Usai metting dengan yang lain, Kayra keluar dari ruang metting dan menuju ruangan milik nya. Sudah lupa ia tentang anak yang di bicarakan tadi malam.
"Kayra.."
Panggilan david membuat langkah kayra terhenti, David pun segera menghampiri nya sambil tersenyum.
Pria berusia tiga puluh lima tahun ini menatap kagum pada kayra, Di usia kayra yang dua puluh delapan tahun ia sudah menjadi pengusaha properti yang bisa di bilang sukses.
"Ada apa tuan david?" Tanya kayra formal karena mereka memang tidak akrab.
"Hmmm, Apa kamu sedang senggang?" David bertanya ragu.
"Kebetulan tidak ada pekerjaan, Kenapa memang nya tuan?" Tanya kayra balik.
"Bagai mana jika kita minum coffe di depan sana." Ajak david.
Kayra mengangguk dan melangkah duluan, Di seberang kantor nya ada caffe yang lumayan besar. Banyak muda mudi nongkrong di sana sambil pacaran.
"Nona."
Gavin menghadang kayra yang berjalan berdampingan dengan david, David memandang gavin tidak senang.
"Ada apa vin?" Tanya kayra.
"Saya perlu bicara dengan anda sebentar, Bisa kah nona?" Tanya gavin terlihat cemas.
"Nanti saja ya, Aku ada janji dengan tuan david sebentar." Sahut kayra.
Terpaksa gavin menunggu dengan perasaan gelisah, Sementara kayra sudah pergi memasuki caffe bersama david.
"Kamu sering enggak kesini kay?" Tanya david yang terus bicara informal.
"Tidak juga, Aku sibuk terus." Jawab kayra tersenyum sekilas.
"Jangan terlalu sibuk, Nanti lupa segala nya." Canda david.
"Tuan david pun begitu." Balas kayra yang masih kaku.
David merasa tidak nyaman karena kayra masih terus bicara formal pada nya, Padahal david ingin kayra menganggap nya teman santai.
"Panggil saja david, Tidak usah pakai tuan." Cegah david.
"Hehehe, Sungkan sih karena kamu kan lebih tua dari aku." Cengir kayra.
"Anggap saja aku teman kamu, Biar lebih enak ngobrol nya." Ujar david.
"Iya deh."
Pesanan mereka datang dan davin memberikan secangkir americano dingin milik kayra, Sementara milik nya adalah yang panas.
"Kenapa kamu tidak ingin menikah sampai saat ini kay?" Tanya david.
Padahal tadi kayra sudah menyangka jika david adalah lawan bicara yang enak, Namun karena david malah menanyakan pernikahan. Maka kayra hilang respek seketika.
"Emhhh, Aku ada kerjaan nih tiba tiba. Kamu lanjut sendirain saja ya." Kayra bangkit membayar minuman.
"Kayra!! Biar aku saja yang bayar."
Tidak peduli pada teriakan david, Kayra terus berjalan menyebrangi jalan meninggal kan caffe.
"Kenapa sih orang selalu bertanya tentang pernikahan?! Sampai bosan aku rasa nya." Rutuk kayra.
Gavin yang menunggu kayra di depan pintu perusahaan langsung mendekati nona nya, Namun nyali gavin jai ciut melihat wajah masam kayra.
"Kau tadi ingin bicara apa? Ayo keruangan ku saja." Ajak kayra berkata datar.
"Jika nona sibuk saya bisa lain kali saja bicara nya." Tolak gavin takut di semprot.
"Aku mengajak mu bicara karena sedang tidak sibuk!" Salak kayra.
"Oh baik nona."
Gavin cepat mengikuti langkah nona nya masuk kedalam gedung, Tidak ada senyum lagi di wajah kayra. Mood nya langsung hilang jika membahas pernikahan.
"Ada apa?" Kayra bertanya ketika sudah dalam ruangan.
Bingung gavin untuk memulai bicara dari mana, Takut juga jika sampai salah bicara. Karena gavin tahu mood nona nya sedang tidak bagus.
