Keesokan hari nya..
"Ya allah, ya tuhan ku... Aku baru saja beberapa di dunia ini bahkan belum ada seminggu, tapi kenapa aku sudah dapat rumor negatif?" batin ku sambil menghela nafas panjang dan sedang berjalan bersama Zet, Lunox, Stero di tengah kota..
"Ehhh bukanya itu si iblis?" bisik orang orang yang melirik ke arah ku.
"Iblis yang kemarin mengalahkan Zet? kudengar dia sangat kuat sampai Zet tidak berkutik melawan nya.."
"Ku dengar dia memiliki elemen kegelapan!"
"Serius? elemen haram itu? bukan kah itu sama saja dia seorang Black mage?"
Aku sudah capek terus mendengar ocehan orang orang dari pagi.
"IBLIS IBLIS PALA BAPAK KAU LAH! AKU BUKAN IBLIS! AKU MANUSIA, AKU HANYA MANUSIA BIASA DARI DUNIA LAIN YANG INGIN HIDUP SANTAI!!!. DITAMBAH KENAPA TUBUH INI PUNYA KUTUKAN ANEH YANG SEPERTI INI SIH!!" batin ku yang kesal sambil mengaruk kepala ku dan melirik ke arah orang orang, orang orang yang melihat wajah ku langsung buru buru pergi
"T..tapi, aku juga tidak bisa protes sih. Tubuh ini jauh lebih baik daripada tubuh ku di kehidupan sebelum nya yang cukup lemah, lari sedikit bisa di pastikan aku masuk rumah sakit. Tapi kalau yang ini aku bisa lari semau ku, yah tidak masalah kalau aku ke kutukan, aku hanya perlu mencari tahu cara menghilangkan nya" batin ku yang mulai menerima tubuh baru ku apa ada nya.
"Hah... Kak Zet... Apa kau tahu cara menghilangkan kutukan?" tanya ku kepada Zet yang sedang menyapa orang orang.
Zet melirik ku dan menjawab "Oh, kau bisa ke gereja yang berada di sana dan membayar beberapa untuk melepaskan kutukan..." ucap Zet sambil menunjuk ke arah gereja yang berada tidak jauh dari ku.
"Kenapa harus server sebelah? apa disini tidak ada masjid? atau ustad begitu.." batin ku yang kecewa melihat gereja itu.
"Kau mau ke sana? walau biaya agak mahal, t..tapi kurasa aku bisa membantu mu kalau masalah biaya.." ucap Lunox yang gugup saat menawarkan itu.
Aku menghela nafas dan menjawab "Tidak terimakasih..." jawab ku yang lesu.
Lunox dan Zet heran melihat ku lesu.
Stero tertawa kecil melihat Zet dan Lunox yang heran "Mungkin saja Shadow penganut dewa lain.."
"Ohh! Shadow! apa kau penganut dewi Freya? karena kau sendiri sangat menyukai perang, jadi wajar saja kau penganut dewi Freya.." ucap Zet yang bersemangat.
"Freya? apa yang dia maksud itu Freya Jkt49?, yah.. memang ada sih orang yang tergila gila terhadap nya.
Tapi aku bingung yang bagus dari itu orang apa sih?" batin ku yang bingung.
"Kurasa dewa Hatiyāra? lihat lah peralatan Shadow! aku tidak pernah melihat nya" ucap Lunox sambil menunjuk Katana ku yang unik.
("aku?") batin katana itu yang bingung.
"Hatiyāra siapa cik?" batin ku yang semakin bingung.
"Tidak tidak, kurasa Shadow itu penganut dewi Nabat. Aku kemarin melihat dia tersenyum sambil menyiram tanaman yang ada di halaman rumah mu" ucap Stero sambil menunjuk ke arah Lunox.
"Serius?" tanya Lunox yang tidak percaya.
"Nabat siapa lagi? C..Chotto mate, aku tersenyum saat menyiram tanaman karena aku memang menyukai tanaman" batin ku yang semakin bingung melihat mereka berdebat.
"Dari sekian dewa yang kami sebutkan, kau menganut yang mana?" tanya Stero yang tiba tiba muncul didepan ku yang sedang melamun.
Aku memalingkan pandangan dan menjawab "Em.. aku tidak menganut yang kalian sebutkan.." jawab ku yang sedikit gugup.
Lunox, Zet dan Stero yang mendengar itu tersentak kaget dan bertanya "Apa kau penganut dewa Anubis atau dewi Arkqiu?!"
"PFFT!!!" Aku yang mendengar itu tersentak kaget dan langsung menjaga jarak dengan dari mereka.
"Shadow?" Tanya mereka bertiga yang bingung
"K..kenapa\, kenapa nama anjing mesir sialan dan wanita jal*** itu ada di sini?! a..apa jangan jangan setelah mereka tahu aku berada di sini. Mereka pindah dunia hanya untuk mengikuti ku? TIDAK TIDAK kau ini mikir apa sih Fel? jelas jelas mereka berdua itu cuman ada di game\, tidak mungkin kan mereka sampai jadi nyata?" batin ku yang gemetar dan panik.
Aku yang gemetar perlahan melirik ke atas "K..kalian berdua tidak ada di atas sana kan? iya kan?" batin ku yang panik.
Zet, Lunox dan Stero bingung saat melihat ku bertingkah aneh, mereka saling menatap kemudian berbalik badan dan berbisik.
"Kurasa ini terlalu sensitif bagi nya, ia penganut dewi Arkqiu. Aku faham betul perasaan nya karena dewi Arkqiu tidak pernah mendengarkan penganut nya.." bisik Stero.
"Kenapa jadi dewi Arkqiu? bukankah dia penganut dewa Anubis?" bisik Zet.
"Kakak.. orang bodoh mana yang mau menjadi penganut dewa yang jelek dan sadis?" bisik Lunox.
Mereka bertiga kembali menghadap kepada ku dan berusaha untuk menghibur ku.
"Tenang saja teman ku, kami menghormati pilihan mu.." ucap Zet sambil sedikit tersenyum.
"Jangan jadi pemalu hanya karena kau berbeda oke?" ucap Stero.
"Bagus lah mereka faham kalau bukan penganut dewa atau dewi apalah tadi nama nya" batin ku yang bersyukur mendengar nya.
"Bagaimana kalau aku traktir makanan?" tanya Zet yang merasa bersalah.
Aku tersenyum melihat itu dan menjawab "Boleh.."
Lunox melihat ke orang orang yang berada di sekitar nya, dimana mereka melirik ke arah ku sambil membicarakan ku di belakang. Itu membuat Lunox merasa bersalah..
"Ini aneh, aku tidak pernah peduli dengan kehidupan seseorang apa lagi seorang laki laki. Tapi kenapa aku merasa iba dengan nya? kalau di pikir pikir lagi, sedari awal Felix tidak ada niatan untuk mengganggu ku dan aku lah yang memulai masalah pertama kali.." batin Lunox yang semakin tidak enak.
"Emm... itu Shadow.." panggil Lunox yang terlihat gugup dan ragu saat ingin mengatakan nya.
Aku tersentak dan menoleh ke arah Lunox "Hmm?" tanya ku yang sedang makan sate.
Lunox semakin malu mengatakan nya "I..itu.. aku minta maaf apa yang terjadi pada mu, seharus nya aku tidak bilang kepada kakak ku tentang duel. Gara gara itu, kau jadi bahan omongan orang orang, padahal aku yang memulai nya.." ucap Lunox dengan nada lembut, ia terlihat sangat malu mengatakan itu.
Melihat Lunox seperti itu, membuat ku diam sejenak dan di pikiran ku terlintas seseorang.. "Ah... kok sangat mirip ya?..." batin ku yang berusaha menahan tangis, tangan ku gemetar melihat Lunox, dia sangat mirip seseorang. Cara dia bicara, nada suara bahkan ekspresi nya..
Aku menghela nafas dan tanpa sadar tangan ku menepuk kepala Lunox.
"Tidak apa apa kok, aku sudah terbiasa dengan situasi ini. Kau memang bersalah tapi kurasa kau tidak sepenuh nya salah, toh aku juga terkena kutukan yang membuat ku mirip dengan iblis, jadi ini bukan salah mu. Mau bagaimana pun, aku akan tetap di bicarakan orang orang karena penampilan ku ini.." ucap ku sambil mengusap kepala Lunox dan tersenyum kecil.
Angin berhembus lembut mengibaskan rambut ku dan rambut Lunox, Zet dan Stero ternganga melihat apa yang terjadi di depan nya. Lunox merasa sangat malu saat aku mengusap kepala nya.
Lunox menepis tangan ku yang membuat ku tersentak sadar dengan apa yang ku lakukan, Lunox langsung menjaga jarak dengan ku dan bersembunyi di belakang Zet sambil berkata.
"M..MENJAUH DASAR CABUL!" Ucap Lunox yang kesal dan malu.
"M..Maaf.. aku reflek.." ucap ku yang merasa bersalah memegang kepala nya tanpa izin.
"REFLEK MACAM APA ITU HAH?!! KAU BENAR BENAR CABUL!!" ucap Lunox yang semakin kesal mendengar itu.
"Ti..tidak, aku benar benar minta maaf.." ucap ku sambil mencoba mendekati Lunox dan mencoba untuk menjelaskan.
"APA DEKAT DEKAT?! MENJAUH!!" Teriak Lunox yang semakin mundur menjauh dari ku.
Aku mencoba menjelaskan kenapa aku begitu, namun yang ada hanya sebuah perdebatan kecil yang tidak berguna. Zet dan Stero yang melihat kami berdua, hanya bisa menghela nafas melihat itu.
"Apa tadi itu Lunox? kok rasa nya dia jadi berbeda ya.." batin Stero yang heran.
"Apa tadi itu adik ku? kenapa dia hanya baik pada Felix? sedangkan aku tidak pernah?" batin Zet yang heran.
"Ya.. ya.. tidak usah dibahas, ayo kita pergi ke guild dan cari uang..." ucap Zet dan Stero, Zet membawa ku dan Stero membawa Lunox..
*****
Di guild petualang...
"Hmm apa tidak ada tugas yang cocok untuk rank kecil seperti kita?" tanya Lunox yang bingung sambil mencari cari.
"Tumben pagi pagi begini tugas nya sedikit, seharus nya ada banyak loh.." ucap Stero yang bingung.
"Kalau aku solo sih, mungkin aku akan mengambil tugas sulit, tapi kurasa lebih baik jangan terlalu gegabah..." batin ku sambil membaca salah satu tugas kelas atas.
Saat kami sedang mencari tugas yang pas, tiba tiba datang seorang resepsionis yang mendatangi Zet.
"Anu maaf mengganggu tuan Zet." ucap resepsionis itu yang ragu ragu.
Zet tersentak dan menoleh ke arah resepsionis itu "Hmm, ada apa ya memanggil ku?" tanya Zet yang bingung.
"ini surat dari tuan putri Rose, tadi ia datang kesini dan menyuruh ku untuk memberi surat ini padamu" ucap resepsionis itu sambil menyodorkan surat yang dimaksud.
Zet langsung mengambil surat itu dan membaca "Hm biar ku lihat."
Lalu setelah Zet membaca surat tersebut, ekspresi Zet berubah 180 derajat.
"GAWAT!!" Teriak Zet yang panik.
"Kenapa kak Zet?" tanya ku, Lunox dan Stero yang bingung.
"AKU HARUS KE ISTANA SEKARANG MAAF KAN AKU KARENA TIDAK BISA MENEMANI MU LEBIH LAMA, AKU ADA URUSAN MENDADAK! DADAHH! AKU PERGI DULU!!." ucap Zet sambil berlari dengan terburu buru.
"Dia langsung pergi begitu saja? bukan nya dia libur ya?" ucap Lunox dan Stero yang bingung sambil menatap Zet yang terus berlari.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments