalu duduk disamping prajurit yang sedang cemas dan gemetar.
"Yo broo!! kamu kenapa? dari tadi terlihat cemas sampai gemeter tu" ucap ku sambil tersenyum dan memegang pundak nya.
"Apa kamu sakit? atau kau sedang ketakutan?" tanya Zet yang duduk di kanan prajurit tersebut
"Ahhahaha aku tidak apa apa kok aa...aku hanya sedikit lelah " ucap prajurit tersebut yang gugup dan ketakutan sambil memalingkan pandangan nya dari ku yang dari tadi menatap prajurit tersebut.
"Ooooo mungkin kau takut karena pemandangan tadi? tenang saja mereka tidak akan balas dendam pada kita soalnya itu adalah hukuman yang pantas bagi mereka yang berani melawan tuan putri." ucap Zet dengan nada tinggi dan penuh percaya diri.
"Hmm? sebenarnya saat aku menguping pembicaraan mereka, mereka bilang kalau ada penyusup di kelompok kita lohh. Apa kau penyusup tersebut dan panik saat melihat teman teman mu mati?" ucap ku sambil tersenyum menatap prajurit itu
Prajurit itu semakin gemetar mendengar nya namun ia berusaha untuk tenang
"Ahaha tidak mungkin Shadow! di kelompok kita tidak ada penyusup, aku yakin informasi yang kau dengar itu hanya bohongan." ucap Zet sambil tertawa terbahak bahak
"Hmm mungkin saja begitu. Tapi kalau benar benar ada, aku sangat ingin membunuh dan mencincang nya. Pedang ku haus akan darah.." ucap ku sambil mengelap katana ku.
Prajurit itu menghela nafas lega saat mendengar nya, namun tiba tiba Aku dan Zet mengeluarkan katana dan pedang besar nya. Kami menghunuskan pedang kami ke arah leher prajurit tersebut.
Prajurit tersebut tersentak kaget melihat kedua pedang di hunuskan pas di leher nya
"A..apa ini? kenapa kalian tiba tiba mengarahkan pedang kalian?" ucap prajurit itu yang terkejut..
"kau penyusup tersebut kan?!" ucap Zet yang terlihat sangat marah
"kau mau mengelak pertanyaan ku juga percuma, kami sudah tahu identitas mu!." ancam Zet
"Kelly pembunuh bayaran kelas A, sering diberi julukan the Scrapter pembunuh bayaran yang berpura pura menjadi salah satu anggota kelompok yang diincar lalu menghancurkan mereka dari dalam" ucap ku sambil tersenyum senang.
Prajurit itu terkejut dan bertanya "Ba.. bagaimana kau bisa tahu?."
Aku tertawa terbahak bahak melihat dia bingung dan terkejut "Tentu saja diberi tahu oleh bos mu!, kasihan yah dikhianati oleh bos sendiri padahal kau cukup berguna padanya."
"HAHA kau seharusnya beruntung lehermu tidak langsung ditusuk oleh 2 pedang" ucap Zet yang sudah sangat ingin menusuk leher prajurit itu.
"KALIAN PIKIR AKU AKAN DIAM SAJA?!" ucap prajurit yang kesal. Prajurit itu tidak tinggal diam, ia langsung mengeluarkan skill yang mengeluarkan asap dan berniat kabur saat pandangan kami berdua.
Ia langsung berusaha kabur saat mengeluarkan asap, namun tiba tiba kepala nya di pegang oleh tangan gelap dan aku muncul dari asap sambil bersiap menebas prajurit itu, prajurit itu aku tarik ke arah ku dan langsung ku tebas yang membuat nya terbelah menjadi dua.
"Masalah selesai! satu orang merepotkan sudah di bunuh.." ucap ku sambil menendang mayat prajurit tersebut dan memasukkan katana ku kembali.
"W..wah.. kau benar benar brutal Shadow.." ucap Rose yang baru saja keluar dari kamp karena mendengar kekacauan.
"Oi Shadow, apa kau tidak tahu cara menahan diri? lihat lah para prajurit di sekitar mu! mereka jadi takut dengan mu" ucap Lunox yang baru saja keluar dari kamp bersama Stero.
"E...eh? apa ini terlalu berlebihan?" tanya ku sambil menyentuh ginjal mayat itu yang keluar dari tubuh nya.
Lunox dan Rose hanya bisa menghela nafas melihat kebrutalan ku, Rose kembali masuk ke dalam kamp sambil menyuruh beberapa prajurit untuk membereskan mayat itu.
Stero yang melihat mayat terbelah dua dan tergeletak di tanah menjadi ketakutan "Ah..."
"Baik Stero, kau masuk masuk saja.. sudah masuk.." ucap Lunox sambil membawa Stero kedalam Kamp.
"Jadi kita akan bermalam di sini untuk sementara waktu?" tanya ku yang penasaran sambil melihat ke arah para prajurit yang membawa dan membersihkan mayat itu.
"Yah, kita akan bermalam di sini. Dan ronda malam akan di gulir secara bergantian.." jawab Zet sambil menaruh kembali pedang nya dan duduk.
Lunox menoleh ke arah ku dan menatap ku dengan tatapan kesal "Shadow, lain kali coba lah untuk menahan diri mu! jika kau terus begitu, kau akan di sebut iblis tahu!"
"M..maaf, aku tidak akan mengulangi nya lagi.." ucap ku sambil sedikit tertawa melihat Lunox yang kesal.
Lalu malam pun tiba, aku, Lunox, Zet, Lunox dan Rose pun sedang tertidur di dalam kamp masing masing. Yang menjaga diluar hanya 2 prajurit dan waktu ku untuk berjaga, nanti saat tengah malam.
Lalu saat kedua prajurit tersebut tertidur saat pekerjaan menjaga nya belum selesai..
Tiba tiba muncullah lingkaran sihir berskala besar dan memindahkan kami secara acak di Dungeon...
"BUAHAHAHA akhir nya aku mendapatkan mangsa baru lagi! para manusia memang lalai mereka tidak menyadari jebakan ku dan mudah terjebak saat mereka tertidur benar benar lemah! kenapa makhluk seperti mereka di beri berkah tuhan, jelas jelas lemah!" ucap Lich sang necromancer terkuat raja iblis ke 3 dari Eight mineral pemimpin kerajaan tengkorak sekaligus pemilik dungeon kuno.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments