Besok nya.
Kereta kuda untuk mengantarkan putri Rose sudah bersiap di depan istana. Zet, Lunox, Stero dan 10 prajurit kerajaan sudah berada di sana menunggu ku yang belum datang.
"Akh Shadow kemana sih padahal sebentar lagi waktunya berangkat lo." ucap Lunox yang kesal menunggu.
"Apa kita tinggal aja?." tanya Stero yang masih gugup bertemu dengan ku.
"Bersabarlah sedikit lagi, aku yakin dia akan datang kok" Ucap Rose yang sudah berada di dalam kereta kuda.
"Tadi pagi dia izin untuk pergi sebentar, tapi ini sudah makan waktu sekitar 30 menit dan dia belum kemari.." batin Lunox yang kesal.
"Apa dia tersesat? bukankah dia orang baru di sini? bagaimana kalau dia tersesat dan sampai ke daerah kumuh? bagaimana kalau dia di culik? bagaimana kalau dia ditangkap oleh para prajurit karena dikira iblis?" batin Lunox yang khawatir.
"Semoga saja dia tidak kenapa kenapa.." ucap Zet yang sedikit meragukan perkataan nya tadi.
Lunox melirik ke arah Zet "T..tunggu sebentar? kenapa aku merasa khawatir pada nya?" batin Lunox yang heran.
"Cih! Shadow sangat lama! tuan putri! kita tinggalkan saja" ucap Lunox yang sudah sangat kesal.
Zet memukul kepala Lunox dan berkata "Jaga cara bicara mu!"
"UGH! KENAPA AKU DIPUKUL?!!" ucap Lunox yang marah kepada Zet.
Stero tertawa melihat itu dan berkata "Haha.. pagi pagi sudah kena pukul.."
Lunox langsung menoleh ke arah Stero "DIAM LAH ATAU KU PUKUL KEPALA MU!" ucap Lunox yang kesal.
Rose tertawa kecil melihat itu "Lunox? bisa kah kau pergi mencari Shadow? kau terlihat khawatir pada nya.."
Lunox tersentak kaget mendengar itu "A..aku? khawatir dengan nya? mana mungkin!" ucap Lunox.
"T..tapi aku akan tetap mencari Shadow. Bukan berarti aku khawatir! ingat itu!" ucap Lunox sambil berjalan meninggalkan mereka.
Rose dan Zet tertawa kecil melihat tingkah itu "Dia terlihat khawatir.." bisik Zet dan Rose yang tersenyum kecil.
Saat Lunox baru berjalan beberapa langkah, tiba tiba aku muncul dari bayangan Lunox dan berkata
"Hai! apa kalian sedang mencari ku?" tanya ku sambil tersenyum.
Lunox tersentak kaget melihat aku tiba tiba muncul dari bayangan, ia langsung menginjak menginjak wajah ku sambil berkata "MATI KAU MONSTER SIALAN! BIKIN KAGET SAJA!"
"T..TUNGU SEBENTAR! BERHENTI! INI AKU, INI AKU SHADOW!!" teriak ku sambil menghindari kaki Lunox.
Lunox berhenti sejenak mendengar itu "Shadow?"
"Hai!!" ucap ku sambil tersenyum dan melambaikan tangan ku.
"APA YANG KAU LAKUKAN DI BAWAH SANA DASAR CABUL!" Tanya Lunox sambil menendang wajah ku.
Aku memegang dagu ku yang habis ditendang oleh Lunox sambil berkata "Ukh! aku tidak melihat nya tahu! toh kau kan juga memakai celana!"
"Ah kau benar juga.."ucap Lunox yang baru sadar kalau ia menggunakan celana.
"TAPI TETAP SAJA DASAR CABUL!"
Aku kemudian melompat keluar dari bayangan tersebut, Lunox tersentak kaget saat bertatapan dengan ku dalam jarak yang cukup dekat.
Lunox berusaha untuk tenang dan langsung mundur beberapa langkah "K..kau ini sangat lama! kemana saja sih!" ucap Lunox yang masih kesal.
"Maaf, maaf. Aku tadi membeli beberapa barang namun harus mengantre cukup lama" ucap ku sambil menunjukan tas kulit yang baru saja ku beli.
Lunox menghela nafas panjang dan bertanya "Lupakan masalah terlambat. Skill macam apa itu tadi?"
"Ah, maksud mu Shadow Step? yah simple nya skill ini membuat ku bisa masuk ke dalam bayangan dan bergerak bebas ke bayangan lain tanpa di ketahui.."
Mendengar itu, Lunox menatap ku dengan tatapan suram "Sudah berapa banyak yang kau lihat dengan skill cabul itu?"
"A..aku bukan orang cabul! aku hanya masuk ke dalam bayangan pria! itu saja!" jawab ku yang merasa jengkel.
Lunox semakin mundur menjauhi ku dan berkata "Itu lah yang dikatakan oleh orang cabul ketika dia terpojok.. Felix Cabul~~" ucap Lunox dengan nada suara kecil.
"K...kenapa kau selalu menganggap ku cabul sih?" tanya ku sambil mencoba memotong kepala Lunox mengunakan tangan.
Lunox menepis tangan ku dan menjawab "Bukan kah itu fakta nya?"
Saat aku dan Lunox sedang berdebat hal kecil. Zet memanggil kami "Oi!! jangan pacaran terus! kita mau berangkat nih!!" panggil Zet sambil tertawa.
Lunox yang sedang memegang tangan ku langsung melepas nya dan menjaga jarak sambil berkata "K..kami tidak pacaran kok!"
"Itu benar! mana mau aku pacaran bersama dengan perempuan papan?" ucap ku sambil mencibir dan menunjuk ke arah Lunox.
Lunox yang mendengar itu menjadi semakin kesal "SI..SIAPA YANG KAU BILANG PAPAN HAH?!!" tanya Lunox kesal dan ingin memukul ku.
"ITU LAH FAKTA NYA~~" ucap ku sambil berlari menghindari serangan Lunox.
*****
Kami pun berangkat menuju kota perdagangan, aku pernah membaca nya di perpustakaan kemarin kalau kota itu berada di tengah laut yang cukup dalam dan luas.
"Hm... jadi ini rute yang akan kita lewati?" tanya ku sambil mengecek peta yang diberikan Rose. Aku sedang duduk santai di atas kereta kuda yang di pakai oleh Rose, Lunox dan Stero.
"Yah, sebenar nya ada beberapa rute yang cukup cepat. Namun disana cuku banyak monster yang berkeliaran" ucap Rose.
"Hm, begitu kah? padahal bagus lo kalau bertemu dengan monster yang berkeliaran.." ucap ku yang merasa bosan.
Lunox mengeluarkan kepala nya dari jendela dan berkata pada ku yang berada di atap kereta kuda
"Dasar penggila perang, kau pikir di kepung banyak monster itu bagus? di tambah, bisa kah kau turun dari sana? di sini masih ada ruang untuk mu duduk!"
"Bukan nya di kepung monster itu bagus? kita bisa farming exp saat di kepung"
Lunox merasa heran saat mendengar jawaban ku "Kalau kau masih selamat, masih mending. Tapi jika kau mati. apa guna nya exp tersebut?"
Aku tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan itu "Kalau aku sih pasti masih hidup! tapi jika itu kau, beda cerita~~"
Lunox semakin kesal dan mencoba meraih kaki ku "KAU PIKIR AKU SELEMAH ITU HAH?!"
Aku menghindari nya dan melompat turun dari atap kereta kuda "IYA! BUKTI NYA KAU KALAH DENGAN KU!"
"SINI KAU! BIAR KU PUKUL KEPALA MU!!" ucap Lunox yang berusaha meraih ku yang berada di samping kereta kuda.
"WLEE~~ tidak kena~~"
"Mereka benar benar cukup dekat..." bisik Zet yang berada di pengemudi dan Rose yang berada di dalam kereta kuda, mereka berdua memperhatikan kami diam dia, sedangkan Stero masih gugup untuk berbicara.
Aku melirik ke arah salah satu prajurit, ia terlihat sangat mencurigakan. Aku memutuskan untuk berpisah terlebih dahulu "Well.. Aku akan pergi duluan. Aku akan mengintai jalan depan sesuai dengan rute."
"Heh? untuk apa? bukan kah itu merepotkan?" tanya Lunox.
