Setelah selesai duel dengan Lunox, aku pun memutuskan untuk kembali ke guild petualang untuk memberikan tanaman herbal lalu mendapatkan upah yang lumayan, setelah itu kami berdua memutuskan untuk jalan jalan menyusuri ibu kota sambil berbincang.
"Tenang saja!, aku lah yang menantang mu untuk sparing, jadi akan ku rahasiakan itu semua..." ucap Lunox yang kesal sambil melirik ke arah ku.
Aku mengangguk senang mendengar itu "Yah itu wajar sih, toh kamu tidak mungkin bilang kalau kau akan kalah dengan petualang level 1 HAHA!" ucap ku sambil tertawa keras.
Lunox kesal dan ia menginjak kaki ku dengan keras sambil berkata "LAWAN NYA PUNYA SKILL TELEPORTASI! ITU SUDAH JELAS AKU AKAN KALAH!"
"S..sakit.." batin ku sambil memegang kaki ku yang kesakitan.
Aku melirik ke arah Lunox yang cemberut lalu kaki ku sedikit di tekuk "Kau ini, kecil kecil tapi orang nya gampang marah ya.." ucap ku sambil membandingkan tinggi ku dengan tinggi Lunox, beda jauh...
Lunox semakin kesal melihat sikap ku yang biadab, ia tanpa ragu langsung memukul wajah ku "DIAM LAH! BERHENTI MEROASTING DIRI KU DASAR TANGGA SIALAN!"
Aku terkejut dan memegang wajah ku, Lunox terlihat benar benar marah, aku menatap nya sejenak.
"AKOWOKWOKWKOW TIDAK ADA DAMAGE!" batin ku yang menahan tawa.
"Baiklah baiklah.. maaf kan aku sudah mengejek mu" ucap ku sambil menepuk pundak Lunox.
Lunox menepis tangan ku lalu ia menghela nafas panjang "Sudahlah, lupakan masalah tanaman itu.." batin Lunox.
"Untuk sekarang, jika ibu mengetahui Felix, aku yakin dia akan tergila gila terhadap nya dan itu bisa menjadi kekuatan besar bagi para pahlawan juga.." batin Lunox melirik ke arah ku.
"Oh ya Fel, aku tidak pernah melihat wajah mu disini, sebelum nya kau berasal dari mana?" tanya Lunox yang penasaran.
"Aku berasal dari barat.." jawab ku tanpa mengetahui apa pun.
Lunox tersentak kaget mendengar itu "D..dari barat? maksud mu padang pasir kering yang tidak dapat di huni dan dipenuhi oleh monster itu?"
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Pantas saja dia kuat, ternyata dia berasal dari lingkungan yang keras..." batin Lunox.
"B..biar ku tebak, kau ini.. pasti berumur 24 sampai 27 tahun kan!" ucap Lunox yang menebak sangat jauh.
Aku tersentak kaget mendengar itu "I..itu, aku sebenar nya masih berumur 16 tahun..."
Lunox terkejut dan ternganga mendengar nya "K..KAU MASIH BERUMUR SEMUDA ITU?!!"
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
"K..KHAK!! B..BAGAIMANA DI UMUR SEMUDA ITU DIA JADI SETINGGI INI?!!" batin Lunox yang tidak percaya.
"B..Bagaimana cara mu setinggi itu, padahal umur mu baru begitu muda.." tanya Lunox yang penasaran.
Aku hanya mengangkat kedua bahu ku sambil menjawab "Mana ku tahu.."
"KOK TIDAK TAHU SIH!!"
"Engg.... Wong saya manusia biasa, makan nasi.." ucap ku sambil mengaruk leher.
Lunox yang mendengar itu malah kesal dan ingin memukul wajah ku lagi.
"Oh ya Fel, tadi nama mu Felix Fortune kan?" tanya Lunox yang berusaha menahan amarah nya.
Aku melirik ke arah Lunox dan menjawab "Hm.. memang nya kenapa?"
"Setelah ku pikir pikir, aku tidak pernah mendengar keluarga Fortune dari mana pun, apa lagi kau memiliki dua sihir elemental sekaligus, jadi aku yakin kalau kau adalah anak bangsawan juga, namun aku tidak pernah mendengar nama Fortune. Apa kau benar benar manusia?" tanya Lunox yang curiga.
Aku menghela nafas panjang dan menjawab "Tentu saja aku manusia, bukan kah sudah ku bilang tadi? aku berasal dari kedua orang tua ku yang tinggal di barat, aku tidak tahu siapa nama mereka.."
"Kenapa kau bisa tidak tahu nama mereka, padahal mereka yang melahirkan mu?"
Aku diam sejenak memikirkan sesuatu dan menjawab "Karena mereka sudah meninggal saat aku masih berumur 3 tahun, aku belum sempat menanyakan nama nya dan orang yang merawat ku tidak tahu nama orang tua ku..."
Lunox tersentak kaget mendengar itu dan merasa bersalah "M..maaf.. aku tidak tahu itu"
"Tidak apa apa, tapi aku penasaran kenapa kalian memanggil ku iblis, padahal ku rasa aku ini manusia biasa.. makan nasi.." ucap ku yang heran.
"Kau tidak sadar wajah mu sendiri kenapa? lihat lah ke sana!" ucap Lunox sambil menunjuk ke cermin yang berada di samping ku.
"Wajah mu di tutupi oleh api ungu yang menyeramkan, jadi wajar saja kalau mereka menganggap mu monster!" ucap Lunox.
Aku diam menatap ke cermin itu dan tercengang, Lunox heran kenapa aku tiba tiba diam.
"Kau dengar kan?" tanya Lunox yang bingung kenapa aku tiba tiba diam.
"W..wuohh... jadi ini wajah tubuh baru ku?" batin ku yang kagum pada wajah tampan yang terpampang di cermin.
"Fel? oi.. Fel..." tanya Lunox sambil melambaikan tangan nya di depan wajah ku.
Aku tersentak kaget dan menoleh ke arah Lunox "A..ada apa?" tanya ku.
"Kau kenapa sih?, kau juga sudah sadar kan? kalau wajah mu itu di tutupi oleh api ungu yang menyeramkan?" tanya Lunox.
Aku heran dan bingung saat mendengar nya "T..tidak gih, aku melihat wajah ku di sini.." ucap ku sambil menunjuk ke arah Cermin itu.
"Apa yang kau bicarakan? jelas jelas yang terlihat di cermin itu api ungu yang menempel di leher mu!" ucap Lunox yang bingung dengan perkataan.
"Eh?" batin ku sambil melirik ke arah Cermin itu, dan aku sekilas melihat api ungu yang menutupi wajah ku.
"Apa arti nya ini?" batin ku yang bingung.
"Suara itu tidak menjelaskan kalau wajah ku akan seperti itu di mata orang orang, dan kenapa hanya aku saja yang bisa melihat wajah asli ku?" batin ku yang heran dan sangat bingung.
Aku dan Lunox lanjut berjalan, walau aku masih bingung tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan nya.
"Oi Fel, kau punya sihir elemental ruang dan waktu. kenapa kau tidak bergabung dengan kelompok pahlawan? dengan kekuatan mu, aku yakin kau akan di terima walau elemental utama mu adalah kegelapan.." tanya Lunox.
Aku tersentak dan menoleh ke arah Lunox sambil bertanya "Heh? kelompok pahlawan?."
"Kau tidak tahu? itu adalah Kelompok penyelamat dunia dari dunia lain yang sudah di panggil oleh Aliansi Arc. soalnya kata peramal penentu nasib dunia, dunia iblis akan ada raja iblis yang menjadi wadah Lord of the Darkness yang di takuti oleh seluruh ras,katanya sih bakal membawa kesejahteraan bagi iblis."
"Jadi kelompok pahlawan itu bertugas untuk mengalahkan nya begitu? lalu kalau nanti mereka kalah, hancur dong dunia ini?." tanya ku yang penasaran.
Lunox menghela nafas dan menjawab "Hmmm bisa dibilang begitu mungkin manusia bakal jadi budak iblis."
"Maka nya itu, Fel ku sarankan kau masuk dengan kelompok pahlawan, karena skill skill mu pasti berguna bagi dunia.." ucap Lunox.
"Idih ogah, aku tidak mau hidup sulit seperti menyelamatkan dunia, aku cuman ingin hidup santai tanpa tertimpa masalah yang besar.." batin ku yang sudah memutuskan tujuan ku.
Aku menghela nafas dan melirik ke arah Lunox "Kenapa kau begitu percaya kalo aku bakal diterima?."
"Kau punya tingkat misterius lalu kau bisa sihir perpindahan ruang aku yakin bakal langsung diterima soalnya yang bisa sihir perpindahan ruang hanya 0,5% itu pun butuh bertahun tahun" ucap Lunox dengan percaya diri.
Aku mengaruk kepala ku dan berkata "Emmm walau kau bilang begitu aku malah tidak tertarik menjadi pahlawan"
Lunox tersentak heran mendengar itu dan bertanya "Kenapa? bukan kah kau akan langsung sukses setelah mengalahkan nya?"
"Hehh? buat apa coba aku melindungi orang orang yang tidak ku kenal, lebih baik mengurus hidup ku sendiri daripada harus melindungi orang orang yang tidak ku kenal di tambah harus nanggung beban 1 dunia, hidup ku jadi tidak bebas kalau seperti itu."
"D..dasar orang aneh.." batin Lunox yang heran.
*****
Malam hari, di tempat tinggal Lunox.
"Ughh kalo dipikir pikir lagi aku kalah sama Felix bukanya konyol banget ya, aku kan memiliki elemen cahaya. Apa aku selemah itu yaa, t..t tapi dia memakai skill teleportasi, j..jadi wajar saja aku kalah kan?" batin Lunox yang sedang melamun di sofa.
Tiba tiba seseorang yang memakai baju zirah berwarna biru duduk di samping Lunox sambil berkata
"Lunox, kau lagi melamun apa dah?" tanya pria berbaju zirah itu sambil melepaskan helm nya, dia memiliki wajah yang terkena luka bakar.
"Apa aku tanya kan saja ya, ke kakak tentang sihir perpindahan ruang" batin Lunox
Lunox menghela nafas dan bertanya kepada pria yang berada di samping nya "Kak zet apa kakak pernah melawan orang yang bisa sihir perpindahan ruang?."
Pria itu bernama Zet, Zet Sentinel, kakak Lunox..
"Sihir perpindahan ruang yang mana dulu, yang cepat atau lambat?." tanya Zet
"Yang cepat kak."
Zet menghela nafas sambil berkata "Kalau yang cepat jelas aku tidak pernah melawan nya,soalnya sihir perpindahan cepat butuh rapalan yang cukup panjang ditambah butuh kekuatan sihir yang kuat, sejauh ini manusia baru bisa sampai perpindahan ruang yang lambat"
"Yaa aku tahu yang lambat tapi aku sedang bicara yang cepat, soalnya aku kenal dengan seseorang yang bisa sihir perpindahan Ruang yang cepat.."
Zet mengangguk saat mendengar itu "Oooo... begitu"
Zet tersentak kaget dan menoleh ke arah Lunox "TUNGGU apa? ada orang yang bisa memakai sihir perpindahan ruang cepat?, siapa orang nya,cepat ceritakan kejadian nya!!." ucap Zet yang bersemangat
Lunox menjaga jarak dengan kakak nya sambil berkata "Sabar kakk sabar dulu akan kuceritakan tapi jangan bilang siapa siapa oke?"
"Oke, oke..."
Lunox pun menceritakan seluruh kejadian nya, dimana aku dan Lunox berduel dan Lunox kalah..
"APA?! kamu kalah dengan orang yang memiliki sihr kegelapan, kok bisa!!!." tanya Zet yang tidak percaya.
"Lah dia memakai sihir perpindahan ruang loh jelas aku tidak menyangka nya!."
Zet menggelengkan kepala nya dan berkata "Dasar adik ku yang bodoh itu namanya bukan sihir perpindahan ruang tau tapi itu skill yang bisa bergerak sangat cepat."
"Memang nya ada skill kegelapan yang mampu meningkatkan kecepatan seseorang?" tanya Lunox.
Zet diam sejenak dan menyadari hal itu "Memang benar sih..."
"Dasar kakak bodoh!" ucap Lunox yang mengatakan apa yang di katakan oleh Zet.
Zet diam sejenak dan merasa sangat penasaran "Aku penasaran.. orang nya seperti apa..." batin Zet yang menahan amarah nya
Bersambung
aekoaawok
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Ardi Provision
suruh rahasiakan sama perempuan ya gini deh, jangan bilang2 ya, sekampung pada tahu 😂😂😂😂🤣🤣🤣
2025-01-01
0
dark sistem
hhhhh
2024-12-10
0
BillyBlizz
Membaca cerita ini bikin aku kangen banget sama masa kecilku.
2023-07-26
0