"Hmmm... sakit nya.." aku perlahan mulai membuka mata secara perlahan dan mulai bangun secara perlahan.
Aku melihat sekitar kemudian menghela nafas, aku bisa merasakan nya.. rumput hijau serta udara segar dan cahaya matahari yang hangat, aku memegang leher ku yang terasa sakit tapi perlahan lahan rasa sakit nya menghilang.
"Sinar matahari yang hangat, udara yang segar tanpa polusi, ini seperti bukan dunia yang ku kenal, dunia yang ku kenal tidak punya udara segar dan pemandangan indah seperti ini "batin ku yang kagum. aku pun mulai melihat sekeliling untuk mencari tahu aku berada di mana.
SWOOOWSSSHHH sesuatu terbang diatas kepala ku.
Aku tersentak dan menoleh ke atas, aku terkejut melihat nya
"EH buset apaan tuh?, EH..? EH?.. EH!!?? NAGAA??!!, beneran naga yang tadi lewat tuh? GILA benaran di dunia lain" ucap ku yang kagum melihat seekor naga terbang di atas kepala ku.
"Em tunggu ini bukan mimpi kan?" gumam ku sambil mencoba mencubit pipi ku
Pipi ku terasa sakit dan aku terasa sangat senang "wahh benar benar bukan mimpi! sepertinya aku benar benar di dunia lain!"
"Itu... karena ini tubuh baru ku, aku jadi penasaran dengan wajah nya ada air tidak ya?" ucap ku sambil mulai melihat sekeliling ku.
Aku mengecek pakaian ku yang berupa jubah panjang berwarna hitam keunguan
"Em.. seperti nya tidak ada air disini, cuman ada disekitar sini. Sesuai permintaan pakaian ku jubah berwarna ungu kehitaman, Jubah ini benar benar panjang seperti dari yang kukira, yaa walau tidak ada masker"
Aku menyadari sesuatu di leher ku kemudian mencoba meraba nya "Syal? aku baru sadar kalau ada syal yang menyangkut di leher, mana warna nya ungu lagi. Sesuai dengan warna kesukaan ku.. hebat, dia tahu yang seperti ini ..."
"Ku ucapkan terimakasih sebesar besar nya pada suara misterius, kau benar benar faham selera ku." ucap ku sambil mengusap wajah ku karena rasa syukur
Aku mulai mengecek peralatan ku dan aku baru sadar ada sebuah katana yang berada di pinggang ku.
Katana itu memiliki sarung pedang berwarna hitam keunguan lalu di pedang itu ada semacam kaca penyimpan yang berwarna ungu, kaca itu memiliki panjang dari bawah sarung pedang sampai atas sarung pedang lalu di ujung sarung pedang itu terdapat banyak tangan kegelapan yang mengunci katana ku
"Hm.. padahal aku tidak minta katana lo, tapi bagus lah dengan begini aku tidak perlu beli senjata lagi." ucap ku yang senang
Aku yang sedang terbaring perlahan berdiri, aku agak kesulitan saat berdiri dan mencoba berjalan beberapa langkah "Baiklah waktunya jalan kalu aku tidak menemukan kota, aku bisa mati disini"
Keseimbangan ku tiba tiba ambruk, aku belum terbiasa dengan tinggi nya badan itu
"Woaah.. tubuh ini lumayan tinggi!, aku cukup kesulitan mengendalikan keseimbangan nya saat pertama kali, karena ini jauh lebih tinggi dari tubuh asli ku, kurasa tinggi nya sekitar 221 cm? itu cukup tinggi untuk seusia ku..tapi bagus lah, aku memang ingin tinggi dari dulu.."
Aku pun mulai berjalan menyusuri ladang rumput itu, dan seperti nya.. aku tidak bisa menemukan sebuah kota atau desa
Saat aku berjalan, aku tersentak dan melihat sekelompok Slime yang melompat kesana kemari
"Ehhh kumpulan slime? normal ny sih slime pasti monster terlemah di dalam game, ya mumpung ada slime kucoba buat latihan kali ya "
Aku mulai menggeluarkan katana ku dari sarung dan bersiap untuk menyerang
"Hmmm kalo cuman katana, seperti nya ada yang kurang, tunggu sebentar bagaimana jika aku melapisi pedang ini dengan sihir kegelapan? yaa sejujur nya aku kasihan si sama slime nya tapi siapa yang peduli heheh" batin ku
Aku diam dan membayangkan sesuatu "Hmmmm.. bayangkan sihir nya menyelimuti katana...."