Aku tertawa mendengar itu dan menjawab "Aku bosan berada di sni karena tidak ada perlawanan!"
"Shadow jika kau ingin mengintai, jangan memaksakan diri loh. Kalau sekiranya musuh berjumlah banyak atau kuat kau bisa mundur dan melapor" ucap Rose.
"Terimakasih atas perhatian anda, tapi anda jangan pernah meragukan seorang bayangan hebat seperti ku!" ucap ku dengan percaya diri dan mulai melompat ke pohon. Aku memisahkan diri dari kelompok dengan melompat lompat menyusuri hutan seperti monyet.
"Cih main pergi begitu saja!" batin Lunox yang cemberut
Rose dan Stero yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil
"Lunox apa kau sebenar nya peduli dengan nya?" tanya Rose.
Lunox tersentak kaget dan menoleh ke arah Rose lalu menjawab "A.... AKU? peduli sama Helai ungu? buat apa coba. Tuan putri kalau bercanda tidak lucu tahu."
"Affah iya?" tanya Rose dan Stero
"BERISIKK BERISIKKK!! AKU TIDAK PEDULI DENGAN NYA! TIDAK PEDULI SAMA SEKALI!!." teriak Lunox yang semakin kesal.
Lunox menghela nafas panjang dan bertanya kepada Stero "Oh ya, Stero! apa kau masih takut dengan Shadow?"
Stero mengalihkan pandangan nya sambil memegang jantung nya "Y..ya.. kurasa seperti itu.." jawab Stero yang gugup.
"Memang nya ada apa? apa Stero dan Shadow punya masalah?" tanya Rose yang penasaran.
"Ah, tidak. Hanya sebuah masalah kecil, jangan di pikirkan!" ucap Lunox yang berusaha menyembunyikan hal itu.
Lunox melirik ke arah Stero, Stero faham dengan hal itu dan berusaha mengganti topik
"Tuan putri apa anda sendiri sudah mendapat calon suami?" tanya Stero.
Rose mengalihkan pandangan nya dan menjawab "hahahah ada banyak, cuman ku tolak semua."
"Heh? pasti ribet ya?" tanya Stero dan Lunox.
"Begitu lah, Lunox sendiri bagaimana? sudah berapa banyak tawaran bangsawan yang kau tolak"
"Sekitar 50! sudah ku tolak semua!" ucap Lunox dengan bangga nya.
"Haha, seperti hanya Xyru dan Shadow saja yang kau izinkan mendekat. Apa Xyru sering mengirim mu surat lagi?" tanya Rose yang penasaran.
"Y..ya, begitu lah.."
"Tuan putri, jika Xyru dan Shadow bertemu. Apa akan terjadi perdebatan merebutkan Lunox?" bisik Stero.
Rose yang mendengar itu mendapatkan ide "Lunox! jika Xyru dan Shadow mengirim lamaran untuk mu. Siapa yang akan kau terima?" tanya Rose yang penasaran.
"K..kenapa tuan putri bertanya seperti itu?" tanya Lunox yang mulai gelisah dan bingung ingin menjawab apa.
"Kenapa? bukan kah dulu saat kecil kau cukup dekat dengan Xyru? lalu sekarang kau cukup dekat dengan Shadow. Aku penasaran siapa yang akan kau pilih?" tanya Stero dan Rose yang semakin penasaran dan mendesak Lunox.
Lunox semakin bingung dan semakin gelisah saat di desak, ia bingung ingin menjawab apa "Eh... itu... s..sebenar nya. jika di suruh memilih..."
Stero dan Rose semakin mendesak Lunox dan bertanya "Hmmm???"
*****
Di tengah hutan, aku terus melompat dari pohon ke pohon = dan mengintai rute rute yang akan di lewati Rose dan lain nya sambil membunuh monster yang sekiranya mengganggu. sejauh ini tidak ada bandit atau kelompok yang merencanakan sesuatu
Aku kemudian mendarat turun dari pohon dan mengecek sekitar "Hm sejauh ini tidak ada yang aneh." batin ku sambil menoleh kesana dan kemari.
"Nah, satu mangsa tercium.." batin ku sambil melihat ke suatu rumput. Lalu rumput itu tiba tiba bergerak padahal aku tidak merasakan angin.
Aku tersenyum kecil melihat itu "Hmmm??? pengintai di intai balik ya?" batin ku.
"Kau keluar lah, aku sudah tahu posisi mu. Tidak ada gunanya terus bersembunyi." teriak ku kepada rumput itu.
"Ooo? tidak mau keluar ya kalau begitu aku paksa kau keluar!, dark wolf.." Dark wolf, memunculkan sebuah serigala bayangan yang berguna sebagai pelacak dan memiliki banyak keahlian tersendiri.
Dari bayangan ku, muncul sebuah serigala gelap yang cukup besar
"DARK WOLF KELUARKAN ORANG NYA!" perintah ku sambil menunjuk ke arah rumput itu, Serigala itu langsung menerkam ke arah rumput itu.
"AKHH AMPUN AMPUN AKU MENYERAH!!." teriak seorang pria yang di seret keluar oleh serigala tersebut.
"Kihhihi, bukan kah sudah ku bilang? lebih baik kau keluar saja. Kenapa kau sangat keras kepala?" tanya ku sambil menghunuskan katana ku ke arah pria itu.
"Bagaimana kau bisa tahu keberadaan ku?! sudah jelas aku pake sihir menghilang!." tanya pria itu sambil menatap ku dengan tajam
Aku berpikir sejenak sambil tersenyum dan bertanya "Hmmm?? pertanyaan mu akan kujawab setelah kau menjawab oke??."
Aku tersenyum lebar ke arah luka yang di timbulkan oleh serigala itu "Lalu jika kau menjawab dengan baik mungkin aku akan melepaskan mu."
Pria itu berpikir sejenak dan menjawab "CIH baiklah langsung saja bertanya!."
"Oke pertanyaan pertama kamu sedang apa mengintai ku?" tanya ku dengan ramah.
"Aku awalnya tidak ingin mengintai mu tapi kebetulan kau lewat makanya ku perhatikan sebentar!."
Aku berjalan memutari pria itu dan bertanya "Hmmm begitukah? pertanyaaan kedua siapa target mu?"
"Aku disuruh untuk mengintai dan memberi jebakan untuk Putri kerajaan Axtrasia!,menurut informasi dia akan lewat sini!."
"Hmmmm jadi benar yah, informasi nya bocor. Ya wajar si soalnya orang penting yang ku jaga." batin ku sambil memasukkan katana ku kembali.
"Pertanyaan ketiga, apa kalian berniat membunuhnya?."
"Tentu saja kami disuruh oleh klien kami untuk membunuhnya."
Aku mengangguk sambil tersenyum dan bertanya "Begitu kah? jadi kalian ini pembunuh bayaran ya?."
"Masa kau tidak tahu lambang ini! kami adalah kriminal kelas kakap! Night core! Jika kau ingin hidup, cepat bebaskan aku saat aku masih berkata baik!"
"Oh NIght core, aku pernah melihat poster nya di poster burunan, kalau tidak salah biaya nya cukup besar" batin ku sambil melirik ke arah pria itu
Aku menghela nafas dan bertanya "Baiklah pertanyaan terakhir dimana tempat kalian berada sekarang?"
"Tidak jauh dari sini! sekitar 4 km dari depan."
Aku tertawa kecil mendengar itu dan berkata "Hmm terimakasih atas informasi nya sekarang tinggal ku bantai mereka!."
"HAH! kau jangan bercanda tadi kau bilang kau akan membebaskan ku dari serigala sialan ini! gigitan dia semakin keras! aku sudah tidak tahan lagi!" ucap pria itu yang sudah terlihat kesal dan berusaha melepaskan diri
"Melepaskan mu? kau percaya dengan perkataan ku tadi? sungguh bodoh sekali!. Dark wolf, kau boleh memakannya sebagai hadiah karena sudah menangkap nya." ucap ku sambil berjalan pergi dari sana
"TUNGGU TUNGGU SEBENTAR! MANA JANJI MU TADI?!!" Teriak pria itu yang mulai panik. Serigala itu terlihat sangat lapar, ia langsung memakan pria itu dan aku hanya bisa mendengar suara jeritan kesakitan..
"Nah! seperti nya aku bisa sedikit pemanasan...." batin ku sambil tersenyum lebar.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments