"Oiii, Lunoxx!!! bangun!!! woiiii..." teriakku kepada Lunox yang tertidur di lantai kotor dan di penuhi lumut
"Ada apa sih?" keluh Lunox sambil membuka perlahan lahan. Dia pun mulai bangkit dan melihat ku berada di samping Lunox, Lunox menggosok mata nya sambil melihat sekitar nya dan..
"HEhhhh!!!!! ini dimana!!!!" teriak Lunox yang terkejut dengan nada keras, tempat seperti dungeon kuno yang belum dijelajahi oleh manusia, lorong dipenuhi oleh hawa tidak enak dan sangat menyeramkan. Dungeon nya juga sangat bobrok dan kotor sekali.
"Entahlah aku juga tidak tahu ini dimana, tapi jika dilihat dari kondisi tempat ini kita mungkin berada di Dungeon kuno" ucap ku dengan santai sambil mengambil tas ku yang berada di samping ku dan merogoh tas ku..
"Hehh?? dungeon? perasaan sebelum tidur kita masih berada di kamp deh, lalu dimana tuan putri, Stero dan kakak?." tanya Lunox yang sedikit panik.
Aku menghela nafas sambil menggelengkan kepala ku "Kemungkinan kita di teleportasi kan ke dungeon ini oleh seseorang dan ditaruh secara acak, tapi bagusnya barang barang kita termasuk tas kita tidak di pisah." ucap kuyang sedang merogoh sesuatu didalam tas ku.
Lunox terkejut mendengar ku dan bertanya "Tunggu sebentar jika seseorang ingin menteleportasikan kita ke tempat ini, apa ada kemungkinan kalau hanya kita yang diteleportasikan?."
Aku mengeluarkan sebuah buku dan mulai membuka nya "Bisa jadi sih, tapi menurutku dia pasti lebih mengincar tuan putri daripada kita. Makanya itu aku lebih yakin kalau kita semua diteleportasikan dan ditaruh secara acak" ucap ku sambil mengecek buku.
"Hah? jelas tidak mungkin lah! untuk menteleportasikan 2 orang saja sudah cukup menghabiskan banyak energi sihir tahu. Jika semua pengawal diteleportasikan lalu ditaruh secara acak, sebesar apa sihir yang dimiliki orang tersebut."
"Hmmm.... kemungkinan di bawah kamp kita ada semacam mantra skill teleportasi yang cukup besar dan sangat kuat yang di miliki oleh salah satu penguasa Dungeon ini " ucap ku sambil menutup buku itu dan menyodorkan semacam botol minum kepada Lunox.
"Kau, ternyata pintar juga ya. Ternyata kau beli yang kek begini juga ya." ucap Lunox sambil meminum air tersebut.
Aku mulai merogoh tas ku lagi dan menjawab "Yahh.. sebenar nya aku sudah menjadi petualang di barat cukup lama dan aku sudah memprediksi akan kejadian seperti ini makanya aku membeli banyak persiapan."
Lunox yang mendengar itu sedikit terkejut dan bertanya "Hoohh... memang nya ada berapa prediksi yang kau buat?." tanya Lunox yang penasaran
Aku berpikir sejenak dan menjawab "1001 prediksi yang ku buat."
Lunox yang mendengar hal tersebut tersentak kaget "BUSET! banyak amat! itu benar benar prediksi? kapan kau buatnya? kau tidak berbohong kan?."
"Tentu saja tidak, ini bukti nya. Semalaman aku FULL teori untuk menghindari hal hal yang tidak di ingin kan tahu!." jawab ku sambil menunjuk sebuah buku yang di penuhi tulisan tinta.
Lunox hanya bisa menghela nafas dan bertanya "Jadi, sekarang kita harus bagaimana? the predictor's purple strands?." ucap Lunox.
Aku kemudian berdiri lalu mengambil tas ku "Yang pertama kita harus mencari keadaan Putri Rose lalu kita cari yang lain, kalau keselamatan Putri dalam bahaya lebih baik aku langsung mencari jalan keluar daripada mencari yang lain."
"Hmm walau kau bilang begitu tapi ini adalah dungeon tahu! pasti susah cari nya."
Aku melirik ke arah tembok dan menyentuh "Hmm, kau memang benar. Tapi rasanya aku tidak asing dengan dungeon ini.."
"Hmmm rasanya seperti lihat tapi dimana ya..." ucap ku sambil menyentuh tembok tembok dungeon tersebut
"Struktur tembok ini mirip dengan salah satu dungeon buatan ku di game OPEN RPG. Apa mungkin...akh tidak mungkin aku yakin ini cuman kebetulan." batin ku sambil menggelengkan kepala ku
Lalu saat aku sedang berpikir keras sambil memperhatikan tembok tersebut, muncul segerombolan tengkorak dengan persenjataan dan zirah lengkap dari arah belakang yang sedang berlari mengejar kami dan siap menyerang kami.
Aku mendecakkan lidah ku saat melihat mereka "Cih... waktu nya tidak tepat untuk berpikir..."
Lunox terkejut melihat para tengkorak berlari ke arah kami dengan berbagai persenjataan "HEHH?? tengkorak kelas elite?."
"Tidak ada waktu untuk terkejut, lebih baik kita lari daripada melawannya" ucap ku sambil menggotong tas ku lalu memegang tangan Lunox dan berlari menarik Lunox
"EHhhh tunggu bentar Fell!!! jangan asal lari aku belum siappp." ucap Lunox yang kesusahan saat berlari karena di tarik oleh ku.
"BACOT CEBOL!! KAMU MAU JADI UNDEAD JUGA? KALAU MAU BISA AKU LEPAS TANGAN KU SEKARANG DAN AKU TINGGALKAN KAU!." teriak ku yang sedikit kesusahan karena menarik tangan Lunox
"OI! AKU BUKAN CEBOL!! AKU DALAM MASA PERTUMBUHAN DASAR TANGGA!!" teriak Lunox yang kesal.
"BACOT! DI KASI FAKTA MALAH MENOLAK! PEGANG TANGAN KU ERAT ERAT OKE?!!"
"H..heh? kau memang nya mau ngapain!?" tanya Lunox yang memiliki firasat buruk.
Aku menghela nafas dan berkata "HAYAKUHASHIRU..." kedua kaki ku langsung di penuhi oleh api yang berwarna ungu.
Lunox yang mendengar itu semakin panik "E..eh? haya apa tadi?" tanya Lunox.
SWOSSHHH!!!! dalam sekejap aku melompat melesat jauh kedepan dan melewati banyak jebakan yang ada.
"FEL! NGOTAK DIKITTT LAHHH!!!!!!!"Jerit Lunox yang panik sambil memegang tangan ku dengan erat
Aku mendarat dengan aman sedangkan Lunox terjatuh di belakang ku lalu salah satu kaki nya terbentur keras oleh batu yang sedikit tinggi, yang menyebabkan kaki Lunox patah.
Aku yang melihat Lunox terjatuh, dengan cepat aku mengangkat Lunox dan membawa nya terus berlari karena para tengkorak itu terus mengejar kami.
Walau sedikit sakit, Lunox malah tersipu malu saat aku mengangkat nya "A..apa yang kau lakukan!!" ucap Lunox yang malu.
Aku menggelengkan kepala ku dan menjawab "Bersabarlah! aku juga tidak mau menggendong mu seperti ini tahu!" jawab ku yang kesal harus menggendong Lunox.
Saat kami berlari sambil dikejar oleh beberapa gerombolan tengkorak bersenjata lengkap, aku tidak sengaja menginjak sebuah jebakan yang memunculkan sebuah batu besar yang muncul dan bergelinding mengejar para tengkorak tersebut, yang membuat para tengkorak itu juga terlihat sangat panik saat di kejar oleh batu besar tersebut
"Sekarang kita harus bagaimana Fel? cepat atau lambat stamina mu akan habis kan?." tanya Lunox yang masih kesakitan.
Aku menelan ludah ku sambil melirik ke sekitar mencari sebuah celah kecil "Hmmmm..."
Aku pun melihat celah sedang yang berada di 4 meter dari depan ku , sepertinya celah itu menuju ke lorong lain dan tinggi celah nya setengah dari tinggi ku tapi cukup lebar nya. Itu sudah lebih dari cukup agar aku dan Lunox masuk kesana.
"Lunox ini akan sedikit sakit aku harap kau menahannya ok?." ucap ku sambil bersiap melemparkan Lunox sambil berlari.
"Eh tunggu dulu apa yang kau maksud." ucap Lunox yang kebingungan.
Tanpa banyak omong aku yang sedang mengangkat Lunox, langsung meluncur bersama ke arah celah itu
"AKH SAKITT!!!!" jerit Lunox, karena saat meluncur ke celah tersebut, tanpa ku sadari kaki Lunox yang patah malah terbentur lagi di celah itu, itu membuatnya terkena double damage!.Tapi walau begitu kami berhasil menghindari batu besar dan beberapa tengkorak yang mengejar kami.
"HAHAHAH siapa sangka kalau bakal berhasil! ucap ku dengan nada puas, aku yang sedang berbaring di lantai karena tanpa ku sadari Lunox masih memeluk ku dengan erat itu membuat ku tidak bisa bangkit karena berat.
Aku menghela nafas panjang dan bertanya "Emm Lunox... bisa kah kau menyingkir dari ku? aku sudah cape ni lo menahan berat badan mu."
Lunox menangis kesakitan karena kaki nya terbentur dua kali, ia sama sekali tidak ingin berdiri karena masih sakit dan terus berbaring di perut ku "Ini semua gara gara Felix! luka di kaki ku semakin parah nih loh..." ucap Lunox yang menangis kesakitan.
Aku melirik ke arah kaki Lunox yang bengkak, aku yang melihat nya itu menjadi merasa bersalah
"Ya maaf daripada mati mending sakit toh."
"Ihhh!!.. Felix bodoh!." ucap Lunox dengan nada kesal sambil memukul mukul dada ku.
Aku menjadi kesal saat Lunox memukul mukul dada ku "Cihh! dasar keras kepala! menyingkir atau aku dorong kamu!."
Lunox terlihat masih belum mau bergerak karena masih sakit, aku yang sudah muak melihat nya. Aku langsung mengangkat Lunox dan memindahkan nya di samping ku secara perlahan walau Lunox menjerit kesakitan saat aku menaruh nya
Lunox memukul kepala ku dan berkata "Felix, kamu kasar banget sama perempuan! harusnya kan kau lembut sedikit pada perempuan."
"MAAF MAAF NIH YAA AKU INI ORANG NYA TIDAK SELEMBUT ITU!." ucap ku dengan nada kasar sambil bangkit dari tidur.
"Amanat turun temurun dari keluarga ku sering bilang pada keturunan laki laki bahwa "Jika kau terus kasar pada perempuan nanti kau tidak dapat pasangan seumur hidup loo" begitu katanya." ucap Lunox yang ingin memperingati ku.
Aku tersentak kaget mendengar itu dan bertanya "O..oi.. Lunox, aku hanya penasaran... apa pendiri keluarga sentinel. Adalah perempuan bernama Sentinel Soulford?" tanya ku penasaran.
Lunox terkejut saat aku mengetahui nama itu "Ba.. bagaimana kau bisa tahu pendiri keluarga kami?! itu adalah rahasia keluarga kami! " ucap Lunox sambil mengeluarkan pedang yang tercipta dari cahaya dan mengarahkan nya kepada ku.
"K..keluarga Sentinel Soulford, i..itu arti nya... apa ini adalah tempat milik Lich? tangan kanan bagian atas ku? b..berarti.... ini.. game OPEN RPG? tapi, ini tahun yang keberapa? apa ini dunia OPEN RPG di masa depan?" batin ku yang bingung dan terkejut mengetahui satu fakta itu, aku hanya mengangkat kedua tangan ku di depan Lunox yang mengarahkan pedang nya pada ku.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Nurul
Haya Bus
2023-11-08
0