Keesokan di sore hari nya, Kayra datang mengunjungi gedung yang sedang di bangun milik nya. Di ujung jalan ia melihat mobil mewah teparkir dekat bangunan nya.
"Siapa yang parkir di situ? Tidak mungkin pekerja di sini." Gumam kayra melihat mobil mewah tersebut.
Tiba tiba saja kayra menabrak seseorang yang berjalan terburu buru, Lumayan sakit pundak nya.
"Aduh, Hati hati dong mbak." Tegur kayra.
"Maaf ya nona." Wanita itu membantu kayra berdiri.
Kayra menatap tidak asing dengan lawan bicara nya, Dan ternyata itu adalah angela menantu nya jasson uncle nya kenzo.
"Kamu angela kan? Ngapain kamu di sini." Tanya kayra heran.
"Aku lagi cari anzel kay, Sudah seminggu ini dia selalu keluar dari mansion kata bodyguard. Tapi dia tidak pernah datang keperusahaan." Jelas angela.
"Terus kamu cari di sini?" Tanya kayra menaik kan alis nya.
"Aku lihat mobil dia di sana itu, Takut nya dia di culik di gedung ini." Cemas angela.
"Enggak mungkin lah, Gedung ini saja lagi di bangun." Sanggah kayra.
"Boleh enggak sih aku cari dulu kedalam sana?" Tawar angela.
"Ayo."
Kayra mengajak angel masuk kedalam gedung bangunan, Ia paham rasa cemas nya angela. Karena sedikit banyak kayra tahu kisah perjalanan suami istri ini.
"Tuh lihat, Orang kerja semua di sini ngel." Kayra menunjuk pekerja.
"Duh kemana ya anzel." Angela sangat cemas.
"Biar ku tanya dulu sama mereka." Kayra menghampiri kepala proyek.
"Ada yang bisa di bantu nona?" Tanya kepala proyek.
"Kalian ada lihat pemuda berkulit putih dan rambut nya hitam kelam tidak?" Kayra menunjukan foto anzel.
"Ini kan pemuda yang kemaren datang melamar pekerjaan kemaren." Cetus kepala proyek.
"Melamar?!" Angel kaget.
Kepala proyek menunjuk pemuda yang tengah bekerja dengan giat, Angel segera membalik pemuda itu.
"Beneran kamu ini anzel?!" Kayra mengelilingi pemuda yang buluk ini.
Anzel mematung karena istri nya tahu kini ia jadi pekerja bangunan, Sementara angela menatap iba pada suami nya yang sangat kotor.
"Kamu ngapain kesini ngel?" Tanya anzel pelan.
"Kamu yang ngapain di sini, Ayo pulang sekarang." Angela tak kuasa menahan tangis.
Kayra memberi kode pada pada angel agar menyelesai kan masalah di rumah saja, Namun anzel menolak karena belum jam nya pulang.
Anze takut jika tidak di bayar oleh mereka, Kepala proyek yang paham dengan lirikan kayra pun segera membayar anzel sebanyak delapan ratus ribu.
"Ternyata masih ada orang kaya yang mau kerja bangunan." Cetus surya ketika anzel dan angel pulang.
"Apa pun pekerjaan bisa kita lakukan pak, Asal ada niat dari dalam hati." Jawab kayra tersenyum.
"Nona selain cantik dan kaya, Ternyata sangat bijak." Puji surya.
"Cieee ngerayu bos, Biar di bawakan roti." Ejek unar menggoda surya.
Kayra tertawa mendengar candaan para pekerja nya, Ia memang dekat dengan para pekerja. Karena kayra tidak pernah memandang status saat berteman.
"Ayo ambil di mobil." Ajak kayra pada surya.
"Waah beneran nona?"
"Iya lah, Masa saya bohong." Sahut kayra.
Mereka tertawa senang karena mendapat kan makanan, Padahal hanya sebuah roti yang bisa di makan bersama. Namun mereka sudah girang mendapat kan nya.
"Mau duduk dulu nona?" Tawar kepala proyek mengambil kan kursi.
"Boleh."
Kayra duduk di kursi yang di ambil kan, Tidak segan kayra duduk bersama dan makan roti yang ia bawa.
"Lumayan gajian ini aku tidak bayar rumah." Ucap surya dengan mulut penuh.
"Mumpung tidak bayar rumah, Beli kan lah anak mu sepeda." Sahut unar.
"Iya, Sudah dari kemarin dia sibuk minta sepeda pink." Jawab surya.
"Anak pak surya ada berapa?" Tanya kayra sopan.
"Dua non, Yang satu masih bayi." Jawab surya sambil tersenyum.
Surya mengeluar kan ponsel nya dan menunjukan sebuah gambar, Kayra menatap pada gambar bayi yang lucu itu.
"Lucu sekali dia, Berapa umur nya pak?" Kayra gemas melihat bayi gembul itu.
"Enam bulan non, Baru belajar merangkak." Jawab surya.
Kayra mengembali kan ponsel surya, Jujur saja kayra jadi gemas sendiri melihat bayi cantik dan mungil tersebut.
...****************...
Malam hari kayra sedang menonton drakor kesukaan nya, Dengan di temani camilan yang menumpuk di meja.
Tak lama bel apartement berbunyi, Kayra tahu jika dinara yang akan datang. Maka ia langsung membuka pintu.
"Masuk ma, Eehh ada ze...
"Zero."
Kayra tertawa karena ia sampai lupa pada nama keponakan nya sendiri, Dinara masuk sambil menggendong cucu nya.
"Kenapa di ajak ma?" Tanya kayra menatap zero yang tampan.
"Kamu enggak nyaman ya? Mama kasihan tadi kalau di tinggal sendirian." Dinara takut jika kayra tidak menyukai anak kecil.
"Enggak masalah dia mau ikut, Tumben saja mama ngajak dia." Sahut kayra.
Zero tipe anak yang tidak lasak ketika di ajak ketempat baru, Saat kayra ingin menggendong nya. Bocah kecil ini menghindar takut.
"Dia agak susah kay kalau baru kenal." Ujar dinara bersantai di kursi pijat.
"Hmmm. Aunty punya ice cream loh, Zero mau enggak?" Tawar kayra.
"Ikut aunty sana, Ada ice cream tuh." Suruh dinara.
Walau pun kayra tidak menyukai kayla, Namun ia tidak bisa benci pada bocah kecil ini.
"Taraaaa, Aunty punya nih." Kayra mengeluar kan satu kotak ice cream.
"Auuu."
Zero membuka suara pada dinara karena ingin makan ice, Terlihat sangat lucu di mata kayra ketika bocah kecil itu merengek.
"Minta lah sama aunty sana." Suruh dinara.
"Tiiii.. Elo au." Pinta zero mendekat.
"Sini duduk sama aunty dong." Kayar menepuk paha nya.
Terasa berdebar di hati kayra ketika bocah ini duduk di pangkuan nya, Entah tumbuh dari mana perasaan ingin punya mainan lucu seperti ini.
"Minta cium dulu kay." Ujar dinara.
"Ooh, Cium dulu dong aunty nya." Pinta kayra menunjuk pipi.
Zero menurut karena ada ice cream yang di incar nya, Bibir merah yang basah itu menempel di pipi kayra.
"Mama nya enggak nyariin apa ma?" Tanya kayra membenar kan rambut zero.
"Enggak! Kayla mana pernah peduli sama anak nya." Sahut dinara.
"Buat aku aja lah kalau gitu." Ucap kayra sambil tertawa.
"Kenapa minta punya orang, Kan kamu bisa buat sendiri." Ujar dinara.
"Ribet lah kalau masih buat, Aku malas punya suami." Jawab kayra.
Dinara tahu jika anak nya ini bisa di bilang trauma dengan cinta, Sehingga dinara tidak bisa sembarangan jika bicara.
"Kalau punya sendiri kan enak, Ngerasain hamil nya dan juga melahir kan! Bisa di kenang hingga hari tua." Ujar dinara.
Kayra tidak menjawab ucapan mama nya, Namun jauh di dalam hati. Kayra ingin punya mainan seperti boneka yang punya nyawa ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Roslina Dewi
kasian Zero ya...sapa bapaknya ya..
2023-07-12
2
Ny Rudi Harianto
anak kecil mana sih yg gak gemesin....
ayo kayra buat sendiri aja ya.... dengan Gavin jg boleh Lo dari pd cari² yg gak betul
2023-07-12
2