SWOOSSH, Muncul sebuah api berwarna ungu cerah dan panas yang menyelimuti bilah Katana ku
"Baiklah,Tutorial pertama.. akan ku selesaikan secepatnya.. "
SRAASSHHH.... aku pun mulai menebas satu per satu para slime tersebut, ya sejujur nya aku kasian sama slime nya sih, jadi kelinci percobaan ku ehhehehe.
Tiba tiba aku mendengar sebuah jeritan perempuan "KYAA!! TOLONG!! "
Aku tersentak kaget dan menoleh ke sekeliling "Eh? suara perempuan? darimana asal nya?"
"LEPASKAN!!"
"Suaranya dari timur aku harus cepat kesana mungkin keadaan nya gawat" batin ku yang buru buru berlari menuju ke asal suara.
Setelah sampai ke titik suara tersebut, aku bersembunyi untuk melihat keadaan sekitar terlebih dahulu, Terlihat beberapa bandit yang sedang membajak kereta kuda yang berisi 2 wanita dan beberapa prajurit yang mengawalnya dan, kelihatan nya mereka sedang dalam kondisi kalah..
"Kya.. LEPASKAN!!" teriak salah satu perempuan yang terlihat seperti putri
"Khehehe kalo kau menangis pun tidak ada yang mendengarkan mu, kehhehe temani aku sebentar saja kheheheh" ucap salah satu bandit, eskpresi wajah tersenyum lebar dan mulai ingin memperkosa wanita itu
"ENGGAK ENGGAK MAUU.... SARAH TOLONGG AKU" Panggil perempuan itu yang meminta tolong kepada wanita yang sedang diikat
"LEPASKAN! kalian menjauh lah dari tuan putri, kalian tau kan apa hukuman nya?" ucap wanita itu yang marah
"Ehh? tuan putri? jadi dia orang penting toh? apes benar nasib nya " gumam ku yang masih bersembunyi dan menunggu momen.
Bandit yang berada di samping wanita itu, kemudian mendekatkan wajah nya kepada wanita itu
"Hahhh?? Apa apa? hukuman? siapa juga yang peduli sekarang berada di tengah hutan tidak ada yang mendengarkan kalian tau" ucap Bandit itu sambil terkekeh.
"Hm.. bagaimana ini, bisa gawat kalau biarkan, tapi kalo aku bantu pun aku kalah jumlah dan nanti takutnya malah bernasib sama prajurit prajurit itu, ditambah aku juga belum tentu bisa mengunakan senjata dan aku butuh waktu untuk beradaptasi dengan tubuh ku" batin ku yang ragu ragu
"Apa aku tinggal kan saja? t..toh.. tidak ada yang melihat ku." batin ku sambil perlahan lahan mundur dari sana, namun aku berhenti sejenak memikirkan ulang
"...."
"Ughhhh baik lah akan ku bantu walau beresiko, akan ku alihkan perhatian mereka agar menjauh dari kereta kuda itu lalu para korban bisa pergi dengan selamat..." batin ku yang sudah membulatkan tekad
"LEPASINN LEPASINNN!!" teriak perempuan itu, pakaian nya mulai di robek oleh bandit itu dan perempuan itu mencoba untuk memberontak
"Kheheheheh suaranya membuat ku sag,,," tiba tiba sebuah kunai terlempar lalu menancap ke kepala nya bandit itu dan dia tumbang.
"BOSSSSS!!!" teriak para bandit mulai panik karena bos mereka sudah dead..
"WOI SIAPA ITU YANG BERANI MEMBUNUH BOS KITA KELUARR KAU, BERHENTI MENJADI PENGECUT!" teriak salah satu bandit
Aku perlahan keluar dari persembunyian ku sambil tertawa kecil "hehehe maaf bang tidak sengaja, hehehehe lagian orang itu menghalangi jalan jadi kubunuh deh heheh" ucap ku sambil menyeringai.
Para Bandit terkejut melihat ku keluar dengan pakaian itu, mereka merasa aneh juga dengan wajah ku.
"Hah! ternyata cuman petualang yang lagi jalan jalan, WOI KALIAN TANGKAP DIA" ucap bandit itu sambil menunjukkan jari kepada ku.
Aku merapikan rambut ku sembari berkata " O ya o ya~... bang kalau masih sayang nyawa mending lari saja daripada mati" ucap ku sambil mengeluarkan katana dari sarung nya
"DASAR BOCAHH SOMBONG!" Keempat bandit berlari ke arah ku dan mencoba untuk menyerang ku
"Kehehe.. Shadow Blanket.. " Sworrssh! bilah Katana ku langsung diselimuti oleh api ungu cerah dan panas,
aku mulai menebas keempat orang tersebut
SLASSH!! 4 tubuh bandit itu pun terpotong dalam sekali tebas kemudian mayat mereka terbakar oleh api ungu
Aku mengelap bilah katana ku dan berkata "Bukanya sudah ku bilang toh, mending lari aja daripada mati, di beri tahu kok malah ngeyel"
Aku tersenyum sambil menatap ke arah bandit yang tersisa "NAHHHH SIAPA SELANJUT NYA??" ucap ku yang sangat senang saat membunuh seseorang
"SIALAN dia Sword master!!!" Melihat aku yang memakai Shadow Blanket membuat para bandit yang tersisa mulai berlari meninggalkan TKP
"Kabur? kau pikir kalian bisa kabur setelah melakukan hal seperti itu?"
"Dark Spear!" ucap ku sambil mengangkat kedua tangan ku ke atas, muncul tombak gelap dari bawah tanah dan menusuk para bandit yang tersisa.
"Kihi... siapa sangka kalau akan sangat menyenangkan dalam membunuh orang.." batin ku sambil tersenyum melihat ke arah para bandit yang di gantung menggunakan tombak hitam.
Aku melirik ke arah katana yang berada di genggaman tangan kiri ku "Hmm gampang juga ya ternyata memakai katana.. tapi.. entah kenapa model nya terasa familiar" batin ku yang heran
"Oh ya.. kalian tidak apa apa?" tanya ku sambil menoleh kearah Sarah dan tuan putri yang selesai mengganti pakaian nya
"Kami tidak apa apa terimakasih telah menyelamatkan kami, kalo boleh tau nama anda siapa ya?" tanya putri itu
"Nama ku Felix Fortune, aku dari negeri sebelah barat dan baru sampai ke sini lalu kebetulan melihat kalian di bajak" ucap ku sambil mencoba untuk tersenyum
Putri itu diam sejenak mendengar kata barat "Ah senang berkenalan dengan mu namaku Rose Axtrasia, Putri dari kerajaan Axtrasia" ucap Rose sambil menunduk kan kepala nya.
Oooo seperti nya orang yang lumayan penting toh, tapi kenapa orang penting begini penjagaan nya cuman dikit? kalo tidak salah kerajaan Axtrasia, seperti nya aku pernah mendengar dimana ya?" batin ku yang merasa pernah mendengar itu
"Tuan putri maafkan kami tidak dapat melindungi anda dengan baik "ucap para prajurit yang tersisa, mereka merasa bersalah.
"Aha tidak apa apa kok, ini salah ku juga tidak membawa orang banyak" ucap Rose sambil berusaha menyemangati para prajurit
"Oh ya Felix bagaimana kalau ku antarkan juga ke ibukota Axtrasia? kebetulan sebentar lagi kita sampai.."
"Ah baiklah kebetulan saya juga mau kesana si, karena jalan kaki bakal lebih lama jadi mungkin lebih baik saya ikut kalian untuk sementara waktu."
"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat semakin cepat semakin baik tuan putri." ucap salah satu prajurit
Mereka pun masuk ke kereta kuda dan aku juga ikut bersama mereka..
Bersambung mwheehehe
amwhaa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Ardi Provision
di cangkul sekalian 😂😂😂😂
saran thoor pakai bahasa baku, dirampok kek
2025-01-01
0
Ani
Plotnya keren banget! 🤩
2023-07-22
0
Wesal Mohmad
Ceritanya mengaduk-aduk perasaanku, jempol di atas👍
2023-07-22
0