"Sebelum nya maaf kan saya nona, Tolong jangan marah." Pinta gavin.
"Kenapa memang nya? Apa ada masalah darurat." Kayra malah jadi cemas.
"Tidak! Bukan itu masalah nya nona." Sahut gavin cepat.
"Lalu apa? Katakan saja langsung." Kayra berkata jengkel.
Gavin menelan ludah dulu sebelum berkata, Menyesal tadi malam ia malah berlagak jual mahal demi sebuah harga diri. Kenyataan sekarang malah ia sendiri yang akan menawar kan.
"Cepat lah vin, Aku sedang malas bertele tele." Kesal kayra tidak sabar.
"Apa anda masih mengingin kan saya untuk jadi penyumbang ******?!" Tanya gavin menguat kan hati nya.
"Pendonor ******?!"
"Maksud saya orang yang untuk jadi suami sementara, Seperti yang anda ucap kan tadi malam." Jelas gavin gugup.
"Kenapa? Tidak usah kau mencari kan aku gigolo pula!" Cegah kayra.
"Berapa bayaran yang saya dapat jika saya jadi suami anda nona?" Gavin menanyakan bayaran nya.
Kayra terpanas mendengar gavin tiba tiba menanyakan tentang bayaran, Tanpa bertanya pun kayra tahu jika bodyguard nya ini pasti butuh uang secara mendadak! Karena tadi malam gavin kekeh menolak nya.
"Katakan saja kau ingin pinjam uang berapa, Tidak usah memaksa kan dirimu." Kayra tidak ingin gavin terpakasa.
"Saya tidak punya untuk mengembali kan nya nona, Jadi lebih baik saya jadi suami bayaran anda saja." Jawab gavin jujur.
"Haish tidak usah begitu, Katakan saja kau butuh berapa? Aku akan memberikan nya padamu, Jangan kau pikir kan dulu cara membayar nya." Kayra tetap menolak gavin.
Gavin menggeleng karena ia memang tidak akan bisa membayar nya, Operasi ginjal butuh dana sekitar dua ratus juta. Entah berapa lama ia akan membayar pada kayra.
Bruk.
Kayra sampai mundur karena kaget gavin menjatuh kan diri di bawah kaki nya, Entah kenapa gavin sampai rela melakukan itu.
"Bangun lah vin, Aku di sangka bos yang jahat jika sampai ada yang melihat." Kayra menarik gavin bangkit.
"Tidak nona, Terima lah saya sebagai suami bayaran anda! Saya sungguh butuh uang saat ini." Hiba gavin.
Pusing kepala kayra melihat gavin yang sekarang sangat kekeh menerima tawaran nya tadi malam, Benak kayra menyuruh nya untuk menerima gavin.
"Kau ingin minta berapa?" Tanya kayra mengambil ponsel.
"Dua ratus lima puluh juta nona." Sahut gavin.
Dua ratus juta hanya untuk biaya operasi nya saja, Sedang kan yang lima puluh juta akan gavin gunakan untuk obat obatan.
"Boleh aku tau untuk apa uang nya?" Tanya kayra pelan.
"Adik ku akan segera di operasi nona, Namun kami tidak punya uang." Jawab gavin.
Hati kayra terenyuh mendengar ucapan gavin, Ternyata pemuda ini rela menjadi suami bayaran hanya untuk biaya operasi adik nya.
"Aku sudah mengirim kerekening mu." Ujar kayra.
Gavin mengecek ponsel dan melihat notif dari bank, Kini hati nya telah tenang karena berhasil mendapat kan uang.
"Pergi lah urus adik mu, Ambil libur sampai beberapa hari." Suruh kayra.
"Terima kasih nona, Saya akan berusaha menjadi suami yang baik untuk anda nanti nya." Janji gavin.
"Nanti saja kita bahas lagi masalah itu, Kau urus saja adik mu dulu." Ujar kayra.
Gavin keluar dari ruangan kayra dengan senyum lega, Kini adik nya bisa di selamat kan walau pun hidup gavin akan jadi milik kayra selama dua tahun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments