"Hadeh, Ini sudah berjam jam. Tapi Shadow belum kembali.." ucap Lunox yang merasa bosan.
Rose tersenyum kecil melihat itu dan berkata "Apa kau mengkhawatirkan Shadow?. Tumben kau berbeda dengan Lunox yang ku kenal.."
Lunox tersentak dan malu mendengar itu "A..aku tidak mengkhawatirkan nya! aku hanya merasa bosan! "
"Iya kah?" tanya Stero yang tidak percaya.
"Lagian untuk apa aku mengkhawatirkan dia? aku sama sekali tidak peduli dengan nya!!" ucap Lunox dengan tegas.
"Itu lah yang dikatakan Lunox kepada Xyru saat Xyru terluka! jelas jelas dia mengkhawatirkan nya dan mengobati nya sambil berkata kalau ia tidak mengkhawatirkan nya....." bisik Rose kepada Stero.
"Mungkin saja Lunox itu tsundere?" bisik Stero yang heran.
Lunox semakin malu mendengar nya "AKU BISA MENDENGAR KALIAN!!!" Teriak Lunox yang sebal.
"DAN INGAT SATU HAL! AKU TIDAK PERNAH MENGKHAWATIRKAN SIAPA PUN APA LAGI PRIA YANG KERJAAN NYA CUMAN BIKIN ANAK!!" teriak Lunox sebal.
"Jahat... adik ku benar benar jahat.." batin Zet yang menangis mendengar itu dari kursi pengemudi.
"Apa iya?" tanya Rose dan Stero yang tidak percaya.
Lunox mengalihkan pandangan nya dari Stero dan Rose sambil berkata "Terserah kau mau percaya atau tidak! hmph!"
"Yah.. dia ngambek tuh, bagaimana nih?" tanya Stero sambil tertawa kecil.
"Palingan habis ini dia bakal kembali normal.." bisik Rose.
"Bukan nya sudah ku bilang? kalau aku tidak mengkhawatirkan nya, tapi.. perasaan apa ini. Perasaan ku sangat tidak enak, di.. ditambah kenapa aku tidak pernah berhenti memikirkan Felix?" batin Lunox yang malu.
Rose sebenar nya juga merasa khawatir dan janggal "Tapi memang benar sih perkataan Lunox, Shadow sudah cukup lama pergi..."
"Ditambah ini sudah 5 jam perjalanan, lalu dari tadi kita tidak melihat tanda tanda monster..."
Tiba tiba kereta kuda berhenti dan salah satu prajurit yang memakai kuda berlari lalu berhenti di samping kereta kuda.
"Tuan putri coba lihat ini!!." ucap prajurit itu yang panik dan gelisah.
"Ada apa? apa ada penyerangan? " tanya Zet sambil turun dari kemudi dan menghampiri prajurit tersebut.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Lunox dan Stero sambil keluar dari kereta kuda yang mereka naiki.
"Aku tak bisa menjelaskan situasi nya tapi aku ingin Zet dan tuan putri melihat ini! ayo ikuti aku!" ucap prajurit itu sambil berputar balik dan mulai melaju.
Zet yang bingung dengan apa yang terjadi hanya mengikuti kata kata prajurit itu "O.. oke." ucap Zet sambil berlari mengikuti prajurit.
"Kakak tunggu aku!" ucap Lunox sambil berlari mengikuti Zet, Stero yang melihat itu hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepala nya lalu berlari mengikuti Zet dan Lunox.
"Eh tunggu, aku juga mau ikut tahu!" ucap Rose yang terkejut saat dia ditinggalkan oleh Zet, Lunox dan Stero.
Setelah mereka sampai di tempat yang di maksud prajurit, mereka bertiga hanya bisa ternganga melihat pemandangan yang berada di depan mereka.
"K..KHAK, pe.. pemandangan ma..macam apa ini? "ucap mereka bertiga yang terkejut melihat 15 tombak menjulang tinggi, di setiap tombak itu ada satu orang yang di gantung di ujung tombak itu dan tombak itu dipenuhi oleh darah yang masih mengalir. Permukaan tanah disana juga bersimbah darah dan terlihat aku yang masih duduk diam di atas katana lalu ada seseorang yang di pegang oleh tangan gelap ku.
Stero yang tidak kuat melihat itu hanya bisa muntah sambil menutupi hidung nya karena bau bangkai dan bau darah yang cukup menyengat, semua prajurit yang ikut melihat pun hanya bisa menutupi hidung dan tidak berani mendekat.
"15 tombak muncul dari tanah dan menjulang tinggi menusuk mayat, tanah nya di penuhi oleh darah yang berceceran. A..apa yang telah Felix lakukan?" batin Lunox yang tidak percaya melihat itu.
Zet berjalan perlahan bersama Lunox sambil melihat seluruh mayat yang di gantung oleh tombak, hampir semua mayat di tusuk dagu nya oleh sebuah tombak gelap. Zet melirik ke arah pakaian yang di kenakan oleh mayat itu, hampir semua mayat memiliki lambang Night core.
"Seperti nya mereka adalah kriminal kelas kakap yang sangat merepotkan bagi kerajaan Axtrasia.." ucap Zet yang terus berjalan bersama Lunox menghampiri ku
"Shadow menghabisi ini sendirian? bukan kah Night core cukup kuat?" tanya Lunox yang tidak percaya.
Zet melirik ke arah orang yang ku genggam oleh salah satu tangan gelap ku yang muncul dari punggung. Karena penasaran Zet pun berlari ke arah ku lalu mengecek ke arah orang yang di genggam oleh ku.
"I..ini.. kalau tidak salah dia adalah Dalz..." ucap Zet yang tidak percaya melihat Dalz yang pingsan di genggaman ku.
"B..bagaimana cara dia mengalahkan nya dengan mudah?" tanya Lunox yang baru saja sampai, ia langsung mendekati ku yang masih diam mematung.
"Fel? kau baik baik saja?" tanya Lunox yang sedikit terkejut melihat ku berlumuran darah.
Rose kemudian datang menghampiri Lunox dan Zet "Apa Shadow baik baik saja?" tanya Rose yang khawatir.
"Seperti yang anda lihat, dia diam saja dari tadi.." ucap Zet sambil menunjuk ke arah ku.
Rose yang sedikit takut kemudian mencoba untuk menyentuh ku. Saat Rose menyentuh ku, perlahan lahan aku menoleh ke arah Rose dengan tatapan tajam, tatapan itu membuat Rose gemetar.
Tidak di sangka aku malah menguap lebar saat mengetahui yang berada di depan ku adalah Rose "Hoam... Tuan putri, akhir nya anda sampai juga.." ucap ku yang lemas.
Rose, Lunox dan Zet terdiam saat melihat ku baru bangun dari tidur.
"DASAR BODOH! KU KIRA KAU KENAPA KENAPA!!" Ucap Lunox yang kesal saat mengetahui aku dari tadi tidur, Lunox memukul kepala ku dengan keras.
Karena pukulan tersebut, aku terjatuh sambil mengerang kesakitan "ITAI!! kenapa harus memukul sih?! aku kan baru saja bangun tidur!" ucap ku sambil bangkit dan memarahi Lunox.
"SALAHKAN DIRI MU SENDIRI! KAU SUDAH TIDAK MEMBERI KABAR SELAMA BERJAM JAM DAN ITU MEMBUAT KAMI KHAWATIR TAHU!!" ucap Lunox yang kesal dan merasa menyesal mengkhawatirkan ku.
"Aku memang nya salah di mana!? Tuan putri! menurut mu aku salah tidak?" Tanya ku sambil memegang kepala ku yang masih merasa sakit.
"Kau salah! sangat salah! bahkan Lunox saja masih kurang memukul mu!" ucap Rose yang sebal karena sudah sangat mengkhawatirkan ku.
Zet tertawa dan merasa lega melihat ku baik baik saja "Oh ya Shadow, mau sampai kapan kau ingin memegang orang itu?" tanya Zet sambil menunjuk ke arah Dalz yang pingsan.
Aku melirik ke arah Dalz kemudian melepaskan nya "Sisa nya aku serahkan kepada Zet ya! karena dia adalah buronan, nanti hasil nya bagi dua oke?" tanya ku sambil turun dari katana.
Zet hanya tersenyum sambil mengangguk setuju, Rose kemudian berlutut di depan Dalz yang masih pingsan. Ia mencoba membangunkan Dalz.
"Ukkhhhh... kepala ku sakitt...."ucap Dalz yang terbangun dari pingsan nya lalu..
Saat ia melihat Rose berada di depan nya, Dalz langsung bersujud kepada nya dan berkata
"Tuan putri maafkan sayaaa! tolong ampuni saya dan tolong lindungi saya dari monster itu saya mohonn!!" ucap Dalz, Ketua Night core yang ketakutan.
"Oi oi monster mana yang kau maksud?"Ucap Zet yang langsung bersiaga sambil melihat lihat daerah sekitar.
"I.. itu... Orang itu..." ucap Dalz yang ketakutan sambil menunjuk ke arah ku.
"Aku?" tanya ku yang kebingungan.
"Maksud mu orang api ungu ini? apa yang perlu kau takut kan dari dia?" tanya Lunox sambil memukul pundak ku.
Dalz yang melihat itu terkejut dan semakin gemetar "No..no...nona jangan memukul nya seperti itu jika kau masih sayang nyawa mu!."
"Yah, aku faham kenapa dia takut kepada mu Shadow, aku yakin kau kan yang membuat semua ini?" tanya Zet sambil menunjuk ke arah mayat mayat itu.
"Iyah! bagaimana karya kreatif ku?? keren kan?" tanya ku sambil tersenyum lebar dan merasa bangga.
"D..dia benar benar gila..." ucap Dalz yang gemetar ketakutan.
"Apa aku terlalu berlebihan?" tanya ku yang kebingungan.
Rose, Zet dan Lunox hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepala mereka
"DASAR SHADOW BODOH! ORANG MANA YANG TIDAK TRAUMA MELIHAT ITU! APA OTAK MU ITU RECONNECT ATAU SALAH SATU SARAF OTAK MU PUTUS?!!" ucap Lunox yang kesal sambil menunjuk ke arha mayat mayat itu.
"Oh, apa maksud mu. Aku kurang brutal? nih aku tambah nih! bagaimana? itu semua seluruh anggota badan nya sudah di tusuk oleh tombak" ucap ku sambil mengeluarkan banyak tombak dan semua itu menusuk ke salah satu mayat yang membuat mayat itu hancur, Lunox hanya bisa menghela nafas dan Zet hanya bisa menutupi mata Rose agar tidak melihat hal itu.
"Anak ajaran iblis emang beda, aku bingung iblis mana yang mengajari dia" batin Lunox yang lelah melihat itu
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments