"Kenapa pengintai yang kita kirim belum kembali!" ucap ketua pemimpin kelompok pembunuh bayaran Night core yang sedang beristirahat dan bersiap menyergap tuan putri. Dia berbadan kekar dan memiliki banyak luka di tubuh nya.
"Hmmm, kemungkinan dia tertangkap? atau dia masih menyelidiki? atau ada perubahan rute"ucap Leo asisten Night core
Ketua tertawa mendengar itu dan berkata "Tertangkap? dia adalah pengintai kelas tinggi. Tidak mungkin tertangkap"
Leo menghela nafas dan berkata "Sehebat apa pun manusia, mereka pasti memiliki sebuah batasan"
"Ada kemungkinan kalau prajurit kerajaan akan menyergap kita." ucap salah satu orang
"HAH! orang bodoh mana yang akan menyergap kriminal kelas tinggi dan sekarang kita memiliki anggota 20 orang ditambah pasukan kerajaan cuman 9 orang." ucap ketua yang terlihat percaya diri.
"Bagaimana kabar dari orang yang kita suruh untuk berpura pura menjadi prajurit." tanya salah satu orang.
Leo menerbangkan sebuah burung merpati dengan sebuah surat sambil berkata
"Dia bilang dia masih aman, tidak ada yang mengetahui kalau dia adalah salah satu dari kita."
Ketua tertawa senang mendengar itu "Meski pengintai kita sudah tertangkap tapi kita masih punya 1 pengintai lagi yang bersembunyi di balik mereka, orang orang dari kerajaan benar benar bodoh!"
"Sesuai informasi bahwa yang mengawal putri adalah 10 prajurit, Zet dari bangsawan sentinel beserta adiknya lalu ada orang bernama Stero dan satu pengintai yang belum diketahui namanya dan informasinya."ucap Leo sambil membaca sebuah surat
Ketua berpikir sejenak dan bertanya "Satu pengintai? apa mungkin dia yang membunuh pengintai kita?."
"Wajah pengintai itu seperti apa?." tanya salah satu orang yang penasanran
"Penyusup yang kita kirim untuk menyamar dengan prajurit pun hanya tahu pakaian nya saja yang berwarna gelap dan cukup aneh, dia tidak tahu wajah nya. Wajah dia ditutupi sebuah aura ungu."
"Aura ungu? berarti sihir? apa mungkin dia kuat?" tanya ketua itu yang semakin penasaran.
"Menurut informasi, dia adalah prajurit bayaran tapi tidak ada yang mengetahui nama nya. Bahkan seluruh prajurit yang berada di sana tidak tahu siapa dia.." jawab Leo.
"Jika dia adalah seorang prajurit bayaran, kita mungkin bisa sedikit negosiasi agar bisa mendapatkan informasi" ucap salah satu orang
Ketua berpikir sejenak dan berkata "Tapi tetap saja, dia adalah orang yang harus kita waspadai"
"Sesuai dugaan, ada satu impostor di salah satu prajurit " batin ku yang sedang mengintip mereka dari dalam bayangan pohon.
"Apa aku langsung muncul dan bantai saja ya?." batin ku sambil berpindah ke pohon lain.
"Sebenar nya pembantaian lebih bagus saat malam sih, cuman karena sebentar lagi dompet ku akan lewat sini jadi aku harus cepat cepat bantai mereka."
Aku mulai menghitung semua orang "Walaupun aku tidak diuntungkan karena 1 lawan 20 di tambah pengalaman ku cuman modal nonton anime badas yang 1 lawan dunia, apa aku masih bisa hidup?" batin ku yang sedikit gugup.
"Tunggu sebentar, sebelum masuk ke tengah tengah mereka. Aku harus memakai gaya keren! enak nya gaya apa? kalau mendarat di tengah mereka begitu saja, itu membosankan, mungkin aku bisa menggunakan katana ku sebagai sebuah penyangga untuk mendarat.." batin ku sambil memegang katana ku.
"BAIKLAH WAKTU NYA PEMBANTAIAN!!!!" Aku pun melompat tinggi keluar dari tempat persembunyian ku dan mengeluarkan katana dari pinggang ku dan melempar kan ke tanah. saat katana ku sudah menancap di tanah aku mendarat diatas katana ku di tengah tengah orang orang tersebut.
"KEREN BAT GWEH!!!" batin ku yang sangat senang dan merasa sangat keren.
Atraksi ku cukup membuat orang terkejut karena aku tiba tiba melompat keluar dari bayangan.
"Aura ungu dan pakaian aneh, tidak salah lagi itu pasti dia!!" teriak salah satu anggota sambil menunjuk ke arah ku.
"SEMUANYA KEPUNG DIA SAMPAI TIDAK ADA CELAH UNTUK KABUR!!!."ucap Leo sambil menghunuskan senjata nya ke arah ku.
Aku mengangkat kedua tangan ku dan berkata "Waduh, aku baru saja atraksi cukup keren. Kenapa kalian menatap ku dengan tatapan seperti itu?" tanya ku sambil melihat ke sekitar, aku sudah di kepung oleh banyak orang.
"Hah! kau pikir kami akan tertipu? lebih baik kami langsung bunuh kau!." ucap Leo yang menghunuskan pedang nya kepada ku.
"Tunggu sebentar Leo! jangan diserang."ucap ketua sambil menahan Leo.
Leo menghela nafas dan menaruh kembali senjata nya. "Bukan kah lebih baik kita langsung membunuh nya? itu hanya akan mempersulit kita kedepan nya."
"Kihihih, apa atraksi ku kurang? kenapa kalian terlihat sangat marah? atau hanya perasaan ku saja? tapi.. kalian benar benar lemah. Apa kalian benar benar Night core?" tanya ku sambil tersenyum.
"Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa HAH?! jaga cara bicara mu dasar cecunguk sombong!!" ucap Leo yang kesal dan ingin menebas ku tapi dicegah oleh ketua.
"Sabar Leo aku ingin bicara dengan nya terlebih dahulu." ucap Ketua sambil berjalan dan menatap ku yang masih duduk di atas katana.
"Wajah yang di tutupi oleh api ungu, aura kelam dan pakaian yang aneh. Aku pernah mendengar seseorang bernama Shadow Silent mengalahkan Zet, apa itu adalah kau?" tanya Ketua.
"Uiii ternyata kau punya banyak cabang informasi ya."
"Yaa.. kudengar kau adalah prajurit bayaran yang di tugaskan untuk mengintai, bagaimana kalau ku bayar dua kali lipat dari bayaran asli dan jadilah bagian dari kami"
Aku berpikir sejenak dan berkata "Kalian ituh miskin, tidak punya uang, sampah masyarakat seperti kalian ingin menyewa ku?"
Leo yang mendengar itu semakin marah "KAU!!"
Ketua mencegah Leo yang ingin menarik senjata "Itu bukan jawaban, itu hanya ejekan. Nama ku Dalz, sekali lagi ku tanya kan. Apa kau ingin bergabung dengan kami? aku bisa menaruh mu menjadi wakil ketua.." tanya ketua yang bernama Dalz, ia menjulurkan tangan nya kepada ku.
Aku tertawa terbahak bahak mendengar tawaran itu dan berkata "Maaf kan aku Dalz, tapi aku tidak tertarik dengan KELOMPOK SAMPAH SEPERTI KALIAN!."
Mendengar jawaban itu, Dalz melepaskan Leo. Leo langsung berniat menebas ku namun tiba tiba muncul tombak gelap dari bayangan Leo yang menusuk dagu Leo dan mengangkat nya ke atas.
Semua orang tersentak kaget melihat Leo di tusuk dan di gantung oleh sebuah tombak, Dalz yang melihat semakin marah "BUNUH DIA!" perintah Dalz yang marah.
Semua orang yang berada di sana langsung berlari ke arah ku mencoba untuk menyerang ku yang masih duduk santai di atas Katana.
Aku menatap ke arah Dalz dengan tatapan tajam sambil berkata "Dark.. Spear..." muncul 15 tombak yang menjulang tinggi dari 15 orang bayangan dan menusuk dagu mereka lalu menggantung di ujung tombak itu
Dark Spear, tombak bayangan yang terbuat dari bayangan seseorang atau bayangan pemilik skill itu sendiri. Skill ini bersifat lock, tidak peduli sejauh apa pun, secepat apa pun dan selincah apa pun. Tombak ini pasti akan mengejar mu seperti bayangan yang selalu menemani mu di siang hari.
Dalz ternganga melihat itu, ia langsung ketakutan melihat 15 anggota nya tertusuk oleh tombak panjang berwarna hitam.
"Ba.. ba bagaimana mungkin..." ucap Dalz sambil ketakutan karena melihat 15 bawahan nya bercucuran darah.
Sisa anggota yang masih hidup langsung lari ketakutan dari sana tanpa melihat ketua nya lagi.
"OI KALIAN TUNGGU AKU!." ucap Dalz yang ingin berusaha kabur tapi dia sudah tertangkap Dark hands.
"Woi woi jangan kabur dong, harusnya kamu senang loh karena masih hidup. Tenang saja kau tidak akan kubunuh kau, tapi kau akan KU SERET KAU PENJARA!!!, Ngomong ngomong hujan darah dari mayat yang baru dibunuh itu.. Rasanya menyenangkan dan menyegarkan juga ya" ucap ku sambil tertawa terbahak bahak dan memandang ke atas membiarkan setengah muka ku dan rambut ku terkena cipratan darah.
"Dasar orang gila! kau malah senang karena kematian seseorang! apa kau tidak memiliki hati nurani HAH!?." tanya Dalz yang berusaha melepaskan diri.
"Jangan berisik, atau ku bunuh kau. Oh ya jangan pernah berniat untuk kabur oke? kalau kau kabur.. kaki mu akan di tusuk oleh tombak panjang.. Bagaimana? lebih baik di pegang oleh tangan atau kaki mu di tusuk dan digantung di atas tombak?" tanya ku sambil tersenyum, aku masih duduk di atas katana itu.
Dalz hanya menelan ludah sambil mengangguk, keringat dia bercucuran dan ia sangat panik.
"Di kepala ku, aku merasa seperti ada orang yang menyuruh ku untuk membunuh orang ini. Kalau bukan karena uang, sudah pasti dia akan mati.." batin ku sambil tersenyum melirik ke arah Dalz yang ketakutan.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments