Di waktu yang sama... tempat tinggal Lunox..
"Kak Zet pagi pagi begini kemana sih! main pergi aja, mana aku pakai kesiangan segala." batin Lunox yang baru saja bangun tidur dan berjalan pergi ke halaman rumah nya.
"Apa kak Zet pergi ke istana? kurasa tidak mungkin, kak Zet baru saja mengambil cuti.." batin Lunox.
Lunox menikmati udara pagi itu di temani oleh secangkir teh hangat.
"Biasa nya kalau libur, dia pasti bakal tidur seharian..."
Lunox menghela nafas panjang sambil berdiri" Ya sudah si masa bodo sama kak Zet mending aku pergi mengerjakan beberapa tugas dari guild."
"Apa aku bisa bertemu dengan nya lagi ya..." batin Lunox, Lunox menggelengkan kepala nya lalu berjalan keluar dari sana.
Sesampai di guild, Lunox melihat tempat itu kosong dan tidak ada orang satu pun yang berada di sana. Lunox bingung saat melihat itu.
"Ini aneh, tidak seperti biasa nya guild sepi seperti ini.." batin Lunox sambil berjalan ke arah Felina yang sedang merapihkan dokumen.
"Kemana semua orang?" tanya Lunox kepada Felina.
Felina tersentak dan buru buru memasukkan dokumen itu "Ah.. mereka sedang melihat duel antara kakak mu dengan Fel... kurasa lebih tepat nya Shadow.." ucap Felina yang terlihat gelisah.
"Shadow? siapa?" batin Lunox sambil mengingat nama itu.
Lunox tersentak kaget dan baru menyadari kalau Shadow adalah Felix Fortune, tanpa basa basi. Ia langsung berlari keluar dari guild
"DASAR KAKAK SIALAN!" batin Lunox yang kesal.
Felina yang melihat Lunox tiba tiba berlari keluar hanya bisa menghela nafas lega.
"Dasar sialan, hampir saja ketahuan.." batin Felina yang panik.
Sesampai nya di arena, ia melihat aku dan Zet yang berada di tengah arena dan saling menatap.
Lunox awal nya ingin mencegah mereka, namun ia mengurungkan niat nya saat melihat ku menyeringai.
"K..kurasa lebih baik tidak usah di ganggu, t..toh.. sudah ada banyak orang yang menonton. Jika aku muncul dan mengganggu, bisa di pastikan aku akan di bicarakan yang tidak tidak.." batin Lunox yang pura pura tidak kenal dan mencari tempat duduk.
"T.toh.. kelihatan nya Felix juga bisa mengatasi nya dengan baik.." batin Lunox yang berusaha menenangkan diri nya yang khawatir.
"Sepertinya aku tidak terlambat, lebih baik aku cepat ke atas." batin Lunox sambil mencari tempat duduk.
Setelah Lunox sampai ke atas, ada seseorang perempuan memanggil nama nya.
"Woi! Lunox sini sini." teriak perempuan itu yang sedang duduk di kursi penonton.
Lunox berjalan perlahan kemudian duduk di samping perempuan itu "Ah Stero apa aku terlambat?." tanya Lunox yang penasaran
Perempuan yang bernama Stero itu menggelengkan kepala nya dan berkata "Tidak kok, ini baru saja di mulai.
"MARI KITA LIHAT SIAPA PENANTANG KALI INI!, SHADOW SILENT!" teriak Spear dengan lantang
Stero tertawa terbahak bahak mendengar itu "PFFTT HAHAHA! NAMA YANG ANEH!. Oi Lunox, kau benar benar di kalahkan oleh orang ini?" tanya Stero sambil menunjuk ke arah ku.
Lunox menghela nafas dan berkata "Kau lebih baik jangan menertawakannya loh."
"Eh? kenapa? apa ada yang spesial dari nya?" tanya Stero
"Hehe, liat saja nanti. Kau akan terkejut" ucap Lunox dengan percaya diri.
Stero bingung saat mendengar itu dan hanya berkata "Baiklah kalau kau berkata itu..."
******
"NAHH SAAT NYA PERTARUNGAN INI DIMULAII!!!!" teriak Spear dengan nada yang tinggi
Zet membungkuk sedikit lalu ia melaju ke arah ku sambil mengayunkan pedang besar nya dengan penuh kekuatan, aku melompat menghindari ayunan itu sambil tersenyum.
"MASIH TERLALU AWAL UNTUK TERSENYUM!" teriak Zet sambil mengayunkan pedang nya ke atas, CTANGG!! aku menangkis serangan itu dengan katana ku lalu mendarat di pedang besar Zet dan melompat mundur.
Aku berlari mendekati Zet kemudian mencoba menebas nya namun tidak berhasil karena baju zirah nya terlalu kuat, aku kemudian menendang kepala Zet dengan keras yang membuat kepala nya menghantam tanah.
Zet perlahan lahan berdiri dan ia terlihat baik baik saja"Kau lebih terampil dari yang ku duga, kau cukup lincah..." ucap Zet yang kagum.
Aku langsung mengambil langkah mundur dan berkata "Pedang besar dan berat cenderung memiliki satu kelemahan fatal, yaitu gerakan nya yang lambat. Aku adalah orang yang mengandalkan kecepatan, ayunan pedang mu tidak akan bisa menyamai kecepatan ku.." ucap ku dengan percaya diri
Zet tersenyum sembari berkata "Seperti nya kau tidak tahu apa apa tentang ku"
"Death Kombo!!" Teriak Zet sambil melaju ke arah ku dengan cepat, aku terkejut melihat Zet melaju dengan cepat sambil membawa pedang besar yang berat.
Zet mengayunkan pedang nya bertubi tubi dengan kecepatan tinggi, aku hanya bisa bertahan dari serangan itu menggunakan sebuah katana.
"Dia Cepat!" batin ku yang mulai berjalan mundur sambil terus menangkis ayunan bertubi tubi dari Zet.
"Jika seperti ini, aku bisa saja terbelah menjadi dua..." batin ku sambil merogoh saku ku dan melempar sesuatu ke arah lain, Zet mulai mengayunkan pedang nya ke atas dengan tekanan yang sangat besar dan membuat katana ku terpental.
"Berakhir sudah!!" Teriak Zet yang mulai melompat dan mengayunkan pedang nya ke arah ku.
BRAAK!! serangan itu menimbulkan ledakan besar yang membuat debu debu beterbangan. Semua orang bersorak bahagia melihat itu dan sudah yakin kalau Zet menang.
"OH!! SERANGAN FATAL DARI ZET!, ASAP MULAI MENUTUPI BEKAS PERTARUNGAN. APA KAH SHADOW SILENT BERHASIL BERTAHAN DARI SERANGAN ITU?!!" Teriak Spear yang bersemangat dan belum memutuskan siapa yang menang.
"Ini lah akibat kau berani menyakiti adik ku..." ucap Zet yang percaya diri.
Saat asap mulai menghilang, Zet mendengar suara ku yang sedang tertawa keras. Zet tersentak kaget melihat ku baik baik saja.
"HAHAH INI SAJA KEKUATAN KAU?!" Tanya ku yang sedang jongkok di atas batang pohon yang sudah di tusuk oleh pedang besar, di belakang ku ada empat duplikat ku dengan katana yang terbuat dari kegelapan.
"BAGAIMANA MUNGKIN!! SETELAH MENERIMA SERANGAN FATAL, DIA BERHASIL HIDUP TANPA LUKA SEDIKIT PUN! DI TAMBAH DIA MEMILIKI CLONE DIRI NYA SEBANYAK EMPAT!! SUNGGUH PERTARUNGAN YANG MENGEJUTKAN!!" teriak Spear memeriahkan suasana, semua orang bersorak melihat itu.
"APA INI SKILL CLONE? KURASA TIDAK! KARENA SKILL CLONE YANG PALING KUAT HANYA MAMPU MEMBUAT CLONE SEBANYAK TIGA! TAPI INI EMPAT!! INI MENGEJUTKAN!!"
"Bagaimana kau bisa bertahan setelah menerima serangan itu?.." tanya Zet yang mulai kesal.
Aku tersenyum lebar dan menjawab "Genjutsu, teknik kuno yang memindahkan diri ku ke sebuah batang pohon..."
"CIH! ini masih belum selesai!" Teriak Zet yang mulai melaju ke arah ku, aku memerintahkan para duplikat ku untuk menyerang Zet.
Para duplikat ku melaju dengan cepat dan menyerang Zet secara bersama sama, Zet hanya bisa diam melindungi kepala nya. perlahan lahan baju zirah nya mulai terlepas dan anggota tubuh nya sedikit demi sedikit terluka karena di serang terus menerus oleh para duplikat.
"DASAR MENYEBALKAN!! HOLY SWING!" Teriak Zet sambil mengayunkan pedang nya, semua duplikat ku langsung meledak musnah terkena satu ayunan luas itu.
Aku terkejut melihat itu, Zet langsung melaju ke arah ku sambil mengayunkan pedang nya. Aku tersentak kaget dan langsung melompat menghindari ayunan itu. Namun telapak kaki ku tertebas dan terluka, untung nya hanya tertebas dan tidak terpotong dari kaki ku.
"Sialan! walau dia membawa pedang berat tapi dia masih dapat melaju dengan cepat, di tambah lepas nya beberapa baju zirah membuat dia semakin mudah bergerak!" batin ku yang mulai panik.
"Uhh... sepatu nya rusak..." batin ku sambil mengecek yang sobek di bagian telapak kaki.
"LIGHT CHAINS!" Teriak Zet, tiba tiba muncul rantai cahaya di bawah kaki ku dan mengikat ku.
Zet tersenyum dan mulai mengangkat pedang besar nya ke atas "SEKARANG KAU SUDAH TIDAK BISA KABUR!"
Teriak Zet, ia mulai membaca sebuah mantra.
"FIRASAT KU BURUK! AKU HARUS CEPAT LEPAS DARI SINI!" Batin ku yang semakin panik dan berusaha melepaskan diri.
"SKILL ULTIMATE, EXCALIBUR SLASH!" teriak Zet yang berhasil menyelesaikan mantra, pedang yang Zet pegang menjadi membesar dan bersinar terang. Zet mulai mengayunkan pedang ke arah ku.
"WUOH!! ZET MEMAKAI EXCALIBUR SLASH!! APA YANG AKAN DI LAKUKAN OLEH SHADOW SEKARANG! IA SUDAH BENAR BENAR TERPOJOK DAN TERLAMBAT MENGHINDARI SERANGAN AREA SEBESAR ITU!" Ucap Spear, suasana mulai ramai kembali dan orang orang bersorak.
"Terlambat untuk menghindari itu, walau aku lepas pun aku tetap tidak bisa lari karena kaki ku sakit! yang harus kulakukan adalah..." batin ku yang panik sambil berpikir keras melihat pedang itu sudah mengayun mendekati ku.
"SIALAN! AKU TERPAKSA MELAKUKAN ITU!, WALAU INI TARUHAN TAPI ITU LEBIH BAIK DARIPADA TIDAK MENCOBA NYA!" Batin ku yang berhasil lepas dari rantai itu dan menyiapkan kedua tangan ku.
"SADARLAH POSISI MU DASAR MANUSIA, SPACE TIME! BLACK HOLEE!!!" Teriak ku sambil mengumpulkan kekuatan di kedua tangan ku lalu membuka nya, Di kedua tangan ku muncul sebuah lubang hitam yang membesar dan mulai menghisap energi sihir dari pedang yang mengayun ke arah lubang hitam itu.
Pedang itu kemudian menyentuh lubang hitam itu dan KRAK... PRANNG!!! tiba tiba semua nya menjadi gelap, Zet di pindahkan ke sebuah ruang hampa berwarna gelap.
"D..dimana ini?" tanya Zet yang bingung, pedang nya tiba tiba kembali ke bentuk normal dan tiba tiba ia melihat sebuah wajah menyeramkan muncul dari kegelapan, wajah itu tertawa sambil berkata.
"Dasar manusia tidak tahu diri..." ucap wajah itu dan mulai memakan Zet...
Tiba tiba semua nya kembali normal dan Zet terkejut melihat sebuah skill ultimate nya yaitu sebuah pedang cahaya dan besar yang mulai mengayun ke arah nya. Zet hanya bisa pasrah melihat skill itu keluar dari lubang hitam yang berasal dari tangan kiri ku.
KABOOM!!! Ledakan besar terjadi, pedang itu langsung menghilang setelah menyerang, terlihat Zet tergeletak tidak berdaya di hadapan ku.
"APA YANG TERJADI!! KENAPA SITUASI NYA TIBA TIBA BERUBAH!!!" Teriak Spear yang tidak percaya melihat Zet tergeletak di tanah, aku berdiri tegak di hadapan nya sambil membawa sebuah lubang hitam yang mulai mengecil menyesuaikan dengan tangan ku.
"P..PEMENANG DUEL INI ADALAH SHADOW SILENT!!!" teriak Spear yang tidak percaya, semua orang ternganga melihat skill ku yang mampu menghisap skill orang dan menggunakan nya sesuka hati..
Aku hanya diam melirik ke arah lubang hitam itu "Apa tadi itu ratu?" batin ku yang gelisah melihat seseorang wanita walau hanya sekejap.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Gohan
Jangan bikin penggemarmu menderita terus thor 😭
2023-07-29
0
Daina :)
Terinspirasi banget
2023-07-29
0